Krait kepala-merah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Welang kepala-merah)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Infobox spesiesKrait kepala-merah
Bungarus flaviceps
Red-headed Krait.jpg
Status konservasi
Status iucn3.1 LC.svg
Risiko rendah
IUCN 192075
Taksonomi
SuperordoLepidosauria ·
OrdoSquamata ·
-Episquamata ·
-Toxicofera ·
-Ophidia ·
UpaordoSerpentes ·
InfraordoAlethinophidia ·
ParvorderCaenophidia ·
FamiliaElapidae ·
GenusBungarus ·
SpesiesBungarus flaviceps
Johan Reinhardt Terjemahkan, 1843
Tata nama
Sinonim takson
  • Bungarus flaviceps — REINHARDT 1843: 267
  • Elaps bivirgatus (nec Elaps bivirgatus BOIE 1827) — SCHLEGEL 1837
  •  ? Elaps bi-virgatus — DUMÉRIL & BIBRON 1854: 1230
  • Bungarus flaviceps — GÜNTHER 1858
  • Megaerophis flaviceps — GÜNTHER 1864
  • Megaerophis flaviceps — SCLATER 1891
  • Maticora intermedia WESTERMANN 1942 (fide ISKANDAR & MUMPUNI 2002)
  • Bungarus flaviceps — SMITH 1943
  • Bungarus flaviceps flaviceps — BRONGERSMA 1948
  • Bungarus flaviceps — GRANDISON 1972: 93
  • Bungarus flaviceps — WELCH 1994: 37
  • Bungarus flaviceps — MANTHEY & GROSSMANN 1997: 418
  • Bungarus flaviceps — COX et al. 1998: 31
  • Bungarus flaviceps — MATTISON 2007: 257
  • Bungarus flaviceps — WALLACH et al. 2014: 129
  • Bungarus flaviceps baluensis — LOVERIDGE 1938
  • Bungarus flaviceps baluensis — MANTHEY 1983
  • Bungarus flaviceps baluensis — NGUYEN et al. 2009
Modifica les dades a Wikidata

Krait kepala-merah (Bungarus flaviceps) adalah spesies krait yang endemik di Asia Tenggara. Sebutan "krait kepala-merah" mengacu pada warna kepalanya yang kemerah-merahan. Sebutannya dalam bahasa inggris, Red-headed krait, juga mengacu pada ciri-ciri tersebut.

Morfologi[sunting | sunting sumber]

Bungarus flaviceps.jpg

Panjang tubuh krait kepala-merah berkisar antara 1.2 sampai 1.5 meter, dan paling panjang mencapai 2.1 meter.[1][2] Kepala dan ekornya berwarna merah cerah. Tubuh bagian atas (dorsal) berwarna hitam dan dihiasi dengan garis berwarna putih kebiruan di sepanjang sisi badannya.[3] Bagian bawah tubuhnya (ventral) berwarna keputihan. Pewarnaan ular ini nyaris mirip dengan ular cabai besar (Calliophis bivirgatus), tetapi pada ular cabai besar, ventralnya berwarna kemerahan.[4]

sisik-sisik (scalation) dorsal tersusun sebanyak 13 baris di bagian tengah badan, dengan sisik-sisik vertebral (paling atas) berukuran lebih besar dibandingkan sisik dorsal lainnya. Sisik ventral pada ular jantan sebanyak 220 sampai 236 buah, sedangkan pada ular betina sebanyak 193 sampai 217 buah. Sisik subkaudal tidak terbagi, berjumlah 47 sampai 53 sisik pada ular jantan, dan 42 sampai 54 sisik pada ular betina.[5]

Penyebaran dan habitat[sunting | sunting sumber]

Krait kepala-merah tersebar di Myanmar selatan, Thailand selatan, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan kemungkinan juga kepulauan di sekitarnya).[5]

Habitat utamanya adalah hutan dataran rendah hingga ketinggian 900 meter. Ular ini jarang ditemukan di sekitar pemukiman manusia.[2][4]

Perilaku[sunting | sunting sumber]

Krait kepala merah adalah ular yang aktif pada malam hari (nokturnal) dan berkelana tidak jauh dari sumber air. Makanan utamanya adalah ular jenis lain yang lebih kecil darinya. Selain ular lain, ular ini juga memangsa kadal, kodok, dan beberapa hewan kecil lainnya. Seperti jenis krait lainnya, ular ini bukan ular yang agresif. Jika merasa terganggu, ular ini lebih memilih untuk menyembunyikan kepalanya di bawah gulungan badannya. Akan tetapi, saat malam hari, ular ini menjadi sangat aktif dan berbahaya.[6]

Bisa[sunting | sunting sumber]

Seperti jenis krait lainnya, krait kepala-merah adalah ular berbisa yang sangat mematikan, tetapi kasus gigitan ular ini sangat jarang.[7] Bisa ular ini bersifat neurotoksin (mampu melumpuhkan jaringan saraf), korban gigitan ular ini akan mengalami gejala paralisis, kesulitan bernapas, dan jika tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan kematian.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ U.S. Department of the Navy (1991). Poisonous Snakes of the World. hlm. 121. ISBN 0-486-26629-X. 
  2. ^ a b Snakes od Thailand – Krait. Siam-info.com. Retrieved on 2013-01-03.
  3. ^ Tan NH, Fung SY, Ponnudurai G (2010). "Enzymatic and immunological properties of 'Bungarus flaviceps' (red-headed krait) venom". Journal of Venomous Animals and Toxins Including Tropical Diseases. 16 (1): 147–154. doi:10.1590/S1678-91992010005000009. 
  4. ^ a b http://ularindonesian.blogspot.com/p/bungarus-flaviceps.html
  5. ^ a b Bungarus flaviceps di Reptarium.cz Reptile Database. Diakses 17 Januari 2020.
  6. ^ a b Sterling E & Hurley M (2006). Vietnam: a natural historyPerlu mendaftar (gratis). hlm. 303–304. ISBN 0-300-10608-4. 
  7. ^ "Red-headed krait". Naturemalaysia.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 March 2012. Diakses tanggal 1 March 2013. 

  • Loveridge, 1938 : New snakes of the genera Calamaria, Bungarus and Trimeresurus from Mt. Kinabalu, North Borneo. Proceedings of the Biological Society of Washington, Templat:Vol., p. 43-46 (lihat teks).
  • Reinhardt, 1843 : Beskrivelse af nogle nye Slangearter. Det Kongelige Danske videnskabernes Selskabs Skrifter, Templat:Vol., p. 233-279 (lihat teks).