Pulau Rempang
| Geografi | |
|---|---|
| Lokasi | Indonesia |
| Koordinat | 0°42′N 104°13′E / 0.700°N 104.217°E |
| Kepulauan | Kepulauan Riau |
| Luas | 165 km2 |
| Pemerintahan | |
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | Kepulauan Riau |
| Lembaga Non Struktural | Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam |
| Pemerintah Kota | Kota Batam |
| Kependudukan | |
| Kelompok etnik | Melayu |
![]() | |
| Gubernur | Ansar Ahmad |
|---|---|
| Wakil Gubernur | Nyanyang Haris Pratamura |
| Wali Kota dan Kepala Badan Pengusahaan | Amsakar Achmad |
| Wakil Wali Kota dan Wakil Kepala Badan Pengusahaan | Li Claudia Chandra |
Pulau Rempang dengan luas kurang-lebih 165,83 km² adalah pulau di wilayah pemerintahan kota Batam, provinsi Kepulauan Riau yang merupakan rangkaian pulau besar kedua yang dihubungkan oleh enam buah jembatan Barelang. Pulau ini berada kira-kira 3 km di sebelah tenggara pulau Batam dan terhubung oleh jembatan Barelang ke-5 dengan pulau Galang di bagian selatan. Pada saat ini pulau Rempang banyak dikembangkan untuk wilayah pertanian dan perikanan Sembulang, selain juga mempunyai beberapa buah pantai yang bagus.
Bentrokan
[sunting | sunting sumber]Pada tanggal 7 September 2023 terjadi bentrokan antara aparat TNI/Polri dengan masyarakat asli pulau. Bentrokan dipicu oleh rencana penggusuran yang akan dilakukan terhadap masyarakat pulau Rempang untuk dibangun proyek Rempang Eco City.[1]
Rabu, 11 September 2024, tepat satu tahun usia aksi demo Bela Rempang di depan Kantor Badan Pengusahaan atau BP Batam. Massa terdiri dari ribuan orang yang mengatasnamakan masyarakat Melayu tumpah ruah menyuarakan penolakan relokasi 16 kampung tua di Pulau Rempang dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Sumber
[sunting | sunting sumber]- ↑ Indonesia, C. N. N. "Duduk Perkara Konflik Pulau Rempang". nasional. Diakses tanggal 2023-09-17.
