Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi Tembesi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi Tembesi
Mbpa.jpg
Ikon Maria Bunda Pembantu Abadi
LokasiJl. Suprapto No. 1 Rt. 03 Rw. 02, Tembesi Lestari Batam
Jumlah anggota/umat7000
Sejarah
Didirikan2003
DedikasiMaria Bunda Pembantu Abadi
Administrasi
KeuskupanKeuskupan Pangkal Pinang
Imam yang bertugasRD. Lucius Poya Hobamatan
Catatan Pendirian: Paroki ketiga di Pulau Batam

Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi Tembesi adalah paroki dibawah Keuskupan Pangkal Pinang, yang berlokasi di Tembesi, pulau Batam, yang merupakan paroki ke tiga di pulau ini. Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi Tembesi Diresmikan oleh Bapak Uskup Pangkalpinang, Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD, tanggal 1 November 2003.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya, paroki ini merupakan bagian dari Paroki Santo Petrus Lubukbaja. Seiring dengan perkembanga Batam sebagai daerah industri, ribuan pendatang masuk ke batam untuk bekerja di berbagai sektor. Demikian juga, wilayah pemukiman pun mulai dibangun. Daerah Batuaji dan sekitarnya menjadi salah satu daerah terpadat[1] karena daerah ini di khususkan untuk pemukiman menengah kebawah, sampai untuk penempatan daerah gusuran.

Dengan semakin banyaknya umat katolik di wilayah ini, Paroki Santo Petrus Lubukbaja tidak mampu lagi memberi pelayanan sampai ke seluruh daerah, untuk itulah pada tanggal 1 November 2003, dibentuklah Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi Tembesi untuk melayani umat di wilayah Batuaji dan sekitarnya. Wilayah yang masuk ke paroki ini adalah Tembesi, Batuaji, Pulau Rempang, Pulau galang, Tanjung Uncang dan sekitarnya.

Dewan Pastoral Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi (Periode 2009-2012):[sunting | sunting sumber]

  • Koordinator Umum : RD. Lucius Poya Hobamatan
  • Wakil I : RD. Forberlius Ngadiyono
  • Wakil II: RD. Chrisanctus Paschalis Saturnus

DPP Harian:

  • Ketua : Ventje Damopolii
  • Wakil : Herman J Simbolon
  • Sekretaris: Edi Suratna
  • Bendahara : Valentinus Pulo

Komunitas Religious[sunting | sunting sumber]

  • Suster-suster Fransiskanes St. Elisabeth (FSE); Komunitas Biara Sungai Lekop
  • Suster-suster Jesus Maria Joseph (JMJ); Komunitas MBPA Rempang

Gua Maria[sunting | sunting sumber]

  • Gua Maria Putri Sion Termulia, Tembesi
  • Bunda Maria Di Atas Perahu, Peninggalan Pengungsi Vietnam, Pulau Galang

Komunitas Kategorial[sunting | sunting sumber]

  1. Legio Maria
  2. Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria

Sekolah Katolik[sunting | sunting sumber]

  1. SD St. Ignatius, Rempang
  2. SD Bintang Timur, Batuaji
  3. SD St. Ignatius II, Taroka

Asrama[sunting | sunting sumber]

  • Asrama St. Theresia dari Lisieux, Rempang

Kapela[sunting | sunting sumber]

Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi memiliki beberapa kapela, yang juga mendapat jadwal misa rutin:

  1. Kapela St. Dominikus, Kavling Lama
  2. Kapela St. Fransiskus, Kavling Baru
  3. Kapela St. Yosafat, Dapur 12
  4. Kapela St. Maria Bintang Laut, Taroka
  5. Kapela St. Benediktus, Sagulung
  6. Kapela St. Ignatius, Rempang
  7. Kapela St. Bibiana, Dapur 3
  8. Kapela St. Yoseph, Sembur
  9. Kapela Teluk Paku

Jadwal Misa[sunting | sunting sumber]

Jadwal Misa Wilayah Pusat di Gereja Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi, Tembesi

Misa Harian:[sunting | sunting sumber]

  • Senin : Pukul 06.00 WIB
  • Selasa: Pukul 06.00 WIB
  • Rabu : Pukul 06.00 WIB
  • Kamis : Pukul 19.00 WIB
  • Jumat : Pukul 19.00 WIB
  • Sabtu : Pukul 06.00 WIB

Misa Hari Minggu:[sunting | sunting sumber]

  • Sabtu : Pukul 19.00 WIB (Misa I)
  • Minggu: Pukul 08.00 WIB (Misa II)
  • Minggu: Pukul 17.00 WIB (Misa III)

Misa Khusus[sunting | sunting sumber]

  • Kamis Pertama dalam bulan : Novena Abadi (Perpetual Novena)
  • Jumat Pertama dalam bulan : Misa dan Adorasi Sakramen Mahakudus

Pembangunan Gedung Gereja[sunting | sunting sumber]

Desain Gereja MBPA

Ternyata dengan adanya paroki baru di wilayah barat Batam, penambahan umat dari waktu ke watu juga sangat siginifikan. Dari sensus tahunan, penambahan jumlah umat setiap tahun mencapai 1000 jiwa. Di samping karena mobilitas umat yang tinggi, penambahan umat juga terjadi akibat kesadaran jati diri yang mulai bertumbuh. Kondisi ini membuat gedung gereja di Tembesi tidak bisa menampung, walau di beberapa tempat ada kapel sementara yang dibangun sebagai tempat ibadat hari minggu.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi Gereja Partisipatif, Pedoman Keuskupan Pangkalpinang Post Sinode II