Erabu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Erabu
Laticauda colubrina (Wakatobi).jpg
Erabu kuning, Laticauda colubrina
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Elapidae
Subfamili: Laticaudinae
Cope, 1879
Genus: Laticauda
Laurenti, 1768
Sinonim

Pseudolaticauda

Erabu adalah kelompok ular laut yang berwarna belang-belang yang mirip seperti welang. Ular ini juga disebut krait laut, dalam bahasa Inggris disebut Sea krait. Ular-ular ini hidup di perairan teritorial dekat pantai di seluruh perairan laut Indo-Australia dan bahkan agihannya mencapai Selandia Baru dan kemungkinan juga sampai ke Kepulauan Hawaii.[1] Di Indonesia, ular ini adalah ular laut yang sangat umum ditemui dan biasanya hidup di terumbu karang atau di dekat pantai. Terdapat sekitar 8 spesies.[2][3][4]

Kebiasaan[sunting | sunting sumber]

Ular-ular ini mungkin aktif pada malam hari. Erabu adalah satu-satunya kelompok ular laut yang bertelur. Mereka biasanya menuju pesisir pantai yang jauh dari manusia, naik ke darat, lalu mencari tempat untuk meletakkan telur-telurnya. Setelah bertelur, mereka kembali ke laut, dan membiarkan telur-telurnya menetas sendiri; sama seperti yang dilakukan oleh penyu.[5] Makanan ular-ular ini adalah ikan dan mungkin juga krustasea. Semua jenis erabu berbisa sangat kuat.[6][7]

Populasi di perairan Nusantara[sunting | sunting sumber]

Di Indonesia, jenis yang paling sering ditemui adalah Erabu kuning (Laticauda colubrina) dan Erabu biru (Laticauda laticaudata). Kedua jenis ini biasanya ditemukan di antara terumbu karang. Populasi terbanyak diketahui di sepanjang pantai barat Sumatra, Selat Malaka, perairan Kepulauan Riau, Laut Jawa, Selat Madura, seluruh perairan Bali dan Nusa Tenggara, Teluk Tomini, Bunaken, dan perairan Maluku.[8] [9][10]

Jenis-jenis[sunting | sunting sumber]

Sumber utama[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Activity Patterns of Yellow-Lipped Sea Kraits (Laticauda colubrina) on a Fijian Island.
  2. ^ www.reptile-database.org
  3. ^ Heatwole H, Busack S, Cogger H. (2005). Geographic variation in sea kraits of the Laticauda colubrina complex (Serpentes: Elapidae: Hydrophiinae: Laticaudini). Herpetological Monographs 19: 1-136.
  4. ^ Cogger HG, Heatwole HF. (2006). Laticauda frontalis (de Vis, 1905) and Laticauda saintgironsi n.sp. from Vanuato and New Caledonia (Serpentes: Elapidae: Laticaudinae) – a new lineage of sea kraits? Records of the Australian Museum 58: 245-256.
  5. ^ Notes du Centre d'études biologiques de Chizé (UPR1934 CNRS), CNRS DR15 - La Lettre de la Délégation n°202.
  6. ^ http://www.arkive.org/black-banded-sea-krait/laticauda-semifasciata/image-G78940.html
  7. ^ http://www.bbcearth.com/programmes/planet-earth-36/
  8. ^ https://richocean.wordpress.com/fauna-lain/ular-laut/
  9. ^ SIDIK et. al. 2015
  10. ^ http://www.triptrus.com/news/pulau-ular-laut-di-bima

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Laurenti JN. 1768. Specimen medicum, exhibens synopsin reptilium emendatam cum experimentis circa venena et antidota reptilium austriacorum. Vienna: "Joan. Thom. Nob. de Trattnern". 214 pp. + Plates I-V. (Laticauda, new genus, p. 109). (in Latin).

Informasi lainnya[sunting | sunting sumber]