Ular laut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
?Ular laut
Ular laut berbadan kuning, Pelamis platurus.
Ular laut berbadan kuning, Pelamis platurus.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Upafilum: Vertebrata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Upaordo: Serpentes
Famili: Elapidae
Upafamili: Hydrophiinae
Smith, 1926
Sebaran ular laut ditunjukkan dalam hijau limau
Sebaran ular laut ditunjukkan dalam hijau limau

Ular laut terdiri dari banyak jenis (salah satu di antaranya ular erabu atau laticauda spp.) dan kesemuanya merupakan ular yang memiliki racun yang sangat kuat dan hanya hidup di dalam laut.

Teori evolusi[sunting | sunting sumber]

Ada sebuah teori yang menyatakan bahwa asal mula ular laut di dunia berasal dari pulau Borneo (Kalimantan) Indonesia. Ular laut tersebut pada mulanya adalah ular welang yang hidup di pantai Pulau Borneo dan kemudian mulai masuk ke laut lepas untuk mencari ikan dan berevolusi dengan lingkungannya hingga menjadi ular laut yang kita kenal sekarang ini.

Distribusi[sunting | sunting sumber]

Ular laut hanya hidup di lautan tropis, utamanya di Samudra India bagian tengah dan utara serta bagian barat Samudra Pasifik. Dua jenis ular laut, yaitu ular laut berperut kuning (Pelamis platurus) dan ular erabu (Laticauda sp.), wilayah hidupnya bahkan mencapai hampir seluruh wilayah Samudra Pasifik hingga ke perairan Selandia Baru, perairan Hawaii dan perairan pantai barat Amerika. Sedangkan jenis-jenis seperti ular zaitun (Aipysurus sp.) dan ular setu (Parahydrophis mertoni) lebih banyak hidup di karang-karang di perairan teritorial Indo-Australia.

Gigitan ular laut[sunting | sunting sumber]

Bisa ular laut sangat kuat karena memiliki kekuatan 60 kali bisa ular kobra (bahkan ada ular laut yang kekuatan bisanya mencapai 700 kali ular kobra) dan mengandung bisa yang lengkap seperti layaknya jenis-jenis ular elapidae. Meskipun memiliki racun sangat sangat kuat, ular laut jarang menggigit manusia dikarenakan mulutnya yang sangat kecil dibandingkan dengan jenis ular lainnya. Biasanya manusia akan tergigit ular laut di daerah ujung jari. Ular ini tidak dapat menggigit manusia di lengan, kaki, atau bagian tubuh lainnya karena mulutnya yang kecil tersebut. Meskipun demikian, ular laut tetap merupakan ancaman bagi para nelayan dan penyelam karena racunnya yang sangat kuat. Pada beberapa kasus gigitan ular laut pada seorang penyelam, penyelam yang berusaha memegang dan tergigit oleh ular laut dapat mengalami kegagalan fungsi jantung dan meninggal sebelum sempat mencapai permukaan air. Walaupun sebenarnya kita tidak perlu takut berlebihan terhadap ular laut, akan tetapi kita perlu tetap waspada pada saat berada di pantai, memancing, atau menyelam.

Referensi dan pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • (Inggris) Scubadoc's Diving Medicine Online: Sea Snakes http://www.scuba-doc.com/seasnks.htm
  • (Inggris) Rasmussen AR (1997): Systematics of sea snakes; a critical review, Symp. Zool. Soc. London 70, 15-30
  • (Inggris) Smith MA (1996): Monograph of the sea snakes (Hydrophiidae), British Museum of Natural History, London
  • (Inggris) Voris HK (1977): A phylogeny of the sea snakes (Hydrophiidae), Fieldiana Zool. 70, 79-169
  • (Inggris) Romulus Whitaker (1978). Common Indian Snakes: A Field Guide. Macmillan India Limited. 
  • (Melayu) Rosman Ahmad, Mengenal Jenis Ular Berbisa, Pusat Racun Negara, USM, (2003).
  • (Jerman) Schwerpunkt Seeschlangen. in: Reptilia. Terraristik-Fachmagazin. Natur- u. Tier-Verl., Münster 14.1998,12. ISSN 1431-8997, dar.:
    • M. Gaulke: Fotoreportage Seeschlangen.
    • H. K. Voris, H. H. Voris: Pendler zwischen den tropischen Gezeiten. Das Leben der Seekobra "Laticauda colubrina".
    • M. Gaulke : Seeschlangen als Handelsware.