Cape Town
Cape Town
| |
|---|---|
Panorama Cape Town sejak dari Waterfront sampai ke Table Mountain | |
| Julukan: Mother City, Tavern of the Seas (archaic) | |
| Motto: Spes Bona (Bahasa Latin, harapan baik) | |
| Koordinat: 33°55′31″S 18°25′26″E / 33.92528°S 18.42389°E | |
| Negara | |
| Provinsi | Provinsi Cape Barat |
| Munisipal | Cape Town Metropolitan Municipality |
| Didirikan | 1652 |
| Pemerintahan | |
| • Jenis | Dewan kota |
| • Wali kota | Helen Zille |
| • Manajer kota | Achmat Ebrahim |
| Luas | |
| • Total | 2.454,72 km2 (94,777 sq mi) |
| Populasi (2007)[3] | |
| • Total | 3.497.097 |
| • Kepadatan | 1.425/km2 (3,690/sq mi) |
| Zona waktu | UTC+2 (SAST) |
| Kode pos | 8000 |
| Kode area telepon | +27 (0)21 |
| Situs web | http://www.capetown.gov.za/ |
Cape Town (bahasa Afrikaans & bahasa Belanda: Kaapstad) merupakan ibu kota legislatif Afrika Selatan dan ibu kota Provinsi Tanjung Harapan. Ibu kota lainnya adalah Pretoria (eksekutif) dan Bloemfontein (kehakiman). Kota ini merupakan kota tertua dan tempat Parlemen Afrika Selatan.[4] Cape Town merupakan kota terbesar kedua di Afrika Selatan setelah Johannesburg, dan kota terbesar di provinsi Tanjung Barat.[5]
Kota ini adalah pelabuhan besar di pinggir Samudra Atlantik. Dia mempunyai hubungan kereta api yang baik dengan daerah pedalaman. Letaknya di kaki Gunung Meja. Di kota ini terdapat Gedung Parlemen (1886) dan Universitas Cape Town (1916).
Cape Town didirikan orang Belanda dengan nama Kaapstad pada tahun 1652 dan direbut Britania Raya pada tahun 1806.
Cape Town digunakan oleh penjajah inggris menjadi suatu pelabuhan untuk penjajah inggris yang telah pulang dari India.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Tanjung Koloni Belanda
[sunting | sunting sumber]
Pada 1652, Jan van Riebeeck dan kru dari Perusahaan Hindia Timur Belanda dikirim untuk mendirikan pos pemberhentian buat kapal yang menuju ke Hindia Belanda.
Kota ini memiliki pertumbuhan penduduk yang lambat, menyebabkan keterbatasan buruh. Hal itu menyebabkan otoritas lokal mengimpor orang-orang diperbudak dari Indonesia dan Madagaskar. Mayoritas dari mereka menjadi nenek moyang dari komunitas Orang Kulit Berwarna Tanjung dan Orang Melayu Tanjung.[6]
Di bawah kepemimpinan Van Riebeeck, dan penerus-penerusnya, memperkenalkan berbagai jenis buah agrikultur ke sana. Beberapanya seperti anggur, kacang tanah, kentang, apel, dan jeruk, berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian di wilayah tersebut.[7]
Tanjung Koloni Inggris
[sunting | sunting sumber]Saat Republik Belanda menjadi Republik Bataaf di bawah pengaruh Republik Prancis, Britania Raya mulai mengincar Tanjung Koloni untuk mencegah adanya upaya Prancis mencapai India.
Pada 1795, Britania Raya berhasil menguasai Cape Town sebelum dikembalikan melalui perjanjian pada 1803. Namun Britania Raya merebut kembali Cape Town pada 1806. Di bawah kekuasaan Britania Raya, kota ini juga mulai mengubah karakternya dan menunjukkan pengaruh Inggris yang semakin besar. Imigran dari Kepulauan Inggris mulai bermukim dalam jumlah yang lebih besar. Perbudakan akhirnya dilarang oleh otoritas Inggris pada tahun 1834
Periode Afrika Selatan
[sunting | sunting sumber]Pada 1910, Britania Raya membentuk Uni Afrika Selatan. Cape Town dijadikan sebagai ibu kota dari uni tersebut.
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Iklim
[sunting | sunting sumber]| Data iklim Cape Town (1961-1990) | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) | 26.1 (79) |
26.5 (79.7) |
25.4 (77.7) |
23.0 (73.4) |
20.3 (68.5) |
18.1 (64.6) |
17.5 (63.5) |
17.8 (64) |
19.2 (66.6) |
21.3 (70.3) |
23.5 (74.3) |
24.9 (76.8) |
22.0 (71.6) |
| Rata-rata terendah °C (°F) | 15.7 (60.3) |
15.6 (60.1) |
14.2 (57.6) |
11.9 (53.4) |
9.4 (48.9) |
7.8 (46) |
7.0 (44.6) |
7.5 (45.5) |
8.7 (47.7) |
10.6 (51.1) |
13.2 (55.8) |
14.9 (58.8) |
11.4 (52.5) |
| Curah hujan mm (inci) | 15 (0.59) |
17 (0.67) |
20 (0.79) |
41 (1.61) |
69 (2.72) |
93 (3.66) |
82 (3.23) |
77 (3.03) |
40 (1.57) |
30 (1.18) |
14 (0.55) |
17 (0.67) |
515 (20.28) |
| Rata-rata hari hujan (≥ 1.0 mm) | 5.5 | 4.6 | 4.8 | 8.3 | 11.4 | 13.3 | 11.8 | 13.7 | 10.4 | 8.7 | 4.9 | 6.2 | 103.6 |
| Rata-rata sinar matahari bulanan | 337.9 | 299.9 | 291.4 | 234.0 | 204.6 | 174.0 | 192.2 | 210.8 | 225.0 | 279.0 | 309.0 | 334.8 | 3.092,2 |
| Sumber: Hong Kong Observatory[8] | |||||||||||||
Ekonomi
[sunting | sunting sumber]
Cape Town adalah pusat ekonomi Tanjung Barat dan Afrika Selatan. Kota ini juga merupakan pusat ekonomi terbesar ketiga di Afrika. Kota ini merupakan rumah dari Bursa Efek Cape Town, bursa efek terbesar kedua di Afrika Selatan setelah Bursa Efek Johannesburg.
Pada bulan Juni 2025, Cape Town menjadi kota dengan pendapatan rumah tangga tertinggi di Afrika Selatan dengan margin signifikan, serta kota dengan tingkat pengangguran terendah di negara tersebut, dan pasar properti dengan kinerja terkuat.[9]
Transportasi
[sunting | sunting sumber]Udara
[sunting | sunting sumber]
Bandar Udara Internasional Cape Town merupakan bandara terbesar kedua di Afrika Selatan dan berperan sebagai gerbang bagi pelancong menuju Tanjung, baik domestik ataupun manca negara
Laut
[sunting | sunting sumber]Cape Town memiliki sejarah panjang sebagai kota pelabuhan, sehingga dijuluki sebagai "Tavern of the Seas" dan "Tavern of the Indian Ocean."[10]
Pelabuhan Cape Town terketak di Teluk Meja. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan terbesar di Tanjung Barat terletak di koridor pekayaran tersibuk di dunia, dan tempat persinggahan untuk barang dalam perjalanan menuju Latin Amerika dan Asia, serta menjadi tempat masuk barang ke pasar Afrika Selatan. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan terbesar di Tanjung Barat dan terbesar kedua setelah Durban.
Darat
[sunting | sunting sumber]
Metrorail mengoperasikan layanan kereta komuter di Cape Town dan sekitarnya. Metrorail terdiri dari 97 stasiun yang tersebar di pinggiran kota.

Cape Town merupakan tempat munculnya jalan nasional ("N"), yakni N1, N2, dan N7. Kota ini juga dihubungin oleh jalan regional ("R"), seperti R27, R44, R302, R102, R27, R304, R307, dan R310. Seperti kota di Afrika Selatan pada umumnya, terdapat jalan metropolitan ("M"), seperti M3, M5, M3, dan M68.
Cape Town juga dilayani oleh jalur bus raya terpadu MyCiTi yang berjalan dari utara ke selatan di pesisir barat kota.
Kota kembar
[sunting | sunting sumber]
Aachen, Jerman [11]
Accra, Ghana
Atlanta, Amerika Serikat
Buenos Aires, Argentina
Bujumbura, Burundi
Hangzhou, Tiongkok
Houston, Amerika Serikat
Huangshan, Tiongkok
Izmir, Turki
Luanda, Angola
Malmö, Swedia
Miami, Amerika Serikat
Monterrey, Meksiko
Munich, Jerman
Nice, Prancis
Rio de Janeiro, Brasil
Shenzhen, Tiongkok
Saint Petersburg, Rusia
Varna, Bulgaria
Wuhan, Tiongkok
Bacaan tambahan
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Pollack, Martin (2006-05-31). "Achmat Ebrahim is the new city manager of Cape Town". City of Cape Town Metropolitan Municipality. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-04-04. Diakses tanggal 2007-03-25.
- ↑ Municipal Demarcation Board, South Africa Diarsipkan 2009-04-26 di Wayback Machine. Retrieved on 2008-03-23.
- ↑ Statistics South Africa, Community Survey, 2007, Basic Results Municipalities (pdf-file) Diarsipkan 2013-08-25 di Wayback Machine. Retrieved on 2008-03-23.
- ↑ "Western Cape | South African Province, History, Culture & Wildlife | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 2025-10-18. Diakses tanggal 2025-11-18.
- ↑ "Discover the 9 Provinces of South Africa and their Capital Cities". www.south-africa-tours-and-travel.com. Diakses tanggal 2025-11-18.
- ↑ "History of slavery and early colonisation in South Africa | South African History Online". sahistory.org.za (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-18.
- ↑ Pooley, Simon (2009-02). "Jan van Riebeeck as Pioneering Explorer and Conservator of Natural Resources at the Cape of Good Hope (1652-62)". Environment and History. 15 (1): 3–33. doi:10.3197/096734009X404644.
- ↑ "Climatological Normals of Cape Town". Hong Kong Observatory. Diakses tanggal 2010-05-23.
- ↑ Woosey, Jason (1992-02-17). "Cape Town's property market continues to outpace other cities as the wealth divide grows". IOL (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-18.
- ↑ Ward, Kerry (2017-12-31). 8. “Tavern of the Seas”? The Cape of Good Hope as an Oceanic Crossroads during the Seventeenth and Eighteenth Centuries (dalam bahasa Inggris). University of Hawaii Press. hlm. 137–152. doi:10.1515/9780824864248-011. ISBN 978-0-8248-6424-8.
- ↑ "Sister cities partnership agreements" (dalam bahasa English). City of Cape Town. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-04. Diakses tanggal 20 March 2020. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) Situs resmi
- (Inggris) Cape Town travel guide
- 32675806 Cape Town di OpenStreetMap