Bandar Udara Internasional Hang Nadim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandara Hang Nadim)
Jump to navigation Jump to search
Bandar Udara Internasional Hang Nadim
Hang Nadim International Airport
100px
250px
IATA: BTH · ICAO: WIDD
WMO: 96087
Informasi
Jenis bandara Publik
Pemilik Pemerintah Indonesia
Pengelola BP Batam
Melayani Batam
Lokasi Batu Besar, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia
Penghubung untuk
Ketinggian MDPL 126 kaki (38 m)
Koordinat 01°07′15″N 104°07′07″E / 1.12083°N 104.11861°E / 1.12083; 104.11861Koordinat: 01°07′15″N 104°07′07″E / 1.12083°N 104.11861°E / 1.12083; 104.11861
Situs web www.bpbatam.go.id
Peta
BTH is located in Sumatra
BTH
BTH
BTH is located in Indonesia
BTH
BTH
Lokasi bandara di Kepulauan Riau / Indonesia
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
m ft
04/22 4.028 13.218 Aspal
Statistik (2017)
Penumpant 6.355.113 ( 15,5%)
Kargo (tonnes) 26.109 ( 24,3%)
Pergerakan Pesawat 62.896 ( 16,5%)

Bandar Udara Internasional Hang Nadim (IATA: BTHICAO: WIDD) (Inggris: Hang Nadim International Airport), adalah Bandara Ini Ada 1 Landas Pacu sebuah bandar udara internasional yang terletak di kelurahan Batu Besar, kecamatan Nongsa, kota Batam, provinsi Kepulauan Riau. Bandar udara ini mendapatkan nama dari Laksamana Hang Nadim yang termahsyur dari Kesultanan Malaka. Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 4.025 meter yang menjadikan bandara ini sebagai pemilik landas pacu terpanjang di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara setelah Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur Kuala Lumpur, Malaysia. Dengan kondisinya saat ini, Bandara Hang Nadim dapat menampung 18-pesawat berbadan lebar dengan jenis Boeing 747, Boeing 767, dan Boeing 777.

Penyebrangan feri telah menjadi metode transportasi utama untuk bepergian ke pulau-pulau seberang, termasuk Singapura. Namun, lama kelamaan, penyeberangan menggunakan feri mulai tidak efektif, sehingga dibangunlah Bandara Hang Nadim. Bandara ini terbukti cukup efektif dan awalnya dikembangkan sebagai alternatif Bandar Udara Internasional Changi Singapura yang diletak dari Singapura karena bandara ini memiliki landas pacu yang cukup panjang untuk menampung pesawat-pesawat jenis Airbus A380, Boeing 747, Boeing 767, dan Boeing 777. Namun, bandara ini juga mendapatkan persaingan yang cukup ketat dari bandara-bandara lain di Wilayah Pertumbuhan Segitiga Sijori seperti: Bandar Udara Internasional Senai yang diletak dari Johor Bahru (ibu kota negara bagian Johor) dari negara Malaysia dan Bandar Udara Internasional Changi yang diletak dari Singapura.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara (1 Januari 1984-31 Desember 1984)[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara Hang Nadim mulai beroperasi pada tanggal hari Minggu, 1 Januari 1984 ditandai untuk pertama kalinya melakukan perbaikan yaitu pembuatan landasan pacu (runway) sepanjang 4.025-meter.

Bandar Udara Nasional (1 Januari 1985-31 Desember 1989)[sunting | sunting sumber]

Setahun kemudian dibuka secara resmi pada tanggal hari Selasa, 1 Januari 1985 dengan melayani penerbangan domestik yang melayani rute penerbangan langsung seperti Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandar Udara Internasional Juanda (Surabaya), Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara (Bandung), Bandar Udara Internasional Polonia (Medan), Pekanbaru, Bandar Udara Tabing (Padang) dan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Bandar Udara Internasional (1 Januari 1990-31 Desember 1994)[sunting | sunting sumber]

Lima tahun kemudian dibuka secara resmi pada tanggal hari Senin, 1 Januari 1990 dengan melayani penerbangan internasional yang melayani rute penerbangan langsung seperti Bandar Udara Internasional Senai yang diletak dari Johor Bahru (ibu kota negara bagian Johor) dari negara Malaysia dan Bandar Udara Internasional Changi yang diletak dari Singapura.

Dibuka Umum (1 Januari 1995-sekarang)[sunting | sunting sumber]

Lima tahun kemudian yang diupacara peresmian secara dibuka untuk umum oleh Presiden Republik Indonesia adalah Bapak Jendral Soeharto sejak pada tanggal hari Minggu, 1 Januari 1995 mulai pagi ini sejak sekitar pada pukul 05:00 WIB/06:00 Waktu Singapura untuk meresmikan oleh ditandai dengan penandatangani batu prasasti sebagai tanda resmi dengan melayani penerbangan bandar udara internasional yang lahir nama "Bandar Udara Internasional Hang Nadim" dengan melayani penerbangan internasional ditandai dengan mendaratnya seratus pesawat udara milik Malaysia Airlines dan seratus pesawat udara milik Singapore Airlines yang melandasan yang masih darurat berupa tanah yang diperusahaan penerbangan dari Malaysia dan Singapura serta anak perusahaannya Malaysia Airlines dan Singapore Airlines dibentuk. membuka jaringan penerbangan ke Batam secara berkala.

Maskapai penerbangan dan tujuan[sunting | sunting sumber]

Pesawat Penumpang[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
Batik Air Jakarta–Halim Perdanakusuma, Jakarta–Soekarno–Hatta
Citilink Jakarta–Halim Perdanakusuma, Jakarta–Soekarno–Hatta, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Surabaya
Garuda Indonesia Bandung, Jakarta–Soekarno–Hatta
Garuda Indonesia
dioperasikan oleh Explore
Bengkulu, Jambi, Padang, Palembang, Pekanbaru
Lion Air Bandar Lampung, Bandung, Jakarta–Soekarno–Hatta, Jambi, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Surabaya, Yogyakarta
Charter: Beijing–Ibu Kota, Busan, Changsha, Chongqing, Seoul–Incheon
Malindo Air Kuala Lumpur—Subang
Saudia Haji: Jeddah
Sriwijaya Air Bandar Lampung, Jakarta—Soekarno—Hatta, Jambi, Medan, Natuna
Susi Air Dabo, Letung, Pasir Pengaraian, Rengat
Wings Air Bengkulu, Dumai, Letung, Natuna, Rengat, Tanjung Pinang
XpressAir Dabo, Matak

Pesawat Kargo[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
Asialink Pekanbaru, Singapura
Republic Express Cargo Jakarta—Soekarno—Hatta, Pekanbaru

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]