Bandar Udara Internasional Kualanamu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandar Udara Internasional Kuala Namu)
Lompat ke: navigasi, cari
Bandar Udara Internasional
Kualanamu

Kualanamu International Airport
Kualanamu Airport Logo.png
KNO Medan apron.JPG
Apron Bandar Udara Kualanamu
IATA: KNO · ICAO: WIMM
Informasi
Jenis bandara Publik
Pemilik Pemerintah Indonesia
Pengelola PT Angkasa Pura II
Melayani Medan, Sumatera Utara
Lokasi Deli Serdang, Sumatera Utara
Dibuka 25 Juli 2013 bersamaan dengan Kereta api Airport Railink Service dan Stasiun Bandara Kuala Namu
Penghubung untuk
Kota fokus untuk Medan, Sumatera Utara
Koordinat 3°38′32″LU 98°52′42″BT / 3,64222°LU 98,87833°BT / 3.64222; 98.87833Koordinat: 3°38′32″LU 98°52′42″BT / 3,64222°LU 98,87833°BT / 3.64222; 98.87833
Situs web http://kualanamu-airport.co.id/
Peta
KNO berlokasi di Sumatra Topography
KNO
KNO
Lokasi Bandara di Sumatera
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
m ft
05/23 3.750 12.303 Aspal

Bandar Udara Internasional Kualanamu (IATA: KNOICAO: WIMM) adalah sebuah bandar udara internasional yang melayani kota Medan dan sekitarnya. Bandara ini terletak 39 km dari kota Medan. Bandara ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.[1] Lokasi bandara ini merupakan bekas areal perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara. Pembangunan bandara ini merupakan bagian dari MP3EI, untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang telah berusia lebih dari 85 tahun. Bandara Kualanamu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya. Bandara ini mulai beroperasi sejak 25 Juli 2013 meskipun ada fasilitas yang belum sepenuhnya selesai dikerjakan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Latar belakang pembangunan[sunting | sunting sumber]

Pemindahan bandara ke Kualanamu telah direncanakan sejak tahun 1992. Dalam kunjungan kerja ke Medan oleh Menteri Perhubungan saat itu, Azwar Anas, berkata bahwa demi keselamatan penerbangan, bandara akan dipindah ke luar kota.

Persiapan pembangunan diawali pada 1 Agustus 1997, namun krisis moneter yang dimulai pada tahun yang sama kemudian memaksa rencana pembangunan ditunda. Sejak saat itu kabar mengenai bandara ini jarang terdengar lagi, hingga kecelakaan pesawat Mandala Airlines terjadi pada 5 September 2005. Kecelakaan ini menewaskan Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin dan juga menyebabkan beberapa warga yang tinggal di sekitar wilayah bandara tewas akibat letak bandara yang terlalu dekat dengan permukiman. Hal ini menyebabkan munculnya kembali seruan agar bandara udara di Medan segera dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai. Selain itu, kapasitas Polonia yang telah melebihi batasnya juga merupakan salah satu faktor direncanakannya pemindahan bandara.

Rencana pembangunan selama bertahun-tahun terhambat masalah pembebasan lahan. Pada 1 Juli 2006, baru 1.650 hektaree lahan yang telah tidak bermasalah, sementara lahan yang dihuni 71 kepala keluarga lainnya masih sedang dinegosiasikan. Pada 1 November 2006 dilaporkan bahwa Angkasa Pura II telah menyelesaikan seluruh pembebasan lahan.[2]

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Pada 1 November 2011, bandara ini telah 70% selesai dan direncanakan selesai 100% pada tahun akhir 2012 yang termasuk jalan raya nontol, jalur kereta api & jalan raya tol yang akan dibangun setelahnya.[3]

Pada awal tahun 2013, perkembangannya telah mencapai 95%. Pada 10 Januari 2013, bandara ini melakukan percobaan sistem navigasi dan teknis. Bandara ini dibuka pada 25 Juli 2013.[4]

Pada 27 Maret 2014, bandara ini diresmikan operasionalnya oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bersamaan dengan peresmian pembangunan beberapa bandara di Pulau Sumatera.[5]

Fasilitas dan infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Interior ruang tunggu Bandara Kualanamu

Tahap I bandara dapat menampung 8,1 juta-penumpang dan 10.000 pergerakan pesawat per tahun,[6] sementara setelah selesainya tahap II bandara ini rencananya akan menampung 25 juta penumpang per tahun.
Luas terminal penumpang yang akan dibangun adalah sekitar 6,5 hektaree dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektaree & fasilitas kargo seluas 1,3 hektaree. Bandara Internasional Kualanamu memiliki panjang landas pacu 3,75 km yang cocok untuk didarati pesawat sebesar Boeing 747 & mempunyai 8 garbarata. Walaupun fasilitasnya belum terpasang, bandara ini sanggup didarati oleh pesawat penumpang Airbus A380. Bandara ini juga adalah bandara keempat di Indonesia yang bisa didarati Airbus A380 selain Surabaya dan Jakarta.

Maskapai penerbangan[sunting | sunting sumber]

Terminal penumpang[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan
AirAsia Johor Bahru, Kuala Lumpur, Penang, Singapura
Batik Air Banda Aceh, Bandar Lampung, Jakarta-Halim Perdanakusuma, Jakarta-Soekarno Hatta
Citilink Banda Aceh, Bandar Lampung, Bandung, Batam, Jakarta-Halim Perdanakusuma, Jakarta-Soekarno Hatta, Padang, Pekanbaru, Surabaya
Musiman: Mumbai, Jeddah
Firefly Kuala Lumpur-Subang
Garuda Indonesia Balikpapan, Jakarta-Soekarno Hatta, Jeddah, Padang, Makassar, Surabaya
Musiman: Madinah
Garuda Indonesia
dioperasikan oleh Explore dan Explore Jet
Banda Aceh, Bandar Lampung, Batam, Denpasar/Bali, Gunung Sitoli, Lhokseumawe, Meulaboh, Palembang, Sabang, Sibolga
Indonesia AirAsia Bangkok-Don Mueang, Kuala Lumpur, Jakarta-Soekarno Hatta, Palembang, Penang, Singapura
Jetstar Asia Airways Singapura
Lion Air Banda Aceh, Bandar Lampung, Bandung, Batam, Denpasar/Bali, Jakarta-Soekarno Hatta, Padang, Pekanbaru, Surabaya
Malaysia Airlines Kuala Lumpur
Malindo Air Kuala Lumpur
Mihin Lanka Colombo
NAM Air Batam, Jambi, Pekanbaru
Saudia Jeddah
Musiman: Madinah, Riyadh
Silk Air Singapura
Sriwijaya Air Ipoh, Jakarta-Soekarno Hatta, Padang, Penang
Susi Air Blangpidie, Kutacane, Meulaboh, Padang Sidempuan, Pasir Pengaraian, Sibolga, Silangit, Simeulu, Singkil, Takengon, Tapaktuan
Wings Air Banda Aceh, Gunung Sitoli, Lhokseumawe, Meulaboh, Sibolga, Simeulue

Terminal kargo[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan
Cardig Air Jakarta-Soekarno Hatta
Cargo Garuda Indonesia Jakarta-Soekarno Hatta, Surabaya
Malaysia Airlines Cargo Kuala Lumpur
Qantas Freight Sydney
Singapore Airlines Cargo Singapura

Transportasi Darat[sunting | sunting sumber]

Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Pembangunan Tahap I disertai pula oleh pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Araskabu di kecamatan Beringin ke bandara yang berjarak sekitar 450 meter. Stasiun Araskabu sendiri terhubung ke Stasiun Medan dengan jarak 22,96 kilometer. Jarak tempuh dari Medan hingga Kuala Namu berkisar 30-47 menit (kereta menuju bandara diprioritaskan dalam penggunaan rel tunggal Medan-Kualanamu). Stasiun di bandara sudah jadi dan telah dioperasikan sejak 25 Juli 2013. Harga tiket kereta api Kualanamu-Medan PP adalah Rp80.000.00. Frekuensi perjalanan terus ditingkatkan, dari awalnya 13 kali per arah pada awal pengoperasian, meningkat menjadi 17-18 perjalanan, dan mulai Mei 2014, 20 kali per arah. Pada awalnya kereta api yang dipakai adalah KRDE buatan INKA, lalu pada November 2013 kereta baru dari Korea Selatan yang dilengkapi Wi-Fi mulai digunakan menggantikan KRDE INKA. Layanan kereta api ini dioperasikan oleh PT Railink yang merupakan perusahaan patungan PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonesia. Kereta api ini merupakan kereta api bandara pertama di Indonesia.[1]

Bus[sunting | sunting sumber]

Bandara ini terhubung melalui angkutan bus dengan kota Medan, Binjai, Pematangsiantar, Kabanjahe, dan Gunung Sitoli.[7]

Operator Rute Lokasi
Damri Terminal Amplas Medan
Damri Plaza Medan Fair Medan
Almasar Jalan Cemara Medan
ALS Jalan Ring Road Medan
ALS Binjai Super Mall Binjai
Paradep Jalan Sutomo Pematang Siantar
Almasar Kabanjahe Kabanjahe
Trans Medan Jalan Pisang Raya Gunung Sitoli

Mobil[sunting | sunting sumber]

Terdapat jalan arteri yang menghubungkan kota Medan dan bandara. Jalan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi saat ini sedang dalam tahap pembuatan. Direncanakan jalan tol ini akan selesai pada tahun 2014. Jalan tol ini adalah bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera.

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada 18 Mei 2013, sebuah pesawat Boeing 737-400 Malaysia Airlines yang seharusnya mendarat di Bandar Udara Internasional Polonia, nyaris mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Pesawat ini belum sempat mendarat akan tetapi roda pesawat sudah dikeluarkan. Begitu pilot sadar bahwa bandaranya salah ia langsung menerbangkan pesawat kembali. Pesawat ini mendarat di Bandar Udara Internasional Polonia dengan selamat.
  • Pada tanggal 24 April 2015 Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 303 tujuan Jakarta gagal terbang diakibatkan mesin pesawat meledak dan berasap. Penumpang lansung dievakuasi melalui pintu darurat. Tiga orang dilaporkan patah tulang akibat melompat dari pintu darurat bagian tengah dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Penumpang diganti pesawat lain dengan nomor penerbangan yang sama pada pukul 16.30.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]