Airbus A380

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Airbus A380
Logo Airbus A380.svg

Singapore Airlines Airbus A380 woah!.jpg
Airbus A380 Singapore Airlines

A300 · A310 · A320 · A330 · A340 · A350 · A380 · A400M

TipePesawat terbang komersial
Terbang perdana27 April 2005
Diperkenalkan25 Oktober 2007 pada Singapore Airlines
StatusTidak diproduksi
Pengguna utamaEmirates
Lufthansa
Qantas
Singapore Airlines
Tahun produksi2005 – 2020
Jumlah produksi242 (31 Januari 2020) [1]
Harga satuanUS$ 375.3 juta dolar

Airbus A380 yang diproduksi oleh Airbus S.A.S. adalah sebuah pesawat berbadan lebar dua tingkat, dengan empat mesin yang mampu memuat 850 penumpang dalam konfigurasi satu kelas atau 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas. Pesawat ini melaksanakan penerbangan perdana pada 27 April 2005 dan telah memulai penerbangan komersial pada akhir tahun 2007 setelah ditunda beberapa kali. Pesawat ini juga merupakan pesawat komersial (pesawat penumpang) terbesar yang pernah dibuat (dijuluki Superjumbo).

Saat pesawat pertama dibuat dan terbang mengangkasa ukuran pesawat terus dibuat semakin besar. Pada tahun 1950an Boeing memproduksi 707 yang besar. kemudian pada tahun 1970, Boeing memproduksi dan meluncurkan Boeing 747 yang berukuran lebih besar lagi. Tahun 2006, pesawat raksasa A380 baru mengangkasa.

Airbus A380 dikembangkan untuk mengatasi masalah yang semakin bertambah berkaitan dengan kepadatan dan sistem kontrol trafik udara yang mulai kesulitan dengan banyaknya jumlah pesawat. Pesawat yang pada awalnya dinamai A3XX kemudian dinamai menjadi A380 mengikuti program peluncuran resminya pada akhir 2000. Setelah mulai beroperasi, pesawat ini menjadi pesawat super jumbo-jet pertama yang mempuyai double-deck penuh seperti halnya competitor pertamanya Boeing 747. Walaupun banyak orang berpendapat bahwa industri pesawat terbang belum siap untuk pesawat raksasa seperti itu, tetapi Airbus yakin bahwa perusahaannya akan memperoleh keuntungan ketika pesawat ini semakin dibutuhkan pada 2020. Selanjutnya, Airbus menyatakan akan ada kebutuhan potensial untuk pesawat ini sekitar 1.200 pesawat penumpang dan 300 untuk model pengangkut.

Walaupun pesawat ini mempunyai ukuran yang sangat besar, A380 mengadopsi desain airliner konvensional dengan bodi pesawat silinder yang lebih lebar dari 747. A380 memakai sayap yang dipasang rendah pada bodinya dengan 4 mesin di sepanjang bentangan sayapnya. Roda pendaratannya terdiri dari 22 roda sehingga beban pada setiap roda sama dengan pada Boeing 747 dan 777. Desain ini membuat A380 cocok dengan hampir seluruh landasan pada pelabuhan udara besar. Akan tetapi, bentangan sayapnya yang sangat lebar membutuhkan “taxiways” yang lebih lebar sehingga dua A380 dapat berpapasan. Banyak bandar udara juga harus membuat jembatan “jetway” tambahan untuk mengakomodasi banyaknya penumpang, dan sistem penanganan bagasi juga harus diupgrade. Bandar udara yang baik pada jalur internasional menginvestasikan jutaan dolar untuk melakukan upgrade ini agar siap jika A380 mulai beroperasi. Akan tetapi, penundaan pendanaan akan menjadi masalah utama pada semua operator A380.

Layout internal pada A380 adalah untuk penumpang pada dua dek atas, sementara pada kargo pada dek bawah. Airbus juga menawarkan beberapa kompartemen kargo seperti toko, lounge atau bahkan kasino, walaupun maskapai penerbangan yang “economics minded” tidak suka dengan usulan semacam itu. Kokpit pesawat sangat similar dengan keluarga pesawat A330/A340 untuk memudahkan pelatihan pilot. Kokpit berada di antara dek paling atas dan dek utama dengan ketinggian yang sama dengan pesawat yang lebih kecil agar pilot mudah beradaptasi.

Dua model dasar yang saat ini dipasarkan adalah model pesawat penumpang A380-800 dengan tempat duduk sampai 555 dalam 3 kelas dan model pengangkut A380-800F. Model lain saat ini juga sedang dalam pertimbangan. Total 17 maskapai penerbangan sudah memesan sekitar 195 pesawat pada Februari 2008 dan seorang pangeran Saudi Arabia juga memesan sebuah model VIP.

Pesawat ini mempunyai mesin empat mesin buatan Rolls-Royce Trent-900 yang mampu memberikan daya dorong 36.280 kg atau empat mesin kipas turbo Engine Alliance GP 7200 (sebuah perusahaan patungan General Electric dengan Pratt & Whitney), dengan daya dorong 37.003 kg.

Pesawat A380 versi standar memiliki 854 kursi untuk penumpang, sementara A380-900 memiliki 1000 kursi untuk penumpang. di atas pesawat ini terdapat pusat pembelanjaan,tempat bermain anak-anak, dan fasilitas-fasilitas lainya (semua fasilitas ini disediakan sebagai opsi, tergantung pesanan maskapai).

Pembangunan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1988, para insyinyur Airbus yang dipimpin oleh Jean Roeder mulai berkerja secara rahasia dalam pengembangan pesawat berkapitas ultra-tinggi (UHCA), baik untuk melengkapi rangkaian produknya sendiri dan untuk mengalahkan dominasi pesawat berjenis UHCA yang dijual oleh Boeing di pasar sejak awal 1970-an dengan Boeing 747 nya . McDonnell Douglas gagal menawarkan konsep MD-12 dek ganda untuk dijual

Megaproyek tersebut diumumkan pada Farnborough Airshow 1990 , dengan target biaya operasi 15% lebih rendah daripada 747-400. Airbus mengorganisir empat tim desainer, satu dari masing-masing mitranya (Aérospatiale, British Aerospace, Deutsche Aerospace AG, CASA) untuk mengusulkan teknologi baru untuk desain pesawat masa depan. Desain dipresentasikan pada tahun 1992 dan desain yang paling kompetitif digunakan. Pada Januari 1993, Boeing dan beberapa perusahaan dalam konsorsium Airbus memulai studi kelayakan bersama dari Very Large Commercial Transport (VLCT), yang bertujuan untuk membentuk kemitraan untuk berbagi pasar terbatas.

Pada bulan Juni 1994, Airbus mengumumkan rencananya untuk mengembangkan pesawatnya sendiri yang sangat besar, yang diberi nama A3XX. Airbus mempertimbangkan beberapa desain, termasuk kombinasi dua badan pesawat yang tidak biasa dari A340 , jet Airbus terbesar pada saat itu. A3XX diadu dengan studi VLCT dan penerus Pesawat Besar Baru Boeing sendiri untuk 747.Pada bulan Juli 1995, studi bersama dengan Boeing ditinggalkan, karena minat Boeing telah menurun karena analisis bahwa produk semacam itu tidak mungkin menutupi biaya pengembangan yang diproyeksikan sebesar $15 miliar. Terlepas dari kenyataan bahwa hanya dua maskapai penerbangan yang menyatakan minat publik untuk membeli pesawat seperti itu, Airbus sudah mengejar proyek pesawat besar sendiri. Analis menyarankan bahwa Boeing sebaliknya akan mengejar perluasan desain 747, dan bahwa perjalanan udara sudah bergerak menjauh dari sistem hub-and-spoke yang mengkonsolidasikan lalu lintas ke pesawat besar, dan menuju lebih banyak rute non-stop yang dapat dilayani oleh pesawat yang lebih kecil. Dari tahun 1997 hingga 2000, ketika krisis keuangan Asia 1997 menggelapkan prospek pasar, Airbus menyempurnakan desainnya, menargetkan pengurangan 15-20% dalam biaya operasi dibandingkan Boeing 747-400 yang ada. Desain A3XX menyatu pada tata letak dek ganda yang memberikan volume penumpang lebih banyak daripada desain dek tunggal tradisional. Airbus melakukannya sesuai dengan teori hub-and-spoke tradisional, yang bertentangan dengan teori point-to-point dengan Boeing 777, setelah melakukan analisis pasar yang luas dengan lebih dari 200 kelompok fokus. Meskipun pemasaran awal dari penampang besar itu menggembar-gemborkan kemungkinan adanya toko bebas bea, tempat makan seperti restoran, pusat kebugaran, kasino, dan salon kecantikan di dalamnya, realitas ekonomi maskapai membuat impian seperti itu tetap membumi.

Pada tanggal 19 Desember 2000, dewan pengawas Airbus yang baru direstrukturisasi memilih untuk meluncurkan proyek senilai €9,5 miliar ($10,7 miliar) untuk membangun A3XX, yang didesain ulang sebagai A380, dengan 50 pesanan pasti dari enam pelanggan peluncuran. Penunjukan A380 adalah istirahat dari keluarga Airbus sebelumnya, yang telah berkembang secara berurutan dari A300 ke A340. Dipilih karena angka 8 menyerupai penampang dek ganda, dan merupakan angka keberuntungan di beberapa negara Asia tempat pesawat tersebut dipasarkan. Konfigurasi pesawat diselesaikan pada awal 2001, dan pembuatan komponen kotak sayap A380 pertama dimulai pada 23 Januari 2002. Biaya pengembangan A380 telah meningkat menjadi €11–14 miliar ketika pesawat pertama selesai.

Produksi[sunting | sunting sumber]

Bagian struktural utama A380 dibangun di Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris. Karena ukuran bagian yang besar, metode transportasi tradisional terbukti tidak layak, sehingga mereka dibawa ke aula perakitan Pabrik Jean-Luc Lagardère di Toulouse, Prancis, dengan transportasi jalan dan air khusus, meskipun beberapa bagian dipindahkan oleh A300 dan Pesawat angkut Beluga 600ST. Komponen A380 disediakan oleh pemasok dari seluruh dunia, empat kontributor terbesar, berdasarkan nilai, adalah Rolls-Royce, Safran, United Technologies dan General Electric.

Desain[sunting | sunting sumber]

Mesin[sunting | sunting sumber]

Tenaga disediakan dengan pilihan mesin turbofan Rolls-Royce Trent atau Engine Alliance GP7200. Rolls-Royce Trent pada awalnya menang dalam kompetisi (dipesan lebih banyak oleh para pemesan A380) namun, Engine Alliance memulihkan penjualannya dan pada sekarang ini mesinnya mendapat setengah bagian pasar.

Sayap[sunting | sunting sumber]

Sayap A380 berukuran untuk berat lepas landas maksimum (MTOW) lebih dari 650 ton untuk mengakomodasi versi masa depan ini, meskipun dengan beberapa penguatan internal yang diperlukan pada kapal barang A380F. Lebar sayap optimal untuk bobot ini adalah sekitar 90 m (300 kaki), tetapi pembatasan bandara telah membatasinya hingga kurang dari 80 m (260 kaki), sehingga menurunkan rasio aspek menjadi 7,8 yang mengurangi efisiensi bahan bakar sekitar 10% dan meningkatkan biaya operasi beberapa persen, mengingat bahwa biaya bahan bakar merupakan sekitar 50% dari biaya operasi pesawat jarak jauh.

Peluncuran[sunting | sunting sumber]

Airbus A380 diperlihatkan untuk pertama kalinya kepada publik pada Januari 2005. A380 melakukan penerbangan perdananya pada 27 April 2005 dari Blagnac Toulouse International Airport, Toulouse, Prancis pada 8:29 UTC dan kembali mendarat dengan selamat pada 12:22 UTC di bandara yang sama.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Airbus dan maskapai penerbangan yang akan menggunakan A380 menekankan kemampuan pesawat ini yang meningkatkan kenyamanan penumpang seperti kabin yang lebih luas dan berbagai fasilitas lain seperti bar, toko-toko, bahkan kasino seperti yang diumumkan oleh Virgin Atlantic.

Namun, melihat pengalaman Boeing 747 yang dahulu juga menjanjikan hal serupa, kelihatannya ruang yang lebih luas ini kemungkinan tidak akan dipakai untuk hal-hal seperti itu namun hanya akan dipakai untuk meningkatkan kapasitas pesawat dan menekan pengeluaran. Walau begitu, dengan perhitungan kapasitas 555 kursi, A380 seharusnya bisa menghadirkan kabin kelas ekonomi yang lebih luas.

Bandara juga memerlukan modifikasi pada terminalnya untuk dapat mengakomodasi naik turunnya penumpang yang lebih banyak. Gate 2 tingkat juga bisa diharapkan untuk meningkatkan efisiensi.

Opini[sunting | sunting sumber]

Opini publik saat pertama kali disajikan Airbus A380 adalah kekaguman akan ukurannya yang sangat besar dibandingkan B747 apalagi setelah melihat bahwa A380 benar-benar memiliki 2 tingkat dari depan sampai belakang.

Walau demikian, banyak juga yang mencemaskan akan terjadi kepadatan di bandara dan fasilitas-fasilitasnya termasuk saat mengambil bagasi di mana saat penumpang semakin banyak, jumlah bagasi yang diangkut akan meningkat.

Spesifikasi pesawat[sunting | sunting sumber]

Berkas:Airbus A380 “Flying Palace”.jpg
Interior Airbus A380 “Flying Palace”
Airbus A380-800
1er vol de l' A380.jpg
Airbus A380 dalam warna Airbus
Jenis Pesawat penumpang sipil
Jumlah awak 2
Penerbangan perdana 2005
Penerbangan perdana komersial 2007
Produsen Airbus
Ukuran
Panjang 73 m
Sayap 79.8 m
Tinggi 24.1 m
Luas sayap 845 m²
Berat
Kosong 280.000 kg
Berat maksimum lepas-landas 560.000 kg
Kapasitas 555 (3-kelas)
840 (1-kelas)
Kap. bagasi 38 LD3 atau 13 palet
Tenaga
Motor Empat Rolls-Royce Trent 900 atau Engine Alliance GP7200 turbofan
Laju 271.560 lbf
Kinerja
Kecepatan laju 0.85 M (~ 902 km/jam)
Kecepatan maks. 0.96 M (~ 1020 km/jam)
Radius operasi 15.100 km
Ketinggian 13.100 m 43.000 kaki
Kecepatan naik m/min

Pemesanan[sunting | sunting sumber]

Saat ini, sekitar 15 maskapai penerbangan sudah memesan pesawat A380 ini dengan total 154 order. Pemesanan tertinggi dilakukan oleh Emirates sejumlah 41 buah. Maskapai lain yang juga memesan A380 ini antara lain Lufthansa, Qantas, Singapore Airlines,Korean Air, China Southern Airlines, Air France, dan Malaysia Airlines. Airbus sendiri juga menawarkan tipe ini kepada Garuda Indonesia. Pihak Garuda mengatakan sedang mengkaji tawaran ini, terutama mengingat kebutuhan Garuda akan pesawat berpenumpang banyak untuk melayani penerbangan Haji.[2] Airbus sendiri menyatakan bisa memenuhi pesanan 4 buah per bulan.

Penerbangan komersial pertama sudah digembar-gemborkan oleh Singapore Airlines yang sudah mempromosikan bahwa mereka akan menjadi maskapai pertama yang menggunakan A380 untuk rute London dan Sydney dari Singapura yang dijadwalkan dimulai pada akhir Oktober 2007.

Route-proving[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2006, Airbus A380 telah menjalani 18 hari tur keliling dunia (route-proving) menuju beberapa kota besar di dunia. Route-proving untuk tahun 2006 terbagi atas empat rute, yaitu:

Airbus A380 juga melakukan route-proving kedua pada tahun 2007 selama 12 hari dengan menggunakan nama Lufthansa. Route-proving untuk tahun 2007 terbagi atas tiga rute, yaitu:

Trivia[sunting | sunting sumber]

  • Kedatangan A380 di Hong Kong saat route-proving terlambat dua jam akibat kebocoran salah satu pipa hidraulis di Frankfurt. Di bandara Frankfurt tidak tersedia suku cadang A380 sehingga harus didatangkan dari pabriknya di Toulouse, Prancis.
  • Di München, lebih dari 23.000 orang memadati bandar udara München untuk melihat pesawat double-decker (dua tingkat) itu.

Konfigurasi[sunting | sunting sumber]

Airbus baru ini akan dijual dalam dua versi:

  • Pesawat terbang penumpang (A380-800)
  • Pesawat terbang penumpang (A380-900) (belum secara resmi diproduksi)
  • Pesawat kargo (A380-800F) (150 ton) (belum secara resmi diproduksi)
Perbandingan pesawat Airbus A380 dengan pesawat Boeing 747-8 Intercontinental

A380-800[sunting | sunting sumber]

A380-800 dapat membawa 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas atau 835 penumpang (538 penumpang di dek utama dan 315 penumpang di dek atas) pada kelas ekonomi tunggal.

A380-900[sunting | sunting sumber]

Airbus akan menambah satu tipe untuk A380 (lebih panjang dari seri -800(79.4–73 m or 260–240 ft).[3]) yakni A380-900. Di mana pesawat ini mampu menampung 650 hingga 900 orang penumpang. Jika dibandingkan dengan A380-800 yang mampu menampung 800 orang penumpang tipe ini mampu memuat 200 orang penumpang lebih banyak. Bulan Mei 2010, Airbus mengumumkan penundaan produksi varian ini.[4] Maskapai yang tertarik membelinya antara lain Virgin Atlantic Airways dan Emirates.[5] Saat ini banyak maskapai penerbangan yang memiliki armada A380 yang memesan pesawat terbang penumpang terbesar di dunia ini. Untuk mengantisipasi masalah yang besar, pihak bandara Internasional sudah memodifikasi airbridge atau garbaratanya menjadi 2 tingkat.

Kecelakaan[sunting | sunting sumber]

Airbus A380 telah mengalami 1 insiden terhitung sejak Februari 2011.[6][7] Pesawat Airbus A380 milik maskapai Qantas dengan rute/jurusan Singapura-Sydney (QF32) (pesawat ini dinamai Nancy-Bird Walton) mengalami kejadian mesin no. 2 yang meledak (mengalami kerusakan)[8][9] di atas kota Batam, Indonesia.[10][11] Pesawat ini mendarat darurat di bandara Changi, Singapura. Pesawat ini membawa 433 penumpang dan 26 awak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurut CEO Qantas Airways, Qantas akan memberhentikan sementara pengoperasian Airbus A380 untuk memeriksa mesin pesawat Airbus tersebut. Mesin yang bermasalah tersebut adalah Rolls-Royce Trent 900. Investigator menyatakan penyebabnya adalah kebocoran oli mesin, diduga akibat cacat produksi.[12][13]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Airbus Order & Delivery". Airbus S.A.S. Diakses tanggal 19 Februari 2020. 
  2. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-14. Diakses tanggal 2011-02-17. 
  3. ^ "Der Riesenvogel wird noch größer". sueddeutsche.de. 16 November 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-11-19.  (Jerman)
  4. ^ "A380-900 and freighter both on 'back-burner': Enders". Flight Global. 2010. Diakses tanggal 20 May 2010. 
  5. ^ Rothman, Andrea (15 November 2007). "Europe - Airbus plans 900-Seat Superjumbo; Emirates would buy". Bloomberg. 
  6. ^ "Airbus A380 incidents". aviation-safety.net. 21 November 2010. Diakses tanggal 24 November 2010. 
  7. ^ "Airbus A380 hull-losses". aviation-safety.net. 21 November 2010. Diakses tanggal 24 November 2010. 
  8. ^ "Human ingenuity saved the day for plane in crisis". Associated Press. 
  9. ^ Contained versus Uncontained Engine Failure on SKYbrary
  10. ^ Indonesians collect debris from Qantas plane engine
  11. ^ Engine damage image
  12. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-16. Diakses tanggal 2011-02-17. 
  13. ^ Sullivan, Rohan for AP. "Qantas CEO: `faulty design' may be behind blowout". Yahoo! News, 5 November 2010.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Artikel terkait
Pesawat serupa

MD12 - B747 - Ilyushin Il-96

Seri desain yang sama

A300 - A310 - A318 - A319 - A320 - A321 - A330 - A340 - A350 - A380 -