Stabat, Langkat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Stabat)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stabat
Kantor Kecamatan Stabat
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenLangkat
Pemerintahan
 • CamatNuriadi, S.Sos[1]
Populasi
 • Total93.063 jiwa
 • Kepadatan857/km2 (2,220/sq mi)
Kode pos
20811 - 20816
Kode Kemendagri12.05.07 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan6 desa
6 kelurahan
Situs webstabat.langkatkab.go.id
Kereta api jalur sempit di perkebunan tembakau Stabat (1885-1889)

Stabat adalah salah satu kecamatan dan sekaligus merupakan ibu kota dari kabupaten Langkat, provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Sebelumnya ibu kota kabupaten Langkat berkedudukan di kota Binjai, tetapi sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1982, ibu kota kabupaten Langkat dipindahkan ke Stabat.

Stabat merupakan kecamatan terbesar sekaligus dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Langkat. Kegiatan perekonomiannya banyak bergerak di sektor perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan dan jasa. Kecamatan ini dilalui oleh salah satu sungai terpanjang di Sumatra Utara yakni Sungai Wampu yang sekaligus memisahkan kecamatan ini dengan Kecamatan Wampu di sebelah barat. Stabat juga dilalui oleh Jalan Raya Lintas Sumatra (Lintas Pantai Timur).

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Gapura selamat datang di Kecamatan Stabat
Utara Kecamatan Secanggang
Timur Kabupaten Deli Serdang
Selatan Kecamatan Binjai
Barat Kecamatan Wampu

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk asli atau suku yang mendiami kabupaten Langkat adalah suku Melayu Langkat, demikian juga di kecamatan Stabat. Meski demikian, Stabat memiliki keberagaman latar belakang suku. Suku lain juga banyak tinggal di kecamatan ini, termasuk suku Batak, khususnya Karo, dan Toba. Penduduk dari suku lainnya seperti Jawa, Tionghoa, Alas dari Aceh, Minangkabau juga banyak di kawasan ini.[3] Bahasa yang digunakan umumnya Indonesia, Melayu, Karo, Batak Toba, Tionghoa.[4]

Tahun 2021, jumlah kecamatan Stabat sebanyak 93.063 jiwa, dengan kepadatan 857 jiwa/km². Kemudian, persentasi penduduk kecamatan Stabat berdasarkan agama yang dianut yakni Islam 93,52%, kemudian Kekristenan 3,79% dimana Protestan 3,31% dan Katolik 0,48%. Sebagian lagi menganut Buddha yakni 2,60%, Hindu 0,08% dan Konghucu 0,01%.[2]

Peristiwa Penting[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 24 November 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Lapangan Sepak Bola Alun-Alun T. Amir Hamzah Stabat, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara, untuk membagikan sertifikat hak atas tanah kepada 8.300 masyarakat yang hadir. Secara keseluruhan, hari itu sebanyak 9.000 sertifikat diterbitkan dan dibagikan kepada masyarakat dari dua kabupaten dan dua kota yang ada di Provinsi Sumatra Utara, di antaranya 3.000 masyarakat Kabupaten Langkat, 3.250 masyarakat Kabupaten Deli Serdang, 2.000 masyarakat Kota Medan, dan 750 masyarakat Kota Binjai.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Struktur Organisasi Kecamatan Stabat, www.stabat.langkatkab.go.id, 25 Agustus 2021
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. 
  3. ^ "Suku Batak Melayu Langkat". www.tobatabo.com. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. 
  4. ^ "Langkat". www.northsumatrainvest.id. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. 
  5. ^ Ingatkan Ketelitian Masyarakat Manfaatkan Sertifikat Tanah Diarsipkan 2018-10-10 di Wayback Machine. - PresidenRI.go.id - 24 November 2017

Pranala luar[sunting | sunting sumber]