Stabat, Langkat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Stabat)
Jump to navigation Jump to search
Stabat
Kecamatan
Welcome gate to Stabat, Langkat.jpg
Gapura selamat datang di Kecamatan Stabat
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Langkat
Pemerintahan
 • Camat Drs. Muhammad Nurta, M.A.P
Luas 90.64 km²
Jumlah penduduk 86.217
Kepadatan 951 jiwa/km²
Desa/kelurahan 6 desa
6 kelurahan
Kereta api jalur sempit di perkebunan tembakau Stabat (1885-1889)

Stabat adalah suatu kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya ibu kota Kabupaten Langkat berkedudukan di Kotamadya Binjai, namun sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1982 ibu kota Kabupaten Langkat dipindahkan ke Stabat.

Stabat merupakan kota Kecamatan terbesar sekaligus dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Langkat. Kegiatan perekonomiannya banyak bergerak di sektor perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan dan jasa. Kecamatan ini dilalui oleh salah satu sungai terpanjang di Sumatera Utara yakni Sungai Wampu yang sekaligus memisahkan kecamatan ini dengan Kecamatan Wampu di sebelah barat. Stabat juga dilalui oleh Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum Lintas Pantai Timur).

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Kantor Kecamatan Stabat

Sebagian besar penduduk Kecamatan Stabat adalah Suku Melayu 60% sebagai salah satu suku asli di Provinsi Sumatera Utara terutama di Kabupaten Langkat. Namun, Suku Tionghoa dan Suku Jawa cukup besar sekitar 30% sedang selebihnya adalah suku Batak, Minang dan lainnya.[butuh rujukan]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Secanggang
Selatan Kecamatan Binjai
Barat Kecamatan Wampu
Timur Kabupaten Deli Serdang

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 24 November 2017 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Lapangan Sepak Bola Alun-Alun T. Amir Hamzah Stabat, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, untuk membagikan sertifikat hak atas tanah kepada 8.300 masyarakat yang hadir. Secara keseluruhan, hari itu sebanyak 9.000 sertifikat diterbitkan dan dibagikan kepada masyarakat dari dua kabupaten dan dua kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara, di antaranya 3.000 masyarakat Kabupaten Langkat, 3.250 masyarakat Kabupaten Deli Serdang, 2.000 masyarakat Kota Medan, dan 750 masyarakat Kota Binjai.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ingatkan Ketelitian Masyarakat Manfaatkan Sertifikat Tanah - PresidenRI.go.id - 24 November 2017

Pranala luar[sunting | sunting sumber]