Besitang, Langkat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Besitang
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Langkat
Pemerintahan
 • Camat Arie Armanda S.Sos
Luas 710,48 km²
Jumlah penduduk 60.785 jiwa
Kepadatan 85 jiwa/km²
Desa/kelurahan 6 desa
3 kelurahan

Besitang adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan ini terletak di antara Kota Pangkalan Brandan dan Kota Kuala Simpang (Kabupaten Aceh Tamiang).

Besitang merupakan Kedatukkan yang dipimpin oleh Datuk Besitang di bawah Kesultanan Langkat Tanjung Pura, Datuk Besitang berganti turun temurun dari keturunan Datuk Besitang Pertama, pusat pemerintahan dahulu di Kampung Lama, disitu terdapat istana Kedatukkan Besitang yang sudah hancur tidak ada puing-puingnya lagi, disebelah istana kedatukkan terdapat masjid Datuk Besitang Johan Pahlawan yang telah berdiri lebih seratus tahun, namun sayang bangunan aslinya sudah dihancurkan dan dibangun masjid yang baru, sehingga hilang keasliannya.

Di Kampung Lama juga terdapat rumah tinggi kediaman Datuk Nordin gelar Datuk setia Bakti, rumah ini masih dipelihara cucu-cucunya, berhampiran dengan rumah ini terdapat kuburan pahlawan Indonesia Datuk Nordin sebagai pejuang 45 yang memerangngi tentera Jepang, sehingga dia gugur di dalam pertempuran tersebut.

Memiliki banyak hasil alam antara lain terdiri dari Kelapa Sawit, Karet, Jeruk, Palawija.

Di Kecamatan Besitang juga terdapat pengeboran minyak mentah, salah satunya yang terdapat di Desa Batang Selemak dan Desa Kuala Tungkam. Ada pula tambak udang dan hasil laut yang cukup banyak dapat menghidupi penduduk di Besitang. Pabrik-pabrik juga banyak berdiri di Besitang seperti pabrik RGM/Raja Garuda Mas, dan berganti nama menjadi AFR/Asia Forestama Raya (dalam keadaan tidak beroperasi)yang mengolah kayu menjadi polywood, pabrik kelapa sawit, pabrik tepung tapioka yg sekarang menjadi pabrik kelapa sawit.

Di bagian barat Kecamatan Besitang terdapat pula suaka margasatwa yang memanjang dari Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh sampai ke Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara, dihuni oleh berbagai macam hewan seperti gajah, orang utan, dan buaya. Taman Suaka Margasatwa ini dikenal juga sebagai Taman Nasional Gunung Leuser atau TNGL, yang kini kondisinya sangat memprihatinkan. Ribuan hektare hutan TNGL telah dihancurkan untuk dijadikan menjadi lahan pertanian dan perkebunan oleh masyarakat sekitar, bahkan diperjualbelikan. Kepedulian pihak terkait sangat diperlukan untuk menyelematkan Taman Nasional TNGL ini. Kejadian banjir bandang di wilayah Kecamatan Besitang sebagai bukti betapa wilayah hulu hutan telah rusak.

Desa-desa di Kecamatan Besitang adalah Desa PIR yang merupakan Desa Transmigrasi Lokal, Desa Sekoci, Desa Pantai Buaya, Desa Bukit Mas, Desa Stasiun, Kelurahan Bukit Kubu, Desa Bukit Selamat, Desa Halaban, Desa Kampung Lalang,Desa Batang Selemak, Desa Kuala Tungkam rata-rata Penduduk di Kecamatan Besitang penduduknya bermata pencaharian sebagai petani kebun kelapa sawit dan karet.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Sebagaian besar penduduk kecamatan ini bersuku Melayu 75%, Suku Aceh 10%, Suku Jawa 8%, Batak 3%, dan lain-lain.