Bandar Udara Internasional Hang Nadim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandar Udara Hang Nadim)
Lompat ke: navigasi, cari
Bandar Udara Internasional Hang Nadim
Hang Nadim 2015.png
IATA: BTH · ICAO: WIDD
Informasi
Jenis bandara Publik dan Kargo
Pemilik BP Batam
Pengelola BP Batam
Melayani Batam
Lokasi Batu Besar
Penghubung untuk
Ketinggian MDPL 126 kaki (38 m)
Koordinat 01°07′15″LU 104°07′7″BT / 1,12083°LU 104,11861°BT / 1.12083; 104.11861
Situs web www.bpbatam.go.id
Peta
BTH berlokasi di Topografi Sumatera
BTH
BTH
Lokasi Bandara di Sumatra
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
m ft
04/22 4.025 13.270 Asphalt
04R/22L 4.025 13.270 Beton
04L/22R 3,000 13.288
Beton
Statistik (2015)
Jumlah Penumpang 5.400.000
Jumlah Kargo dalam Satuan Ton 151.236

Bandar Udara Internasional Hang Nadim (IATA: BTH, ICAO: WIDD) adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak di Batu Besar, Nongsa, Batam, provinsi Kepulauan Riau. Bandar udara ini mendapatkan nama dari Laksamana Hang Nadim yang termahsyur dari Kesultanan Malaka. Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 4.025 meter yang menjadikan bandara ini sebagai pemilik landas pacu terpanjang di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara setelah Bandara KLIA. Dengan kondisinya saat ini, Bandara Hang Nadim dapat menampung 18-pesawat berbadan lebar dengan jenis Boeing 767.

Penyebrangan feri telah menjadi metode transportasi utama untuk bepergian ke pulau-pulau seberang, termasuk Singapura. Namun, lama kelamaan, penyeberangan menggunakan feri mulai tidak efektif, sehingga dibangunlah Bandara Hang Nadim. Bandara ini terbukti cukup efektif dan awalnya dikembangkan sebagai alternatif Bandara Internasional Changi yang diletak dari Singapura karena bandara ini memiliki landas pacu yang cukup panjang untuk menampung pesawat-pesawat jenis Airbus A380, & Boeing 747. Namun, bandara ini juga mendapatkan persaingan yang cukup ketat dari bandara-bandara lain di Wilayah Pertumbuhan Segitiga Sijori seperti: Bandar Udara Internasional Senai yang diletak dari Johor Bahru (ibu kota negara bagian Johor) dari negara Malaysia dan Bandar Udara Internasional Changi yang diletak dari Singapura.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara (1 Januari 1984-31 Januari 1985)[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara Hang Nadim mulai beroperasi pada tanggal hari Minggu, 1 Januari 1984 ditandai untuk pertama kalinya melakukan perbaikan yaitu pembuatan landasan pacu (runway) sepanjang 4.025-meter.

Bandar Udara Nasional (1 Februari 1985-4 Januari 1990)[sunting | sunting sumber]

1-bulan kemudian dibuka secara resmi pada tanggal hari Jumat, 1 Februari 1985 dengan melayani penerbangan domestik yang melayani rute penerbangan langsung seperti: Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandar Udara Internasional Juanda (Surabaya), Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara (Bandung), Bandar Udara Internasional Polonia (Medan), Pekanbaru, Bandar Udara Tabing (Padang) dan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Bandar Udara Internasional (5 Januari 1990-2 Januari 1995)[sunting | sunting sumber]

4-hari kemudian dibuka secara resmi pada tanggal hari Jumat, 5 Januari 1990 dengan melayani penerbangan internasional yang melayani rute penerbangan langsung seperti: Bandar Udara Internasional Senai yang diletak dari Johor Bahru (ibu kota negara bagian Johor) dari negara Malaysia dan Bandar Udara Internasional Changi yang diletak dari Singapura.

Dibuka Umum (3 Januari 1995-sekarang)[sunting | sunting sumber]

2-hari 18-jam kemudian yang diupacara peresmian secara dibuka untuk umum oleh Presiden Republik Indonesia adalah Bapak Jendral Soeharto sejak pada tanggal hari Selasa, 3 Januari 1995 mulai malam ini sejak sekitar pada pukul 19:00 WIB/20:00 SST untuk meresmikan oleh tanda tangan prasasti, gunting pita dan pukul gong resmi dengan melayani penerbangan bandar udara internasional yang lahir nama "Bandar Udara Internasional Hang Nadim" dengan melayani penerbangan internasional ditandai dengan mendaratnya 12-pesawat udara milik Malaysia Airlines dan 12-pesawat udara milik Singapore Airlines yang melandasan yang masih darurat berupa tanah yang diperusahaan penerbangan dari Malaysia & Singapura serta anak perusahaannya Malaysia Airlines dan Singapore Airlines dibentuk. membuka jaringan penerbangan ke Batam secara berkala.

Maskapai penerbangan dan tujuan[sunting | sunting sumber]

Pesawat Penumpang[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan Rute
Batik Air Jakarta–Halim Perdanakusuma, Jakarta–Soekarno–Hatta Domestik
Citilink Charter: Chongqing Internasional
Citilink Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Jakarta–Halim Perdanakusuma, Jakarta–Soekarno–Hatta, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Semarang Domestik
Express Air Pontianak Domestik
Garuda Indonesia Banjarmasin, Jakarta–Soekarno–Hatta Domestik
Garuda Indonesia Explore Jet Bandar Lampung, Medan Domestik
Garuda Indonesia Haji: Jeddah Internasional
Lion Air Balikpapan, Banda Aceh, Bandung, Denpasar/Bali, Jakarta–Soekarno–Hatta, Jambi, Makassar, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya, Yogyakarta Domestik
Lion Air Musiman: Jeddah Internasional
Malindo Air Kuala Lumpur-Subang Internasional
Nam Air dioperasikan oleh Sriwijaya Air Jakarta–Soekarno–Hatta, Jambi, Medan, Surabaya, Padang Domestik
Saudia Haji: Jeddah Internasional
TransNusa Air Services Dumai Domestik
Wings Air Bengkulu, Natuna, Pangkal Pinang, Silangit, Tanjung Pandan Domestik

Pesawat Kargo[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan
Republic Express Cargo Pekanbaru, Jakarta
Asialink Singapore
Garuda Indonesia Cargo Jakarta
FedEx Cargo Jakarta, Singapore

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]