Bandar Udara Internasional Hang Nadim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandar Udara Hang Nadim)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim
Lanud.png
Lambang Lanud
NegaraBendera Indonesia Indonesia
CabangLambang TNI AU.png TNI Angkatan Udara
Tipe unitPangkalan Udara Militer
Bagian dariKomando Operasi Angkatan Udara I
Moto"Prayatna Kerta Gegana"
Situs webwww.tni-au.mil.id
Bandar Udara Internasional Hang Nadim

Hang Nadim International Airport
100px
Informasi
JenisPublik
PemilikPemerintah Indonesia
PengelolaBP Batam
MelayaniBatam
LokasiBatam, Kepulauan Riau, Indonesia
Maskapai penghubung
Ketinggian dpl126 kaki / 38 m
Koordinat01°07′15″N 104°07′07″E / 1.12083°N 104.11861°E / 1.12083; 104.11861Koordinat: 01°07′15″N 104°07′07″E / 1.12083°N 104.11861°E / 1.12083; 104.11861
Situs webwww.bpbatam.go.id
Peta
BTH berlokasi di Sumatra
BTH
BTH
Lokasi bandara di Kepulauan Riau / Indonesia
BTH berlokasi di Indonesia
BTH
BTH
BTH (Indonesia)
Landasan pacu
Arah Panjang Permukaan
m kaki
04/22 4.028 13.218 Aspal
Statistik (2018)
Penumpang6.500.000()
Kargo (ton)26.109 ( 24,3%)
Pergerakan Pesawat62.896 ( 16,5%)

Bandar Udara Internasional Hang Nadim (bahasa Inggris: Hang Nadim International Airport) (IATA: BTHICAO: WIDD), adalah Bandara Ini Ada 1 Landas Pacu sebuah bandar udara internasional yang terletak di kelurahan Batu Besar, kecamatan Nongsa, kota Batam, provinsi Kepulauan Riau. Bandar udara ini mendapatkan nama dari Laksamana Hang Nadim yang termahsyur dari Kesultanan Malaka. Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 4.025 meter yang menjadikan bandara ini sebagai pemilik landas pacu terpanjang di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara setelah Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur Kuala Lumpur, Malaysia. Dengan kondisinya saat ini, Bandara Hang Nadim dapat menampung 18-pesawat berbadan lebar dengan jenis Boeing 747, Boeing 767, dan Boeing 777.

Penyebrangan feri telah menjadi metode transportasi utama untuk bepergian ke pulau-pulau seberang, termasuk Singapura. Namun, lama kelamaan, penyeberangan menggunakan feri mulai tidak efektif, sehingga dibangunlah Bandara Hang Nadim. Bandara ini terbukti cukup efektif dan awalnya dikembangkan sebagai alternatif Bandar Udara Internasional Changi Singapura yang diletak dari Singapura karena bandara ini memiliki landas pacu yang cukup panjang untuk menampung pesawat-pesawat jenis Airbus A380, Boeing 747, Boeing 767, dan Boeing 777. Namun, bandara ini juga mendapatkan persaingan yang cukup ketat dari bandara-bandara lain di Wilayah Pertumbuhan Segitiga Sijori seperti: Bandar Udara Internasional Senai yang diletak dari Johor Bahru (ibu kota negara bagian Johor) dari negara Malaysia dan Bandar Udara Internasional Changi yang diletak dari Singapura.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara (1 Januari 1984-31 Desember 1984)[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara Hang Nadim mulai beroperasi pada tanggal hari Minggu, 1 Januari 1984 ditandai untuk pertama kalinya melakukan perbaikan yaitu pembuatan landasan pacu (runway) sepanjang 4.025-meter.

Bandar Udara Nasional (1 Januari 1985-31 Desember 1989)[sunting | sunting sumber]

Setahun kemudian dibuka secara resmi pada tanggal hari Selasa, 1 Januari 1985 dengan melayani penerbangan domestik yang melayani rute penerbangan langsung seperti Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandar Udara Internasional Juanda (Surabaya), Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara (Bandung), Bandar Udara Internasional Polonia (Medan), Pekanbaru, Bandar Udara Tabing (Padang) dan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Bandar Udara Internasional (1 Januari 1990-31 Desember 1994)[sunting | sunting sumber]

Lima tahun kemudian penerbangan internasional dibuka secara resmi pada tanggal 1 Januari 1990 dengan melayani penerbangan internasional yang melayani rute penerbangan langsung ke Bandar Udara Internasional Senai, Johor Bahru, Malaysia dan Bandar Udara Internasional Changi di Singapura.

Dibuka Umum (1 Januari 1995-sekarang)[sunting | sunting sumber]

Lima tahun kemudian upacara peresmian untuk umum dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada tanggal 1 Januari 1995. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan batu prasasti sebagai tanda resmi dibukanya layanan penerbangan internasional dengan mengganti nama bandara menjadi "Bandar Udara Internasional Hang Nadim".

Maskapai penerbangan dan tujuan[sunting | sunting sumber]

Pesawat Penumpang[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
Batik Air Jakarta–Halim Perdanakusuma, Jakarta–Soekarno–Hatta, Medan
Citilink Jakarta–Halim Perdanakusuma, Jakarta–Soekarno–Hatta, Kertajati, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Surabaya
Garuda Indonesia Bengkulu, Jakarta–Halim Perdanakusuma, Jakarta–Soekarno–Hatta, Jambi, Kertajati, Padang, Palembang, Pekanbaru
Lion Air Bandar Lampung, Jakarta–Soekarno–Hatta, Jambi, Kertajati, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Surabaya, Yogyakarta–Adisutjipto
Malindo Air Kuala Lumpur—Subang
Saudia Haji: Jeddah
Sriwijaya Air Jakarta—Soekarno—Hatta, Jambi, Medan, Natuna
Susi Air Dabo, Letung, Pasir Pengaraian, Rengat
Wings Air Bengkulu, Dumai, Letung, Natuna, Rengat, Tanjung Pinang
XpressAir Dabo, Matak

Pesawat Kargo[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
Asialink Pekanbaru, Singapura
Republic Express Cargo Jakarta—Soekarno—Hatta, Pekanbaru

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]