Bandar Udara Silampari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bandar Udara Silampari

Silampari Airport
NAM Air 737-500.jpg
NAM Air Boeing 737-500 di Bandar Udara Silampari
Informasi
JenisSipil
MelayaniLubuklinggau, Sumatera Selatan
LokasiLubuklinggau, Sumatera Selatan
Ketinggian dpl125 m / 410 ft
Koordinat03°16′48″S 102°55′02″E / 3.28000°S 102.91722°E / -3.28000; 102.91722Koordinat: 03°16′48″S 102°55′02″E / 3.28000°S 102.91722°E / -3.28000; 102.91722
Situs webllg.informasibandara.org
Peta
Bandar Udara Silampari berlokasi di Indonesia
Bandar Udara Silampari
Bandar Udara Silampari
Lokasi di Indonesia
Landasan pacu
Arah Panjang Permukaan
m kaki
02/20 2.250 7 Aspal

Bandar Udara Silampari (IATA: LLJICAO: WIPB) adalah bandar udara yang terletak di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 2.250 m x 30 m yang akan dikembangkan menjadi 2.750 m x 45 m.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bandar udara Silampari yang awalnya merupakan bandara perintis dan mulai dioperasikan pada 7 Mei 1994,diresmikan oleh Gubernur Sumatra Selatan, Ramli Hasan Basri dan Menteri Perhubungan, Haryanto Danutirto.[1] Bandar udara ini hanya melayani penerbangan rute Silampari-Palembang dengan jenis pesawat Cassa yang berkapasitas 19 penumpang. Karena keterbatasan dana operasional, bandara itu pernah ditutup antara tahun 2001 sampai 2004. Awal Januari 2005, bandara kembali dioperasikan melalui subsidi Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.[2] Pada tahun 2010, penerbangan perdana dengan rute Lubuklinggau-Jakarta mulai diresmikan dengan menggunakan maskapai Aviastar dengan pesawat jenis BAe 146 yang disubsidi pemerintah. Penerbangan ini awalnya beroperasi dengan penerbangan 4x seminggu. Penerbangan ini sempat terhenti, dan kembali beroperasi dengan penerbangan 2x seminggu. Pada tahun 2015, Subsidi Aviastar telah habis. Maka maskapai Nam Air dengan pesawat jenis Boeing 737-500 dengan penerbangan setiap hari.

Saat ini terdapat dua versi kode 3 huruf / kode IATA dari Bandara ini. Satu dengan kode LLG yang digunakan semenjak Aviastar Mandiri masih ada hingga saat ini digunakan oleh NAM Air (Sriwijaya Air Group) dan satu lagi dengan kode LKI yang saat ini digunakan oleh Batik Air dan Wings Air (Lion Group)

Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara Silampari memulai pengembangannya pada tahun 2014. Terminal lama telah diganti dengan terminal baru, apron sudah diperluas yang nantinya dapat menampung Airbus A320 dan Boeing 737-900ER, pembangunan menara Air Traffic Control hampir selesai pembangunannya, dan lahan parkir sudah diperluas. Nantinya, Bandar Udara Silampari akan berubah menjadi bandara internasional pertama di Lubuklinggau dan berubah nama menjadi "Bandar Udara Internasional Koj Saka Bide Dakar Crash".

Maskapai penerbangan dan tujuan[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
Batik Air Jakarta—Soekarno—Hatta
Citilink Jakarta—Soekarno—Hatta, Palembang
Nam Air Jakarta—Soekarno—Hatta
Wings Air Palembang

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

lalu.....