Bandar Udara Tjilik Riwut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Bandar Udara Tjilik Riwut
Tjilik Riwut Airport
IATA: PKY · ICAO: WAGG
WMO: 96655
Informasi
Jenis bandara Publik
Pemilik Pemerintah Indonesia
Pengelola Kementerian Perhubungan
Melayani Palangkaraya
Lokasi Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia
Ketinggian MDPL 82 kaki (25 m)
Koordinat 02°13′30″S 113°56′33″E / 2.22500°S 113.94250°E / -2.22500; 113.94250
Situs web tjilikriwut.com
Petas
Kalimantan daerah di Indonesia
Kalimantan daerah di Indonesia
PKY is located in Kalimantan
PKY
PKY
PKY is located in Indonesia
PKY
PKY
Lokasi bandara di Kalimantan Tengah / Indonesia
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
m ft
16/34 2.600 8.202 Asphalt
Source: DAFIF[1][2]

Bandar Udara Tjilik Riwut (bahasa Inggris: Tjilik Riwut Airport) (IATA: PKYICAO: WAGG) dikenal juga Bandar Udara Palangkaraya, sebelumnya bernama Bandar Udara Panarung, merupakan sebuah bandara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Bandara ini adalah Bandara Terbesar di Kalimantan Tengah. Bandara ini juga Merupakan Embarkasi Calon Jemaah Haji Kalimantan Tengah. Dan kini Bandar Udara Tjilik Riwut sedang dalam pembangunan Hangar Lion Air dan Sekolah Penerbangan Lion Air yang dikelola oleh Lion Air. Tahun depan landasan pacu di bandar udara ini akan di perpanjang menjadi 3,000 oleh 45 meter (10 ft × 148 ft) dan penambahan landasan sepanjang 3.000 m. Dan akan dibangun juga terminal baru Bandar Udara Tjilik Riwut dengan luas 20.553 meter persegi dengan tingkat dua dan dapat menampung penumpang sebanyak lebih dari 1000 orang. Bandar Udara Tjilik Riwut diusulkan menjadi bandara internasional.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebelumnya Bandar Udara Tjilik Riwut mempunyai nama Pelabuhan Udara Panarung berdiri pada tanggal 1 Mei 1958 yang peresmiannya dilaksanakan oleh Residen Kalimantan Tengah yaitu Bapak Tjilik Riwut. Pada saat itu dapat difungsikan dan didarati Pesawat Terbang jenis Twin Otter (dari TNI-AU) Pada Tanggal 24 September 1973 Pelabuhan Udara Panarung oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah di serahterimakan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan RI .Sejak itu tanggung jawab Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah beralih sepenuhnya kepada pemerintah pusat,sebagai tindak lanjut dari serah terima tersebut oleh Menteri Perhubungan Bapak. Prof. Dr. Emil Salim dinyatakan Pelabuhan Udara Panarung Palangka Raya sebagai Pelabuhan Udara untuk lalu lintas udara dalam negeri (Domestik) dengan menggunakan pesawat jenis Fokker 27.

Pelabuhan Udara Panarung Menjadi Bandar Udara Tjilik Riwut Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember 1988 nama Tjilik Riwut (mantan Gubernur Kalimantan Tengah), diabadikan untuk nama Bandar Udara Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah Palangka Raya yang sebelumnya bernama Pelabuhan Udara Panarung. Penggantian nama menjadi Bandar Udara Tjilik Riwut serta penandatanganan prasastinya dilakukan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Bapak Ir. Azwar Anas. Penggantian nama tersebut sesuai dengan usul Gubernur Kalimantan Tengah, DPRD Kalimantan Tengah dan rekomendasi/tanggapan Menteri Dalam Negeri. Pengabadian nama tersebut karena Tjilik Riwut adalah seorang Pahlawan Nasional (Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 6 November 1988 No.108/TK/1988).

Maskapai[sunting | sunting sumber]

Bandara udara Tjilik Riwut.
MaskapaiTujuan
Aviastar Buntok, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Muara Teweh, Pangkalan Bun, Puruk Cahu, Tumbang Samba
Batik Air Jakarta–Soekarno–Hatta
Citilink Jakarta–Soekarno–Hatta, Surabaya
Garuda Indonesia Balikpapan, Jakarta–Soekarno–Hatta, Pontianak
Lion Air Jakarta–Soekarno–Hatta, Surabaya
NAM Air Bandung, Jakarta–Soekarno–Hatta, Yogyakarta
Sriwijaya Air Jakarta–Soekarno–Hatta
Susi Air Muara Teweh
Wings Air Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Pangkalan Bun, Semarang, Sampit

Tragedi/kecelakaan[sunting | sunting sumber]

  • 29 Agustus 2011: Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737 500 dengan nomor penerbangan GA 551 gagal melakukan penerbangan dari Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah menuju Jakarta dikarenakan mengalami gangguan udara pada kabin pesawat.Gangguan udara pada kabin pesawat itu baru diketahui ketika pesawat yang ditumpangi 96 orang itu sudah lepas landas dari Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, pukul 08.04 WIB. Setelah berada di udara kurang lebih 10 menit pilot memutuskan kembali ke Bandar Udara Tjilik Riwut dengan alasan gangguan teknis.
  • 30 September 2011: Garuda Indonesia Boeing 737 500 Dengan Tujuan Jakarta ke Palangka Raya, gagal mendarat karena Cuaca Kabut asap di Palangka Raya. insiden ini di akibatkan karena Cuaca Berasap dan Jarak Pandang Pilot pun Sangat Sedikit. Pilot Pun Akhirnya memutuskan untuk mendarat di Bandar Udara Syamsudin Noor di Banjarmasin.
  • 22 April 2012: Garuda Indonesia Boeing 737 800NG Dengan No. penerbangan GA 550 Menabrak Burung Elang ketika Hendak Mendarat di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya. Tidak ada korban Jiwa dalam Insiden ini, Namun Moncong Pesawat yang tertabrak Elang itu Rusak. Dan penerbangan ke Jakarta tertunda, dan Penumpang tujuan Jakarta Diberangkatkan Pukul 20.00 Wib, Dengan Pesawat Pengganti Dari Jakarta.
  • 22 September 2012: Lion Air Boeing 737 900ER yang di Carter oleh rombongan kontingen Kalteng pada PON XVIII sempat gagal mendarat di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, Sabtu (22/9) pukul 00.15 dinihari. Kejadian ini terjadi ketika pesawat sudah menyentuh landasan, namun Pesawat kembali terbang dan Berputar-putar di udara selama 45 Menit, dan kemudian pesawat kembali mendarat di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya. Insiden ini terjadi karena ini Pesawat Carteran dan Pilot Belum pernah Mendarat di Palangka Raya bahkan di Malam Hari.

Transportasi dari dan ke bandara[sunting | sunting sumber]

Taksi Bandara[sunting | sunting sumber]

Taksi Bandara sekarang merupakan harapan mutlak untuk Kamu yang mendarat di Bandara Tjilik Riwut bila mengangkat tak sedikit barang bawaan dan tak dijemput oleh keluarga alias rekanan kerja. Tarif taksi di Bandara Tjilik Riwut bervariasi tergantung dari tujuan dan juga negosiasi, kisarannya merupakan kurang lebih Rp 50.000 – Rp 80.000 per penumpang untuk menuju ke pusat kota Palangkaraya.

Angkot Taksi[sunting | sunting sumber]

Angkot alias Angkutan Kota di Palangkaraya di sebut dengan panggilan Taksi, sehingga jangan bimbang ya kalau berkunjung ke Palangkaraya dan disuruh naik Taksi itu berarti Angkot, sedangkan Taksi yang beneran taksi hanya melayani rute dari dan ke Bandara saja dan tak keliling di dalam kota. Untuk naik Angkot Taksi ini Kamu wajib berlangsung terlebih dahulu ke luar are Bandara, tarifnya kurang lebih Rp. 3000 per penumpang (tarif saat tulisan ini dibangun dan bisa berubah sewaktu-waktu).

Ojek Sepeda Motor[sunting | sunting sumber]

Untuk Kamu yang merasa tarif taksi terlalu mahal maka Kamu bisa memakai jasa Ojek Sepeda Motor. Tetapi ini pasti saja bila Kamu berangkat sendiri dan tak mengangkat barang bawaan terlalu tak sedikit. Untuk naik ojek sepeda motor ini Kamu wajib berlangsung dahulu ke arah belakang Bandara. Tarif merupakan sesuai negosiasi, tetapi umumnya merupakan kisaran kurang lebih Rp. 10.000 untuk jarak tempuh tak lebih lebih 1-2 kilometer.

Mobil Sewa / Travel[sunting | sunting sumber]

Untuk Kamu yang bakal melanjutkan perjalanan ke luar kota Palangkaraya, semacam Sampit, maka bisa meperbuat pemesanan mobil sewa alias travel sebelumnya. Kamu bakal dijemput langsung ke Bandara dan diantarkan langsung ke kota tujuan Anda.

Bus Damri[sunting | sunting sumber]

Sampai saat tulisan ini dibangun bus Damri belum beroperasi di Bandara Tjilik Riwut, tetapi telah masuk dalam rencana Perum Damri untuk mengoperasikan bus Damri di Bandara ini pada tahun 2015.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Informasi bandar udara World Aero Data untuk WAOP
  2. ^ Informasi bandar udara untuk WAOP di Great Circle Mapper. Sumber: DAFIF.

Pranala[sunting | sunting sumber]