Bandar Udara Mukomuko

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Bandara Mukomuko
IATA: MPC · ICAO: WIPU
Informasi
Jenis bandara Sipil
Lokasi Mukomuko, Bengkulu, Indonesia
Zona waktu UTC+7
Ketinggian MDPL 5 m ( 16 ft)

Bandar Udara Mukomuko adalah bandar udara yang terletak di Desa Bandar Ratu, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 1.400 x 23 m.Bandar Udara Mukomuko,terhitung mulai Agustus 2010,sudah dibuka untuk umum.Ditandai dengan adanya maskapai Susi Air,yang melayani rute penerbangan Bengkulu - Mukomuko PP. dan Mukomuko - Padang PP.Armada yang dipakai oleh maskapai Susi Air untuk melayani masyarakat adalah pesawat Cessna Grand Caravan C208B. Bandara Rintisan ini belum memiliki fasilitas yang cukup, misalnya ketiadaan lampu landasan yang memungkinkan untuk mendarat pada malam hari. Bandara Mukomuko ini memiliki kode (MUO)

Para tokoh masyarakat Mukomuko, Bengkulu mengusulkan nama Lapangan Terbang setempat dengan nama Bandara Megawati, menggantikan nama sekarang Rajo Kolo.

"Usulan penggantian nama bandara itu disampaikan beberapa tokoh masyarakat Mukomuko saat pengoperasian dan penerbangan perdana Bandara Rajo Kolo tersebut," kata Kabag Humas Pemkab Mukomuko Yanzuri Nawawi, Jumat 30 Oktober 2009.

Pertimbangan para tokoh mengusulkan nama Bandara Megawati itu. Dikarenakan Megawati pernah menjadi Presiden RI dan sudah diberi gelar oleh tokoh masyarakat Mukomuko dengan "Putri Bunga Melur" beberapa tahun lalu. Selain itu, Megawati juga diakui sebagai tokoh bangsa yang masih ada keturunan Mukomuko, Bengkulu.

"Jadi, sangat wajar dan manis didengar jika Bandara diberi nama Megawati, sekaligus akan setali dengan Bandara Fatmawati Soekarno di Kota Bengkulu," ujarnya.

Yanzuri mengatakan, sebetulnya para tokoh adat Mukomuko mengajukan beberapa nama pejuang Mukomuko lainnya yaitu Sultan Gadamsyah, ST Khalifatullah dan Teras Terunjam.

Para tokoh mengartikan nama Bandara Rajo Kolo adalah "Raja kuala" yang sangat cocok menjadi nama pelabuhan laut, sedangkan nama pelabuhan udara lebih pas dengan nama pahlawan.

Pergantian nama Bandara tersebut akan dilakukan musyawarah dengan para tokoh adat lagi melalui persetujuan anggota DPRD setempat. Sedangkan peresmiannya nanti direncanakan mengundang Menteri dalam negeri (Mendagri), Gubernur Bengkulu dan unsur muspida lainnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Mukomuko Rusli Effendi mengatakan, nama Bandara Mukomuko Rajo Kolo itu sebaiknya diganti, karena tidak sesuai dengan artinya.

Para tokoh masyarakat mengusulkan beberapa nama Bandara tersebut antara lain Megawati dan nama pejuang asal Mukomuko lainnya selama kolonial Belanda.

Misalnya nama Sultan Gandamsyah orang pertama memindahkan ibu kota kesultanan anak sungai dari pinggir Sungai Manjunto ke Mukomuko.

Sedangkan nama ST Khalipatullah adalah Sultan yang berhasil membawa Mukomuko dikenal di seluruh pelosok nusantara.

Sementara nama Teras Terunjam, menggambarkan semua yang dibangun sekarang adalah inti dari kemajuan yang terus berkembang, dengan kata lain semua ditanam bisa menjadi kemajuan masa depan Mukomuko dan masyarakatnya, jelasnya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]