Lompat ke isi

Wi-Fi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Wi-Fi
DiperkenalkanSeptember 21, 1998; 27 tahun lalu (1998-09-21)
Perangkat keras yang kompektibelKomputer pribadi, konsol permainan, televisi, pencetak, ponsel
Router Wi-Fi 6 TP-Link AX1500

Wi-Fi (/ˈwf/, juga ditulis Wifi atau WiFi) adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel (menggunakan gelombang radio) melalui sebuah jaringan komputer, termasuk koneksi Internet berkecepatan tinggi. Wi-Fi Alliance mendefinisikan Wi-Fi sebagai "produk jaringan area lokal nirkabel (WLAN) apa pun yang didasarkan pada standar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11".[1] Meski begitu, karena kebanyakan WLAN zaman sekarang didasarkan pada standar tersebut, istilah "Wi-Fi" dipakai dalam bahasa Inggris umum sebagai sinonim "WLAN".

Wi-Fi adalah merek dagang Wi-Fi Alliance, yang membatasi penggunaan panggilan "Wi-Fi Certified" ke produk-produk Wi-Fi yang menyelesaikan uji coba sertifikasi interoperabilitas.[2][3][4] Perangkat keras yang tidak menaatinya hanya disebut sebagai WLAN, dan mungkin atau mungkint tidak berfungsi dengan perangkat "Wi-Fi Certified". Per 2017, Wi-Fi Alliance terdiri atas 800 perusahaan di seluruh dunia.[5] Per 2019, lebih dari 3,05 miiliar perangkat dengan Wi-Fi dikirim secara global setiap tahun.[6]

Wi-Fi menggunakan beberapa bagian keluarga protokol IEEE 802 dan didesain bekerja sama dengan saudaranya, Eternet. Sebuah alat yang dapat memakai Wi-Fi dapat terhubung satu sama lain, serta perangkat berkabel dan Internet, melalui titik akses nirkabel. Versi Wi-Fi yang berbeda ditentukan oleh berbagai standar protokol IEEE 802.11, dengan teknologi radio yang berbeda menentukan pita radio, jangkauan maksimal, dan kecepatan yang dapat dicapai. Wi-Fi umumnya menggunakan pita radio UHF 2,4 gigahertz (120 mm) and SHF 5 gigahertz (60 mm); SHF 6 gigahertz digunakan pada generasi terbaru; pita tersebut dibagi menjadi beberapa saluran (channel). Saluran dapat dibagi antar jaringan, namun, di dalam jangkauan, hanya satu pemancar yang dapat memancarkan pada satu saluran yang bersamaan.

Pita radio Wi-Fi bekerja terbaik untuk penggunaan garis pandang. Halangan umum, seperti dinding, tiang, peralatan rumah tangga, dll., dapat sangat mengurangi jangkauan, namun ini juga membantu mengurangi gangguan antara jaringan yang berbeda dalam lingkungan yang padat. Titik akses (atau hotspot) mempunyai jangkauan sekitar 20 m (66 ft) di dalam ruangan, sementara beberapa titik akses mengklaim jangkauan luar ruangan hingga 150 m (490 ft). Cakupan hotspot dapat mencakup wilayah seluas kamar dengan dinding yang memblokir gelombang radio atau beberapa kilometer persegi—ini bisa dilakukan dengan memakai beberapa titik akses yang saling tumpang tindih dengan roaming diizinkan di antara mereka. Seiring waktu, kecepatan dan efisiensi spektral Wi-Fi meningkat. Hingga 2025, beberapa versi Wi-Fi, yang berjalan pada perangkat yang sesuai pada jarak dekat, dapat mencapai kecepatan 23 Gbit/s (gigabit per detik).[7]

Wi-Fi mempunyai sejarah keamanan yang berubah-ubah. Sistem enkripsi pertamanya, WEP, terbukti mudah ditembus. Protokol berkualitas lebih tinggi lagi, WPA dan WPA2, kemudian ditambahkan. Tetapi, sebuah fitur opsional yang ditambahkan tahun 2007 bernama Wi-Fi Protected Setup (WPS), memiliki celah yang memungkinkan penyerang mendapatkan kata sandi WPA atau WPA2 router dari jarak jauh dalam beberapa jam saja.[8] Sejumlah perusahaan menyarankan untuk mematikan fitur WPS. Wi-Fi Alliance sejak itu memperbarui rencana pengujian dan program sertifikasinya untuk menjamin semua peralatan yang baru disertifikasi kebal dari serangan AP PIN yang keras.

Sejarah

Sejarah teknologi 802.11 berawal pada putusan Komisi Komunikasi Federal AS tahun 1985 yang merilis pita GSM untuk pemakaian tanpa lisensi.[9] Pada tahun 1991, NCR Corporation bersama AT&T menemukan pendahulu 802.11 yang ditujukan untuk sistem kasir. Produk-produk nirkabel pertama berada di bawah nama WaveLAN.

Vic Hayes dijuluki "Bapak Wi-Fi". Ia terlibat dalam perancangan standar pertama IEEE.[10][11]

Sejumlah besar paten oleh banyak perusahaan memakai standar 802.11.[12] Pada tahun 1992 dan 1996, organisasi Australia CSIRO mendapatkan paten untuk sebuah metode yang kelak dipakai di Wi-Fi untuk menghapus gangguan sinyal.[13] Pada bulan April 2009, 14 perusahaan teknologi setuju membayar $250 juta kepada CSIRO karena melanggar paten-paten mereka.[14] Ini mendorong Wi-Fi disebut-sebut sebagai temuan Australia,[15] meski hal ini telah menjadi topik sejumlah kontroversi.[16][17] CSIRO memenangkan gugatan senilai $220 juta atas pelanggaran paten Wi-Fi tahun 2012 yang meminta firma-firma global di Amerika Serikat membayar hak lisensi kepada CSIRO senilai $1 miliar.[14][18][19]

Tahun 1999, Wi-Fi Alliance dibentuk sebagai sebuah asosiasi dagang untuk memegang merek dagang Wi-Fi yang digunakan oleh banyak produk.[20]

Nama

Istilah Wi-Fi, pertama dipakai secara komersial pada bulan Agustus 1999,[21] dicetuskan oleh sebuah firma konsultasi merek bernama Interbrand Corporation. Wi-Fi Alliance mempekerjakan Interbrand untuk menentukan nama yang "lebih mudah diucapkan daripada 'IEEE 802.11b Direct Sequence'".[22][23][24] Belanger juga mengatakan bahwa Interbrand menciptakan Wi-Fi sebagai plesetan dari Hi-Fi (high fidelity); mereka juga merancang logo Wi-Fi.

Wi-Fi Alliance membuat slogan iklan asal-asalan "The Standard for Wireless Fidelity" dan sempat menggunakannya sesaat setelah merek Wi-Fi diciptakan. Karena slogan tersebut, orang-orang salah mengira bahwa Wi-Fi merupakan singkatan dari "Wireless Fidelity" meski kenyataannya bukan.[22][25][26]

Logo yin-yang Wi-Fi menandakan sertifikasi interoperabilitas suatu produk.[25]

Teknologi non-Wi-Fi yang dibutuhkan untuk titik-titk tetap seperti Motorola Canopy biasanya disebut nirkabel tetap. Teknologi nirkabel alternatif meliputi standar telepon genggam seperti 2G, 3G, atau 4G.

Sertifikasi Wi-Fi

IEEE tidak menguji peralatan untuk memenuhi standar mereka. Badan nirlaba Wi-Fi Alliance didirikan tahun 1999 untuk mengisi celah ini—untuk menetapkan dan mendorong standar interoperabilitas dan kompatibilitas mundur, serta mempromosikan teknologi jaringan area lokal nirkabel. Hingga 2010, Wi-Fi Alliance terdiri dari lebih dari 375 perusahaan di seluruh dunia.[27][28] Wi-Fi Alliance mendorong pemakaian merek Wi-Fi kepada teknologi yang didasarkan pada standar IEEE 802.11 dari Institute of Electrical and Electronics Engineers. Ini meliputi koneksi jaringan area lokal nirkabel (WLAN), konektivitas alat-ke-alat (seperti Wi-Fi Peer to Peer atau Wi-Fi Direct), jaringan area pribadi (PAN), jaringan area lokal (LAN), dan bahkan sejumlah koneksi jaringan area luas (WAN) terbatas. Perusahaan manufaktur dengan keanggotaan Wi-Fi Alliance, yang produknya berhasil melewati proses sertifikasi, berhak menandai produk tersebut dengan logo Wi-Fi.

Secara spesifik, proses sertifikasi memerlukan pemenuhan standar radio IEEE 802.11, standdar keamanan WPA dan WPA2, dan standar autentikasi EAP. Sertifikasi opsionalnya meliputi pengujian standar draf IEEE 802.11, interaksi dengan teknologi telepon seluler pada peralatan konvergen, dan fitur-fitur keamanan, multimedia, dan penghematan tenaga.[29]

Tidak semua peralatan Wi-Fi dikirim untuk mendapatkan sertifikasi. Kurangnya sertifikasi Wi-Fi tidak berarti bahwa sebuah alat tidak kompatibel dengan alat Wi-Fi lainnya. Jika alat tersebut memenuhi syarat atau setengah kompatibel, Wi-Fi Alliance tidak perlu berkomentar terhadap penyebutannya sebagai sebuah alat Wi-Fi,[butuh rujukan] meskipun secara teknis hanya alat yang bersertifikasi yang disetujui. Istilah seperti Super Wi-Fi, yang dicetuskan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS untuk mendeskripsikan rencana jaringan pita TV UHF di Amerika Serikat, dapat disetujui atau tidak.

Prinsip operasi

Stasiun Wi-Fi berkomunikasi dengan saling mengirimkan paket data, yaitu blok data yang dikirim dan diterima satu demi satu melalui gelombang radio pada berbagai channel. Seperti semua sistem radio, ini dilakukan melalui modulasi dan demodulasi gelombang pembawa. Wi-Fi menggunakan teknik yang berbeda berdasarkan versi Wi-Fi. 802.11b menggunakan direct-sequence spread spectrum pada satu gelombang pembawa, sedangkan 802.11a, Wi-Fi 4, 5, dan 6 menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing.[30]

Penggunaan

Agar terhubung dengan LAN Wi-Fi, sebuah komputer perlu dilengkapi dengan pengontrol antarmuka jaringan nirkabel. Gabungan komputer dan pengontrol antarmuka disebut stasiun. Semua stasiun berbagi satu saluran komunikasi frekuensi radio. Transmisi di saluran ini diterima oleh semua stasiun yang berada dalam jangkauan. Perangkat keras tidak memberi tahu pengguna bahwa transmisi berhasil diterima dan ini disebut mekanisme pengiriman terbaik. Sebuah gelombang pengangkut dipakai untuk mengirim data dalam bentuk paket, disebut "bingkai Eternet". Setiap stasiun terus terhubung dengan saluran komunikasi frekuensi radio untuk mengambil transmisi yang tersedia.

Akses Internet

Contoh set layanan (service set/SS) bernama WiFi Wikipedia yang terdiri dari dua set layanan dasar (BSS). Para klien merantau secara otomatis antar kedua BSS tanpa intervensi eksplisit pengguna.

Sebuah alat Wi-Fi dapat terhubung ke Internet ketika berada dalam jangkauan sebuah jaringan nirkabel yang terhubung ke Internet. Cakupan satu titik akses atau lebih (interkoneksi)—disebut hotspot—dapat mencakup wilayah seluas beberapa kamar hingga beberapa mil persegi. Cakupan di wilayah yang lebih luas membutuhkan beberapa titik akses dengan cakupan yang saling tumpang tindih. Teknologi Wi-Fi umum luar ruangan berhasil diterapkan dalam jaringan mesh nirkabel di London, Britania Raya.

Wi-Fi menyediakan layanan di rumah pribadi, jalanan besar dan pertokoan, serta ruang publik melalui hotspot Wi-Fi yang dipasang gratis atau berbayar. Organisasi dan bisnis, seperti bandara, hotel, dan restoran, biasanya menyediakan hotspot gratis untuk menarik pengunjung. Pengguna yang antusias atau otoritas yang ingin memberi layanan atau bahkan mempromosikan bisnis di tempat-tempat tertentu kadang menyediakan akses Wi-Fi gratis.

Router yang melibatkan modem jalur pelanggan digital atau modem kabel dan titik akses WI-Fi, biasanya dipasang di rumah dan bangunan lain, menyediakan akses Internet dan antarjaringan ke semua peralatan yang terhubung dengan router secara nirkabel atau kabel. Dengan kemunculan MiFi dan WiBro (router Wi-Fi portabel), pengguna bisa dengan mudah membuat hotspot Wi-Fi-nya sendiri yang terhubung ke Internet melalui jaringan seluler. Sekarang, peralatan Android, Bada, iOS (iPhone), dan Symbian mampu menciptakan koneksi nirkabel.[31] Wi-Fi juga menghubungkan tempat-tempat yang biasanya tidak punya akses jaringan, seperti dapur dan rumah kebun.

Wi-Fi kota

Titik akses Wi-Fi terbuka

Pada awal 2000-an, banyak kota di seluruh dunia mengumumkan rencana membangun jaringan Wi-Fi sekota. Contoh usaha yang berhasil yaitu Mysore pada tahun 2004 menjadi kota Wi-Fi pertama di India dan kedua di dunia setelah Jerusalem. Perusahaan WiFiyNet mendirikan beberapa hotspot di Mysore, yang mencakup seluruh kota dan desa-desa sekitarnya.[32]

Tahun 2005, Sunnyvale, California, menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang menyediakan Wi-Fi gratis dengan cakupan satu kota,[33] dan Minneapolis memperoleh penghasilan $1,2 juta per tahunnya untuk penyedia jasanya.[34]

Pada bulan Mei 2010, Wali kota London, Britania Raya, Boris Johnson berjanji akan membangun jaringan Wi-Fi yang mencakup seluruh London tahun 2012.[35] Sejumlah borough, termasuk Westminster dan Islington[36][37] sudah memiliki cakupan Wi-Fi terbuka yang luas.

Para pejabat di ibu kota Korea Selatan, Seoul, berusaha menyediakan akses Internet gratis di lebih dari 10.000 lokasi di seluruh kota, termasuk ruang terbuka publik, jalan utama, dan kawasan permukiman padat penduduk. Seoul akan menyerahkan pengoperasiannya kepada KT, LG Telecom dan SK Telecom. Perusahaan-perusahaan tersebut akan menginvestasikan $44 juta untuk proyek ini, yang akan rampung tahun 2015.[38]

Wi-Fi kampus

Banyak kampus tradisional di Amerika Serikat memiliki cakupan Internet Wi-Fi nirkabel yang setengah-setengah. Carnegie Mellon University membangun jaringan Internet sekampus pertama bernama Wireless Andrew di kampus Pittsburgh-nya tahun 1993 sebelum merek Wi-Fi muncul.[39][40][41]

Pada tahun 2000, Drexel University di Philadelphia menjadi universitas besar pertama di Amerika Serikat yang memiliki akses Internet nirkabel di seluruh kampusnya.[42]

Komunikasi langsung antarkomputer

Wi-Fi juga memungkinkan komunikasi langsung dari satu komputer ke komputer lain tanpa melalui titik akses. Ini disebut transmisi Wi-Fi ad hoc. Mode jaringan ad hoc nirkabel ini dipopulerkan oleh konsol permainan genggam multipemain, seperti Nintendo DS, Playstation Portable, kamera digital, dan peralatan elektronik konsumen lainnya. Sejumlah alat juga dapat berbagi koneksi Internetnya menggunakan ad-hoc, menjadi hotspot atau "router virtual".[43]

Sama halnya, Wi-Fi Alliance mempromosikan sebuah spesifikasi bernama Wi-Fi Direct untuk transfer berkas dan berbagi media melalui metodologi pencarian dan keamanan yang abru.[44] Wi-Fi Direct diluncurkan bulan Oktober 2010.[45]

Deteksi gerak

Wi-Fi sensing digunakan untuk aplikasi deteksi gerak dan pengenalan gestur.[46]

Versi dan generasi

Generasi Wi-Fi
Gen.[47] Standar
IEEE
Adopsi Kec. link
(Mbit/s)
FR (GHz)
2.4 5 6
802.11 1997 1–2 Yes
802.11b 1999 1–11 Yes
802.11a 6–54 Yes
802.11g 2003 Yes
Wi-Fi 4 802.11n 2009 6,5–600 Yes Yes
Wi-Fi 5 802.11ac 2013 6,5–6.933 [a] Yes
Wi-Fi 6 802.11ax 2021 0,49.608 Yes Yes
Wi-Fi 6E[b] Yes Yes Yes
Wi-Fi 7 802.11be 2024 0,423.059 Yes Yes Yes
Wi-Fi 8[48][49] 802.11bn TBA Yes Yes Yes

Perangkat Wi-Fi sering mendukung banyak versi Wi-Fi. Untuk berkomunikasi, perangkat harus menggunakan versi Wi-Fi yang sama. Versi-versi tersebut berbeda dalam hal rentang gelombang radio yang mereka gunakan, bandwidth radio yang mereka tempati, kecepatan data maksimum yang dapat mereka dukung, dan detail lainnya. Beberapa versi memungkinkan penggunaan dua atau lebih antena, yang memungkinkan kecepatan yang lebih tinggi dan interferensi yang lebih rendah.

Sebelumnya, perangkat Wi-Fi mencantumkan versi Wi-Fi yang didukung menggunakan nama standar IEEE. Pada 2018, Wi-Fi Alliance memperkenalkan penomoran generasi Wi-Fi yang disederhanakan untuk menandakan perangkat yang mendukung Wi-Fi 4 (802.11n), Wi-Fi 5 (802.11ac) and Wi-Fi 6 (802.11ax). Generasi tersebut memiliki tingkat kompatibilitas mundur yang tinggi dengan versi sebelumnya. Aliansi telah menyatakan bahwa tingkat generasi 4, 5, atau 6 dapat ditampilkan di antarmuka pengguna ketika terhubung, bersama dengan kekuatan sinyal.[50]

Standar Wi-Fi yang paling penting adalah: 802.11a, 802.11b, 802.11g, 802.11n (Wi-Fi 4), 802.11h, 802.11i, 802.11-2007, 802.11–2012, 802.11ac (Wi-Fi 5), 802.11ad, 802.11af, 802.11-2016, 802.11ah, 802.11ai, 802.11aj, 802.11aq, 802.11ax (Wi-Fi 6), 802.11ay, 802.11be (Wi-Fi 7), dan 802.11bn (Wi-Fi 8).

Spesifikasi

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan izin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 GHz sampai 2.483,50 GHz. Dengan begitu mengizinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

  • Channel 1 - 2,412 GHz;
  • Channel 2 - 2,417 GHz;
  • Channel 3 - 2,422 GHz;
  • Channel 4 - 2,427 GHz;
  • Channel 5 - 2,432 GHz;
  • Channel 6 - 2,437 GHz;
  • Channel 7 - 2,442 GHz;
  • Channel 8 - 2,447 GHz;
  • Channel 9 - 2,452 GHz;
  • Channel 10 - 2,457 GHz;
  • Channel 11 - 2,462 GHz

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat—khususnya di kalangan komunitas Internet—menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat di mana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut—yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan—dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 miliar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).

Kinerja

Jangkauan operasional Wi-Fi bergantung pada faktor seperti pita frekuensi, teknik modulasi, kekuatan daya pemancar, sensitivitas penerima, jenis dan gain antena, dan karakteristik perambatan dan interferensi di lingkungan. Pada jarak yang lebih jauh, kecepatan biasanya berkurang.

Daya pemancar

Dibandingkan dengan telepon seluler dan teknologi yang serupa, pemancar Wi-Fi merupakan perangkat berdaya rendah. Umumnya, daya maksimal yang dapat dipancarkan oleh perangkat Wi-Fi dibatasi oleh peraturan lokal, seperti Permenkominfo No. 2 Tahun 2023 di Indonesia. Daya effective isotropic radiated power (EIRP) di Indonesia untuk perangkat dalam ruangan dibatasi hingga 27 dBm (500 mW) untuk 2,4 GHz, sementara untuk 5 GHz dibatasi hingga 23 dBm (200 mW).[51]

Namun, Wi-Fi memiliki daya lebih tinggi daripada standar lain yang didesain untuk mendukung aplikasi jaringan area pribadi nirkabel. Misalnya, Bluetooth memiliki jangkauan perambatan yang lebih pendek, antara 1 dan 100 meter, dan oleh karena itu, umumnya mengonsumsi lebih sedikit daya. Teknologi berdaya rendah lainnya seperti Zigbee memiliki jangkauan yang cukup jauh, tetapi kecepatan datanya jauh lebih rendah. Konsumsi daya Wi-Fi yang tinggi membuat kekhawatiran lamanya daya tahan baterai pada beberapa perangkat mobile.

Antena

Pada router nirkabel dengan antena yang dapat dilepas, jangkauan bisa diperpanjang dengan memasang antena yang lebih mumpuni. Titik akses yang kompatibel dengan 802.11b atau 802.11g, menggunakan antena segala arah/omnidirectional mungkin memiliki jangkauan . Radio yang sama dengan antena semi-parabola eksternal (gain 15 dB) dengan penerima yang sama pada sisi lain mungkin memiliki jangkauan hingga 32 km.

Rating gain yang lebih tinggi (dBi) menunjukkan penyimpangan dari radiator isotropik teoretis yang sempurna menuju antena arah, sehingga antena dapat memancarkan atau menerima sinyal yang dapat digunakan lebih jauh ke arah tertentu, dibandingkan dengan daya output yang serupa untuk antena yang lebih isotropik.[52] Misalnya, antena 8 dBi dengan driver 100 mW memiliki jangkauan horizontal yang sama dengan antena 6 dBi yang ditenagai 500 mW, Ini menganggap bahwa radiasi arah vertikal tidak berguna untuk komunikasi.

Antena parabola lebih terarah dan dapat menjangkau lebih jauh daripada antena omnidirectional.
Antena Yagi–Uda, umum digunakan untuk antena televisi, relatif kecil pada panjang gelombang Wi-Fi.
Antena dari pengontrol antarmuka jaringan nirkabel Gigabyte GC-WB867D-I. Antena sederhana berbentuk tongkat memiliki penerimaan segala arah dan jangkauan yang relatif pendek (kira-kira 20 meter).

MIMO (multiple-input and multiple-output)

Standar Wi-Fi 4 dan seterusnya memungkinkan perangkat memiliki lebih dari satu antena pada pemancar dan penerima. Antena tambahan memungkinkan perangkat memanfaatkan perambatan multijalur pada band frekuensi yang sama, mempercepat kecepatan dan memperluas jangkauan lebih dari dua kali lipat.[53]

Standar Wi-Fi 5 hanya menggunakan pita frekuensi 5 GHz, dan mampu mencapai throughput WLAN multi-stasiun setidaknya 1 gigabit per detik, serta throughput stasiun tunggal setidaknya 500 Mbit/s. Standar ini menggunakan beberapa teknik pemrosesan sinyal, seperti MIMO multi-pengguna dan aliran multipleks spasial 4×4, serta bandwidth yang luas (160 MHz) untuk mencapai kecepatan gigabit.

Perambatan radio

Dengan sinyal Wi-Fi, berada di garis pandang biasanya bekerja terbaik, tetapi sinyal dapat terserap, terpantul, terbias, terdifraksi, dan melemah melalui dan di sekitar struktur, baik buatan manusia maupun alami. Sinyal Wi-Fi sangat dipengaruhi oleh struktur logam (termasuk besi tulangan dalam beton, lapisan low-e pada kaca), struktur batu (termasuk marmer), dan air (seperti yang ada dalam tumbuhan).

Karena sifat kompleks penyebaran radio pada frekuensi Wi-Fi umum, terutama di sekitar pohon dan bangunan, algoritma hanya dapat memperkirakan kekuatan sinyal Wi-Fi secara kasar untuk area tertentu relatif terhadap pemancar.[54] Performa Wi-Fi jarak jauh lebih mudah diprediksi, karena koneksi jarak jauh umumnya memiliki garis pandang langsung ke menara yang memancar di atas tumbuhan sekitar.

Rekor jarak

Rekor jarak (menggunakan perangkat non-standar) mencakup 382 km (237 mi) pada Juni 2007, dipegang oleh Ermanno Pietrosemoli and EsLaRed dari Venezuela, mentransfer data sekitar 3 MB/detik antara puncak gunung El Águila dan Platillon.[55] Badan Antariksa Nasional Swedia mentransfer data sejauh 420 km (260 mi), menggunakan penguat 6 watt untuk mencapai balon stratosfer di atas.[56]

Wi-fi Hardware

Apabila komputer kita sudah terpasang modem dan sudah terinstal drivernya, maka kita sudah bisa mulai terhubung dengan internet dengan beberapa pilihan:

  1. Melalui jaringan telepon secara langsung (dial up).
  2. Melalui jaringan GPRS GSM.
  3. Melalui jaringan CDMA.
  4. Melalui jaringan Wifi.
  5. Dengan jaringan TV Kabel.
  6. ISDN dan ADSL.

Wireless network adapter

Agar komputer bisa terhubung dengan suatu jaringan atau network, berarti komputer tersebut membutuhkan suatu alat khusus. Alat khusus yang dirancang untuk mengubah, mengirim, dan menerima data, dari dan ke jaringan. Alat ini biasa di sebut dengan Network Adapter. Agar komputer bisa menangkap, mengenali, mengirim, dan menerima data, ke dan dari jaringan tanpa kabel/nirkabel alias wireless network, berarti komputer tersebut membutuhkan wireless network adapter. Didalam wireless adapter, terdapat transmitter yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal radio, dan receiver yang berfungsi untuk menerima gelombang atau sinyal. Ada banyak jenis, tipe, merek, dan bentuk wireless adapter. Kemampuan, kelebihan, kekurangan, dan kualitas juga beda-beda.

Hampir semua laptop keluaran baru memiliki modul wireless adapter pada mini PC Cardnya, wireless internal adapter built-in. Modul ini di tempatkan secara langsung di motherboard. Laptop-laptop yang menyertakan modul wireless adapter di motherboardnya, umumnya menyertakan tombol untuk menghidupkan dan mematikan fungsi ini.

Wireless adapter umumnya di tempatkan pada salah satu dari port input/output (I/O port) di komputer. Misalnya pada expansion card slot, atau pada socket yang terdapat pada motherboard, atau pada socket PCMCIA, atau juga pada socket USB. Wireless adapater yang berbentuk PC Card biasanya paling cocok untuk PC. Sedang USB adapter, bisanya paling pas untuk laptop.

Hardware Wi-Fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa:

WiFi repeater dan extender

Di dalam dunia jaringan komputer wireless, selain router dan access point ada juga yang disebut dengan wireless repeater. Wireless repeater/amplifier adalah sebuah perangkat jaringan yang berfungsi untuk memperkuat sinyal yang keluar dari router atau access point. Jadi jika sinyal yang keluar dari router atau access point dirasakan kurang kuat di suatu area di dalam rumah atau gedung kantor anda dikarenakan jaraknya atau banyaknya hal-hal yang mengganggu kualitas sinyal, anda bisa menggunakan wireless repeater ini untuk memperkuat sinyalnya.

Wireless range extender dan wireless repeater fungsinya sama-sama memperkuat sinyal, tetapi wireless range extender ini memiliki kekurangan dibandingkan wireless repeater karena sinyal yang dipancarkannya ditampilkan dengan nama network yang berbeda. Jadi jika anda sedang berada di luar jangkauan dari sinyal asli yang keluar dari router atau access point, maka anda harus konek lagi ke jaringan dengan nama network yang berbeda. Bentuk fisik umumnya jenis outdoor atau indoor, mini stick atau plug-in dengan jangkauan antena yang berbeda pula.

Antena WiFi

Secara umumnya, fungsi dari antena WiFi adalah untuk menerima sekaligus menyalurkan sinyal WiFi ke gadget, laptop, maupun komputer. Seiring dengan perkembangan teknologi, kini telah ada beberapa jenis antena WiFi sesuai kebutuhan.

  1. Antena Grid. Secara fisik, bentuk dari antena ini seperti jaring parabolic. Sayangnya, cakupan dari antena ini hanya searah. Selain itu, dibutuhkan antena pemancar yang diletakkan di tempat lain agar antena ini dapat menangkap sinyal WiFi. Saat antena grid diletakkan mengarah pada antena pemancar maka diperoleh sinyal yang kuat. Adapun fungsi dari antena grid adalah menerima sekaligus mengirimkan sinyal data yang diperolehnya dengan menggunakan sistem gelombang radio. Ada tiga frekuensi dari sistem gelombang radio yang digunakan pada antena ini, yaitu 2.4 GHz, 5 GHz dan 6 GHz.
  2. Antena Omni. Untuk antena jenis ini, bentuknya mirip tongkat dengan ukuran lebih kecil. Dibandingkan antena grid, cakupan antena omni lebih luas dan menyebar ke semua arah dengan membentuk semacam lingkaran. Namun, meskipun cakupannya cukup luas, jangkauannya tetaplah pendek. Biasanya, antena ini digunakan oleh sekolah-sekolah, supermarket, perkantoran, bahkan warung tenda yang menyediakan WiFi.
  3. Antena Sectoral Jenis antena pemancar wifi yang mirip dengan antena omni ini mampu menampung 5 klien sekaligus. Antena ini mempunyai cakupan yang tidak begitu luas, tetapi mampu menjangkau jarak lebih jauh. Pada umumnya, antena ini dipasang secara vertikal dengan sectoral sudut hingga 120 derajat. Namun, tak jarang juga yang memasangnya secara horisontal. Antena sectoral ini biasanya digunakan oleh tower GSM HP.
  4. Antena Yagi. Prinsip kerja dari jenis antena pemancar wifi yang mempunyai bentuk seperti susunan tulang ikan ini hampir sama dengan antena grid. Cakupan yang dimilikinya hanya searah sehingga harus diarahkan pada antena pemancar di tempat lain. Perbedaan mencolok antara antena yagi dan grid terletak pada bentuk dan penggunaannya. Tidak seperti antena grid, antena yagi terdiri dari tiga bagian, yaitu driven, reflector, dan director. Antena yagi juga sangat jarang digunakan dalam sebuah jaringan.
  5. Antena PVC. Jenis antena pemancar wifi ini terbuat dari pipa PVC yang dilapisi alumunium foil. Tak heran jika antena ini tidak akan berkarat meskipun dipasang di luar ruangan. Keunggulan lainnya adalah tahan terhadap berbagai cuaca serta mudah saat dipasang. Sayangnya, antena ini hanya bisa mencakup sinyal dalam jarak dekat, sekitar 200 hingga 300 meter saja.
  6. Antena 8 Quad. Pada dasarnya, jenis antena pemancar wifi ini merupakan bagian dari antena sectoral. Sebab, pola radiasinya masih dalam satu arah jika dibuat sudut arah yang lebar. Biasanya, antena ini sering digunakan untuk antena access point saat klien berada di sebuah area.
  7. Antena Wajan Bolic. Sesuai namanya, jenis antena pemancar wifi mirip parabola, di mana bahan untuk parabolic discnya menggunakan wajan. Antena ini digunakan untuk memperkuat sinyal yang berasal dari hotspot dengan jarak jauh dan susah ditangkap USB wireless adapter.

Mode Akses Koneksi Wi-fi

Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu

Ad-Hoc

Mode koneksi ini adalah mode di mana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point.

Infrastruktur

Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).

Keselamatan

World Health Organization (WHO) menyatakan, "tidak ada risiko setelah terpapar jaringan wi-fi tingkat rendah dan jangka panjang," dan United Kingdom Health Protection Agency melaporkan bahwa terpapar Wi-Fi selama setahun "sama seperti terpapar radiasi dari panggilan telepon genggam selama 20 menit".[57][58]

Sejumlah kecil pengguna Wi-Fi telah melaporkan masalah kesehatan setelah berkali-kali terpapar dan memakai Wi-Fi,[59] meski belum ada publikasi mengenai dampak apa pun dalam studi buta rangkap. Sebuah studi yang melibatkan 725 orang penderita hipersensitivitas elektromagnetik mengaku tidak menemukan bukti atas klaim mereka.[60]

Sebuah studi berspekulasi bahwa "laptop (mode Wi-Fi) di pangkuan dekat buah zakar dapat menurunkan fertilitas pria".[61] Studi lainnya menemukan memori kerja yang menurun di kalangan pria saat terpapar Wi-Fi.[62]

Lihat pula

Catatan

    Catatan kaki

    1. What is Wi-Fi? - A Word Definition From the Webopedia Computer Dictionary
    2. Beal, Vangie (2 May 2001). "What is Wi-Fi (IEEE 802.11x)? A Webopedia Definition". Webopedia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 March 2012.
    3. Schofield, Jack (21 May 2007). "The Dangers of Wi-Fi Radiation (Updated)". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 November 2019. Diakses tanggal 1 November 2019 via TheGuardian.com.
    4. "Certification". Wi-Fi.org. Wi-Fi Alliance. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 May 2020. Diakses tanggal 1 November 2019.
    5. "History | Wi-Fi Alliance". Wi-Fi Alliance. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 October 2017. Diakses tanggal 15 September 2020.
    6. "Global Wi-Fi Enabled Devices Shipment Forecast, 2020 – 2024". Research and Markets. 1 July 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 March 2021. Diakses tanggal 23 November 2020.
    7. Weatherbed, Jess (2025-10-13). "Wi-Fi 8 demonstrated with first prototype connection" [Wi-Fi 8 demonstrated with first prototype connection]. The Verge (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-02.
    8. http://sviehb.files.wordpress.com/2011/12/viehboeck_wps.pdf
    9. "Wi-Fi (wireless networking technology)". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 2010-02-03.
    10. Ben Charny (December 6, 2002). "CNET Vision series". CNET. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-08-26. Diakses tanggal 2011-10-14.
    11. Olga Kharif (April 1, 2003). "Paving the Airwaves for Wi-Fi". Bloomberg Businessweek. Diakses tanggal 2011-10-14.
    12. IEEE-SA - IEEE 802.11 and Amendments Patent Letters of Assurance
    13. David Sygall. "How Australia's top scientist earned millions from Wi-Fi". The Sydney Morning Herald, December 7, 2009.
    14. 1 2 Moses, Asher (June 1, 2010). "CSIRO to reap 'lazy billion' from world's biggest tech companies". The Age. Melbourne. Diakses tanggal 8 June 2010.
    15. "World changing Aussie inventions - Australian Geographic". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-15. Diakses tanggal 2012-08-21.
    16. How the Aussie government “invented WiFi” and sued its way to $430 million | Ars Technica
    17. "Australia's Biggest Patent Troll Goes After AT&T, Verizon and T-Mobile". CBS News.
    18. Australian scientists cash in on Wi-Fi invention: SMH 1 April 2012
    19. CSIRO wins legal battle over Wi-Fi patent: ABC 1 April 2012
    20. "Wi-Fi Alliance: Organization". Official industry association web site. Diakses tanggal August 23, 2011.
    21. US Patent and Trademark Office.[dibutuhkan verifikasi sumber]
    22. 1 2 "WiFi isn't short for "Wireless Fidelity"". boingboing.net. 2005-11-08. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-12-21. Diakses tanggal 2007-08-31.
    23. "Wireless Fidelity' Debunked". Wi-Fi Planet. 2007-04-27. Diakses tanggal 2007-08-31.
    24. "What is the True Meaning of Wi-Fi?". Teleclick. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-11. Diakses tanggal 2007-08-31.
    25. 1 2 "Securing Wi-Fi Wireless Networks with Today's Technologies" (PDF). Wi-Fi Alliance. 2003-02-06. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2008-12-05. Diakses tanggal 2009-11-30.
    26. "WPA Deployment Guidelines for Public Access Wi-Fi Networks" (PDF). Wi-Fi Alliance. 2004-10-28. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-03-06. Diakses tanggal 2009-11-30.
    27. The Wi-Fi Alliance also developed technology that expanded the applicability of Wi-Fi, including a simple set up protocol (Wi-Fi Protected Set Up) and a peer to peer connectivity technology (Wi-Fi Peer to Peer) "Wi-Fi Alliance: Organization". www.wi-fi.org. Diakses tanggal 2009-10-22.
    28. "Wi-Fi Alliance: White Papers". www.wi-fi.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-07. Diakses tanggal 2009-10-22.
    29. "Wi-Fi Alliance: Programs". www.wi-fi.org. Diakses tanggal 2009-10-22.
    30. Cisco Systems, Inc. White Paper Capacity, Coverage, and Deployment Considerations for IEEE 802.11g
    31. "Mifi vs Joikuspot". mificlub.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-01. Diakses tanggal 2010-10-09.
    32. The Telegraph - Say hello to India's first wirefree city
    33. "Sunnyvale Uses MetroFi". unstrung.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-27. Diakses tanggal 2008-07-16.
    34. "Minneapolis moves ahead with wireless". The Star Tribune. December 5, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-09. Diakses tanggal December 5, 2010.
    35. "London-wide wi-fi by 2012 pledge". BBC News. 2010-05-19. Diakses tanggal 2010-05-19.
    36. "City of London Fires Up Europe's Most Advanced Wi-Fi Network". www.govtech.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-07. Diakses tanggal 2007-05-14.
    37. "London gets a mile of free Wi-Fi". .zdnet.co.uk. Diakses tanggal 200-04-18.
    38. "Seoul Moves to Provide Free City-Wide WiFi Service". VOANEWS.COM. Diakses tanggal 1 April 2012.
    39. Deb Smit (October 5, 2011). "How Wi-Fi got its start on the campus of CMU, a true story". Pop City Media. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-07. Diakses tanggal October 6, 2011.
    40. "Wireless Andrew: Creating the World's First Wireless Campus". Carnegie Mellon University. 2007. Diakses tanggal October 6, 2011.
    41. Wolter Lemstra; Vic Hayes; John Groenewegen (2010). The innovation journey of Wi-Fi: the road to global success. Cambridge University Press. hlm. 121. ISBN 978-0-521-19971-1. Diakses tanggal October 6, 2011.
    42. "About the University". Drexel.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-19. Diakses tanggal 2011-10-14.
    43. "Wireless Home Networking with Virtual WiFi Hotspot". Techsansar.com. 2011-01-24. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-30. Diakses tanggal 2011-10-14.
    44. "Wi-Fi Direct allows device-to-device links". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-23. Diakses tanggal 2012-08-22.
    45. "Wi-Fi gets personal: Groundbreaking Wi-Fi Direct launches today". WiFi Alliance. 2010-10-25. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-30. Diakses tanggal 2011-01-15.
    46. Khalili, Abdullah; Soliman, Abdel-Hamid; Asaduzzaman, Md; Griffiths, Alison (Maret 2020). "Wi-Fi sensing: applications and challenges" [Wi-Fi sensing: aplikasi dan tantangan]. The Journal of Engineering. 2020 (3): 87–97. arXiv:1901.00715. doi:10.1049/joe.2019.0790. ISSN 2051-3305.
    47. "The Evolution of Wi-Fi Technology and Standards" [Evolusi Teknologi dan Standar Wi-Fi]. IEEE. 2023-05-16. Diakses tanggal 2025-08-07.
    48. Karamyshev, Anton; Levitsky, Ilya; Bankov, Dmitry; Khorov, Evgeny (2025-10-06). "A Tutorial on Wi-Fi 8: The Journey to Ultra High Reliability" [Tutorial Wi-Fi 8: Perjalanan menuju Keandalan Ultra Tinggi]. Problems of Information Transmission. 61 (2). doi:10.1134/S003294602502005X. Diakses tanggal 2025-11-07.
    49. Giordano, Lorenzo; Geraci, Giovanni; Carrascosa, Marc; Bellalta, Boris (November 21, 2023). "What Will Wi-Fi 8 Be? A Primer on IEEE 802.11bn Ultra High Reliability" [Seperti Apa Nanti Wi-Fi 8? Panduan Dasar IEEE 802.11bn Ultra High Reliability]. IEEE Communications Magazine. 62 (8): 126. arXiv:2303.10442. Bibcode:2024IComM..62h.126G. doi:10.1109/MCOM.001.2300728.
    50. "Wi-Fi Alliance Introduces Wi-Fi 6" [Wi-Fi Alliance Memperkenalkan Wi-Fi 6]. Wi-Fi Alliance. 3 Oktober 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 April 2019. Diakses tanggal 24 Oktober 2019.
    51. "Permenkominfo No. 2 Tahun 2023". Database Peraturan BPK. 2023. Diakses tanggal 2026-01-08.
    52. "Somebody explain dBi – Wireless Networking" [Tolong seseorang menjelaskan dBi – Jaringan Nirkabel]. DSL Reports Forums. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Agustus 2014.
    53. "802.11n Delivers Better Range" [802.11n Memberikan Jangkauan Lebih Bagus]. Wi-Fi Planet. 31 Mei 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 8 November 2015.
    54. "WiFi Mapping Software:Footprint" [Perangkat Lunak Pemetaan Wi-Fi:Jejak Kaki]. Alyrica Networks. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Mei 2009. Diakses tanggal 27 April 2008.
    55. Kanellos, Michael (18 Juni 2007). "Ermanno Pietrosemoli has set a new record for the longest communication Wi-Fi link" [Ermanno Pietrosemoli memecahkan rekor baru untuk link komunikasi Wi-Fi terjauh]. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Maret 2008. Diakses tanggal 10 Maret 2008.
    56. Pietrosemoli, Ermanno (18 Mei 2007). "Long Distance WiFi Trial" [Uji Coba WiFi Jarak Jauh] (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 5 Maret 2016. Diakses tanggal 10 Maret 2008.
    57. "Q&A: Wi-fi health concerns". BBC News. 2007-05-21. Diakses tanggal 2011-10-14.
    58. "Electromagnetic Hypersensitivity (EMS)" Diarsipkan 2010-09-19 di Wayback Machine., 2011
    59. "Official website". Globalnews.ca. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-05-15. Diakses tanggal 2011-10-14.
    60. ""Electromagnetic Hypersensitivity: A Systematic Review of Provocation Studies ", 2005". Psychosomaticmedicine.org. 2005-03-01. Diakses tanggal 2011-10-14.
    61. Avendaño C, Mata A, Juarez Villanueva AM, Martinez VS, Sanchez Sarmiento CA (2010) “Laptop expositions affect motility and induce DNA fragmentation in human spermatozoa in vitro by a non-thermal effect: a preliminary report” American Society for Reproductive Medicine, 66th Annual Meeting: O-249.
    62. Papageorgiou CC, Hountala CD, Maganioti AE, Kyprianou MA, Rabavilas AD, Papadimitriou GN, Capsalis CN (2011) “Effects of wi-fi signals on the p300 component of event-related potentials during an auditory hayling task” J Integr Neurosci. 10(2): 189-202; PMID 21714138.

    Bacaan lanjutan

    Pranala luar

    1. 802.11ac hanya menentukan operasi pada pita 5 GHz. Operasi pada pita 2,4 GHz ditentukan oleh 802.11n.
    2. Wi-Fi 6E adalah nama industri yang mengidentifikasi perangkat Wi-Fi yang juga beroperasi pada 6 GHz. Wi-Fi 6 menawarkan fitur dan kemampuan yang sama dengan Wi-Fi 6.
    Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan