Ular paku

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ular paku
Dendrelaphis formosus AHA3.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Dendrelaphis
Spesies: D. formosus
Nama binomial
Dendrelaphis formosus
{Boie, 1827)
Sinonim

Dendrophis formosa

Ular paku adalah spesies ular tali yang tersebar di Asia Tenggara. Dnamakan "ular paku" karena ular ini sering ditemukan berkelana di tanaman-tanaman paku liar.[1]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Panjang tubuhnya mencapai 1.5 meter, dengan diameter sebesar jari kelingking orang dewasa. Kepala bagian atas berwarna perunggu dan bagian bawah serta mulut berwarna kuning terang. Di depan dan belakang matanya, terdapat corak garis-horizontal tebal berwarna hitam. Tubuh bagian atas berwarna perunggu di sepanjang garis punggungnya, dari leher hingga ekor. Sisi badannya berwarna hijau muda, hijau kekuningan, atau kuning cerah, dengan sebuah garis berwarna kehitaman yang membentang sepanjang sisi badannya, dari leher hingga ekor. Bagian bawah tubuh berwarna kuning-muda kehijauan, kadang-kadang berwarna hijau pucat.[2]

Penyebaran dan habitat[sunting | sunting sumber]

Ular paku tersebar di Asia Tenggara, mulai dari Thailand selatan, Malaysia (Semenanjung, Serawak, dan Sabah), Singapura, Indonesia (Sumatra, Kep. Mentawai, Kep. Riau, Bangka-Belitung, Jawa, dan Kalimantan), dan Brunei Darussalam. Habitat utamanya adalah hutan hujan serta hutan terbuka dari dataran rendah hingga ketinggian 1100 meter dpl. Terkadang, ular ini juga ditemui di perkebunan yang tidak terawat.[1]

Perilaku, makanan, dan reproduksi[sunting | sunting sumber]

Ukar ini aktif pada siang hari dan berkelana di pepohonan, tanaman, atau semak-semak. Ular ini hanya turun ke tanah ketika memburu mangsa atau mencari air untuk minum. Makanan utamanya adalah jenis-jenis kadal pohon berukuran kecil.[2]

Ular ini berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan antara 6 hingga 8 butir dan akan menetas setelah diinkubasi selama 13 hingga 17 pekan. Seekor ular paku muda yang baru menetas berukuran panjang sekitar 30 cm.[2]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]


  • Rooijen, J. van & Myriam van Rooijen. 2007. The land snakes of the Santubong Peninsula, Sarawak, Borneo: A preliminary list of species with natural history notes. Russ. J. Herpetol. 14 (1):27-38 - get paper here
  • Rooijen, J. van & Vogel, G. 2008. A new species of Dendrelaphis (Serpentes: Colubridae) from Java, Indonesia. The Raffles Bulletin of Zoology 56 (1): 189-197 - get paper here