Ular paku

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Infobox spesiesUlar paku
Dendrelaphis formosus
Elegant Bronzeback (Dendrelaphis formosus) (8417383360).jpg
Status konservasi
Status iucn3.1 LC.svg
Risiko rendah
IUCN 192161
Taksonomi
OrdoSquamata ·
-Episquamata ·
-Toxicofera ·
-Ophidia ·
UpaordoSerpentes ·
InfraordoAlethinophidia ·
ParvorderCaenophidia ·
FamiliaColubridae ·
UpafamiliaAhaetuliinae ·
GenusDendrelaphis ·
SpesiesDendrelaphis formosus
Friedrich Boie F. Boie, 1827
Tata nama
Sinonim takson Dendrophis formosa
Modifica les dades a Wikidata

Ular paku adalah spesies ular tali yang tersebar di Asia Tenggara. Dinamakan "ular paku" karena ular ini sering ditemukan berkelana di tanaman-tanaman paku liar.[1]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Panjang tubuhnya mencapai 1.5 meter. Kepala bagian atas berwarna kecokelatan menyerupai perunggu, sedangkan bagian bawah mulur berwarna kekuningan. Dari hidung hingga belakang mata dihiasi dengan corak tebal berwarna hitam. Tubuh bagian atas berwarna perunggu di sepanjang garis punggungnya. Sisi badannya berwarna hijau pucat atau kuning kehijauan, dengan sebuah garis berwarna kehitaman yang membentang sepanjang sisi badannya. Bagian bawah tubuh berwarna kuning pucat, kadang-kadang juga berwarna kehijauan.[2]

Penyebaran dan habitat[sunting | sunting sumber]

Ular paku tersebar di Asia Tenggara, mulai dari Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia (Sumatra, Kep. Mentawai, Kep. Riau, Bangka-Belitung, Jawa, dan Kalimantan), dan Brunei Darussalam. Habitat utamanya adalah hutan dataran rendah hingga ketinggian 1100 meter DPL. Ular ini kadang-kadang juga dijumpai di sekitar perkebunan.[1]

Perilaku, makanan, dan reproduksi[sunting | sunting sumber]

Ular paku termasuk spesies ular tali yang cukup jarang ditemukan. Aktif pada siang hari dan berkelana di pepohonan, tanaman, atau semak-semak. Ular ini diketahui hanya beraktivitas di atas pohon, dan hampir tidak pernah berkelana di tanah, biasanya hanya untuk memburu mangsa atau mencari air untuk minum. Makanan utamanya adalah jenis-jenis kadal pohon.[2]

Ular paku berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan antara 6 hingga 8 butir dan akan menetas setelah diinkubasi selama 13 hingga 17 pekan. Seekor ular paku muda yang baru menetas berukuran panjang sekitar 30 cm.[2]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]


  • Rooijen, J. van & Myriam van Rooijen. 2007. The land snakes of the Santubong Peninsula, Sarawak, Borneo: A preliminary list of species with natural history notes. Russ. J. Herpetol. 14 (1):27-38 - get paper here
  • Rooijen, J. van & Vogel, G. 2008. A new species of Dendrelaphis (Serpentes: Colubridae) from Java, Indonesia. The Raffles Bulletin of Zoology 56 (1): 189-197 - get paper here