Bandotan candi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bandotan candi
Tropidolaemus wagleri.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Viperidae
Subfamili: Crotalinae
Genus: Tropidolaemus
Spesies: T. wagleri
Nama binomial
Tropidolaemus wagleri
(F. Boie, 1827)
Sinonim
  • [Cophias] Wagleri F. Boie, 1827 (nomen conservandum)
  • Tropidolaemus wagleri
    Wagler, 1830
  • Trigonocephalus Wagleri var. Celebensis Gray, 1849
  • Trigonocephalus Wagleri var. Sumatrensis Gray, 1849
  • Tropidolaemus hombronii
    Guichenot In Jacquinot & Guichenot, 1853
  • Tropidolaemus hombroni – A.M.C. Duméril, Bibron & A.H.A. Duméril, 1854
  • Tropidolaemus Schlegelii
    Bleeker, 1857
  • Trimeresurus wagleri
    Günther, 1864
  • Bothrops Wagleri F. Müller, 1880
  • Lachesis wagleri Boulenger, 1896
  • Trimeresurus wagleri
    – Taylor, 1922
  • [Bothrops] philippensis
    Maslin, 1942
  • Tropidolaemus wagleri
    Hoge & Romano-Hoge, 1981
  • Tropidolaemus philippinensis
    David & Vogel, 1996
  • Trimeresurus philippinensis
    – David & Vogel, 1996
  • Tropidolaemus wagleri
    – David & Vogel, 1996[2]

Bandotan candi (Tropidolaemus wagleri) adalah sejenis ular pohon berbisa dari anak suku Crotalinae (bandotan berdekik). Ular ini juga dikenal dengan nama-nama lokal seperti ular punai (Jambi), Ular cintamanis (Batak), Ular kapak tokong, Dupong (Malay), dan sebagainya. Dalam bahasa inggris dikenal dengan nama Temple viper.[3] Ular ini terdapat di wilayah tropis Asia tenggara.[4]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Ilustrasi menurut Rooij

Bibir atasnya terdiri dari 8-10 sisik, yang pertama tidak bersatu dengan sisik nasal, yang kedua letaknya rendah sehingga terpisah dari lubang loreal oleh 2 sisik kecil, dan yang ketiga biasa ukurannya lebih besar. Sisik supraocular ukurannya kecil atau menonjol ke atas. Sisik subocular besar terpisah dari sisik bibir atas oleh 2-3 baris sisik. Sisik dorsal pada bagian tengah badannya terdiri dari 21-27 (jarang yang 19) baris, seluruhnya berlunas. Sisik-sisik ventral berjumlah 127-154. Sisik anal tunggal atau ganda. Sisik-sisik subcaudal berjumlah 45-56 dan terdiri dari 2 baris sisik.[5]

Warna tubuh pada ular yang dewasa: Kepala bagian atas berwarna hitam dengan corak tak beraturan berwarna hijau. Bibir, dagu dan lehernya berwarna kuning dan putih kehijau-hijauan, sisik-sisiknya dengan garis sutur berwarna hitam. Pada punggungnya yang hitam ada beberapa bintik-bintik hijau dengan pinggir hitam yang menyebar. Selain itu ada semacam pola belang-belang hijau di bagian punggungnya dan kuning di badannya. Bagian ventral biasanya berwarna putih kehijau-hijauan dengan corak kuning tak beraturan yang pinggirnya hitam dan kadangkala bertotol-totol hitam. Pada bagian ekornya berwarna hitam dan dengan bercak-bercak hijau.[5]

Warna tubuh pada ular yang masih muda: Kepalanya hijau dengan coreng sempit di sisi yang berwarna putih (di atas) dan merah (di bawah). Punggung dan badannya hijau dengan totol-totol yang teratur berwarna sebagian merah dan sebagian putih, yang kadangkala membentuk rangkaian belang-belang. Bagian ekor seluruhnya kemerah-merahan.[5]

Kebiasaan dan makanan[sunting | sunting sumber]

Ular ini umum ditemukan pada dataran rendah dan pegunungan hingga mencapai ketinggian 1000 m dpl. Akan tetapi kebanyakan berada di dataran rendah yang basah dekat perairan, seperti persawahan, tepi sungai, rawa-rawa dan hutan bakau. Aktifitas hariannya dilakukan secara arboreal baik pada malam hari juga di senja atau dini hari. Sementara pada ular yang muda lebih sering ditemukan di permukaan tanah. Perkembang-biakannya dengan cara beranak, betina akan mengeluarkan sekitar 15 ekor. Makanannya berupa binatang mamal kecil, burung, kadal dan katak. Seolah-olah ular ini sangat jinak, akan tetapi ternyata jenis ini termasuk yang mempunyai racun bisa dan dapat menyebabkan luka serius serta sakit sekali bagi manusia.[5]

Dupong.jpg

Penyebaran dan habitat[sunting | sunting sumber]

Tersebar di Burma (Myanmar) selatan, Thailand, Kamboja, Malaysia, Sumatra, Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, Kalimantan, Sulawesi, Buton, dan sebagian Filipina. Lokasi spesimen tipe adalah "Sumatra".[6]

Kerabat dekat[sunting | sunting sumber]

Jenis lain dari ular ini adalah Tropidolaemus huttoni yang terdapat di India dan Sri Lanka.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.iucnredlist.org/details/192174/0
  2. ^ McDiarmid RW, Campbell JA, Touré T. 1999. Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference, Volume 1. Herpetologists' League. 511 pp. ISBN 1-893777-00-6 (series). ISBN 1-893777-01-4 (volume).
  3. ^ "Tropidolaemus wagleri". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 25 May 2007. 
  4. ^ Gumprecht A, Tillack F, Orlov NL, Captain A, Ryabov S. 2004. Asian Pitvipers. 1st Edition. Berlin: GeitjeBooks. 368 pp. ISBN 3-937975-00-4.
  5. ^ a b c d LIPI: Bandotan Candi, Jenis ular yang diperdagangkan
  6. ^ Heirich Sihombing et. al. 2015
  7. ^ "Tropidolaemus huttoni". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 27 September 2006. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]