Kota Tanjungbalai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Tanjungbalai
Sumatra Nuvola single chevron right.svg Sumatra Utara
Gapura selamat datang di Kota Tanjungbalai
Gapura selamat datang di Kota Tanjungbalai
Logo Kota Tanjungbalai.jpg
Lambang
Julukan: 
Kota Kerang
Motto: 
"Balayar Satujuan Batambat Satangkahan"
Lokasi Sumatera Utara Kota Tanjungbalai.svg
Kota Tanjungbalai berlokasi di Sumatra
Kota Tanjungbalai
Kota Tanjungbalai
Kota Tanjungbalai berlokasi di Indonesia
Kota Tanjungbalai
Kota Tanjungbalai
Koordinat: 2°58′00″N 99°48′00″E / 2.9667°N 99.8°E / 2.9667; 99.8
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Pemerintahan
 • Wali KotaM. Syahrial, SH, MH
 • Wakil Wali KotaH.Waris Tholib, S.Ag., MM
Luas
 • Total60,52 km2 (23,37 sq mi)
Populasi
 • Total176.027 jiwa
 • Kepadatan2.909/km2 (7,530/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 86.30%
Kristen 8.3%
- Protestan 7.51%
- Katolik 0.79%
Budha 5.33%
Hindu 0,019%
Lainnya 0,018%[3]
 • BahasaBahasa Indonesia, Bahasa Melayu, Bahasa Batak, Bahasa Hokkien, Bahasa Jawa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon+62 623
Kode Kemendagri12.74 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan6
Jumlah kelurahan31
DAURp. 446.820.629.000,00-(2019)[4]
IPMIncrease 68,65 (2020)
( Sedang )[5]
Situs webwww.tanjungbalaikota.go.id
Tugu Bangsal Tanjungbalai
Jembatan angkat di atas sungai Silau dekat Tanjungbalai
Tanjungbalai pada tahun 1895

Kota Tanjungbalai (Jawi: كوتا تنجوڠ بلاي) adalah salah satu kota di provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Luas wilayahnya 60,52 km² dan penduduk berjumlah 175.233 jiwa tahun 2019.[1] Kota ini berada di tepi Sungai Asahan, sungai terpanjang di Sumatra Utara. Jarak tempuh dari Medan lebih kurang 186 KM atau sekitar 5 jam perjalanan kendaraan.

Sebelum Kota Tanjungbalai diperluas dari hanya 199 ha (2 km²) menjadi 60,52 km², kota ini pernah menjadi kota terpadat di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih kurang 40.000 orang dengan kepadatan penduduk lebih kurang 20.000 jiwa per km². Akhirnya Kota Tanjungbalai diperluas menjadi ± 60 Km² dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 Tahun 1987, tentang perubahan batas wilayah Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kota Tanjungbalai terletak di antara 2° 58' LU dan 99° 48' BT, dengan luas wilayah 60,52 km² (6.052 ha), dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Asahan. Sungai Silau mengalir ke sungai Asahan di wilayah timur laut kota.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

dengan batas-batas sebagai berikut:

Utara Kecamatan Tanjung Balai
Timur Kecamatan Sei Kepayang
Selatan Kecamatan Simpang Empat
Barat Kecamatan Simpang Empat

Kota Tanjungbalai terletak di antara 2º58' Lintang Utara dan 99º48' Bujur Timur. Posisi Kota Tanjungbalai berada di wilayah Pantai Timur Sumatra Utara pada ketinggian 0–3 m di atas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif datar. Kota Tanjungbalai secara administratif terdiri dari 6 Kecamatan, 31 Kelurahan. Luas wilayah Kota Tanjungbalai 6.052 Ha (60,52 km²)

No Kecamatan Kelurahan
1 Datuk Bandar Sijambi, Pahang, Sirantau, Pantai Johor, Gading
2 Datuk Bandar Timur Pulau Simardan, Bunga Tanjung, Semula Jadi, Selat Lancang, Selat Tanjung Medan
3 Tanjungbalai Selatan TB Kota I, TB Kota II, Perwira-Karya, Pantai Burung, Indra Sakti
4 Tanjungbalai Utara TB Kota III, TB Kota IV, Sejahtera, Kuala Silo Bestari, Matahalasan
5 Sei Tualang Raso Muara Sentosa, Sumber Sari, Pasar Baru, Keramat Kubah, Sei Raja
6 Teluknibung Perjuangan, Pematang Pasir, Kapias Pulau Buaya, Beting Kuala Kapias, Sei Merbau

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Foto udara Tanjungbalai pada tahun 1930-an
Pelabuhan Tanjungbalai pada masa Hindia Belanda
Kantor perusahaan Güntzel & Schumacher di jalan Heerenstraat di Tanjungbalai tahun 1917

Sejarah perkembangan kota ini sangat berkaitan dengan kehadiran Kesultanan Asahan, sekitar pertengahan abad ke-18, kemudian kerajaan ini dianeksasi oleh pemerintah Hindia Belanda, menjadi suatu gemeente berdasarkan Besluit Governeur General tanggal 27 Juni 1917 dengan Stbl. no. 284/1917, sebagai akibat dibukanya perkebunan-perkebunan di daerah Sumatra Timur, termasuk daerah Asahan, seperti H.A.P.M., SIPEF, London Sumatera ("Lonsum"), dan lain-lain. Kota Tanjungbalai menjadi kota pelabuhan dan pintu masuk ke daerah Asahan yang penting artinya bagi lalu-lintas perdagangan Hindia Belanda.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No Wali Kota[6] Awal jabatan Akhir jabatan Wakil Wali Kota Ket.
1
Edwarsyah Syamsura
1956
1958
2
Wan Wasmayuddin
1958
1960
3
Zainal Abidin
1960
1965
4
Syaiful Alamsyah
1965
1967
5
Mayor of Tanjungbalai Anwar Idris, Almanak Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Utara (1969), p959.jpg Anwar Idris
1967
1970
6
Patuan Naga Nasution
1970
1975
7
Bahrum Damanik
1975
1980
8
Ibrahim Gani
1980
1985
9
Marsyal Hutagalung
1985
1990
10
Bachta Nizar Lubis
1990
1995
11
Abdul Muis Dalimunthe
1995
2000
12
Sutrisno Hadi.png Sutrisno Hadi
2000
2005
Mulkan Sinaga
2005
2010
Thamrin Munthe
13
H Thamrin Munthedrs Wali kota T.jpg Thamrin Munthe
7 Februari 2011
17 Februari 2016
Rolel Harahap
14
Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.png M Syahrial
17 Februari 2016
26 Februari 2021
Ismail
26 Februari 2021 Petahana Waris Thalib


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Tanjungbalai dalam dua periode terakhir.[7][8]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo PKB.svg PKB 3 Steady 3
Logo Gerindra.svg Gerindra 3 2
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 3 Increase 4
GOLKAR logo.png Golkar 7 Increase 9
Partai NasDem.svg NasDem 1 0
Logo Partai Berkarya.svg Berkarya (baru) 1
PKS logo 2020.png PKS 0 Increase 2
PPP logo 2021.png PPP 3 2
Logo Hanura.svg Hanura 3 1
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 2 1
Jumlah Anggota 25 Steady 25
Jumlah Partai 8 Increase 9


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Tanjung Balai terdiri dari 6 kecamatan dan 31 kelurahan dengan luas wilayah mencapai 107,83 km² dan jumlah penduduk sekitar 169.033 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 1.568 jiwa/km².[9][10]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Tanjung Balai, adalah sebagai berikut:

Kemendagri Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Status Daftar
Kelurahan
12.74.05 Datuk Bandar 5 Kelurahan
12.74.06 Datuk Bandar Timur 5 Kelurahan
12.74.03 Sei Tualang Raso 5 Kelurahan
12.74.01 Tanjung Balai Selatan 6 Kelurahan
12.74.02 Tanjung Balai Utara 5 Kelurahan
12.74.04 Teluk Nibung 5 Kelurahan
TOTAL 31

Demografi[sunting | sunting sumber]

Tanjungbalai yang dalam sejarahnya menjadi kota perdagangan tidak diragukan lagi merupakan kota multietnis. Berbagai suku bangsa bercampur di sini: Melayu, Jawa, Batak, India dan Tionghoa adalah sebagian dari etnik yang bermukim di kota ini. Namun suku asli kota ini ialah Suku Melayu.

Hasil Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kota Tanjungbalai berjumlah 154.445 jiwa yang terdiri atas 77.933 jiwa pria dan 76.512 jiwa perempuan. Penduduk Kecamatan terbanyak berada di Kecamatan Teluknibung dengan jumlah penduduk 35.802 jiwa sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Tanjungbalai Utara Dengan jumlah penduduk 15.862 jiwa. Dan Berikut adalah tabel penduduk Kota Tanjungbalai Per Kecamatan Tahun 2020 :

Nomor Kecamatan Penduduk/Jiwa
1 Datuk Bandar 41.544
2 Datuk Bandar Timur 30.492
3 Tanjungbalai Selatan 19.277
4 Tanjungbalai Utara 16.173
5 Sei Tualang Raso 27.283
6 Teluknibung 41.258
Jumlah 176.027

Suku[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data BPS tahun 2020 menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Kota Tanjungbalai memeluk agama Islam sebanyak 84,86 persen. Selebihnya menganut agama Kristen Protestan, Buddha, Katolik, Hindu dan sebagian kecil menganut agama Konghucu.

Suku di Kota Tanjungbalai [11]
Suku Percent
Batak
  
42.56%
Jawa
  
17.06%
Melayu
  
15.41%
Tionghoa
  
7.50%
Minang
  
3.58%
Aceh
  
1.11%
Lainnya
  
12.78%

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data BPS tahun 2020 menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Kota Tanjungbalai memeluk agama Islam sebanyak 84,86 persen. Selebihnya menganut agama Kristen Protestan, Buddha, Katolik, Hindu dan sebagian kecil menganut agama Konghucu.

Agama di Kota Tanjungbalai [3]
Agama Percent
Islam
  
86.30%
Kristen Protestan
  
7.51%
Buddha
  
5.33%
Katolik
  
0.79%
Hindu
  
0.019%
Konghucu
  
0.004%

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Perbankan[sunting | sunting sumber]


Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata kuliner[sunting | sunting sumber]

Beberapa makanan khas kota Tanjungbalai diantaranya adalah kerang daguk (kerang batu), kerang bulu, ikan asin mayung, ikan teri Medan (Teri Putih), udang asin (udang pukul), belacan (Rm.Ratu), gulai asam, sayur daun ubi tumbuk, kamudi kapal, utak kotam, sombam ikan, anyang pakis, dan anyang Kepah, saksang (es ka es ge), BPK [12].

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

  • Setiap akhir tahun, diadakan Pesta Kerang guna memperingati Hari Ulang Tahun Kota Tanjungbalai.
  • Kota ini dijuluki "Kota Kerang". (hal ini dikarenakan dulu Kota Tanjungbalai pernah menghasilkan Kerang dalam jumlah yang besar, tetapi beberapa waktu belakangan ini produksi Kerang jauh menurun dikarenakan ekosistim yang tidak mendukung)
  • Kota ini memiliki jembatan terpanjang di Sumatra Utara yang melintasi Sungai Asahan.
  • Tanjungbalai pernah menerima Anugerah Adipura sebagai kota terbersih se-Indonesia pada tahun 2008, 2009,2012,dan 2013.
  • Penduduk Tanjungbalai menyukai jalan - jalan mengendarai motor mengelilingi jalan terkenal dikota (Jalan Teuku umar, imam bonjol, masjid, sudirman, aini, lapas) pada saat hari besar maupun malam kamis dan malam minggu.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kota Tanjung Balai Dalam Angka 2021". www.tanjungbalaikota.bps.go.id. Diakses tanggal 26 Februari 2021. 
  2. ^ "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 18 Maret 2021. 
  3. ^ a b "Kota Tanjungbalai Dalam Angka 2021" (pdf). www.tanjungbalaikota.bps.go.id. hlm. 115. Diakses tanggal 18 Maret 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2019" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. 2019. Diakses tanggal 20 Januari 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 20 Januari 2021. 
  6. ^ "Walikota Tanjungbalai dari Masa ke Masa". Website Resmi Pemerintah Kota Tanjungbalai. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungbalai. Diakses tanggal 17 Desember 2017. 
  7. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Tanjungbalai 2014-2019
  8. ^ "25 anggota DPRD Tanjungbalai 2019-2024". Diakses tanggal 27 11 2019. 
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  11. ^ "Agama, Adat, dan Budaya di Kota Tanjungbalai". www.tanjungbalaikota.go.id. Diakses tanggal 5 Juni 2020. 
  12. ^ "Melancong ke Tanjung Balai si Kota Kerang", Kompasiana

Pranala luar[sunting | sunting sumber]