Sungai Asahan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sungai Asahan
Sumber aliran Danau Toba
Mulut sungai Selat Malaka
Negara Indonesia
Panjang 147 Km
Daerah aliran sungai 3.741 km2
Mata air sungai Asahan di Porsea, Toba Samosir (1929)

Sungai Asahan adalah sebuah sungai sepanjang 147 Km di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba, melewati Porsea di Kabupaten Toba Samosir dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka, Kabupaten Asahan dekat Kota Tanjungbalai. Di bagian hilir sungai, kejadian banjir kerap kali terjadi karena meluapnya air sungai ini.[1]Sungai Asahan merupakan sungai terbaik ketiga di dunia untuk kegiatan arung jeram[2].

Daerah aliran sungai[sunting | sunting sumber]

Sungai ini merupakan sungai utama di daerah aliran sungai (DAS) Asahan. Luas DAS Asahan adalah sekitar 3.741 km2 meliputi Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai. Anak sungai terbesarnya meliputi:

  • Sungai Silau
  • Sungai Nantalu
  • Sungai Masihi
  • Sungai Tarum
  • Sungai Lauran
  • Sungai Baru

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Bendungan Sigura-gura

Di hilir, sungai ini sangat lebar sehingga bia dilalui oleh kapal. Oleh karena itu terdapat Pelabuhan Tanjung Balai, satu diantara pelabuhan yang memiliki jasa ferry sebagai jembatan penghubung Indonesia-Malaysia. Dibangun sejak pertengahan tahun 1950 an, pada tahun 1970 an pelabuhan tersebut hanya dapat digunakan sebagai pelabuhan bagi kapal kapal dagang yang transit. Namun di tahun 1980-an pelabuhan ini baru beroperasi dengan kapal fery. Setiap harinya aktivitas keberangkatan kapal fery di pelabuhan ini hanya satu kali keberangkatan dan satu kali kedatangan.[3].

Pembangkit listrik[sunting | sunting sumber]

Besarnya debit air Sungai Asahan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sehingga dibendung untuk menjadi Waduk Sigura-Gura. PLTA dari waduk ini dikelola oleh PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero). Saat ini PLTA Siguragura ini memiliki 4 turbin dimana masing-masing mampu menghasilkan daya listrik mencapai 71,5 Mega Watt (MW). Dengan demikian, PLTA ini memiliki kapasitas pembangkit sebesar 286 MW[4].

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Di bidang pariwisata, Sungai Asahan dimanfaatkan oleh pemerintah Sumatera Utara sebagai lokasi kegiatan arung jeram, dan telah menyelenggarakan kejuaraan arung jeram internasional hampir setiap tahunnya[5]. Terdapat beberapa wisata air terjun di aliran sungainya, diantaranya yang terkenal adalah Air Terjun Sigura-Gura dan Air Terjun Ponot yang dianggap sebagai air terjun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian lebih dari 200 meter[6].

Perikanan[sunting | sunting sumber]

Penduduk di sepanjang Sungai Asahan memanfaatkan untuk sumberdaya perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa terdapat 22 spesies ikan yang hidup di sungai Asahan. Termasuk dan ikan endemik yaitu Ikan Batak. Jenis ikan kerap ditemui terutama oleh nelayan ada 14 spesies diantaranya Ikan mujahir, ikan kepala timah, ikan seribu, ikan gurami, ikan sepat, ikan gabus, ikan nila, dan ikan mas[7].

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]