Kota Sibolga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Sibolga

ᯂᯬᯗ ᯘᯪᯅᯬᯞ᯲ᯎ
Kota di Sumatra Utara, Indonesia
Lambang Kota Sibolga
Lambang
Julukan: 
("Kota Berbilang Kaum")

Semboyan: Sibolga Nauli
Lokasi Sumatera Utara Kota Sibolga.svg
Kota Sibolga is located in Sumatra
Kota Sibolga
Kota Sibolga
Kota Sibolga is located in Indonesia
Kota Sibolga
Kota Sibolga
Koordinat: 1°44′33″N 98°46′45″E / 1.7425°N 98.7792°E / 1.7425; 98.7792
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Pemerintahan
 • Wali kotaH. Jamaluddin Pohan
 • Wakil WalikotaPantas Maruba Lumbantobing
Luas
 • Total10,77 km2 (4,16 sq mi)
Populasi
 • Total89.584 jiwa
 • Kepadatan8.318/km2 (21,540/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 57,35%
Kristen 39,67%
- Protestan 34,58%
- Katolik 5,09%
Buddha 2,94%
Konghucu 0,02%
Parmalim 0,01%[2]
 • BahasaBahasa Indonesia, Bahasa Siboga, Bahasa Batak, Bahasa Minangkabau, dan Bahasa Nias
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon+62 631
Kode Kemendagri12.73 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan4 kecamatan
Jumlah kelurahan17 kelurahan
DAURp 429.362.930.000,- (2020)[3]
IPMKenaikan 73,63 (2020)
Tinggi[4]
Bandar udaraDr. Ferdinand Lumban Tobing
PelabuhanPelabuhan Sibolga
Situs webwww.sibolgakota.go.id

Kota Sibolga adalah salah satu kotamadya di provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Kota ini terletak di pantai barat pulau Sumatra, membujur sepanjang pantai dari Utara ke Selatan dan berada pada kawasan Teluk Tapian Nauli. Jaraknya sekitar 350 km dari kota Medan, atau sekitar 8 jam perjalanan. Kota Sibolga hanya memiliki luas 10,77 km² dan berdasarkan data Badan Pusat Statistik kota Sibolga 2021, kota ini memiliki penduduk sebanyak 89.584 jiwa (2020), dengan kepadatan penduduk 8.318 jiwa/ km².[1]

Pada masa Hindia Belanda, kota ini merupakan ibu kota dari Karesidenan Tapanuli. Setelah masa kemerdekaan hingga tahun 1998, Sibolga menjadi kotamadya Sibolga.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Topografi[sunting | sunting sumber]

Gambar Benteng Tapanuli di Pulau Poncan Ketek tertanggal 1878

Kota Sibolga dipengaruhi oleh letaknya yaitu berada pada daratan pantai, lereng, dan pegunungan. Terletak pada ketinggian berkisar antara 0-150 meter dpl, dengan kemiringan lahan kawasan kota ini bervariasi antara 0-2 % sampai lebih dari 40 %.

Kemiringan Luas (km²) Persentase (%) Keterangan
Datar, kemiringan 0-2 % 3.12 29.10 daratan 2.17 km² dan kepulauan 0.95 km²
Bergelombang lereng 2-15 % 0.91 8.49 daratan 0.73 km² dan kepulauan 0.18 km²
Curam, lereng 15-40 % 0.31 28.9 daratan 0.10 km² dan kepulauan 0.21 km²
Terjal, lereng lebih dari 40 % 6.31 59.51 daratan 5.90 km² dan kepulauan 0.53 km²
Total 10.77 100

Iklim[sunting | sunting sumber]

Iklim kota Sibolga termasuk cukup panas dengan suhu maksimum mencapai 32 °C dan minimum 21.6 °C. Sementara curah hujan di Sibolga cenderung tidak teratur di sepanjang tahunnya. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan November dengan jumlah 798 mm, sedang hujan terbanyak terjadi pada Desember yakni 26 hari. Pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan kota Sibolga adalah Pulau Poncan Gadang, Pulau Poncan Ketek, Pulau Sarudik dan Pulau Panjang.

Batas-batas wilayahnya: timur, selatan, utara pada Kabupaten Tapanuli Tengah, dan barat dengan Samudera Hindia. Sementara sungai-sungai yang mengalir di kota tersebut adalah Aek Doras, Sihopo-hopo, Aek Muara Baiyon, dan Aek Horsik.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No Gambar Nama Awal jabatan Akhir jabatan Ket. Wakil Wali Kota
1
Mayor of Sibolga AM Jalaludin.jpg A.M. Jalaludin
13 November 1946
10 Desember 1947
2
Mayor of Sibolga M Sori Muda.jpg M. Sori Muda
11 Desember 1947
11 Agustus 1952
3
Mayor of Sibolga Ibnu Sa'dan.jpg Ibnu Sa'dan
12 Agustus 1952
10 Februari 1954
4
Mayor of Sibolga Raja Djundjungan Lubis.jpg Raja Djundjungan Lubis
11 Februari 1954
31 Desember 1957
5
Mayor of Sibolga DE Sutan Bungaran.jpg D.E. Sutan Bungaran
1 Januari 1958
14 Oktober 1959
6
Mayor of Sibolga A Murad Tanjung.jpg A. Murad Tanjung
15 Oktober 1959
4 Maret 1965
7
Syariful Alamsyah Pasaribu
5 Maret 1965
24 November 1965
8
Mayor of Sibolga Firman Simanjuntak.jpg Firman Simanjuntak
25 November 1965
19 Juni 1974
9
Mayor of Sibolga Pandapotan Nasution.jpg Pandapotan Nasution
20 Juni 1974
19 Juni 1979
10
Mayor of Sibolga Khairuddin Lubis.jpg Khairuddin Lubis
20 Juni 1979
19 Juni 1984
11
Mayor of Sibolga Baharuddin Lubis.jpg Baharuddin Lubis
20 Juni 1984
19 Juni 1989
12
Mayor of Sibolga ALI AMRAN LUBIS.jpg Ali Amran Lubis
19 Juni 1989
18 Juni 1994
13
Mayor of Sibolga Zainuddin Siregar.jpg Zainuddin Siregar
19 Juni 1994
19 Juni 1999
Asal M Situmorang
19 Juni 1999
28 Maret 2000
14
Mayor of Sibolga Sahat P Panggabean.jpg Sahat P Panggabean
28 Maret 2000
28 Maret 2005
Agus Salim Harahap
Ad Interim Mayor of Sibolga Edward Simanjuntak.jpg Edward Simanjuntak
28 Maret 2005
26 Agustus 2005
(14)
Mayor of Sibolga Sahat P Panggabean.jpg Sahat P Panggabean
26 Agustus 2005
26 Agustus 2010
Afifi Lubis
15
Mayor of Sibolga Syarfi Hutauruk.jpg Syarfi Hutauruk
26 Agustus 2010
26 Agustus 2015
Marudut Sitomorang
Berkas:Aspan-Sofian-Batubara.jpg Aspan Sofian Batubara
26 Agustus 2015
17 Februari 2016
(15)
Mayor of Sibolga Syarfi Hutauruk.jpg Syarfi Hutauruk
17 Februari 2016
26 Februari 2021
Edi Polo Sitanggang
(16)
Walikota Sibolga periode 2021-2024 Jamaluddin Pohan.jpg
Jamaluddin Pohan
26 Februari 2021
Petahana
Pantas Maruba Lumbantobing


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Sibolga dalam dua periode terakhir.[5][6]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 1 Penurunan 0
  Gerindra 1 Kenaikan 2
  PDI-P 2 Steady 2
  Golkar 3 Steady 3
  NasDem 2 Kenaikan 5
  PKS 1 Steady 1
  Perindo (baru) 3
  PAN 1 Penurunan 0
  Hanura 1 Penurunan 0
  Demokrat 4 Penurunan 2
  PBB 2 Steady 2
  PKPI 2 Penurunan 0
Jumlah Anggota 20 Steady 20
Jumlah Partai 11 Penurunan 8


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Sibolga terdiri dari 4 kecamatan dan 17 kelurahan dengan luas wilayah mencapai 10,77 km² dan jumlah penduduk sekitar 89.584 jiwa (2020) dengan kepadatan penduduk 8.318 jiwa/km².[7][8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Sibolga, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
12.73.02 Sibolga Kota 4
12.73.04 Sibolga Sambas 4
12.73.03 Sibolga Selatan 4
12.73.01 Sibolga Utara 5
TOTAL 17

Semboyan dan Mars[sunting | sunting sumber]

"Negeri Berbilang Kaum" merupakan semboyan keberagaman di kota ini. Mengingat berbagai suku bangsa yang mendiami Sibolga, seperti Batak, Minang, Nias, Tionghoa, Jawa, dan lainnya, maka semboyan sebagai negeri bagi berbilang kaum mengakar dalam kehidupan bersama. Di beberapa sudut kota, tiga kata tersebut dengan mudah dapat ditemukan.

Mars Sibolga[sunting | sunting sumber]

"Hidup rukun damai sentosa, Bersatu padu membangun negara, Bersama masyarakat Sibolga, Dari berbagai suku dan agama, Berbilang kaumlah semboyannya, Kota perekat Sumatra Utara, Dengan lambangnya saiyo sakato, Maju dan jayalah kota Sibolga, Mari melangkah bergandengan tangan, Bahu-membahu jalin persatuan, Kebersamaan hidup berdampingan, Berjayalah.. Rahmat Tuhan Maha Esa didambakan, Raih tingkatkanlah kesejahteraan, Dipimpin wali kota yang bijaksana, Sibolga nauli makmur sejahtera."

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kota Sibolga dari Tor Simarbarimbing

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010 (SP2010), jumlah penduduk Kota Sibolga sementara adalah 84.481 orang, yang terdiri atas 42.408 laki-laki dan 42.073 perempuan. Dari hasil SP2010 tersebut Kecamatan Sibolga Selatan merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu 30.082 orang, sedangkan kecamatan yang jumlah penduduknya terkecil adalah Kecamatan Sibolga Kota yaitu 14.304 orang.

Dengan luas wilayah Kota Sibolga sekitar 10,77 km² serta didiami oleh 89.584 orang (2020), maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kota Sibolga adalah sebanyak 8.318 orang per km². Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Sibolga Sambas yakni sebanyak 12.537 orang per km², sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Sibolga Kota yakni 5.558 orang per km².

Penduduk Kota Sibolga 2020[1]
Kecamatan Luas Populasi
2020
Sibolga Kota 2,73 km² 15.172
Sibolga Sambas 1,57 km² 19.683
Sibolga Selatan 3,14 km² 33.346
Sibolga Utara 3,33 km² 21.383
Kota Sibolga 10,77 km² 89.584

Suku[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Sibolga terdiri dari bermacam-macam etnis, antara lain Batak Toba, Pesisir, Batak Mandailing, Batak Karo, Nias, Minang dan Jawa. Dalam kesehariannya, bahasa yang dipergunakan adalah Bahasa Pesisir (bahaso Baiko) yang mirip dengan bahasa Minangkabau.[10]

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan agama yang dianut, Penduduk Kota Sibolga cukup beragam. Agama Islam mayoritas dipeluk warga sibolga, namun agama Kristen juga banyak dianut oleh penduduk. Dengan demikian, keharmonisan dalam beragama di Sibolga sangat terjaga dengan baik. Semua warga saling hidup berdampingan meskipun berbeda keyakinan. Berikut jumlah atau persentase penduduk Kota Sibolga berdasarkan agama tahun 2015:

Templat:Bar persent
Agama di Kota Sibolga[2]
Agama Persen
Islam
  
57.36%
Kristen Protestan
  
34.58%
Katolik
  
5.09%
Buddha
  
2.94%
Konghucu
  
0.02%
  • Islam: dipeluk oleh suku Pesisir, Melayu, Batak Mandailing, Batak Angkola, sebagian Batak Toba, Batak Pakpak dan Batak Karo atau Simalungun
  • Protestan: dipeluk oleh suku Batak Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, Nias, Sebagian Batak Angkola, dan Tionghoa
  • Katolik: sebagian dipeluk oleh suku Batak Toba, Karo, Simalungun dan Nias
  • Buddha: dipeluk oleh sebagian suku peranakan Tionghoa
  • Konghuchu: dipeluk oleh sebagian suku peranakan Tionghoa
  • Parmalim: dipeluk oleh sebagian suku Batak Toba dan Simalungun

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Potensi utama perekonomian bersumber dari perikanan, pariwisata, jasa, perdagangan dan industri maritim. Hasil utama perikanan, antara lain, kerapu, tuna, kakap, kembung, bambangan, layang, sardines, lencam dan teri.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Sibolga pada tahun 1910-an
Air terjun Pulau Mursala, salah satu tempat pemutaran film King Kong tahun 2005 oleh Peter Jackson

Untuk perhubungan darat, Sibolga telah terhubung dengan kota-kota lain di Sumatra Utara, yakni dengan Padang Sidempuan, Pakkat, dan Tarutung. Berbagai moda transportasi publik sudah tersedia dan biasanya berangkat pada pagi atau malam hari. Waktu tempuh sekitar delapan jam perjalanan. Melalui jalur udara, Sibolga juga dapat diakses melalui Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing yang berada di Tapanuli Tengah, yang melayani rute dari/ke Medan dan Jakarta. Pesawat yang digunakan masih berukuran kecil meski jadwal penerbangan sudah mulai tertata rapi. Pelabuhan laut Sibolga, merupakan tempat penyeberangan menuju Pulau Nias dan kota-kota pesisir barat Sumatra lainnya. Di pelabuhan ini juga berlabuh KM Lambelu dan KM Umsini, yang melayani rute Sibolga-Gunung Sitoli-Padang.

Media Massa & Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Stasiun televisi (laman sedang dibuat)[sunting | sunting sumber]

Kanal Signal Frekuensi Nama Nama Perusahaan Pemilik Status
Analog (PAL)

Tokoh Terkenal[sunting | sunting sumber]

Berikut tokoh-tokoh yang lahir dan berasal dari kota Sibolga:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Kota Sibolga Dalam Angka 2021" (pdf). www.sibolgakota.bps.go.id. hlm. 6, 55. Diakses tanggal 15 April 2021. 
  2. ^ a b "Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Agama yang Dianut di Kota Sibolga 2015". www.sibolgakota.bps.go.id. Diakses tanggal 10 Juli 2020. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2021). Diakses tanggal 15 April 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 15 April 2021. 
  5. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Sibolga 2014-2019
  6. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Sibolga 2019-2024
  7. ^ "Kota Sibolga Dalam Angka 2021" (pdf). www.sibolgakota.bps.go.id. hlm. 6, 55. Diakses tanggal 15 April 2021. 
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  10. ^ Setiana Simorangkir, Struktur bahasa Pesisir Sibolga, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1986

Pranala luar[sunting | sunting sumber]