Daftar musibah dan bencana di Kepulauan Riau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Berikut ini merupakan Daftar musibah dan bencana yang terjadi di Kepulauan Riau, Indonesia. Musibah dan bencana ini meliputi bencana alam, kerusuhan, kecelakaan, tindakan terorisme, dan lain-lain.

Halaman ini hanya memuat musibah dan bencana yang berskala mayor, dan tidak memuat daftar kecelakaan domestik (lalu lintas, rumah tangga, dll).

2015[sunting | sunting sumber]

Tanah longsor terjadi di daerah rawan longsor dekat Jalan Berdikari menuju Kantor Camat Bintan Utara. Kejadian ini sangat berbahaya karena lokasi longsor sudah dekat dengan badan jalan aspal. Diperkirakan, jarak badan aspal dengan tanah longsor itu berkisar 2 meter. Sementara, kedalaman tanah longsor itu melebihi 9 meter.

Longsornya tanah hingga ke jalan aspal disebabkan karena hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Tanjungpinang lebih kurang 1 jam lebih. Tidak ada korban dalam kejadian longsor tersebut. Namun, akses jalan menuju Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau nyaris terputus. Hujan yang mengguyur juga menyebabkan banjir di lokasi yang dimaksud.

Kebakaran hebat melanda sebuah gudang di Jalan D.I. Pandjaitan, Batu 7, sekitar pukul 19.30 WIB. Gudang yang diketahui bermerek Sunly itu nyaris habis dilalap api. Kebakaran menimbulkan api yang cukup besar melalap gudang yang memiliki 4 pintu itu. Besarnya api membuat petugas juga tidak mengetahui apa isi gudang tersebut. Tampak 7 unit mobil pemadam kebakaran datang berusaha menjinakkan api yang sudah telanjur melalap semua gudang dan isinya.

Pesawat milik TNI AU jatuh di kawasan jalan raya Jamin Ginting di Medan, dua menit setelah lepas landas dari Lanud Suwondo Medan. Pesawat menabrak sejumlah ruko, spa, hotel, terbakar, dan dalam kondisi terbalik. Pesawat dijadwalkan berangkat menuju Tanjungpinang, Natuna, dan Pontianak. Pesawat ini berangkat dari Malang lalu transit ke Jakarta, Pekanbaru, dan Dumai. Pesawat juga dijadwalkan singgah di Yogyakarta sebelum perjalanan kembali ke Malang. Beberapa orang yang hendak mudik ke Tanjungpinang dan mahasiswa dari Natuna termasuk dalam daftar korban insiden ini.

2014[sunting | sunting sumber]

Kebakaran rumah di Gang Waru, Tanjung Unggat menyebabkan 3 rumah warga ludes terbakar.

Angin puting beliung memporak-porandakan beberapa rumah warga yang berada di daerah Kampung Baru, Madong Darat, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Bencana angin puting beliung terjadi pada hari Selasa siang, sekitar pukul 13.30 WIB, yang merusak 6 rumah warga yang berada di daerah tersebut. Kerusakan berupa atap rumah yang lepas, serta warung dan kandang ayam yang rusak.

Puting beliung menyebabkan 4 atap rumah warga ikut tersapu dan lampu jalan di Jembatan Barelang I roboh.

Puting beliung menyapu hampir seluruh Kota Batam termasuk beberapa tenda-tenda di astaka Musabaqah Tilawatil Quran Nasional XXV. Puluhan rumah warga rusak ringan hingga berat di wilayah Tanjungbuntung, Batu Merah, Batu Ampar, Tanjunguma, Lubuk Baja, dan Bulang Lintang di Kecamatan Galang. Di Seraya Atas, baliho di pinggir jalan dan satu pohon tumbang hingga menimpa rumah warga. Di New Giant, satu pohon tumbang dan menghalangi sebagian jalan serta menimpa kabel listrik. Di daerah Bengkong, satu pohon tumbang hingga menutupi jalan dari arah Top 100 Bengkong menuju Shopping Center Bengkong.

Puting beliung menerjang 4 rumah warga di Tanjungbalai Kota hingga rusak berat usai peringatan detik-detik proklamasi. Di Bukit Senang, pohon-pohon tumbang dan Gedung Rumpun Melayu Bersatu mengalami kerusakan. Bagian bangunan Pasar Sri Karimun yang berada di pinggir laut juga mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

Terjadi bentrokan antara Batalion Infanteri 134 Tuah Sakti dengan Satuan Brimob Kepolisian Daerah Kepulauan Riau yang berujung baku tembak. Bentrokan ini menyebabkan 1 barak Brimob dan 7 motor milik anggota Brimob terbakar juga 1 orang tewas.

Dua unit rumah warga hangus terbakar di Rawasari, Tanjungpinang akibat korsleting listrik.

Tanah longsor akibat hujan deras di Gunung Ceruk menimpa kebun cengkih warga di kaki gunung dan menyebabkan banjir di Desa Ceruk hingga 5 rumah warga rusak parah.

Tanah longsor di Jelutung, Karimun disebabkan oleh gorong-gorong yang awalnya longsor karena kondisinya yang sudah rusak. Tanah longsor ini menyebabkan lantai Rumah Makan Virgo retak dan tiang listrik nyaris tumbang karena sudah bergeser sekitar 2 meter dari tempat semula.

Satu rumah semi permanen di Bukit Cening ludes terbakar disebabkan oleh korsleting listrik

2013[sunting | sunting sumber]

Kebakaran ini menyebabkan 10 rumah kontrakan ludes terbakar

Puting beliung yang diduga terjadi selama 10 menit ini menyebabkan 3 rumah di Kampung Baru, Desa Sebong Lagoi rusak parah. Kerusakan lain juga adapat dilihat dari pohon yang tumbang bahkan tercabut dari akarnya.

Kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik. Kebakaran ini menyebabkan ratusan lapak di Pasar Ikan, beberapa ruko, dan kios warga ludes terbakar. Warga yang kebanyakan etnis Tionghoa menyelamatkan diri dengan angkutan laut contohnya pompong dan sampan. Beberapa korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Bahkan, beberapa warga terlindas mobil Pemadam kebakaran saat mundur dari tempat kejadian.

MV Batam Jet-2 dari Tanjungbalai Karimun tujuan Batam bertabrakan dengan MV Miko Natalia dari Batam tujuan Tanjungbalai Karimun di tengah laut saat sedang cuaca buruk. Tabrakan ini menyebabkan kapal rusak berat dan 2 orang luka parah.

2012[sunting | sunting sumber]

Puting beliung yang melanda wilayah Penyengat, Teluk Keriting, Senggarang, dan Kampung Bugis ini membuat 11 rumah warga rusak, 3 di antaranya rusak berat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu korban mengalami luka sobek pada bagian kepala.

Beberapa rumah di daerah Tepi Laut, pulau Penyengat, Kampung Datuk, Kampung Bugis, Madung, Tanjung Lanjut, Sei Nyirih dan di depan Gedung Aisyah Sulaiman rusak berat. Lokasi paling banyak korban rumah rusak berat adalah di Madung dengan 25 rumah dan di Sei Nyirih dengan 14 rumah.

Kapal berbendera Australia ini memiliki tujuan dari Pelabuhan Merak menuju Singapura via Batam. Saat sedang bersandar, rantai kapal putus karena cuaca buruk sehingga kapal terbawa arus hingga menabrak jembatan. Satu blok jembatan terangkat dan miring sekitar satu meter dari bantalan, sementara pada sisi yang lain bergeser hingga lebih dari satu meter bahkan hingga 45 meter. Jembatan mengalami kerusakan berat sehingga untuk sementara tidak bisa digunakan sambil menunggu proses perbaikan.

Kecelakaan pesawat disebabkan cuaca buruk dan kesalahan teknis. Kecelakaan ini menyebabkan pesawat tergelincir ke luar landasan hingga ban pesawat pecah. Tidak ada korban tewas dalam kecelakaan ini.

2011[sunting | sunting sumber]

Kapal ikan kayu ini terbakar saat sandar di perairan Kolong Bandar, Pelantar KUD Tanjungpinang. Kerugian diperkirakan mencapai Rp450 juta.

Puting beliung menyebabkan puluhan unit rumah di Pian Pasir, Desa Mubur, Palmatak mengalami kerusakan. Dua unit rumah mengalami kerusakan berat dan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

2010[sunting | sunting sumber]

Kapal yang membawa rombongan ibu-ibu PKK Kabupaten Kepulauan Anambas tujuan Tarempa ini tenggelam karena korsleting di bagian mesin. Kapal ini mengangkut 25 orang dengan 22 orang ditemukan selamat dengan perawatan di rumah sakit, 1 orang meninggal dunia, dan 2 orang hilang. Satu orang yang meninggal dunia tersebut adalah istri dari mantan bupati Kabupaten Kepulauan Anambas.

2009[sunting | sunting sumber]

KM Dumai Express 10 tujuan Batam-Dumai tenggelam akibat cuaca buruk. Kejadian ini menyebabkan 28 orang meninggal dunia, 12 orang hilang, dan korban rawat inap sebanyak 12 orang di RSUD Tanjung Balai Karimun dan 2 orang di Puskesmas Balai.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranara luar[sunting | sunting sumber]