Kota Dumai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Dumai)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Dumai

Kota Pelabuhan
Kota Bertuah
Tanah Bertuah
Kota di Riau, Indonesia
Lambang Kota Dumai.png
Lambang
Julukan: 
Kota Pelabuhan
Motto: 
Bersama Membangun Dumai Menuju Kota Idaman (Indah, Damai, Bermartabat, Terdepan)
Lokasi Riau Kota Dumai.svg
Kota Dumai is located in Sumatra
Kota Dumai
Kota Dumai
Kota Dumai is located in Indonesia
Kota Dumai
Kota Dumai
Koordinat: 1°40′00″N 101°27′00″E / 1.6667°N 101.45°E / 1.6667; 101.45
Negara Indonesia
ProvinsiRiau
Tanggal peresmian20 April 1999
Dasar hukumUU Nomor 16 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kotamadya DATI II Dumai
Pemerintahan
 • Wali KotaPaisal
 •  Wakil Wali KotaLowong
 • Sekretaris DaerahIndra Gunawan
 • Ketua DPRDAgus Purwanto
Luas
 • Total1.727,38 km2 (666,95 sq mi)
Peringkat luas wilayah2
Populasi
 • Total316.782 jiwa
 • Peringkat50
 • Kepadatan179/km2 (460/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 84,89%
Kristen 11,78%
- Protestan 10,92%
- Katolik 0,86%
Buddha 3,11%
Konghucu 0,20%
Hindu 0,01%
Kepercayaan 0,01%[2]
 • BahasaMelayu, Minangkabau, Batak, Tionghoa, Jawa, Bugis
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode pos
Kode telepon+62 765
Kode Kemendagri14.72 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan7 kecamatan
Jumlah kelurahan33 kelurahan
DAURp 485.272.966.000,- (2020)[3]
IPMKenaikan 74,75 (2021)
tinggi[4]
Bandar udaraBandara Pinang Kampai
PelabuhanPelabuhan Kota Dumai
Fauna resmiHarimau Sumatra
Situs webwww.dumaikota.go.id

Kota Dumai adalah sebuah kota di Provinsi Riau, Indonesia, sekitar 201 km dari Kota Pekanbaru.[5] Kota Dumai adalah kota dengan wilayah administrasi terluas kedua di Indonesia berdasarkan statusnya sebagai kotamadya, setelah Kota Palangka Raya. Kota ini berawal dari sebuah dusun kecil di pesisir timur Provinsi Riau.

Kota Dumai merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Diresmikan sebagai kota pada 20 April 1999, dengan UU No. 16 tahun 1999 tanggal 20 April 1999 setelah sebelumnya sempat menjadi kota administratif (kotif) di dalam Kabupaten Bengkalis. Pada awal pembentukannya, Kota Dumai hanya terdiri atas 3 kecamatan, 13 kelurahan dan 9 desa dengan jumlah penduduk hanya 15.699 jiwa dengan tingkat kepadatan 83,85 jiwa/km2.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Rata-rata ketinggian adalah 3 meter di atas muka laut. Wilayah Kota Dumai beriklim tropis dengan curah hujan antara 100–300 cm dan suhu udara 24-30 °C dengan kondisi tanah rawa bergambut.[butuh rujukan]

Dumai sebagian terdiri dari dataran rendah di bagian utara dan di sebelah selatan sebagian adalah dataran tinggi. Kondisi tanahnya mayoritas berupa tanah rawa yang bergambut dengan kedalaman antara 0-0,5 m. Struktur tanah umumnya terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan endapan, alluvial dan tanah organosol dan gley humus dalam bentuk rawa-rawa atau tanah basah. Terdapat 15 sungai di wilayah Dumai. Sungai-sungai tersebut dapat dilayari kapal pompong, sampan dan perahu sampai jauh ke hulu sungai.[butuh rujukan]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis
Timur Bandar Laksamana, Bengkalis
Selatan Bathin Solapan, Bengkalis dan Bandar Laksamana, Bengkalis
Barat Bangko, Rokan Hilir dan Tanah Putih, Rokan Hilir

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

Daftar Wakil Wali Kota Dumai[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Dumai dalam dua periode terakhir.[6][7]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 1 Penurunan 0
  Gerindra 4 Penurunan 3
  PDI-P 5 Penurunan 4
  Golkar 3 Steady 3
  NasDem 3 Kenaikan 4
  PKS 3 Kenaikan 4
  PPP 2 Kenaikan 3
  PAN 4 Penurunan 3
  Hanura 1 Steady 1
  Demokrat 2 Kenaikan 5
  PBB 1 Penurunan 0
  PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 30 Steady 30
Jumlah Partai 12 Penurunan 9


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Dumai memiliki 7 kecamatan dan 36 kelurahan. Luas wilayahnya mencapai 1.623,38 km² dan jumlah penduduk 280.174 jiwa (2017) dengan sebaran 172 jiwa/km².[8][9][10]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Dumai, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Status Daftar
Kelurahan
14.72.03 Bukit Kapur 5 Kelurahan
14.72.01 Dumai Barat 4 Kelurahan
14.72.06 Dumai Kota 5 Kelurahan
14.72.07 Dumai Selatan 5 Kelurahan
14.72.02 Dumai Timur 5 Kelurahan
14.72.05 Medang Kampai 4 Kelurahan
14.72.04 Sungai Sembilan 5 Kelurahan
TOTAL 36


Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kota Dumai Tahun 2010, berjumlah 253.803 jiwa yang terdiri atas 131.465 jiwa laki-laki dan 305.338 jiwa perempuan. Dengan Kepadatan Penduduk 178.00 jiwa/km² dengan laju pertumbuhan penduduk berkisar 3,51 persen/tahun.

No. Tahun Populasi
1 2000 [11] 173.188 jiwa
2 2008[12] 236.778 jiwa
3 2010[13] 253.803 jiwa
4 2012[14] 277.995 jiwa
5 2020[1] 316.782 jiwa

Menurut data tahun 2020, jumlah penduduk Kota Dumai yang terdiri dari berbagai suku bangsa seperti Melayu, Batak, Minang sebagai warga mayoritas, lalu suku Jawa, Tionghoa, dan Bugis adalah sebanyak 286.000 jiwa dengan kepadatan rata-rata 156 jiwa/km² dan laju pertumbuhan sebesar 3,7% per tahun. Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk penduduknya.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Untuk ukuran sebuah kota, di Kota Dumai sekolah sebagai sarana pendidikan pembelajaran sangat lengkap. Mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak atau Raudatul Athfal hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan atau Madrasah Aliyah. Baik itu yang merupakan sekolah negeri juga beberapa yang dikelola oleh yayasan swasta viz. prayoga seperti sekolah dasar dan menengah Santo Tarcisius. Beberapa sekolah milik Pertamina mulai dari SD, SMP dan SMA YKPP merupakan salah satu sekolah swasta favorite di kota Dumai. Dan semua sekolah di Dumai sudah menerapkan sistem standar nasional. Sehingga sekolah yang ada di dumai sangat berkualitas dan memiliki mutu yang tinggi.[butuh rujukan]

Tidak sebatas sekolah menengah, beberapa perguruan tinggi juga sudah berdiri sejak Dumai masih berstatus kota administratif. Dan seiring pembangunan yang sangat pesat, beberapa sekolah tinggi tersebut telah meningkatkan kualitasnya, dan mampu bersaing dengan sekolah tinggi yang berasal dari daerah lain yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning, Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer Dumai, Akademi Manajemen Ilmu Komputer Dumai, Sekolah Tinggi Teknologi Dumai, Akademi Keperawatan Sri Bunga Tanjung, Akademi Kebidanan Hang Jebat dan Akademi Akuntansi Riau.[butuh rujukan]


Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pusat perdagangan Dumai

Indikator ekonomi makro berupa Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Kota Dumai yang terus meningkat tiap tahunnya sejak tahun 2000-2005 merupakan gambaran keberhasilan pembangunan perekonomian di Kota Dumai. Untuk mendukung peningkatan PDRB tersebut maka titik berat pembangunan ekonomi Kota Dumai adalah dengan mempertahankan dominasi pembangunan pada sektor industri, penjualan, pembangunan angkutan serta bangunan disamping memperhatikan sektor pertanian sebagai penghasil bahan baku industri. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat juga telah memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat di Kota Dumai sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.[butuh rujukan]

Kendala yang dihadapi selain masalah modal adalah Status lahannya masih disebut-sebut ex-HPH. Empat kecamatan di Kota Dumai yaitu Kecamatan Sungai Sembilan, Medang Kampai, Bukit kapur dan Dumai Barat merupakan wilayah yang memiliki sumber daya lahan yang potensial untuk pengembangan agrobisnis dan agroindustri dengan rekayasa teknologi tepat guna byocyclo farming seperti padi, palawija, sayuran Sumatra, pisang, nenas, durian, mangga, rambutan, sawit, aneka ternak (sapi, kambing, itik dan ayam) serta budidaya tambak ikan air tawar (patin, ikan mas, gurami serta ikan hias).yang lebih banyak yang di hasilkan dari kecamatan sungai sembilan untuk ke depan adalah sawit, pisang, dan palawija. Saat ini daerah kecamatan sungai sembilan khususnya kelurahan basilam baru sangat kekurangan sarana infra struktur untuk pembangunan jalan. Terutama pembangunan jalan utama simpang kaplingan hingga Pangkalan durian.[butuh rujukan]

Kelautan[sunting | sunting sumber]

Kota Dumai yang berada di tepi pantai timur Pulau Sumatra melakukan pengembangan secara terpadu kawasan pesisir pantainya sebagai kawasan tangkap dan budidaya keramba komoditas unggulan ekspor ikan hidup seperti kerapu, kakap putih, kepiting rajungan dan bawal melalui pemulihan fungsi hutan mangrove. Kota Dumai juga memiliki pelabuhan yang bisa dijadikan sebagai portal untuk menuju negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.[butuh rujukan]

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Kawasan Dumai sangat strategis untuk dijadikan kawasan pengembangan perdagangan internasional, karena Dumai berada di kawasan lintas perdagangan internasional Selat Melaka. Sejak beberapa tahun Kotamadya Dumai telah mengajukan usulan sebagai kawasan perdagangan bebas/Free Trade Zone. Pemerintah RI sedang menyempurnakan produk hukum yang disebut UU kawasan FTZ.[butuh rujukan]

Industri[sunting | sunting sumber]

Dumai, juga dikenal sebagai kota minyak. Tiga industri yang turut serta memajukan Dumai secara tidak langsung adalah PT. CPI (dahulu Caltex Pacific Indonesia sekarang Chevron Pacific Indonesia) yang bergerak mayoritas dalam bidang pertambangan dan ekspor minyak dan gas bumi, kemudian PT. Pertamina yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pendistribusian minyak dan gas bumi dalam negeri serta disusul oleh industri pengolahan minyak sawit (CPO) PT. BKR (Bukit Kapur Reksa).[butuh rujukan]

Selain Industri Skala besar seperti di atas, terdapat juga beberapa industri kecil atau home Industri. Pengolahan hasil pertanian seperti Kelapa dijadikan VCO minyak kelapa murni. Kota Dumai dalam memainkan peranannya ke depan telah memiliki lima kawasan Industri yang strategis yaitu Kawasan Industri Dumai (KID) di Pelintung, Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kawasan Industri Dock Yard, Kawasan Industi Bukit Kapur dan Kawasan Industri di Bukit Timah.[butuh rujukan]

Salah satu kawasan inidustri ini telah menjadi kawasan industri yang paling pesat kemajuannya di Provinsi Riau yakni kawasan industri Pelintung. Di kawasan industri ini telah dibangun satu dermaga ekspor dengan kapasitas tiga kapal tanker sekali sandar. Telah dibangun juga pabrik pupuk NPK dan telah berproduksi yang diyakini menjadi pabrik pupuk NPK terbesar di Asia Tenggara.[butuh rujukan]

Perkembangan terakhir dari kota dumai adalah beberapa perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan sawit dan turunannya sudah membangun pabrik di kota Dumai, tepatnya di Lubuk Gaung seperti PT. Sari Dumai Sejati (Asian Agri), PT. Ivo Mas Tunggal (Sinarmas), PT. Energi Sejahtera Mas(anak perusahaan Sinarmas Cepsa Pte.Ltd.) dan PT Energi Unggul Persada.[butuh rujukan]

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Dumai sekarang memiliki pusat perbelanjaan modern dan terbesar di kota Dumai yang bernama Citimall Dumai yang mulai dibangun pada Desember 2018 dan selesai serta diresmikan pada tanggal 20 Desember 2019 oleh Walikota Dumai Zulkifli AS. Berada di akses lokasi yang strategis di Bukit Datuk, Dumai Barat, Citimall Dumai menempati bangunan 3 lantai dengan total luas lantai sebesar 23.215 m2 dan total area ritel yang disewakan seluas 14.466 m2. Berbagai tenant nasional yang mengisi Citimall Dumai antara Iain, Matahari Department Store yang sudah beroperasi mulai tanggal 19 Desember, KHU Fashion, CFC, Roti 0'Gerai Ace Hardware, Cinema XXI, Farmer's Market, Fun World, Kidzilla, Optik Seis, Richeese Factory, Janji Jiwa, Montato, Bread Talk, J.CO, Mokko Donuts, 0B Fit, dan JTC Optic. Kehadiran Citimall Dumai tidak hanya akan menambah alternatif destinasi berbelanja dan berekreasi, namun juga memberikan dampak positif dalam peningkatan perekonomian serta pendapatan daerah dari sektor pajak,baik itu pajak hiburan, pajak makanan dan minuman hingga pajak parkir. Selain itu, dampak yang juga paling terasa bagi masyarakat adalah terbukanya lapangan pekerjaan yang cukup besar, terutama dari tenant-tenant yang Citimall Dumai.[15]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Udara[sunting | sunting sumber]

Dumai memiliki Bandar Udara Pinang Kampai yang terletak berdekatan dengan Kompleks Perumahan PT. CPI yang terletak di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di daerah bagan besar arah ke Duri dan Pekanbaru. Biasanya pesawat yang masuk ataupun keluar ke bandara ini menggunakan pesawat charter yang melayani rute seperti Medan,Pekanbaru,Jakarta,Batam dan penerbangan rute domestik tersebut tidak melayani setiap hari namun ada beberapa hari sekali dan tidak menentu[butuh rujukan]

Darat[sunting | sunting sumber]

Terdapat jalan tol yang menghubungkan Kota Pekanbaru dan Kota Dumai yang bernama Jalan Tol Pekanbaru-Dumai atau Tol Permai yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tanggal 25 September 2020 di Istana Bogor.[16] Dengan adanya jalan tol ini, waktu perjalanan dari sebelumnya 5-6 jam sekarang sudah menjadi 2 jam saja.

Laut[sunting | sunting sumber]

Kota Dumai memiliki keunggulan sebagai salah satu kota di Provinsi Riau yang berpeluang untuk memanfaatkan potensi pengembangan pelabuhan laut, dimana Dumai berada pada posisi lintas perdagangan internasional Selat Melaka yang dikelola oleh PELINDO dan beberapa pelabuhan rakyat. Pelabuhan Sungai Pakning di Dumai telah dibangun sebagai pelabuhan penghubung untuk kegiatan ekspor impor, begitu juga para penumpang yang ingin menuju ke Malaka,Port Dickson,dan Muar Malaysia menggunakan Kapal Indomal Express. Pelabuhan Dumai terdiri dari 15 unit, 4 unit dimilki Chevron, 6 unit dimiliki PT. Pertamina (Persero) dan 5 unit milik pemerintah. Sepanjang daerah pantai Dumai terdapat beberapa pabrik minyak dan pengolahan minyak dengan kapasitas 170.000 barrel per hari dan dapat menampung 850.000 barrel minyak per hari. Dumai juga disebut sebagai gerbang ekspor minyak Indonesia. Pada saat ini aktivitas ekspor gas sejumlah USD 426.123 juta per tahun. Dumai juga melayani perjalanan laut domestik seperti Bengkalis, Selatpanjang, Tanjung Pinang, Batam, Tanjung Balai Karimun menggunakan kapal Dumai Express atau Dumai Line.[butuh rujukan]

Budaya[sunting | sunting sumber]

Masjid Dumai

Kota Dumai mempunyai keragaman suku dan budaya, selain memiliki budaya asli yaitu budaya Melayu, pengaruh budaya dari provinsi tetangga juga sangat terasa, seperti budaya Minangkabau (Sumatra Barat) karena dikota Dumai sendiri suku Minangkabau sangat dominan. Keragaman yang ada merupakan aset yang bisa menghasilkan devisa. Kebudayaan Melayu dianggap sebagai "Roh Pembangunan Kota Dumai" dengan cara menjabarkan nilai-nilai budayanya sebagai inspirasi dan dasar pembangunan. Pelaksanaan pembangunan dibidang kebudayaan telah meningkatkan daya tarik/promosi daerah tentang seni budaya daerah.[butuh rujukan]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kota Dumai yang terletak di tepi pantai memiliki potensi pengembangan pariwisata seperti wisata alam, Budaya dan belanja. Beberapa daerah wisata di antaranya kawasan konservasi di Kecamatan Sungai Sembilan, hutan wisata di Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Timur, kawasan pantai Teluk Makmur di Kecamatan Medang Kampai dan Tasik Bunga Tujuh di Kecamatan Dumai Timur. Sebagai gerbang utama untuk memasuki Riau Daratan, beberapa turis sudah berulang kali mengunjungi Dumai, terutama yang ingin mengunjungi Malaka. Dumai sangat mudah dicapai karena transportasinya yang lancar.[butuh rujukan]

Ada beberapa objek wisata yang menarik dalam perjalanan menuju Dumai, seperti adanya suku terbelakang yang dinamakan suku Sakai, hutan tropis di sepanjang jalan, dan air sungai yang warnanya unik seperti warna teh. Selain itu juga dapat dilihat beratus pipa angguk yang mengangkat minyak dari perut bumi. Pusat perbelanjaan Ramayana di Jl. Jend Sudirman menambah ikon Dumai pada tahun 2007 dan sekarang telah ditemukan danau buatan di bagan besar.

Dumai juga memiliki pantai sangat indah tempat melepas lelah yaitu "Pantai Pasir" yang terletak di hulu Sungai Dumai.Pada malam hari kita juga bisa menikmati wisata kuliner di sepanjang Jl.Ombak yang menjajakan berbagai menu makanan khas Nusantara.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kota Dumai Dalam Angka 2021" (pdf). www.dumaikota.bps.go.id. hlm. 7, 55. Diakses tanggal 1 April 2021. 
  2. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 30 September 2021. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 1 April 2021. 
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 4 Desember 2021. 
  5. ^ "Jarak Antar Kota Dalam Provinsi Riau". www.travelpekanbaru.com. Diakses tanggal 30 September 2021. 
  6. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Dumai Periode 2014-2019
  7. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Dumai 2019-2024
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  10. ^ Home; Terkini; News, Top; Terpopuler; Nusantara; Nasional; Riau; Internasional; Citizen. "Wali Kota Dumai resmilan dua kelurahan baru hasil pemekaran". riau.antaranews.com. Diakses tanggal 2021-10-08. 
  11. ^ BPS Kota Dumai
  12. ^ "Penduduk Riau Tahun 2008". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-25. Diakses tanggal 2013-05-25. 
  13. ^ BPS Provinsi Riau[pranala nonaktif permanen]
  14. ^ Penduduk Riau 2012
  15. ^ "Citimall Dumai Resmi Dibuka". monitorriau (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-07-16. 
  16. ^ Hamdani, Trio (25 September 2020). "Tol Pekanbaru-Dumai Sepanjang 131 Km Resmi Dibuka!". detik.com. Diakses tanggal 27 Mei 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]