Kabupaten Indragiri Hulu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Indragiri Hulu
كابوڤاتين اندراڬيري هولو
Logo Kabupaten Indragiri Hulu.jpg
Lambang Kabupaten Indragiri Hulu
كابوڤاتين اندراڬيري هولو
Moto: Dayung Serempak Untung Serentak


Lokasi Riau Kabupaten Indragiri Hulu.svg
Peta lokasi Kabupaten Indragiri Hulu
كابوڤاتين اندراڬيري هولو di Riau
Koordinat:
Provinsi Riau
Ibu kota Rengat
Pemerintahan
 - Bupati Yopie Arianto, SE
 - DAU Rp. 587.933.543.000.-(2013)[1]
Luas 8.198,26 km2
Populasi
 - Total 363.442 jiwa
 - Kepadatan 44,33 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 14
Simbol khas daerah
Situs web www.inhukab.go.id

Kabupaten Indragiri Hulu atau sering disingkat Inhu adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Kabupaten ini adalah kabupaten terbersih di Riau, Kebersihannya terletak di ibukotanya yakni Rengat. Rengat dikenal dengan keramahannya. Kekayaan orang asli Inhu terlihat dengan kepemilikan kebunnya masyarakatnya yang berhektar-hektar, Apalagi yang tinggal Rengat. Dimana tingkat kemiskinannya sangat kecil sekitar 2%.Kabupaten Indragiri Hulu merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang masih memiliki komunitas suku terasing,suku Talang Mamak.Suku ini hanyalah salah satu di antara enam sukut terasing yang telah ratusan tahun menghuni hutan-hutan di Provinsi Riau.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kerajaan Indragiri[sunting | sunting sumber]

Suku-suku terasing yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu awalnya tergabung dengan kerajaan Indragiri.Namun sekitar abad ke-13 dibawah pimpinan Datuk Perpatih Nan Sebatang-salah seorang pembesar Kerajaan Pagaruyung-mereka memisahkan diri dan membangun kampung Petalangan di Durian Cacar.Mengingat jasa-jasa Datuk Perpatih terhadap kerajaan Indragiri,Sultan Indragiri memberikan status daerah istimewa untuk wilayah Petalangan.Derah Petalangan tersebut diduga asal muasal kata Talang dan kata Mamak sendiri merupakan panggilan kehormatan Sultan Indragiri kepada Datuk Perpatih.Oleh karena itu,masyarakat keturunan yang dibawa oleh Datuk Perpatih ini disebut Talang Mamak.

Sekarang keturunannya tersebar di Kecamatan Siberida dan Pasir Penyu.Mereka umumnya bertani dan berkebun terutama menyadap karet hutan.Kegiatan ini dilakukan turun-temurun hingga sekarang.Tidak mengherankan bila pekerjaan ini menjadi cikal bakal bagi masyarakat Indragiri Hulu yang sebagian besar hidup dari pohon karet.[2]

Potensi[sunting | sunting sumber]

Komoditas perkebunan yang berkembang di Indragiri Hulu tidak hanya karet.Kelapa sawit,kakao,pinang,juga sudah dikembangkan.Akan tetapi,diantara produk perkebunan tersebut,yang dominan di wilayah ini,karet dan kelapa sawit.Lahan perkebunan karet dan sawittersebut menyebar di seluruh wilayah Indragiri Hulu.Hampir di semua kecamatan dapat dijumpai lahan perkebunan.Total luas lahan perkebunan karet sebesar 77.582 hektar (tahun 2000) dan banyak dijumpai di Kecamatan Kelayang,Siberida dan Peranap.Total luas perkebunan kelapa sawit sebesar 99.792 hektar (tahun 2000).Sebagian besar terletak di Kecamatan Pasir Penyu,Siberida dan Peranap.Tidak mengherankan bila sampai 1999,perekonomian Kabupaten Indragiri Hulu ini bersandar pada pertanian terutama sektor perkebunan yang nilainya mencapai Rp 124 milyar.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Kecamatan Rengat.
  2. Kecamatan Rengat Barat.
  3. Kecamatan Pasir Penyu.
  4. Kecamatan Peranap.
  5. Kecamatan Lirik.
  6. Kecamatan Kelayang.

Kecamatan Seberida.[sunting | sunting sumber]

  1. Kecamatan Batang Gansal.
  2. Kecamatan Batang Cenaku.
  3. Kecamatan Kuala Cenaku.
  4. Kecamatan Batang Peranap.
  5. Kecamatan Rakit Kulim.
  6. Kecamatan Lubuk Batu Jaya.
  7. Kecamatan Sungai Lala.

Perbankan[sunting | sunting sumber]

Hotel[sunting | sunting sumber]

  • Hotel Trans Sungai Lala
  • Hotel Danau Raja Rengat
  • Hotel Simpang raya airmolek
  • wisma olly airmolek

Rumah sakit[sunting | sunting sumber]

  • Rumah sakit indrasari rengat
  • Rumah sakit hermina kelayang
  • Rumah sakit lirik
  • Puskesmas peranap

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Kompas., Penerbit Buku (2001-<2005>). Profil daerah kabupaten dan kota. (Cet. 1 ed.). Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797090094. OCLC 50024929.