Bukit Lipai, Batang Cenaku, Indragiri Hulu
Bukit Lipai | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Riau | ||||
| Kabupaten | Indragiri Hulu | ||||
| Kecamatan | Batang Cenaku | ||||
| Kode pos | 29373 | ||||
| Kode Kemendagri | 14.02.07.2005 | ||||
| Luas | 15,5 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 3.126 jiwa | ||||
| Kepadatan | 213 jiwa/km² | ||||
| |||||
Bukit Lipai adalah sebuah desa di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Indonesia. Desa ini berdiri tahun 1982 dengan luas wilayah15,5km. Sekitar 15% dari luas wilayahnya berupa daratan dengan tofografi perbukitan dan 85% daratan yang dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan. Jumlah penduduk sampai tahun 2024 sebanyak 3474 jiwa dengan1103 KK. yang terdiri dari 1776 laki-laki dan 1698 perempuan,. Kepala Desa Bukit Lipai, indro Suryo Wibowo, S.Sos bersama masyarakat membangun infrastruktur dengan sistem Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Program ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat desa, mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatkan daya beli masyarakat setempat, karena melibatkan tenaga kerja masyarakat setempat. kepala desa bukit lipai dalam berkomunikasi dengan masyarakat baik dan mau membaur dengan masyarakat nya juga loyal dalam segi pembiayaan . kearifan lokal yg ada disitu ada beragam , Gotong royong Warga saling membantu dalam kegiatan desa Musyawarah mufakat Setiap keputusan desa dibahas bersama. Adat sopan santun Melayu Menjunjung tinggi sikap hormat kepada orang tua, tokoh adat, dan tamu. dan di situ juga ada tugu yg melambangkan itu desa bukit lipai. kegiatan bertani di desa bukit lipai saat ini menggunakan cara tradisional dan mengikuti budaya di desa itu juga terdapat KUD yg menjadi salah satu mata pencarian masyarakat desa tsb . untuk kegiatan keorganisasian di desa tersebut sama pada umumnya namun ketika seseorang ada hajat kelompok pemuda ( pemuda D.U) bersemangat untuk membantu untuk pembangunan di desa ini lumayan berjalan banyak masjid" dan gedung" yang di renovasi ,lalu sudah mengikuti perkembangan zaman
untuk usaha tani di desa tersebut berbagai macam ,ada kebun sawit yg menjadi pencarian utama kemudian kebun karet dan lainnya
untuk perubahan sudah berkembang lumayan pesat dari jalan yang masih tanah sekarang sudah aspal kemudian rumah" yang awalnya masih berupa kayu sekarang telah banyak menjadi gedung" yg cantik.
Mudahnya akses komunikasi dan transportasi menjadi salah satu penyebab warga Desa ini melakukan mobilisasi. Beberapa orang merantau ke daerah atau kota lain, dengan tujuan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan namun tidak tersedia di desa itu. Terutama generasi muda, meninggalkan sementara desa ini untuk melanjutkan pendidikan.
Salah satu dampak mobilisasi itu, adalah pandangan masyarakat terhadap perantau ada yang prihatin terhadap rumah maupun aset lainnya yang mereka tinggalkan yang tidak terurus, ada juga kagum atas keberanian mereka. Terutama terhadap pencari kerja yang berhasil, maupun terhadap anak muda yang melanjutkan pendidikan. Dampak berikutnya adalah muncul gejala kecemburuan sosial tanpa terbuka, di kalangan warga desa tersebut .
[1]
.[2]
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "BUKIT LIPAI". BKKBN. Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ "Lewat PKTD, Desa Bukit Lipai Pulihkan Ekonomi Warga dan Bangun Infrastruktur Desa". pelitariau.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-12.
