Kabupaten Rokan Hulu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Rokan Hulu
Sumatra 1rightarrow blue.svg Riau
Lambang Kabupaten Rokan Hulu.jpg
Lambang
Lokasi Riau Kabupaten Rokan Hulu.svg
Kabupaten Rokan Hulu berlokasi di Sumatra
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Rokan Hulu berlokasi di Indonesia
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Rokan Hulu
Koordinat: 0°56′N 100°30′E / 0.93°N 100.5°E / 0.93; 100.5
Negara Indonesia
ProvinsiRiau
Ibu kotaPasir Pengaraian
Pemerintahan
 • BupatiH. Suparman, S.Sos, M.Si
 • Wakil BupatiH. Sukiman
Luas
 • Total7,588.13 km² km2 (Formatting error: invalid input when rounding sq mi)
Populasi
 ((2018)[1])
 • Total666.410 jiwa
Demografi
 • AgamaIslam 84,26%
Kristen 15,60%
Protestan 14,61%
Katolik 0,99%
Buddha 0,05%
Lainnya 0,08%[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode Kemendagri14.06 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan16
Jumlah kelurahan6
Jumlah desa139
DAURp. 528.854.782.000.-(2013)[3]
Situs webwww.rokanhulukab.go.id

Kabupaten Rokan Hulu adalah salah satu kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia, yang dijuluki dengan Negeri Seribu Suluk. Ibu kota Rokan Hulu adalah Pasir Pengaraian, dengan jumlah penduduk kabupaten 666.410 jiwa ditahun 2018 dan luas wilayah 7.588,13 km². [1]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Rokan Hulu memiliki wilayah yang terdiri dari 85% daratan dan 15% daerah perairan dan rawa. Secara geografis daerah ini berbatas dengan wilayah sebagai berikut:

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Padang Lawas dan Labuhan Batu Selatan
Timur Bengkalis dan Rokan Hilir
Selatan Kampar
Barat Pasaman dan Pasaman Barat

Di kabupaten Rokan Hulu terdapat beberapa sungai, 2 diantaranya adalah sungai yang cukup besar yaitu Sungai Rokan Kanan dan Sungai Rokan Kiri. Selain sungai besar tersebut, terdapat juga sungai-sungai kecil antara lain Sungai Tapung, Sungai Dantau, Sungai Ngaso, Sungai Batang Lubuh, Sungai Batang Sosa, Sungai Batang Kumu, Sungai Duo (Langkut), Sungai Rokan, Sungai Siasam, Sungai muara bungo Desa Dayo dan lain-lain.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Rokan Hulu

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2014 adalah 568.576 jiwa.[4] Mayoritas penduduk asli kabupaten Rokan Hulu adalah termasuk salah satu bagian dari Rumpun Minangkabau. Dahulu daerah ini dikenal dengan Rantau Nan Tigo Kabuang Aia, yaitu kawasan di sekitar sungai Rokan sekarang. Daerah-daerah tersebut meliputi daerah alur sungai Rokan menuju hilir, adalah Sungai Rokan Kanan (sungai Batang Lubuh dan Batang Sosah) dan Rokan Kiri yang kini masuk di dalam Provinsi Riau. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Rokan Hulu menggunakan adat istiadat dan bahasa Minangkabau, Utamanya mirip dengan daerah Rao, Pasaman di Provinsi Sumatra Barat dengan Persukuan, Molayu/Mulayu, Kandang Kopuah, Bonuo, Ampu, Pungkuik, Moniliang/Mandahiliang, Kuti, Caniago, Piliang, Domo, Potopang/Petopang, Maih, Soborang, Anak Rajo-rajo, Non Soatuih, Non Limo Puluh, Molayu Tigo Induk, Molayu Panjang, Molayu Tongah, Ompek Induk, Molayu Bosa, Bono Ampu, Molayu Ompek Induk, Molayu Pokomo, Piliang Kecil, Domo Kecil, Molayu Kecil, Molayu Bawah, Molayu Bukik, Suku Tengku Panglimo Bosa, Suku Maharajo Rokan, Suku Tengku Bosa, Suku Maharajo, dan Bendang.

Di sekitar Rokan Hulu sebelah Utara dan Barat Daya, ditemukan penduduk asli yang memiliki kedekatan sejarah dengan etnis Rumpun Batak di daerah Padang Lawas di Provinsi Sumatra Utara. Mereka telah mengalami proses Melayunisasi sejak berabad yang lampau, dan tidak banyak meninggalkan jejak sejarah untuk ditelusuri. Mereka umumnya mengaku sebagai orang Melayu.

Selain itu juga banyak penduduk bersuku Jawa yang datang lewat program transmigrasi nasional sejak masa kemerdekaan maupun keturunan para perambah hutan asal Jawa yang masuk pada masa penjajahan lewat Sumatra Timur. Mereka tersebar di seluruh wilayah Rokan Hulu, terutama di sentra-sentra lokasi transmigrasi dan juga di areal perkebunan sebagai yang dahulunya sebagai tenaga buruh. Juga banyak bermukim para pendatang asal Sumatra Utara bersuku Batak yang umumnya bekerja di sektor jasa informal dan perkebunan. Di daerah-daerah perniagaan ditemukan banyak penduduk pendatang bersuku Minangkabau asal Sumatra Barat yang umumnya bekerja sebagai pedagang. Selain itu juga didapati berbagai etnis Indonesia lainnya yang masuk kemudian sebagai pendatang. Pada umumnya mereka bekerja sebagai buruh pada sektor perkebunan.

Tempat wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Masjid Agung Nasional Madani Islamic Centre (http://mamicrohul.or.id/)
  2. Air Panas Pawan
  3. Goa Sikafir Pawan
  4. Rumah Batu Serombou
  5. Air Panas Hapanasan
  6. Bendungan Cipogas
  7. Benteng Tujuh Lapis
  8. Istana Rokan
  9. Air Terjun Aek Martua
  10. Bukit Suligi
  11. Rura Limbat, Air Terjun Tersembunyi di Bangunpurba
  12. Bukit cinta, Rokan IV koto
  13. Air Terjun Rokan Timur
  14. Hutan doreh, rokan
  15. Batu loncek harimau , Rokan
  16. bukit pak yusri
  17. Liter S
  18. Bukit piang
  19. Bukit Pasir Rambah
  20. Grojokan bukit cinta
  21. Bukit Layang, sei kijang pon 2012
  22. Bukit Ara Suligi
  23. Air Secupak
  24. Hutan Kota
  25. Pantai Duto, Desa Ngaso
  26. Sawah Koto

Pahlawan Nasional dari Rokan Hulu[sunting | sunting sumber]

Tuanku Tambusai adalah salah seorang tokoh pejuang dari Rokan Hulu dalam Perang Paderi di awal abad ke XIX. Pada masa itu daerah Rokan Hulu masih bagian integral dari wilayah Minangkabau di bawah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung. Setelah jatuhnya Benteng Bonjol dan penangkapan terhadap Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1837, maka perjuangan kaum Paderi dilanjutkan oleh Tuanku Tambusai. Tuanku Tambusai sebagai panglima terakhir yang masih tersisa bersama sisa laskar Paderi bertahan di benteng terakhir kaum Paderi di daerah Dalu-Dalu Rokan Hulu. Benteng ini pun akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1838 setelah digempur selama hampir 1 tahun. Dengan jatuhnya benteng tersebut, berakhirlah era Perang Paderi di seluruh wilayah adat Minangkabau.

Bandar udara[sunting | sunting sumber]

Administrasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan di Rokan Hulu[sunting | sunting sumber]

  1. Bangun Purba
  2. Kabun
  3. Kepenuhan
  4. Kunto Darussalam
  5. Rambah
  6. Rambah Hilir
  7. Rambah Samo
  8. Rokan IV Koto
  9. Tambusai
  10. Tambusai Utara
  11. Tandun
  12. Ujungbatu
  13. Pagaran Tapah Darussalam
  14. Bonai Darussalam
  15. Kepenuhan Hulu
  16. Pendalian IV Koto

Peninggalan bersejarah di Rokan Hulu[sunting | sunting sumber]

  1. Benteng tujuh lapis Dalu-dalu
  2. Makam Raja-Raja Rambah
  3. Istana Rokan

Pemekaran daerah[sunting | sunting sumber]

Usul tentang pembentukan kabupaten Rokan Darussalam pemekaran dari kabupaten Rokan Hulu belum layak dimekarkan karena syarat-syaratnya yang ditentukan dalam undang undang belum terpenuhi.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Rokan Hulu Dalam Angka 2019". www.rohulkab.bps.go.id. Diakses tanggal 19 Februari 2020. 
  2. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Rokan Hulu". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 19 Februari 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ ".:: Kabupaten Rokan Hulu ::". rokanhulukab.go.id. Diakses tanggal 20 Desember 2015. 
  5. ^ DPR Simpulkan Rodas Belum Layak Dimekarkan

Pranala luar[sunting | sunting sumber]