Kabupaten Bengkalis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Bengkalis
Transkripsi bahasa daerah
 • Jawiبڠكاليس
Masjid Istiqomah Bengkalis
Masjid Istiqomah Bengkalis
Lambang resmi Kabupaten Bengkalis
Peta
Peta
Kabupaten Bengkalis di Sumatra
Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Bengkalis
Peta
Kabupaten Bengkalis di Indonesia
Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Bengkalis (Indonesia)
Koordinat: 1°29′23″N 102°04′47″E / 1.4897°N 102.0797°E / 1.4897; 102.0797
Negara Indonesia
ProvinsiRiau
Dasar hukumUU No. 12 Tahun 1956
Ibu kotaBengkalis
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 11
  • Kelurahan: 19
  • Desa: 136
Pemerintahan
 • BupatiKasmarni
 • Wakil BupatiBagus Santoso
 • Sekretaris DaerahBustami H.Y.
 • Ketua DPRDKhairul Umam
Luas
 • Total6.973,00 km2 (2,692,29 sq mi)
Populasi
 (31 Desember 2023)[2]
 • Total658.846
 • Kepadatan94/km2 (240/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 82,05% Islam
  • 4,86% Buddha
  • 0,03% Konghucu
  • 0,02% Lainnya[2]
 • BahasaIndonesia (resmi), Melayu (dominan), Batak, Minangkabau, Jawa
 • IPMKenaikan 75,96 (2023)
tinggi[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1408
Kode area telepon+62 766
Pelat kendaraanBM
Kode Kemendagri14.03
DAURp 384.249.340.000,00- (2020)
Semboyan daerahBengkalis Negeri Junjungan
Situs webbengkaliskab.go.id


Kabupaten Bengkalis adalah salah satu kabupaten di provinsi Riau, Indonesia. Ibu kotanya berada di Bengkalis Kota. Wilayah dari kabupaten ini mencakup daratan bagian Timur Pulau Sumatra dan wilayah kepulauan, dengan luas adalah 6.973,00 km². Jumlah penduduk Bengkalis pada akhir tahun 2023 sebanyak 658.846 jiwa.[2]

Penduduk asli Bengkalis terdiri dari suku Melayu, suku Sakai dan suku Akik. Ibu kota kabupaten berada di kecamatan Bengkalis tepatnya berada di Pulau Bengkalis yang terpisah dari Pulau Sumatra.[4] Pulau Bengkalis sendiri berada tepat di muara Sungai Siak, sehingga dikatakan bahwa Pulau Bengkalis adalah delta sungai Siak. Kota terbesar di kabupaten ini adalah kota Duri, yang berada di kecamatan Mandau.[4]

Penghasilan terbesar Kabupaten Bengkalis adalah minyak bumi yang menjadi sumber terbesar APBD-nya bersama dengan gas. Kabupaten Bengkalis mempunyai letak yang sangat strategis, karena dilalui oleh jalur perkapalan internasional menuju ke Selat Malaka. Bengkalis juga termasuk dalam salah satu program Indonesia Malaysia Singapore Growth Triangle (IMS-GT) dan Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bengkalis terletak di sebelah timur Pulau Sumatra yang mencakup area seluas 8.403,28 km² dengan batas sebagai berikut:[4][5]

Utara Selat Malaka
Timur Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Karimun
Selatan Kabupaten Siak
Barat Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu
Selamat Datang di Bengkalis

Bengkalis merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata sekitar 2–6,1 meter dari permukaan laut. Sebagian besar merupakan tanah organosol, yaitu jenis tanah yang banyak mengandung bahan organik. Di daerah ini juga terdapat beberapa sungai, tasik (danau) serta 24 pulau besar dan kecil. Beberapa di antara pulau besar itu adalah Pulau Rupat (1.524,84 km²) dan Pulau Bengkalis (938,40 km²).[6]

Bengkalis mempunyai iklim tropis yang sangat dipengaruhi oleh iklim laut dengan temperatur 26 °C – 32 °C. Musim hujan biasanya terjadi sekitar bulan September – Januari, dengan curah hujan rata-rata berkisar antara 809–4.078 mm/tahun. Periode musim kemarau biasanya terjadi antara bulan Februari hingga Agustus.[7]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Bupati[sunting | sunting sumber]

Pejabat tertinggi dalam pemerintahan kabupaten Bengkalis ialah bupati. Saat ini, bupati yang menjabat di Bengkalis ialah Kasmarni, didampingi wakil bupati, Bagus Santoso. Kasmarni dan Bagus merupakan pemenang pada pemilihan umum bupati Bengkalis tahun 2020. Mereka secara resmi dilantik oleh gubernur Riau, Syamsuar, pada 26 Februari 2021, di Balai Pelangi Komplek Gubernur Riau, Kota Pekanbaru. Pelantikan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, karena masih dalam masa pandemi Covid-19.[8]

Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Wakil Bupati
Kasmarni 26 Februari 2021 Petahana Bagus Santoso

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dalam dua periode terakhir.[9][10]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
PKB 1 Kenaikan 3
Gerindra 5 Kenaikan 6
PDI-P 5 Kenaikan 6
Golkar 8 Steady 8
NasDem 3 Steady 3
PKS 6 Kenaikan 8
Perindo (baru) 1
PPP 2 Penurunan 1
PAN 8 Penurunan 6
Hanura 2 Penurunan 0
Demokrat 4 Penurunan 2
PBB 1 Steady 1
PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 12 Penurunan 11


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bengkalis memiliki 11 kecamatan, 19 kelurahan dan 136 desa (dari total 166 kecamatan, 268 kelurahan dan 1.591 desa di seluruh Riau). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 537.142 jiwa dengan luas wilayahnya 6.975,41 km² dan sebaran penduduk 77 jiwa/km².[11][12]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bengkalis, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
14.03.01 Bengkalis 3 28 Desa
Kelurahan
14.03.02 Bantan 23 Desa
14.03.03 Bukit Batu 1 9 Desa
Kelurahan
14.03.09 Mandau 9 2 Desa
Kelurahan
14.03.10 Rupat 4 12 Desa
Kelurahan
14.03.11 Rupat Utara 8 Desa
14.03.12 Siak Kecil 17 Desa
14.03.13 Pinggir 2 8 Desa
Kelurahan
14.03.14 Bandar Laksamana 7 Desa
14.03.15 Talang Muandau 9 Desa
14.03.16 Bathin Solapan 13 Desa
TOTAL 19 136

Demografi[sunting | sunting sumber]

Bangunan tradisional Melayu di Bengkalis

Secara Administrasi Pemerintah, Kabupaten Bengkalis terbagi dalam 11 Kecamatan, 19 Kelurahan dan 136 desa, dengan luas wilayah 8.403,28 km². Tercatat jumlah penduduk Kabupaten Bengkalis 658.846 jiwa (2023) dengan sifatnya yang heterogen, mayoritas penduduk Bengaklis adalah suku Melayu.

Selain itu, juga terdapat suku-suku lainnya seperti suku Jawa yang mayoritas tinggal di Desa Pedekik dan desa Wonosari, suku Minang, suku Batak, suku Bugis, etnis Tionghoa dan sebagainya. Bengkalis sebagai ibu kota kabupaten dikenal juga dengan julukan Kota Terubuk, karena daerah ini adalah penghasil telur ikan Terubuk yang sangat disukai masyarakat lokal karena rasanya yang amat lezat dan tentu saja menyebabkan harga telur ikan Terubuk menjadi lebih mahal. Kota lainnya adalah Duri sebagai daerah penghasil minyak bumi.

Data Kementerian Dalam Negeri pada akhir tahun 2023 mencatat bahwa mayoritas penduduk Bengkalis menganut agama Islam. Adapun banyaknya penduduk Bengkalis menurut agama yang dianut yakni Islam sebanyak 82,05%, kemudian Kekristenan sebanyak 13,04% dengan rincian Protestan sebanyak 11,89% dan Katolik sebanyak 1,15%. Penduduk yang menganut agama Buddha sebanyak 4,86%, kemudian Konghucu sebanyak 0,03%, dan keperayaan serta Hindu sebanyak 0,02%.[2][13]

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Sebelum dibagi menjadi 4 daerah otonom, kabupaten Bengkalis adalah penghasil minyak terbesar di provinsi Riau dan di Indonesia. Eksplorasi minyak ini dilakukan oleh PT Chevron Pacific Indonesia dan konsesi dengan Kondur Petroleum.

Karena memiliki daerah perairan yang cukup luas, maka Bengkalis sangat berpotensi menghasilkan ikan laut, selain itu juga terdapat budi daya ikan kakap putih di tepi sungai. Komoditas utama di sektor perkebunan termasuk kelapa, karet dan minyak sawit dan VCO. Tanaman penting lainnya seperti kopi, cokelat dan buah pinang. Di Kabupaten Bengkalis terdapat hutan seluas 463.441 ha yang tersebar di 8 kecamatan di kabupaten ini. Hutan di daerah ini terdiri dari berbagai macam flora dan fauna. Hutan mangrove banyak terdapat di tepian pantai. Hutan lainnya ada yang menghasilkan kayu gelondongan, rotan, resin dan bahan baku lainnya yang berasal dari hutan. Selain daripada kilang pengelolaan minyak yang dimiliki oleh Pertamina UP II Sungai Pakning, saat ini juga terdapat beberapa industri seperti kayu gergaji, perabotan dan mangrove arang.[butuh rujukan]

Komoditas hasil panen yang ada di Kabupaten Bengkalis berupa beras di lahan seluas 14.319 ha, Sagu 17.710 ha, ubi kayu 1.273 ha, jagung 402 ha, kacang 162 ha, buah-buahan (durian, pisang, rambutan, nenas, mangga dan lain-lain) serta sayur-sayuran 1.151 ha. Beberapa daerah ditunjuk untuk pengembangan komoditas hasil panen sebagai berikut:[butuh rujukan]

  1. Pengembangan beras di Bantan dan Bukit Batu.
  2. Pengembangan komoditas buah-buahan di Bengkalis.
  3. Komoditas sayur-sayuran di Bengkalis, Rupat, Mandau dan Bukit Batu.

Perhubungan[sunting | sunting sumber]

Transportasi darat[sunting | sunting sumber]

Kota Duri dan Sungai Pakning dapat dihubungkan dengan jalan raya untuk menuju ke Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, dan kota-kota lainnya di Sumatra. Fasilitas jalan raya di Kabupaten Bengkalis khususnya di Pulau Bengkalis telah menggunakan aspal hotmix, tetapi masih belum mencapai daerah pelosok yang masih harus sabar menikmati fasilitas jalan aspal biasa. Kota Duri sekarang sudah mulai terhubung dengan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai yang pintu masuknya berada di Kecamatan Pinggir, Bengkalis atau tepatnya lebih kurang 6 km dari pusat kota Duri, dan memangkas waktu sebesar 2 hingga 3 jam saja dari Pekanbaru ke Dumai.

Transportasi laut[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Utama Bengkalis, Bandar Sri Laksmana

Faslitas tranportasi laut di Kabupaten Bengkalis dilayani oleh kapal-kapal kargo kelas menengah dan kapal penumpang feri cepat berjenis speed boat. Pelabuhan laut di Kabupaten Bengkalis cukup banyak, sebagian besar adalah pelabuhan rakyat yang di singgahi oleh kapal-kapal kelas kecil dan menengah. Sementara pelabuhan besar di Pulau Bengkalis ada 2, yaitu pelabuhan utama Bandar Sri Laksamana dan sebuah pelabuhan laut bernama pelabuhan Bandar Sri Setia Raja yang melayani jalur internasional yang berada di daerah Selat Baru, kecamatan Bantan. Melayani rute Bengkalis–Muar, Malaysia.

Pelabuhan ini di beri nama Bandar Sri Setia Raja, sesuai dengan nama seorang tokoh masyarakat Melayu-Bengkalis pada dahulu kala. Juga melayani jalur tujuan domestik seperti Dumai, Selatpanjang, Batam, Tanjung Pinang, dll. Mulai tanggal 13 April 2021, Roll on roll off (Roro) yang menghubungkan antara Bengkalis dan Sungai Pakning, dibuka secara operasional selama 24 jam penuh demi menunjang kegiatan aktivitas ekonomi masyarakat Bengkalis.[14]

Pelabuhan laut, Bandar Sri Setia Raja

Transportasi udara[sunting | sunting sumber]

Untuk transportasi udara, terdapat sebuah Bandar udara perintis yang bernama Bandar Udara Sei Selari yang berada di Sungai Pakning. Bandar udara ini merupakan milik dari PT Pertamina UP II Dumai di Sei. Pakning untuk kebutuhan transportasi perusahan minyak negara tersebut dan juga untuk aktivitas perusahaan minyak Kondur Petroleum S.A., sebuah perusahaan minyak swasta milik anak negeri. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM. 34 tahun 2003, penetapan sementara Bandar Udara Sei Selari, Sei Pakning milik PT Pertamina UP II Dumai di Sei Pakning sebagai bandar udara khusus yang dapat melayani penerbangan bagi kepentingan umum.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Penjara kolonial Belanda 1883

Letak geografis Kabupaten Bengkalis terdiri dari pulau-pulau dengan daerah pantai pesisir yang menghadap langsung ke Selat Malaka dengan pemandangan yang indah – sangat menjadi perhatian para turis, berpusat di Pulau Rupat. Untuk akomodasi bagi para pengunjung, maka disediakan beberapa hotel di Bengkalis, Duri, Sungai Pakning dan Tanjung Lapin serta Rupat Utara.

Pantai Pasir Panjang di Pulau Rupat[sunting | sunting sumber]

Berlokasi di Selat Malaka dan merupakan pantai kebangaan dari 3 daerah di Pulau Rupat, yaitu Tanjung Medang, Tanjung Rhu dan Tanjung Punak. Tempat ini dapat dicapai dengan boat kecil yang dikenal dengan nama ‘pompong’ dari Dumai. Perjalanan akan memakan waktu selama 15 menit dengan boat dan 45 menit dengan kendaraan beroda dua (ojek). Jalur ini dilalui oleh boat nasional dan pengunjung internasional karena keindahan pantai Rupat dan pemandangan laut yang nyaman. Rencananya akan dibangun jembatan sepanjang 50 km untuk menghubungkan pulau ini dengan Malaka – Malaysia. Di pulau Rupat juga dapat ditemukan komunitas suku terbelakang yang disebut dengan suku Akit yang melakukan berbagai atraksi untuk menghibur pengunjung.

Pantai Selat Baru[sunting | sunting sumber]

Pantai Selat Baru

Berlokasi di pantai Timur Bengkalis, tepatnya di kecamatan Bantan yang terbentang sepanjang 4 km dengan ciri khas yang unik berupa bibir pantai yang melebar ke arah laut (± 100 m) pada saat air laut surut. Keadaan ini membuat pengunjung pantai dapat bermain sepuasnya di sepanjang pantai. Tidak jauh dari bibir pantai, mengalir sungai kecil yang diberi nama Sungai Liong. Sepanjang tepi sungai terdapat tempat pengembang-biakkan telur ikan Kakap Putih. Tepat di muara Sungai Liong kini berdiri sebuah Pelabuhan Laut yang melayari rute internasional bernama Bandar Sri Setia Raja yang diresmikan oleh Gubernur Riau, HM. Rusli Zainal, SE, MP, pada tanggal 1 Maret 2010 yang melayari rute salah satunya Bengkalis–Muar, Malaysia.[15]

Hutan Lindung dan Pusat Pelatihan Gajah[sunting | sunting sumber]

Pusat Pelatihan Gajah di Duri, Mandau, Bengkalis

Hutan lindung dan kawasan konversi margasatwa terdapat di daerah Bukit Batu dan kecamatan Mandau yang dimiliki oleh Departemen Kehutanan RI..[16] Daerah Sebanga – Duri yang berjarak ± 40 km dari kota Pekanbaru merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi, di tempat ini beberapa gajah dilatih untuk melakukan berbagai atraksi yang dapat menghibur pengunjung. Kawasan Konservasi Gajah ini merupakan bagian dari TAHURA (Taman Hutan Raya) Sultan Syarif Hasyim dan sudah berulang kali diliput oleh tim Jejak Petualang serta acara-acara lain yang berbau Dokumenter Petualangan oleh stasiun TV swasta.[17]

Kota Duri[sunting | sunting sumber]

Terletak pada jarak 89 km dari Minas atau 119 km dari Pekanbaru, Duri adalah salah satu kota penting yang menghasilkan minyak. Di daerah ini terdapat pipa minyak berukuran besar dengan diameter 60 inci di sepanjang jalan dan kilang minyak Dumai.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-18. Diakses tanggal 2013-02-21. 
  2. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 9 Februari 2024. 
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) 2021-2023". www.bps.go.id. Diakses tanggal 8 Januari 2024. 
  4. ^ a b c "Kabupaten Bengkalis Dalam Angka 2021". www.bengkaliskab.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-07-30. Diakses tanggal 30 September 2021. 
  5. ^ "geografi kabupaten Bengkalis". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-18. Diakses tanggal 2013-02-21. 
  6. ^ "Topografi Kabupaten Bengkalis". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-10. Diakses tanggal 2013-03-05. 
  7. ^ "Iklim Kabupaten Bengkalis". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-18. Diakses tanggal 2013-03-05. 
  8. ^ Achmadi, Imam (26 Februari 2021). "Kasmarni dan Bagus Santoso Resmi Jabat Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis". diskominfotik.bengkaliskab.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-09-02. Diakses tanggal 2 September 2023. 
  9. ^ GoRiau: Ini Dia Anggota DPRD Bengkalis 2014- 2019, diakses 30 Juli 2015
  10. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Bengkalis 2019-2024
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  12. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  13. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Bengkalis". www.sp2010.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-03-03. Diakses tanggal 19 Februari 2020. 
  14. ^ Ajijah (2021-04-13). Gunawan, Arif, ed. "Roro Bengkalis-Pakning Dibuka 24 Jam dan Segera Terapkan Tiket Nontunai". Bisnis.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-07-09. Diakses tanggal 2021-06-30. 
  15. ^ Bandar Sri Setia Raja Difungsikan[pranala nonaktif permanen]
  16. ^ "Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim by rilham2new@SkyscraperCityForum". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-03-03. Diakses tanggal 2010-03-16. 
  17. ^ "Pusat Pelatihan Gajah di Duri by rilham2new@SkyscraperCityForum". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-02-02. Diakses tanggal 2010-03-16. 

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]