Kabupaten Rokan Hilir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Rokan Hilir
كابوڤاتين روكن هيلير
Lambang Kabupaten Rokan Hilir.gif
Lambang Kabupaten Rokan Hilir
كابوڤاتين روكن هيلير


Lokasi Riau Kabupaten Rokan Hilir.svg
Peta lokasi Kabupaten Rokan Hilir
كابوڤاتين روكن هيلير
Koordinat: 1°14' – 2°45' LU, 100°17' – 101°21' BT
Provinsi Riau
Ibu kota Bagansiapiapi
Pemerintahan
 - Bupati H. Suyatno, AMP
 - Wakil Bupati Drs. H. Djamiludin
 - DAU Rp. 388.866.199.000.-(2013)[1]
Luas 8.881,59 km2
Populasi
 - Total 504.591 jiwa 2009
 - Kepadatan 56,81 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon +62 767
Pembagian administratif
 - Kecamatan 16
 - Kelurahan 83
Simbol khas daerah
 - Situs web http://www.rohilkab.go.id

Kabupaten Rokan Hilir adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Ibukotanya terletak di Bagansiapiapi, kota terbesar, bersejarah, dan pernah dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia. Kabupaten ini sebelumnya termasuk ke dalam Kabupaten Bengkalis.

Pusat pemerintahan kabupaten berada di tengah-tengah kota Bagansiapiapi, tepatnya di Jalan Merdeka No 58.

Kabupaten ini mempunyai luas sebesar 8.941 km² dan penduduk sejumlah 349.771 jiwa. Rokan Hilir terbagi dalam 15 kecamatan dan 83 desa.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Rokan Hilir dibentuk dari tiga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah Putih. Negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak.

Distrik pertama didirikan Hindia Belanda di Tanah Putih pada saat menduduki daerah ini pada tahun 1890. Setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Tionghoa berkembang pesat, Belanda memindahkan pemerintahan kontrolir-nya ke kota ini pada tahun 1901. Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap untuk mengimbangi pelabuhan lainnya di Selat Malaka hingga Perang Dunia I usai. Setelah kemerdekaan Indonesia, Rokan Hilir digabungkan ke dalam Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Bekas wilayah Kewedanaan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanah Putih, Kubu, dan Bangko serta Kecamatan Rimba Melintang dan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai kabupaten baru di Provinsi Riau yang diberi nama Kabupaten Rokan Hilir sesuai dengan Undang-Undang Nomor 53 tahun 1999 dengan ibu kota Ujung Tanjung dan ibu kota sementara di Bagansiapiapi.[2]

Bagansiapiapi, dengan infrastruktur kota yang jauh lebih baik, pada tanggal 24 Juni 2008 resmi ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Rokan Hilir yang sah setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui 12 Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembentukan Kabupaten/Kota dan RUU atas perubahan ketiga atas UU Nomor 53 Tahun 1999 disahkan sebagai Undang-Undang dalam Rapat Paripurna.[3]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Setelah pembentukan Kecamatan Tanjung Medan pada tanggal 14 Februari 2014 berdasarkan Peraturan Daerah Rokan Hilir Nomor 10 Tahun 2014, maka wilayah Kabupaten Rokan Hilir menjadi 18 (delapan belas) kecamatan, yakni :[4]

  1. Kecamatan Bangko
  2. Kecamatan Sinaboi
  3. Kecamatan Rimba Melintang
  4. Kecamatan Bangko Pusako
  5. Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan
  6. Kecamatan Tanah Putih
  7. Kecamatan Kubu
  8. Kecamatan Bagan Sinembah
  9. Kecamatan Pujud
  10. Kecamatan Simpang Kanan
  11. Kecamatan Pasir Limau Kapas
  12. Kecamatan Batu Hampar
  13. Kecamatan Rantau Kopar
  14. Kecamatan Pekaitan
  15. Kecamatan Kubu Babussalam
  16. Kecamatan Balai Jaya
  17. Kecamatan Bagansinembah Raya
  18. Kecamatan Tanjung Medan

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Ritual Bakar Tongkang

Ritual Bakar Tongkang adalah wisata budaya unggulan Provinsi Riau dari Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Ritual Bakar Tongkang telah menjadi wisata nasional bahkan internasional. Ritual Bakar Tongkang adalah upacara tradisional masyarakat Tionghoa di Ibu Kota kabupaten Rokan Hilir yakni Bagansiapiapi.

Pulau Jemur adalah gugusan kepulauan yang terletak di Selat Malaka, tepatnya di tengah-tengah antara perbatasan Indonesia dan Malaysia. Keindahan alam Pulau Jemur sangat memukau namun potensi tersebut masih belum sepenuhnya dimaksimalkan oleh pemerintah.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ "Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999". BPKP. 04 Oktober 1999. Diakses tanggal 15 April 2017. 
  3. ^ "DPR Sahkan Ibu kota Rohil Pindah ke Bagansiapiapi". Riau Terkini. 24 Juni 2008. Diakses tanggal 15 April 2017. 
  4. ^ "Peraturan Daerah Rokan Hilir Nomor 10 Tahun 2014". Kemendagri. 14 Februari 2014. Diakses tanggal 14 April 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]