Si Doel Anak Sekolahan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Si Doel Anak Sekolahan
SDAS Opening Credit.jpeg
Genre
PembuatRano Karno
Didasarkan dariSi Doel Anak Betawi
oleh Aman Datuk Madjoindo
PengarangRano Karno
SutradaraRano Karno
Pemeran
Lagu pembukaSi Doel Anak Betawi oleh ME Voices
Lagu penutupSi Doel Anak Betawi oleh ME Voices
Penata musikPurwacaraka
Negara asalIndonesia
Bahasa asli
Jmlh. musim6
Jmlh. episode139
Produksi
ProduserRano Karno
Lokasi produksiJakarta
Durasi60 menit
Rumah produksiKarnos Film
DistributorMedia Nusantara Citra (Musim 1-4, 6)
Indosiar Karya Media (Musim 5)
Rilis
Jaringan asliRCTI (musim 1-4 dan 6)
Indosiar (musim 5)
Format audioStereo
Tanggal tayang asli16 Januari 1994 (1994-01-16) –
10 Mei 2003 (2003-05-10)
Kronologi
Dilanjutkan olehSi Doel Anak Gedongan
Acara terkaitSi Doel Anak Pinggiran

Si Doel Anak Sekolahan adalah sebuah sinetron Indonesia yang diproduseri, ditulis dan disutradarai oleh Rano Karno yang juga menjadi pemeran utamanya sebagai Doel/Kasdullah. Sinetron ini memiliki alur cerita mengenai kehidupan Doel dan keluarganya, keluarga Betawi yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional meskipun hidup di tengah-tengah arus modernisasi perkotaan Jakarta saat ini. Selain Rano, sinetron ini juga dibintangi oleh Benyamin Sueb, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Aminah Cendrakasih, Mandra, Suti Karno dan Basuki.

Terdiri dari 6 musim dan 139 episode, ceritanya adalah versi modern dari novel Si Doel Anak Betawi karya Aman Datuk Majoindo dan film berjudul sama yang disutradarai Sjumandjaja pada 1972. Dalam versi film, Rano Karno juga berperan sebagai si Doel kecil dan Benyamin S. berperan sebagai ayah Doel. Hanya saja pada saat itu, nama ayah Doel adalah Asman, bukan Sabeni seperti versi sinetron.

Sejauh ini, Si Doel Anak Sekolahan berhasil menjadi sinetron Indonesia yang paling sering ditayangkan di televisi. Saat pertama rilis, sinetron ini berhasil melejit menjadi salah satu acara paling terkenal dan mengalahkan popularitas produksi-produksi asing yang saat itu mendominasi televisi Indonesia. Dari musim perdananya di tahun 1994 sampai musim keempat di tahun 1998, sinetron ini ditayangkan di RCTI. Untuk musim kelima pada tahun 2000 dan musim keenam pada 2003, sinetron ini ditayangkan di Indosiar. Sejak 25 Agustus 2006, sinetron ini ditayangkan ulang di RCTI dari musim pertama sampai keempat dan kemudian loncat ke musim keenam dikarenakan untuk musim kelima terkendala hak cipta dengan pihak Indosiar. Selain di televisi konvensional, sinetron ini juga ditayangkan secara daring melalui aplikasi RCTI Plus.

Kesuksesan sinetron Si Doel Anak Sekolahan kemudian membuat Rano Karno merilis lima sekuel lanjutannya yaitu sebuah sinetron dengan judul Si Doel Anak Gedongan, film televisi dengan judul Si Doel Anak Pinggiran dan tiga film bioskop yaitu Si Doel the Movie, Si Doel the Movie 2 dan Akhir Kisah Cinta Si Doel.

Musim[sunting | sunting sumber]

Musim Awal tayang Akhir tayang Jumlah episode Stasiun TV Tahun
Musim Perdana/Musim 1 Minggu, 16 Januari 1994 Minggu, 20 Februari 1994 6 RCTI 1994
Musim 2 Jumat, 14 Oktober 1994 Kamis, 23 November 1995 26 1994-1995
Musim 3 Senin, 26 Februari 1996 Senin, 10 Februari 1997 (pertama)
Rabu, 11 Juni 1997 (terakhir)
48 1996
Musim 4 Sabtu, 18 April 1998 Sabtu, 5 September 1998 16 1998
Musim 5 Senin, 13 Maret 2000 Senin, 28 Agustus 2000 25 Indosiar 2000
Si Doel 6 (Musim Terakhir/Musim 6) Sabtu, 18 Januari 2003 Sabtu, 10 Mei 2003 17 2003
6 musim Minggu, 16 Januari 1994 - Sabtu, 10 Mei 2003 139 2 9 Tahun

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Tokoh Utama[sunting | sunting sumber]

Pemeran Karakter Keterangan Hubungan
H. Rano Karno Kasdullah/Doel Mahasiswa jurusan teknik yang lulus menjadi insinyur
sopir oplet
Karyawan Swasta (Musim 4-6)
Suami Sarah (Musim 6)
Suami Zaenab (Pinggiran)
Anak alm. Sabeni dan Mak Nyak
Sarah (mantan istri)
alm. Sabeni (Ayah)
Mak Nyak (Ibu)
alm. William (Ayah Mertua)
Marini (Ibu Mertua)
Atun (Adik)
Mandra (Paman)
Engkong Ali (Kakek)
alm. Rodiyah (Nenek)
Karyo (Adik Ipar)
Kartubi (Keponakan)
Cornelia Agatha Sarah Mahasiswi
gadis yang disukai Doel (Musim 1-6)
Istri Doel (Musim 6)
Anak alm. William dan Marini
Doel (Suami)
alm. William (Ayah)
Marini (Ibu)
alm. Sabeni (Ayah Mertua)
Mak Nyak (Ibu Mertua)
Atun (Adik Ipar)
Kartubi (Keponakan)
Maudy Koesnaedi Zaenab Gadis yang dijodohkan dengan Doel (Musim 2-6)
Anak alm. Rohim dan Ipeh
Istri Doel (pinggiran)
alm. Rohim (Ayah)
Ipeh (Ibu)
perebut suami sarah

Keluarga Doel[sunting | sunting sumber]

Pemeran Karakter Keterangan Hubungan
H.Benyamin S (alm) Sabeni atau Babe Ayah Doel & Atun (Musim 1-2)
Meninggal Karena Serangan Jantung Setelah Kecelakaan Saat Liburan di Anyer
Sopir dan Pemilik Oplet
Suami Mak Nyak (Musim 1-2)
Mak Nyak (Istri)
Doel (Anak)
Atun (Anak)
Mandra (Adik Ipar)
Engkong Ali (Ayah Mertua)
Rodiyah (Ibu Mertua)
Hj. Aminah Cendrakasih Lela atau Mak Nyak Ibu Doel & Atun
Anak Engkong Ali & Rodiyah
Istri Sabeni
Kakak Mandra
Penjual Warung Kecil
Sabeni (Suami)
Doel (Anak)
Atun (Anak)
Engkong Ali (Ayah)
Rodiyah (Ibu)
Mandra (Adik)
Sarah (Menantu)
William (Besan)
Marini (Besan)
Suti Karno Zaitun atau Atun Adik Doel
Pemilik dan Tukang Salon (Musim 2-3)
Istri Karyo (Musim 6)
Ibu Kartubi
Anak Sabeni dan Mak Nyak
H. Mandra Mandra Adik Mak Nyak
Paman Doel dan Atun
Sopir Oplet
Menyukai Munaroh, Nunung, Ambar
Membenci Karyo
Pak Tile (alm) Muhammad Ali/Engkong Ali ayah Mak Lela & Mandra
kakek Doel dan Atun (Musim 1-4)
Suami Rodiyah

Keluarga Karyo[sunting | sunting sumber]

Pemeran Karakter Keterangan Hubungan
Basuki (alm) Karyo Pacar Atun
Suami Atun
Menantu Bendot
Penjual Pakaian Batik
Kakak Nunung
Atun (istri)
Pak Bendot (mantan mertua)
Nunung (adik)
Mak Nyak (mertua)
Babe Sabeni (mertua)
Doel (adik ipar)
Mandra (Paman)
Bendot (alm) Pak Bendot Mertua Karyo (Musim 2-5)
Bapak Sopiyah
Karyo (mantan menantu)
Nunung Nunung Adik Karyo (Musim 4-6)
Disukai Mandra
Karyo (Kakak)

Pemeran lain[sunting | sunting sumber]

Pemeran Karakter Keterangan
Tb. Maulana Husni (alm) Rohim ayah Zaenab (Musim 2-pinggiran)
Suami Ipeh
Pengusaha Conblock, Batako, dan Paving Block
Ami Prijono (alm) William ayah Sarah (Musim 2-5)
Suami Marini
Marini (Istri)
Sarah (Anak)
Doel (Menantu)
alm. Sabeni (Besan)
Mak Nyak (Besan)
Ratih Dewi Marini Ibu Sarah (Musim 2-6)
Mertua Doel (Musim 6)
Adam Jagwani Hans teman kampus Doel
saudara Sarah (Musim 1-2)
Djoni Irawan (alm) Roy musuh besar Doel (Musim 1, 3-6)
Menyukai Sarah
Tino Karno (alm) Sape'i teman Doel (Musim 1-2)
Penjual Ikan
H. Jaja Mihardja Jaja calon tunangan Zaenab (Musim 2)
Rina Gunawan (almh) Atik teman Sarah (Musim 1-4)
H.Nasir (alm) Babe Daim ayah munaroh (Musim 2)
Bodong (alm) Engkong Caak Kerabat Engkong Ali (Musim 2)
Pemain Tanjidor
Edy Oglek (alm) Edy teman Doel (Musim 1)

Lainnya:

Pemeran Karakter Keterangan Hubungan
Maryati Tohir Munaroh/Naroh pacar Mandra
Teman Zaenab
Hj. Tonah Saldiah/Ipah/Ipeh Ibu Zaenab
Istri Rohim
Membenci Doel
Rohim (Suami)
Zaenab (Anak)
alm. Hj. Nacih (†) Nyak Rodiah istri Engkong Ali (Musim 2-6)
Ibu angkat Mak Nyak
H. Salman Alfarizi Kasiman Ahong mitra bisnis Rohim keturunan Tionghoa
cinta mati dengan Zaenab (Musim 1-6, pinggiran)
Nazar Amir (alm) Pak Salim tetangga keluarga si Doel (Musim 3)
Bapak Lala
Menyukai Mak Nyak
Lala (Anak)
Sindy Dewiana Lala anak Pak Salim (Musim 3)
Senang bersepeda
Disukai Mandra dan Engkong Ali
Pak Salim (Ayah)
Ronny Sianturi Anto Ayah Raka (Musim 3)
Suami Sita
Sita (Istri)
Raka (Anak)
Elva Marliah Sita Ibu Raka (Musim 3)
Menyukai Doel
Kerabat Andre
Istri Anto
Anto (Suami)
Raka (Anak)
Raka Widyarma Raka Anak Anto dan Sita (Musim 3-4)
Senang bermain dengan Doel
Keponakan Andre
Andreas Pancarian (alm) Andre Saudara Sita (Musim 2-4)
Menyukai Atun
Dibenci Karyo
Fuad Alkhar (alm) Wan Abud Tukang Partikelir (Musim 6)
Udin Nganga Penjual Warung Makan di Kantor Doel (Musim 6)
Subarkah Hadisarjana Atmo tukang bengkel yang pernah membantu Si Doel (Musim 3-4)
Emma Waroka Eme Bos atasan Doel (Musim 6)
Lexi Lexi Adik Hans Saudara Sarah Dari Belanda

(Musim 6)

Nurdin Ali Nurdin Adik Sabeni paman sidoel

(Musim 1-6)

Habibi Fahri Teman Nurdin

(Musim 6)

Catatan[sunting | sunting sumber]

Tanda (†) maupun (alm) menandakan bahwa pemain yang bersangkutan, meninggal saat berlangsungnya kegiatan syuting, dan mempunyai scene khusus untuk mengenang kematiannya.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Si Doel Anak Sekolahan (1994-2003)[sunting | sunting sumber]

Musim Perdana/Musim 1 (1994)[sunting | sunting sumber]

Musim ini bercerita tentang keluarga Betawi yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisional ditengah laju modernisasi kota Jakarta. Kasdullah alias Doel (Rano Karno) anak pertama dari Babe Sabeni (Benyamin Sueb) seorang sopir oplet, yang menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Doel mempunyai ibu bernama Lela, yang akrab disapa Mak Nyak (Aminah Cendrakasih), seorang ibu rumah tangga yang membantu ekonomi keluarga dengan berjualan di warung depan rumahnya. Selain itu Atun (Suti Karno), adik perempuan Doel yang hanya menempuh pendidikan dasar lantaran keterbatasan biaya-dikenal sebagai gadis tomboy. Kebiasaannya bermain layangan kerap kali diprotes oleh Babe dan Mak Nyak.

Mandra (Mandra), paman dari Doel dan juga Atun. Adik dari Mak Nyak yg berprofesi sebagai kenek oplet. Mandra mempunyai seorang pacar bernama Munaroh.

Di musim perdana, Si Doel Anak Sekolahan tayang sebanyak 6 episode. Di Musim inilah Doel pertama kali bertemu dengan Sarah (Cornelia Agatha), gadis blasteran Belanda yang ternyata merupakan sepupu dari sahabat Doel di kampus, Hans. Berawal dari insiden tabrakan antara mobil Sarah dengan oplet Doel, perkenalan diantara keduanya berlanjut. Sarah tertarik menjadikan Doel dan keluarganya sebagai narasumber untuk skripsinya, namun hal tersebut sempat ditentang oleh Hans.

Menceritakan kisah Doel yang setelah berusaha menyelesaikan kuliahnya hingga pada akhirnya berhasil meraih gelar insinyur setelah lulus sekali.

Di episode terakhir, Doel resmi meraih gelarnya dalam suatu upacara wisuda.

Musim 2 (1995)[sunting | sunting sumber]

Sukses di musim perdana, Si Doel Anak Sekolahan diproduksi kembali bertepatan dengan Tahun Baru Masehi 1995. Tayang lebih panjang sebanyak 26 episode. Dimulai Musim 2 episode perdana pembuka, Pertama karakter Zaenab (Maudy Koesnaedi) pertama kali dihadirkan. Selain masih menceritakan tentang Doel dan keluarganya, season 2 juga menghadirkan serta memperluas peran dari karakter-karakter pendukung yang mampu menghidupkan serial Si Doel menjadi lebih segar dan jauh lebih lucu. Diantaranya karakter Pak Bendot (Bendot) mertua Mas Karyo (Basuki), Cang Rohim (Tb. Maulana Husni), Cing Ipah/Ipeh (Tonah), Engkong Ali (Pak Tile), Rodiyah, Ahong, Andre dan Roy Djoni Irawan.

Di akhir musim, diceritakan Sarah yang baru pergi ke Belanda mengajak Doel dan keluarganya berlibur ke Anyar, Serang, Jawa Barat.

Musim 3 (1996)[sunting | sunting sumber]

Musim 3 dimulai sejak Selasa, 1 Mei 1995. Si Doel dan keluarganya berusaha untuk bisa bertahan dari kesulitan ekonomi sepeninggal kepergian almarhum Sabeni. Mengingat si Doel yang masih belum mendapat pekerjaan ditambah tanggung jawab sebagai kepala keluarga yang kini diembannya. Selain itu, hubungan antara Doel dengan Sarah dan Zaenab yg semakin menarik dengan berbagai konflik diantara ketiganya. Ditambah, munculnya beberapa karakter baru seperti Lala, Pak Salim dan Nyunyun turut menambah keseruan serial ini. Terlebih kehadiran Nyunyun yang jadi pujaan hati Mandra setelah kisah cintanya dengan Munaroh kandas.

Di episode terakhir, dikisahkan bahwa Doel yang diterima kerja ditunjuk oleh perusahaan untuk berangkat ke Zurich, Swiss selama 3 bulan.

Musim 4 (1998)[sunting | sunting sumber]

Sukses di musim ketiga, Si Doel Anak Sekolahan diproduksi kembali lagi pada tanggal 11 April 1998. Di episode perdana, sepulang dari Zurich Doel masih harus menunggu penempatan dari perusahaan tempatnya bekerja training di Zurich dan industri pabrik di Paris, Prancis. Sembari menunggu, ia mengisi waktu dengan mengurus oplet tuanya.

Hubungan Doel dan Sarah sedikit merenggang, lantaran Sarah kecewa dengan Doel yang diam-diam memberikan oleh-oleh untuk Zaenab. Selain itu kisah asmara bang Mandra yang selalu sial lantaran Nyunyun yang kembali ke Jakarta didekati oleh Urip, sopir kendaraan mengemudi saat tiba di Jakarta.

Musim 4 merupakan musim terakhir penayangan Si Doel Anak Sekolahan di RCTI.

Musim 5 (2000)[sunting | sunting sumber]

Musim kelima ditandai dengan kematian Engkong Ali yang kemudian menghadirkan duka bagi keluarga besar Si Doel Anak Sekolahan. Selain kabar duka, kabar bahagia juga datang dari Atun yang dalam waktu dekat akan segera melangsungkan pernikahan dengan mas Karyo. Disamping itu, Si Doel kembali mendapat penugasan dari kantornya, kali ini ke Kalimantan untuk jangka waktu yang sangat lama.

Sejak Musim 5, penayangan Si Doel Anak Sekolahan pindah dari RCTI ke Indosiar.

Si Doel 6 (Musim 6, 2003)[sunting | sunting sumber]

Musim keenam ini merupakan musim terakhir dari Si Doel Anak Sekolahan. Di musim ini, kata Anak Sekolahan pada logo Si Doel dihilangkan.

Musim keenam mengisahkan Si Doel dengan kehidupannya sebagai karyawan kantoran dan disisi lain ia pun masih belum bisa memilih antara Sarah dan Zainab. Zainab kemudian menikah dengan pria bernama Henry. Di episode terakhir, Doel akhirnya melangsungkan pernikahan dengan Sarah.

Si Doel Anak Gedongan (2005)[sunting | sunting sumber]

Si Doel diceritakan sudah hidup mapan dengan tinggal di rumah mewah, mobil yg bagus, serta jabatan tinggi di perusahaan.

Sementara itu, Mak Nyak kini tinggal berdua bersama Mandra yang sudah menjadi juragan kontrakan. Lalu Atun yang baru melahirkan Tubi, tinggal terpisah bersama Mas Karyo di rumah kontrakan.

Sarah yang sedang hamil menjadi sangat posesif, hal ini membuat Doel kewalahan sampai-sampai mengganggu pekerjaannya. Disamping itu, Zaenab yang juga tengah hamil menghadapi masalah dengan sikap suaminya, Henry, yang berubah pasca meninggalnya sang ibu.

Doel yang masih peduli dengan Zaenab justru menyebabkan kecemburuan pada Sarah. Puncaknya, Sarah pergi meninggalkan rumah setelah ia mengetahui Doel mengantar Zaenab ke rumah sakit. Sarah mengetahui hal tersebut setelah ditelepon oleh seseorang yang ternyata adalah Ipah/Ipeh, ibu dari Zaenab.

Mengetahui Sarah pergi, Doel pun bergegas mencari keberadaan Sarah yang pergi entah ke mana. Sampai akhirnya Doel dihubungi seseorang yg mengaku mengetahui keberadaan Sarah. Doel pun datang menemui orang tersebut yg tidak lain adalah Roy, dari sanalah Doel mengetahui bahwa Sarah sudah berangkat ke Belanda.

Si Doel Anak Pinggiran (2011)[sunting | sunting sumber]

Enam tahun setelah kepergian Sarah ke Belanda, kehidupan Doel kembali seperti semula. Setelah sebelumnya kehilangan pekerjaan serta diusir oleh mertuanya, lantaran menganggap Doel sebagai penyebab perginya Sarah ke Belanda.

Kini Doel hanya menggantungkan hidup sebagai montir panggilan. Sementara itu kondisi Mak Nyak yang tengah sakit membuatnya tidak leluasa beraktivitas, sehingga membutuhkan bantuan dari Atun dan juga Mandra. Selain itu, Atun juga disibukkan dengan mengurus anak semata wayangnya, Kurtubi. Sepeninggal Mas Karyo, Atun melanjutkan hidupnya dengan menggantungkan penghasilan dari warung.

Doel kerap memimpikan seorang anak kecil yang nyaris tenggelam di pantai. Hal itu membuat Doel gelisah hingga memutuskan untuk pergi menenangkan dirinya. Ternyata Doel mendapati peristiwa yang sama seperti pada mimpinya ketika sedang pergi. Doel menyelamatkan seorang anak yang nyaris tenggelam itu.

Sementara itu, Zaenab yang kini hidup menjanda selepas bercerai dengan Henry, kerap datang menjenguk Mak Nyak. Hal tersebut membuat Mak Nyak menginginkan Zaenab menikah dengan Doel, lantaran Sarah yg tidak kunjung pulang selepas kepergiannya beberapa tahun yg lalu. Hal senada juga diungkapkan ncang Rohim kepada si Doel, mengingat kondisinya yg sudah tua dan sakit-sakitan, ia berharap si Doel mau menikahi Zaenab sehingga bisa menjaga Zaenab dikemudian hari.

Singkat cerita, setelah mendapat restu dari Mak Nyak serta ncang Rohim, Si Doel dan Zaenab melangsungkan pernikahan secara sederhana, diiringi tangis Ahong yang untuk kedua kalinya kehilangan Zaenab yang menikah dengan pria lain.

Pasca menikah dengan Zaenab, Si Doel dihubungi oleh ibunya Sarah untuk datang ke rumahnya. Disana, Doel dipertemukan dengan anak yang sempat ditolongnya saat di pantai. Disanalah Doel diberitahu bahwa anak tersebut merupakan putranya yang bernama Abdullah/Dul.

Berbeda dengan seri sebelumnya yang berformat sinetron, Si Doel Anak Pinggiran hanyalah merupakan film televisi, dan penayangannya kembali berpindah dari Indosiar ke RCTI.

Si Doel The Movie 1[sunting | sunting sumber]

Empat belas tahun sudah Sarah (Cornelia Agatha) pergi tanpa kabar dan perpisahan yang jelas, menyimpan kerinduan dalam hati Doel (Rano Karno) yang sudah berumah tangga dengan Zaenab (Maudy Koesnaedi). Melalui Hans (Adam Jagwani), Sarah meminta Doel dibawa ke Belanda. untuk mempertemukannya dengan Dul (Rey Bong), anak hasil pernikahannya dengan Doel. Maka, dengan dalih urusan bisnis, Hans mengundang Doel datang ke Belanda.

Tanpa mengetahui maksud sebenarnya, Doel ditemani Mandra (Mandra) terbang ke Amsterdam dan membuat pecah kerinduan yang dipendamnya selama ini. Doel bertemu dengan Sarah dan anaknya Dul. Tapi, kini Doel berada didalam pilihan yang sulit. Harapan, kerinduan, keresahan dan keihkhlasan menyelimuti kisah tiga insan yang kerap dipermainkan oleh takdir. Dan pilihan untuk berada dalam jalan terbaik berada di tangan Doel yang menggalau tanpa mau membohongi dan melukai perasaan siapa pun.

Si Doel the Movie 2[sunting | sunting sumber]

Wanita mana yang tak hancur hatinya, mendapati suami yang ia tunggu kepulangannya membawa kabar bahwa ia bertemu dengan belahan jiwa beserta anak yang selama ini dirindukannya.

Hal itulah yang dirasakan Zaenab (Maudy Koesnaedi) dan membuat hatinya menggalau dalam kebisuan untuk memilih antara mempertahankan pernikahannya dengan Doel (Rano Karno), atau merelakannya. Terlebih saat Doel mengatakan bahwa Sarah (Cornelia Agatha) dan Dul Kecil (Rey Bong) akan menetap di Jakarta.

Dalam kegelisahannya, Zaenab mencoba mencari jawaban atas takdir yang harus ia pilih, dan harapan itu mulai terbuka lebar saat Doel mendapat kabar dari Atun (Suti Karno) bahwa kemungkinan Zaenab tengah hamil.

Dan penegasan itu datang saat Sarah datang berkunjung ke rumah untuk mengungkapkan penyesalan atas apa yang terjadi di masa lalu kepada Mak Nyak (Aminah Cendrakasih) dan meminta Doel kecil untuk menganggap Zaenab sebagai ibunya.

Akhir Kisah Cinta Si Doel[sunting | sunting sumber]

Doel (Rano Karno) dan Zaenab (Maudy Koesnaedi) mendapat kabar dari dokter bahwa Zaenab hamil. Mereka juga mendapat kabar lain bahwa Sarah (Cornelia Agatha) dan Dul Kecil (Rey Bong) akan datang ke Jakarta.

Dilema menyelimuti ketiga tokoh utama. Doel bimbang antara memilih rujuk dengan Sarah dan meninggalkan Zaenab yang sedang hamil atau memilih bersama Zaenab dan resmi bercerai dengan Sarah. Zaenab bimbang antara tetap bersama Doel dan bayinya dan memisahkan Doel dan Sarah. Sarah bimbang antara memilih rujuk dengan Doel dan memisahkan Doel dengan Zaenab yang sedang hamil atau memilih berpisah dengan Doel. Doel berbincang dengan Dul Kecil yang menyatakan bersedia menerima apapun pilihan ayahnya dan menghabiskan waktu bersama antara ayah dan anak dengan mengoperasikan oplet. Di tengah kegundahan Doel untuk memilih antara Sarah dan Zaenab, Sarah mengajukan gugatan cerai secara resmi untuk mengakhiri drama. Doel akhirnya tetap bersama dengan Zaenab.

Ada 4 ending yang direkam. Ending yang canon adalah Doel bercerai dengan Sarah dan bersama dengan Zaenab.

Produksi[sunting | sunting sumber]

Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Rano Karno mengungkapkan bahwa alur cerita Si Doel Anak Sekolahan hanya sedikit yang mengambil dari novel Si Doel Anak Betawi yang ditulis oleh Aman Datuk Madjoindo. Berbeda dengan di versi film pada dekade 1970-an, Rano mengaku kurang setuju apabila sinetron karyanya disadur penuh dari novel karena ia melihat bahwa zaman sudah berubah dan Doel di versi novel hanya tamatan sekolah dasar. Untuk itulah di versi sinetron ia menceritakan Si Doel yang lebih modern dengan digambarkan sebagai lulusan perguruan tinggi.[1]

Pemilihan pemain[sunting | sunting sumber]

Si Doel Anak Sekolahan merupakan satu dari sedikit sinetron Indonesia yang tetap mempertahankan para pemeran yang sama sejak dari musim pertama sampai terakhir.

Karakter Sabeni yang digambarkan sebagai ayah Doel dan diperankan oleh Benyamin Sueb tidak diganti meskipun sang pemeran meninggal dunia saat sinetron ini sedang diproduksi untuk musim ketiganya di 1995. Meskipun sempat muncul usulan kepada Rano Karno untuk mengganti pemeran Sabeni dengan orang lain yang berwajah mirip (Urip Arphan), Rano memilih tidak melakukannya dengan alasan menghormati legacy Benyamin S. Akhirnya Rano kemudian menulis ulang skenario dengan menceritakan bahwa Sabeni meninggal dunia akibat kecelakaan.[2]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Hasil
1997 Si Doel Anak Sekolahan (RCTI) Panasonic Awards Acara Sinetron Latar Belakang Kebudayaan
Penghargaan Emas
Rano Karno Sutradara Sinetron Latar Belakang Kebudayaan
Bintang Drama Pria
2012 Si Doel Anak Pinggiran (RCTI) Panasonic Gobel Awards FTV Terfavorit
2020 Si Doel Anak Sekolahan (RCTI) RCTI+ Indonesian Digital Awards Most Favorite Legendary Sinetron

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Marhendri, Denny (9 November 2021). "Rano Karno Ungkap Kisah di Balik Si Doel Anak Sekolahan, Cerita Tak Sesuai Novel Asli". Merdeka.com. Jakarta. Diakses tanggal 18 Juni 2022. 
  2. ^ Liberti, Pasti (16 September 2017). "Babe yang Tak Tergantikan". detik.com. Jakarta. Diakses tanggal 18 Juni 2022. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]