BTV (Indonesia)

Halaman yang dilindungi semi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari BeritaSatu TV)

BTV
Nama sebelumnyaQ Channel (1998-2005)
QTV (2005-2011)
BeritaSatu (2011-2022)
JenisJaringan televisi
SloganBersatu Menginspirasi
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia
PendiriPeter F. Gontha
Tanggal siaran perdana1 Mei 1998 (siaran percobaan)
Tanggal peluncuran29 Mei 1998 (sebagai Q Channel)
15 September 2005 (sebagai QTV)[1]
3 September 2011 (sebagai BeritaSatu)[2]
11 Oktober 2022 (sebagai BTV)
Kantor pusatCommodity Square, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan
PemilikPT First Media News[3] (B Universe)
Anggota jaringanlihat #Jaringan siaran
Tokoh kunciRio Abdurachman (Direktur Utama)
Format gambar1080i HDTV 16:9
(diturunkan menjadi 576i 16:9 untuk umpan SDTV)
Satelit
Kabel
IPTV
Televisi Internet
Situs webbtv.id
BTV
PT Banten Sinar Dunia Televisi
Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Indonesia
SaluranDigital: 26 UHF
Virtual: 51
Pemrograman
BahasaBahasa Indonesia
AfiliasiBTV (stasiun induk/sebagai penyedia konten)
Kepemilikan
PemilikB Universe
Riwayat
Siaran perdana
15 Februari 2013
Bekas tanda panggil
BSTV (2013-2023)
Bekas nomor kanal
24 UHF (analog)
36 UHF (digital)
37 UHF (digital)
Bersatu Televisi atau BeritaSatu Televisi (sebelumnya Banten Sinar Dunia Televisi)
Informasi teknis
Otoritas perizinan
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

BTV adalah sebuah jaringan televisi swasta digital di Indonesia. Sebelumnya sempat bernama Q Channel, QTV dan BeritaSatu yang berfokus pada penonton televisi berlangganan dan kalangan menengah ke atas, mulai 11 Oktober 2022, namanya berganti menjadi nama saat ini, dan siarannya mulai dapat disaksikan di berbagai daerah di Indonesia.

Sejarah

Q Channel/QTV

Logo Q Channel (1 Mei 1998-15 September 2005)

Mulanya BTV bersiaran dengan nama Q Channel (singkatan dari Quick Channel),[1] yang dirintis oleh salah satu petinggi RCTI dan SCTV, Peter F. Gontha.[4] Q Channel memulai siaran percobaannya pada tanggal 1 Mei 1998 dan diluncurkan pada tanggal 29 Mei 1998. Sebagian besar konten saluran ini ditargetkan untuk eksekutif, segmen masyarakat berpenghasilan tinggi yang berpengaruh dan para pembuat keputusan. Acara-acaranya sebagian besar terdiri dari bincang-bincang dan infotainment yang terkait dengan bisnis, ekonomi, politik, gaya hidup, dan hiburan, seperti dalam Impact dan TV Magazine.

Logo QTV (15 September 2005-3 September 2011)

Pada tanggal 15 September 2005, Q Channel berganti nama menjadi QTV. Merupakan televisi sindikasi pertama di Indonesia, QTV bertindak menjadi penyedia konten (dalam hal ini direlai siarannya) bagi sejumlah stasiun televisi/radio lokal di daerah-daerah,[1] meskipun sebenarnya siarannya juga dapat dinikmati secara mandiri di beberapa televisi berlangganan, seperti Indovision.[5] Selain karena perluasan siarannya, pergantian nama menjadi QTV menurut Gontha juga dimaksudkan sebagai harapan agar saluran televisi ini dapat terus memenuhi keinginan penonton dan mencoba mengembangkan public sphere.[1] Program-programnya meliputi bisnis, informasi, pendidikan dan hiburan. Sama seperti Q Channel, QTV juga masih memfokuskan siarannya pada acara talk show (contohnya Sudut Bidik,[6] Soegeng Sarjadi Forum, Oposisi dan Leader of Indonesiasatu – Media Mencari Pemimpin),[7][8][9] dan menargetkan penonton kelas atas yang diperkirakan sebanyak 2 juta pemirsa.[10]

Baik Q Channel dan QTV berada di bawah badan hukum/pengelolaan PT Jaring Data Interaktif (JDI), yang juga mengelola saluran sejenis bernama Swara,[11] dan beberapa media lain seperti 88888.com,[12] menyediakan jasa internet satelit,[13][14] maupun proyek bernama Indonesian Multimedia Education Network.[15] Nasib PT JDI dan Q Channel sebenarnya hampir di ujung tanduk pada tahun 2004, ketika digugat pailit oleh PT Bursa Efek Jakarta. Namun, kemudian gugatan tersebut dimentahkan di pengadilan akibat kurang bukti.[16][17]

BeritaSatu

Logo BeritaSatu (2011-2022)

Pada tanggal 1 September 2011, QTV bertransformasi menjadi BeritaSatu yang selanjutnya diluncurkan pada tanggal 3 September 2011.[18][2] Perubahan ini terjadi seiring bergabungnya Gontha ke Grup Lippo dan keinginan dari grup milik keluarga Riady tersebut untuk terjun ke bisnis media massa.[19] Sebelum pergantian nama tersebut, Lippo (lewat PT First Media News dan PT First Media Production) dikabarkan sudah mengakuisisi 100% saham PT Jaring Data Interaktif, pengelola QTV pada 20 Januari 2011 dari Alanberg Pte. Ltd., Asian Future Ltd., dan PT Persada Giri Abadi dalam transaksi bernilai Rp 10 miliar.[20] Untuk menyukseskan televisi barunya, Lippo selain dibantu Gontha, juga merekrut sejumlah jurnalis senior seperti Don Bosco Selamun dan Nunung Setiyani dalam jajaran pimpinan redaksi BeritaSatu.[21] Pada saat itu, BeritaSatu memiliki target ambisius, yaitu menjadi televisi berita lokal sekelas internasional, seperti CNN dan BBC News.[22][23]

BeritaSatu merupakan saluran televisi berita, sehingga menjadi pesaing untuk media sejenis, namun dengan target pasar kelas atas.[24] Fokus dari program-program BeritaSatu ada di konten berita, terutama terkait keuangan, informasi politik, kemasyarakatan dan olahraga,[25] ditambah acara-acara current affairs.[26] Mulanya, di bulan Januari 2012, BeritaSatu berniat akan bersiaran selama empat jam perhari, yang akan ditingkatkan menjadi 7-8 jam perhari. Belakangan, siarannya kemudian dapat dilakukan selama 24 jam nonstop. BeritaSatu juga merupakan salah satu saluran televisi pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi gambar beresolusi tinggi (HD). Selain bersiaran sebagai saluran yang berdiri sendiri, nama "BeritaSatu" kemudian juga sempat digunakan pada saluran-saluran lainnya (yang dibawah satu atap), seperti BeritaSatu World, BeritaSatu English, BeritaSatu Sports, BeritaSatu Lifestyle, BeritaDua,[27][28] dan juga sebuah portal berita (BeritaSatu.com).

Siaran BeritaSatu awalnya hanya dapat ditangkap di pelanggan televisi kabel First Media, tetapi kemudian seiring kerjasama juga dapat disaksikan di televisi berlangganan lain seperti Aora dan TelkomVision.[29][30] Dalam beberapa waktu, siaran BeritaSatu awalnya juga sempat direlai oleh beberapa stasiun televisi lokal di sejumlah daerah, seperti PKTV, TV-M, Riauchannel,[31][32] Duta TV, Manado TV dan lainnya.[26] Namun, menjelang akhir 2010-an, upaya perluasan siaran tersebut dihentikan dan BeritaSatu hanya dapat disaksikan secara terestrial di Jabodetabek dan Banten lewat siaran digital.

Pada tahun 2013, BeritaSatu juga mengudara sebagai televisi terrestrial digital dengan wilayah siaran di Jabodetabek dan Banten, menggunakan kanal (multipleks/MUX) milik sebuah stasiun televisi lokal, bernama BSTV (Banten Sinar Dunia Televisi) di kanal 36 UHF.[33] BSTV meraih kanalnya setelah proses tender televisi digital yang diadakan pada pertengahan 2012. Kemenangan BSTV dalam proses ini awalnya sempat diperdebatkan karena stasiun TV ini, walaupun sudah mengajukan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) ke KPID Banten pada 2008 dan meraih IPP tetap pada April 2012 (No. 221/KEP/M.KOMINFO/04/2012 tanggal 13 April 2012), tetapi stasiun televisi ini relatif tidak dikenal oleh publik maupun pernah bersiaran secara analog sama sekali di wilayah siarnya di Malingping pada kanal 24 UHF.[34][35][36][37] Kemungkinan saja, BSTV berhasil memenangkan tender karena merupakan stasiun televisi yang paling banyak menjanjikan akan memberikan set-top box (STB), yaitu sebesar 3 juta unit.[38]

Meskipun awalnya misterius, namun akhirnya terungkap bahwa BSTV memiliki afiliasi dengan BeritaSatu (maupun perusahaan saudaranya di bawah Lippo Group) karena sepanjang bersiaran sejak 2013, BSTV tidak pernah bersiaran secara independen dan kanalnya hanya berisi saluran dari grup tersebut, yaitu BeritaSatu itu sendiri, ditambah dengan saluran lain seperti BeritaSatu World, BeritaSatu English/Jakarta Globe News Channel, MiX dan Hi! (kanal in-house First Media).[39] Selain itu, tanda-tanda lain yang menunjukkan keterkaitan BSTV dengan Lippo adalah kantor pusatnya yang ada di Lippo Karawaci, pernyataan Gontha yang mengiyakan komitmen 3 juta STB saat masih menjadi pimpinan First Media, dan laporan keuangan dari bank milik Lippo, Bank Nationalnobu yang menyatakan bahwa BSTV berada dalam "kesamaan pengendali".[40][41] Sejauh ini, sayangnya BSTV masih belum tampak memenuhi janjinya dengan hanya tercatat sekali membagikan STB-nya tersebut di Malingping pada Agustus 2014.[42]

Dalam kinerjanya, BeritaSatu pernah mengklaim sebagai saluran berita No. 1 di Indonesia pada 2014 yang memiliki penonton potensial sebanyak 26 juta,[43] dan telah mengalami peningkatan penonton ratusan kali lipat sejak diluncurkan.[44] Meskipun demikian, seperti media-media di bawah BeritaSatu Media Holdings lainnya,[23] pada akhirnya bisa dikatakan BeritaSatu kurang begitu berhasil dibanding pesaingnya yang bisa diterima secara free-to-air. Apalagi, setelah Don Bosco Selamun mengundurkan diri dari kepemimpinan BeritaSatu, saluran televisi ini nampak sulit berinovasi, seperti dalam kekritisan beritanya.[22] BeritaSatu pun kemudian di tahun 2019 sempat memproklamasikan dirinya sebagai "televisi berita finansial" yang menyuarakan hal-hal positif, yang sayangnya kurang banyak membantu.[45] Akhirnya, BeritaSatu terpaksa mem-PHK karyawannya pada Oktober 2021[46] dan Maret 2022, yang mencapai 70% dari keseluruhannya (250 orang). Tidak tanggung-tanggung, pekerja yang terkena PHK termasuk wakil pemimpin redaksi, manajer dan produser dari saluran berita ini.[47] Pasca-PHK massal tersebut, awalnya BeritaSatu direncanakan akan menghentikan siaran televisinya, dengan berganti konsep menjadi penyedia video berita di aplikasi dan situs video sharing.[22]

BTV

Belakangan, di bulan Oktober 2022, muncul kabar bahwa BeritaSatu akan mengalami perubahan ke "era baru" seperti logo yang disisipkan di pojok kanan bawah siarannya.[48] "Era baru" yang dimaksud adalah perubahan fokus dari media yang awalnya memfokuskan ke berita saja, juga kini ke hiburan.[49] Di tanggal 11 Oktober 2022 pukul 09.53 WIB, perubahan tersebut resmi diwujudkan lewat pergantian nama dari BeritaSatu menjadi BTV. Seremoni pergantian nama tersebut dilakukan dalam pembukaan Investor Daily Summit 2022 oleh Presiden Joko Widodo,[50] yang juga dihadiri oleh beberapa pejabat.[51]

Di saat yang sama, juga dilakukan penggantian nama pada induknya selama ini, dari BeritaSatu Media Holdings menjadi B Universe. Nama B Universe ("semesta B") dimaksudkan agar informasi yang ada bisa ditangkap dan bisa dirangkum dalam sebuah berita yang tersampaikan ke masyarakat, atau dapat juga diartikan B Seen - B Look ("dilihat – dipandang"), di mana media-media di bawah induk tersebut menjadi media yang dipertimbangkan, dipercaya dan menginspirasi. B Universe dan medianya (termasuk BTV) juga ditargetkan dapat memberi kontribusi dengan membuka ruang diskusi yang kritis dan konstruktif mengenai arah bangsa ke depan.[52] Meneruskan apa yang dirintis oleh BeritaSatu Media Holdings, B Universe dapat dinikmati secara multiplatform oleh media-media di bawahnya, seperti koran Investor Daily.[53]

Menurut suatu sumber, pergantian nama tersebut dilakukan pasca Lippo Grup menjual 80% saham BeritaSatu kepada mantan Menteri Perdagangan, politisi NasDem, dan pengusaha Enggartiasto Lukita pada Juli 2022. Pasca-penjualan tersebut, Lippo dikabarkan masih memegang 20% sisa sahamnya.[54][53] Namun, kurang jelas apakah semua media massa di bawah BeritaSatu Media Holdings ikut dijual atau tidak. Yang pasti, Enggartiasto tercatat sudah duduk sebagai Executive Chairman dari B Universe (dan sebelumnya BeritaSatu Media Holdings) pada bulan September 2022.[55]

Setelah pergantian nama, program-program BeritaSatu yang didominasi acara berita, dirombak total. Acara beritanya misalnya berganti dari Jurnal ke BeritaSatu, sementara kemudian program acaranya menjadi banyak didominasi acara majalah berita (sejenis On The Spot). Ditargetkan segmen acaranya akan diperluas ke siaran olahraga, hiburan dan musik,[56] yang diklaim akan berkualitas dan menargetkan segala segmen usia dan jenis kelamin.[57] Selain perubahan pemrograman, hal penting lain yang dilakukan BTV setelah pergantian nama adalah perluasan siaran. Dari awalnya hanya bersiaran secara terestrial di Jabodetabek dan ditambah di televisi berlangganan, ditargetkan BTV akan hadir di 90 kota di Indonesia lewat siaran digital yang akan segera diberlakukan lewat penghentian siaran analog.[52]

Identitas

Riwayat slogan

Sebagai Q Channel

  • Executive Television (29 Mei 1998-15 September 2005)

Sebagai QTV

  • Watch.Know.Decide. The Channel For Decision Makers (15 September 2005-3 September 2011)

Sebagai BeritaSatu

  • Warnai Hidupmu (3 September 2011-1 April 2016)
  • Nomor Satu (1 April 2016-11 Oktober 2022)

Sebagai BTV

  • Bersatu Menginspirasi (11 Oktober 2022-sekarang)

Jaringan siaran

Saat ini, jangkauan siaran BTV mencakup 11 provinsi di Indonesia (dan akan terus bertambah sewaktu-waktu), yaitu:

Nama Jaringan[58][59] Nama Stasiun Daerah Frekuensi Digital (DVB-T2) Nama Multipleksing Digital (DVB-T2)[60]
PT Banten Sinar Dunia Televisi BTV DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi 26 UHF RTV Jakarta
Cilegon, Serang 38 UHF TVRI Cilegon
Pandeglang 28 UHF TVRI Saketi
Malingping, Lebak 30 UHF TVRI Bayah
PT Asmaya Televisi Digital BTV Bandung[a] Bandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur 35 UHF TVRI Panyandakan
PT Semarang Inti Media Televisi IMTV Semarang, Ungaran, Kendal, Jepara, Kudus, Demak 36 UHF MetroTV Semarang
PT Indo Global Media IGM TV Palembang 29 UHF TVRI Palembang
PT Inspira Medan Mulia Inspira TV Medan Medan 34 UHF Indosiar Medan
PT Inspira Multi Talenta Inspira TV Banjarmasin Banjarmasin, Martapura, Marabahan 31 UHF TVRI Banjarmasin
PT Ma'dinul 'Ulum Media Televisi Ummat Madu TV Surabaya Surabaya, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Pasuruan, Bangkalan 38 UHF MetroTV Surabaya
PT Tegar TV Yogyakarta Tegar TV Jogja Yogyakarta, Wonosari, Solo, Sleman, Wates 29 UHF TVRI Pathuk
PT Arkana Tiyasa Televisi Bakudapa TV Balikpapan 38 UHF TVRI Balikpapan
PT Untukmu Indonesia Batam ASA TV Batam, Tanjung Balai Karimun 48 UHF TVRI Batam / TVRI Kijang

Catatan:

  1. ^ dahulu Asmaya TV

Program acara

Penyiar

Struktur

Daftar direktur utama

No Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1 Peter F. Gontha 1998 2013
2 Don Bosco Selamun 2013 2016
3 Henry Riady 2016 2018
4 Claudius V. Boekan 2018 2021[61]
5 Tito Sulistio 2021 2022
6 Rio Abdurachman 2022 sekarang

Direksi saat ini

Struktur dewan direksi BTV saat ini adalah sebagai berikut:

Nama Jabatan
Enggartiasto Lukita Executive Chairman
Rio Abdurachman Direktur Utama
Apreyvita Dyah Wulansari Wakil Direktur Utama
Anthony Wonsono Direktur Digital & Business Development
Tania Kirana Direktur Keuangan
Melly Marliani Direktur Bisnis
Hendra Prawira Direktur Umum
Patricia Tambunan Direktur Legal

Referensi

  1. ^ a b c d Penuhi Tayangan Program Berkualitas, Q Channel Berubah Jadi Q TV
  2. ^ a b "Malam ini, Siaran Perdana BeritaSatu TV". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-10-25. Diakses tanggal 2020-12-26. 
  3. ^ 2021, First Media Perkuat Bisnis Konten
  4. ^ "Suara Karya Online: Kreator Berita Televisi". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-28. Diakses tanggal 2020-12-26. 
  5. ^ BERITASATU
  6. ^ Sudut Bidik Bersama Prof Dr Soebroto QTV April 2006
  7. ^ Peran asisten editor di majalah lider
  8. ^ SUDUT BIDIK IPTEK: PERSIAPAN PELAKSANAAN KONGRES ILMU PENGETAHUAN NASIONAL (KIPNAS) IX
  9. ^ The Roles of Broadcasters in Disaster Reportage
  10. ^ Bekerja Sebagai News Presenter
  11. ^ ABOUT US
  12. ^ Eksekutif, Masalah 246-250
  13. ^ masyarakat, Bagian 4
  14. ^ Panji: majalah berita nasional, Volume 5
  15. ^ IMEN JDI
  16. ^ Pengadilan Menolak Pailitkan Saluran Televisi Q Channel
  17. ^ BEJ Ajukan Permohonan Pailit
  18. ^ "Lippo's News Channel Launched". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-30. Diakses tanggal 2020-12-26. 
  19. ^ Peter F Gontha Bergabung Berita Satu Media Holdings
  20. ^ First Media akuisisi perusahaan konten siaran JDI
  21. ^ Setelah 5 Tahun, Don Bosco Tinggalkan Beritasatu TV
  22. ^ a b c Pelajaran Dari Layoff Beritasatu
  23. ^ a b Media Power in Indonesia: Oligarchs, Citizens and the Digital Revolution
  24. ^ MANAJEMEN REDAKSI BERITASATU TV DALAM MENGAHADAPI PERSAINGAN INDUSTRI MEDIA ELEKTRONIK
  25. ^ Beritasatu TV Resmi Berubah Jadi BTV
  26. ^ a b NEWS CHANNEL
  27. ^ Berita Satu, the first 24 hour...
  28. ^ BERITASATU… BERITADUA?
  29. ^ Telkomvision Gandeng...
  30. ^ Aora, BeritaSatu TV Bisa Tayang di Sumatera dan Kalimantan
  31. ^ Top Stories Prime Time 29 Maret 2013
  32. ^ Selamat Tinggal, Berlian dan Batu Safir!
  33. ^ BSTV Buka Kerja Sama dengan LPS untuk Penyewaan Slot Mux
  34. ^ KPI Banten Pertanyakan Kemenangan BSTV
  35. ^ Ribut BSTV Banten
  36. ^ Pernah Siaran, BSTV Banten Tiba-tiba Menang Tender[pranala nonaktif permanen]
  37. ^ Lolosnya BSTV Jadi Penyelenggara TV Digital Dianggap Janggal
  38. ^ Asosiasi TV Digital Minta STB Segera Disalurkan ke Masyarakat
  39. ^ Issue: BSTV=BERITASATU?
  40. ^ LapKeu Tahunan BankNobu, hlm. 110
  41. ^ Siaran Hilang Setelah Menang
  42. ^ BSTV Bagikan Kotak Dekoder Gratis untuk Siaran Digital
  43. ^ Promosi Beritasatu
  44. ^ BERITASATU TV KLAIM PENONTON...
  45. ^ Beritasatu Fokus Menuju Televisi Berita Finansial
  46. ^ BeritaSatu TV PHK 70% Karyawannya
  47. ^ BeritaSatu TV lakukan pengurangan karyawan
  48. ^ Beritasatu TV Dikabarkan Akan Ganti Nama Jadi BTV Mulai Besok, Siap Mengudara via Terestrial Secara Nasional
  49. ^ Beritasatu Akan Mengudara Secara Gratis di Jabodetabek
  50. ^ "Detik Detik Perubahan Nama Berita Satu Menjadi BTV (11 Oktober 2022)". 
  51. ^ Jokowi Pakai Batik B Universe, Simbol Loyalitas
  52. ^ a b Muncul dengan Brand Baru, B-Universe akan Hadir di 90 Kota di Seluruh Indonesia
  53. ^ a b Lippo Group Lepas Kendali Beritasatu Media Holdings', Ganti Nama Jadi B Universe
  54. ^ Latest Rumor: Lippo...
  55. ^ Media Harus Tetap Relevan di Era yang Terus Berubah
  56. ^ Zainudin Dukung Transformasi BTV Tayangkan Konten Sport
  57. ^ Beritasatu TV Berganti Nama Jadi BTV
  58. ^ LAPORAN KINERJA KOMINFO 2017
  59. ^ Lembaga Penyiaran Digital
  60. ^ "Dashboard TV Digital". Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Diakses tanggal 23 Januari 2022. 
  61. ^ Dua Wartawan Senior Pamit Dari BeritaSatu TV

Pranala luar