3 Nafas Likas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
3 Nafas Likas
Poster Resmi 3 Nafas Likas.jpg
Poster Resmi 3 Nafas Likas
Sutradara Rako Prijanto
Produser Riahna Djamin Gintings
Reza Hidayat
Penulis Titien Wattimena
Pemeran Atiqah Hasiholan
Vino G. Bastian
Tutie Kirana
Marissa Anita
Mario Irwinsyah
Arswendi Nasution
Ernest Samudra
Tissa Biani Azzahra
Anneke Jodi
Musik Aghi Narottama
Sinematografi Hani Pradigya
Perusahaan
produksi
Oreima Films
Distributor Oreima Films
Tanggal rilis
16 Oktober 2014
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Bahasa Karo

3 Nafas Likas adalah sebuah film Indonesia yang diproduksi oleh Oreima Films dan diarahkan oleh peraih sutradara terbaik Piala Citra 2013, Rako Prijanto (Sang Kiai,Ungu Violet, D'Bijis), serta berdasarkan naskah garapan Titien Watimena. Dibintangi oleh Atiqah Hasiholan, Vino G. Bastian, Tuti Kirana, Marissa Anita, Mario Irwinsyah, Tissa Biani Azzahra, Jajang C Noer. 3 Nafas Likas akan memulai proses syuting pada 26 April 2014, selama kurang lebih dua bulan. Film ini akan mengambil lokasi di beberapa kota di Sumatera Utara, Jakarta dan Ottawa, Kanada. Rencananya akan dirilis pada bulan September 2014.[1]

Pada 22 April 2014, saat melakukan syukuran menjelang syuting di Sate Khas Senayan Pakubuwono, dijelaskan bahwa 3 Nafas Likas merupakan film yang berdasarkan kisah nyata seorang tokoh bernama Likas Tarigan, yang kemudian lebih dikenal sebagai Likas Gintings, istri dari Let.Jend. Djamin Gintings. Dalam kesempatan yang sama juga diumumkan bahwa proyek film ini bisa direalisasikan atas persetujuan keluarga besar Djamin Gintings.

Salah satu anak pasangan Djamin Ginting-Likas Tarigan, Riahna Djamin Ginting, menjadi produser eksekutif (executive producer) film ini. Riahna Djamin Gintings yang mewakili keluarga besar Djamin Gintings, juga mengatakan bahwa film 3 Nafas Likas merupakan kado khusus yang dipersembahkan untuk kedua orang tua mereka. Ia juga mengatakan bahwa film ini bukan hanya sekadar kisah tentang sebuah keluarga, melainkan sebuah kisah universal yang bisa diterima oleh semua orang.[2]

Di hari yang sama juga diluncurkan dua jejaring sosial resmi film ini, yaitu 3 Nafas Likas ( fanpage Facebook) dan @OreimaFilms (akun Twitter).

Pada tanggal 16 September 2014, diumumkan bahwa penyanyi Tulus menjadi pengisi soundtrack film ini. Tulus membawakan dua lagu, yaitu cover lagu Chrisye yang berjudul Untuk Ku dan satu lagu orisinal yang berjudul Lekas.

Di hari yang sama juga diluncurkan poster dan trailer resmi film.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Kisah dalam film ini berlatar beberapa periode waktu, mulai dari era 1930'an hingga ke tahun 2000. Juga melalui beberapa kejadian penting di Indonesia, mulai dari perang kemerdekaan, pergolakan revolusi di era 1960'an, hingga masa kejayaan perekonomian Indonesia. Cerita dalam film ini berlatar di tiga lokasi; tujuh kota di Sumatera Utara, Jakarta, hingga ke Ottawa, Kanada.[3]

Bercerita tentang seorang perempuan istimewa bernama Likas (Atiqah Hasiholan), yang menjalani kehidupan luar biasa. Likas kemudian berhasil meraih berbagai pencapaian dan keberhasilan, karena ia memegang teguh tiga janji yang pernah diucapkannya kepada tiga orang terpenting dalam hidupnya. Janji-janji itulah yang selalu berada di setiap tarikan napasnya. Nafas yang memberikan ruh dan semangat dalam setiap tindakan, serta keputusannya. Keputusan yang lahir atas janjinya untuk terus berjuang dan berlandaskan kerinduannya akan cinta.

Sebuah kisah yang melontarkan sebuah pertanyaan, Untuk Siapa Kau Bernafas?

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Proses produksi[sunting | sunting sumber]

Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Proses pengembangan 3 Nafas Likas dimulai dari bulan Desember 2013, yang dikerjakan bersama Rako Prijanto, Titien Wattimena, dan produser Reza Hidayat. Proses syuting pun akan dilakukan mulai 26 April 2014, selama kurang lebih dua bulan. Karena cerita dalam film ini berlatar di daerah Karo, Sumatera Utara mulai dari periode waktu 1930'an hingga ke masa kini, maka tim produksi Oreima Films melakukan riset ke beberapa kota di Sumatera Utara demi mendapatkan keotentikan budaya, tempat dan adat istiadat seperti yang ingin ditampilkan di filmnya nanti. Dalam proses riset inilah, didapatkan fakta bahwa budaya Tanah Karo yang menjadi latar kisah 3 Nafas Likas berbeda dari budaya Batak dan kota Medan, yang selama ini sering ditampilkan di beberapa produksi.

Sekitar 10 persen adegan di film 3 Nafas Likas nanti akan menggunakan dialog dalam Bahasa Karo. Meski demikian, tim produksi berusaha sesempurna mungkin menghadirkan budaya Karo sehingga taste-nya tidak lari dari keadaan sebenanrnya. Film ini akan mengikuti perjalanan Likas beru Tarigan, mulai dari masa revolusi di Sibolangit, hingga kesertaannya mengikuti sang suami, Djamin Ginting, bertugas di Ottawa, Kanada. Karena rentang periode dan banyaknya seting tempat yang digunakan, maka tim produksi menyadari akan ada perubahan rengget (cengkok) atau bahkan kosakata.[4]

Beberapa lokasi syuting di Sumatera Utara, antara lain ; Bakkara (Kabupaten Humbang Hasundutan), Dolok Sanggul (Kab. Humbang Hasundutan), Berastagi, Kabanjahe, Tebing Tinggi, Pamah Semilir, dan Kota Medan. Lokasi syuting lainnya adalah Jakarta dan Ottawa, Kanada.

Pada awal April 2014, sempat dikabarkan bahwa Christine Hakim akan bergabung dalam produksi 3 Nafas Likas.[5] Namun akhirnya, posisi Christine Hakim digantikan oleh Tuti Kirana. Pada pekan ketiga April 2014, Marissa Anita dan Mario Irwinsyah dipastikan bergabung dalam 3 Nafas Likas.[6]

Demi memerankan karakter yang berasal dari Karo, Atiqah Hasiholan dan Vino Bastian melewati satu proses pelatihan bahasa, meliputi: pelatihan dialek, aksen, hingga pelafasan untuk mendapatkan keotentikan. Seting waktu yang terbentang dari era 1930'an hingga 2000, juga membuat mereka akan melalui beberapa fase perubahan penampilan fisik.

Ini merupakan pertama kalinya bagi Atiqah Hasiholan dan Vino Bastian, beradu akting dalam sebuah produksi film feature. Juga merupakan kali pertama bagi Vino Bastian memerankan sebuah karakter dengan rentang periode luas.

Meski keturunan Batak, namun bagi Atiqah perannya sebagai Likas merupakan salah satu peran paling menantang dalam kariernya. Karena ia harus mengucapkan dialog dalam bahasa yang baru baginya.

3 Nafas Likas juga melibatkan beberapa talenta asal Sumatera Utara, untuk ikut terlibat dalam produksi. Proses kasting pun diadakan secara terbuka, khususnya yang berlangsung di Medan. Pada 20 April 2014 dikabarkan bahwa talenta baru asal Medan, Kastria Soldiana Elizabeth Hutagaol (Finalis Wajah Femina 2013), terpilih untuk berperan sebagai salah satu anak karakter Likas.[7]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Film indonesia tahun 2014

Referensi[sunting | sunting sumber]