Guru Bangsa: Tjokroaminoto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Guru Bangsa: Tjokroaminoto
Berkas:Guru Bangsa.jpg
Poster film
Sutradara
Produser
Penulis
Penulis skenarioAri Syarif & Erik Supit
Penulis cerita
Pemeran
SinematograferIpung Rachmat Syaiful
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
9 April 2015
Durasi... menit
Negara
Bahasa
Penghargaan
Festival Film Indonesia 2015

Guru Bangsa: Tjokroaminoto adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 2015. Film ini disutradarai oleh Garin Nugroho dan diproduseri Christine Hakim. Film yang menceritakan biografi tokoh pahlawan nasional Tjokroaminoto ini melibatkan beberapa aktor/akris yang terlibat dalam film ini antara lain Reza Rahardian, Christine Hakim, Didi Petet, Alex Komang, Egi Fedly, Sujiwo Tedjo, Maia Estianty, dan lain-lain.[1][2][3][4]

Dari 8 nominasi yang didapatkannya pada Festival Film Indonesia 2015, film ini berhasil memenangkan tiga di antaranya yaitu Sinematografi Terbaik, Tata Artistik Terbaik, dan Tata Busana Terbaik.

Plot[sunting | sunting sumber]

Menceritakan tentang Hijrahnya Putra Ponorogo, Tjokroaminoto dari Ponorogo ke Surabaya. Saat berkerja di urusan pemerintah hindia belanda di Ponorogo, Tjokroaminoto melihat ketidak adilan selama ini oleh kaum pribumi. Tjokroaminoto memilih undur diri dari pekerjaan setelah menikah dengan Soeharsikin, keputusan ini membuat R.M Mangoensoemo yang seorang wakil Bupati Ponorogo marah kepada Tjokroaminoto, akan tetapi Tjokroaminoto tetap melanjutkan Hijrahnya.

Di Surabaya , Tjokroaminoto bekerja sebagai kuli panggul dan berorganisasi SDI yang kemudian mendirikan Sarekat Islam, Tjokroaminoto pulang ke Ponorogo setelah mendapat kabar istrinya melahirkan anak, Oetari sehingga diboyonglah istri, anak dan pembantu ke surabaya. Tjokroaminoto membuat perusahaan Batik dan menerima pemuda untuk kos di rumahnya. Tjokroaminoto makin dikenal dalam konstribusinya di Sarekat Islam.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Kelemahan[sunting | sunting sumber]

Terdapat Beberapa kelemahan dalam film Guru Bangsa Tjokroaminoto tersebar di beberapa titik alur cerita hingga akting pemainnya. Partisipasi rakyat pun kurang tergambar secara jelas. Gagasan Tjokro yang berkembang di masyarakat tidak dimunculkan benar. Banyaknya detail film yang dikerjakan sehingga yang lain jadi tertinggal. Selain itu, film Tjokro masih memadukan gaya Indonesia dan Hollywood sehingga karakteristik film menjadi tidak jelas. Akting pemain utama pun saat kesepian, masih kurang menghanyutkan penonton. Film Tjokroaminoto seperti karya sejenis sebelumnya, hanya digarap berdasarkan riset, meskipun terselip juga hasil interpretasi sutradara.[5]

Penghargaan dan Nominasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Penerima Hasil
2015 Festival Film Bandung Film Bioskop Terpuji Pic[k]lock Films, Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto & MSH Films Menang
Sutradara Terpuji Film Bioskop Garin Nugroho Nominasi
Pemeran Utama Pria Terpuji Film Bioskop Reza Rahardian Nominasi
Penulis Skenario Terpuji Film Bioskop Ari Syarif, Erik Supit, Sabrang Mowo Damar Panuluh,

Garin Nugroho & Kemal Pasha Hidayat

Nominasi
Penata Musik Terpuji Film Bioskop Andi Rianto Nominasi
Penata Artistik Terpuji Film Bioskop Allan Sebastian Menang
Penata Editing Terpuji Film Bioskop Wawan I. Wibowo Nominasi
Penata Kamera Terpuji Film Bioskop Ipung Rachmat Syaiful Menang
Festival Film Indonesia Film Terbaik Christine Hakim, Dewi Umaya Rachman, Sabrang Mowo Damar Panuluh & Didi Petet Nominasi
Pemeran Utama Pria Terbaik Reza Rahardian Nominasi
Penulis Skenario Asli Terbaik Ari Syarif & Erik Supit Nominasi
Pengarah Sinematografi Terbaik Ipung Rachmat Syaiful Menang
Pengarah Artistik Terbaik Allan Sebastian Menang
Penata Efek Visual Terbaik Satria Bhayangkara Nominasi
Penata Suara Terbaik Satrio Budiono & Trisno Nominasi
Perancang Busana Terbaik Retno Ratih Damayanti Menang
Piala Maya Film Cerita Panjang Terpilih Guru Bangsa: Tjokroaminoto Menang
Penyutradaraan Terpilih Garin Nugroho Menang
Aktor Utama Terpilih Reza Rahardian Nominasi
Aktris Pendatang Baru Terpilih (Piala Tuti Indra Malaon) Putri Ayudya Nominasi
Penampilan Singkat Nan Berkesan (Piala Arifin C. Noer) Tumini Nominasi
Penulisan Skenario Asli Terpilih Ari Syarif & Erik Supit Nominasi
Penyuntingan Gambar Terpilih Wawan I. Wibowo Nominasi
Tata Kamera Terpilih Ipung Rachmat Syaiful Menang
Tata Artistik Terpilih Allan Sebastian Menang
Tata Efek Khusus Terpilih Satria Bhayangkara Nominasi
Tata Musik Terpilih Andi Rianto Menang
Tata Suara Terpilih Satrio Budiono & Trisno Menang
Tata Kostum Terpilih Retno Ratih Damayanti Menang
Tata Rias Wajah dan Rambut Terpilih Didin Syamsudin Menang
2016 Indonesian Movie Actors Awards Film Terfavorit Guru Bangsa: Tjokroaminoto Nominasi
Ansambel Terbaik Menang
Pemeran Utama Pria Terbaik Reza Rahardian Nominasi
Pemeran Utama Pria Terfavorit Nominasi
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Christine Hakim Nominasi
Pemeran Pendukung Wanita Terfavorit Nominasi

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Situs resmi

  1. ^ "Tjokomovie, diakses 19 April 2015". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-21. Diakses tanggal 2015-04-18. 
  2. ^ Wow Keren, diakses 19 April 2015
  3. ^ "JPNN, diakses 19 April 2015". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-04-08. Diakses tanggal 2015-04-18. 
  4. ^ "Sinopsis di Cineplex 21". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-03-22. Diakses tanggal 2015-03-21. 
  5. ^ Tempo: Ini minusnya film Tjokro menurut Garin, diakses 19 April 2015