Remy Sylado

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Remy Sylado
LahirYapi Panda Abdiel Tambayong
12 Juli 1945 (umur 76)
Makassar, Masa Pendudukan Jepang
KebangsaanIndonesia
Nama lainRemy Sylado
Pekerjaan
Tahun aktif1965–sekarang
Suami/istri
Marie Louise
(m. 1976)

Yapi Panda Abdiel Tambayong, (ER: Japi Tambajong, lahir 12 Juli 1945) lebih dikenal dengan nama pena Remy Sylado adalah seorang aktor, dosen, novelis, penulis, sastrawan dan mantan wartawan Indonesia keturunan Minahasa, Sulawesi Utara. Karirnya membentang lebih dari lima dekade, ia muncul di belasan film layar lebar dan merupakan salah satu aktor paling disegani di generasinya. Ia juga seorang penulis aktif yang beberapa karyanya telah diadaptasi untuk layar lebar. Salah satu film terkenal berdasarkan tulisannya adalah Ca-Bau-Kan (2002) dari novel berjudul sama Ca-Bau-Kan: Hanya Sebuah Dosa (1999).

Penampilan impresifnya sebagai aktor dalam drama romantis Tinggal Sesaat Lagi (1986), Akibat Kanker Payudara (1987) dan 2 dari 3 Laki-Laki (1989) membuatnya mendapatkan pujian kritis dan semuanya membuatnya mendapatkan tiga nominasi untuk Piala Citra Festival Film Indonesia sebagai Aktor Pendukung Terbaik.

Masa kecil[sunting | sunting sumber]

Dia besar di lingkungan keluarga Tambayong di Malino, Ujung Pandang (kini Makassar). Masa kecil dan remaja dihabiskan di Semarang dan Solo. Sejak kecil hobi bertanya tentang banyak hal terkait dengan urusan agama. Latar belakang agamanya yang kuat membuat orang tua Yapi mengirimnya untuk bersekolah ke seminari.

Karier[sunting | sunting sumber]

Ia memulai karier sebagai wartawan majalah Tempo (Semarang, 1965), redaktur majalah Aktuil Bandung (sejak 1970), dosen Akademi Sinematografi Bandung (sejak 1971), ketua Teater Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung. Dia menulis kritik, puisi, cerpen, novel (sejak usia 18), drama, kolom, esai, sajak, roman populer, juga buku-buku musikologi, dramaturgi, bahasa, dan teologi. Remy terkenal karena sikap beraninya menghadapi pandangan umum melalui pertunjukan-pertunjukan drama yang dipimpinnya. Ia juga salah satu pelopor penulisan Puisi mBeling bersama Jeihan dan Abdul Hadi WM.

Selain menulis banyak novel, ia juga dikenal piawai melukis, berdrama, dan tahu banyak akan film. Saat ini ia bermukim di Bandung. Remy pernah dianugerahi hadiah Kusala Sastra Khatulistiwa 2002 untuk novelnya Kerudung Merah Kirmizi.

Remy juga dikenal sebagai seorang Munsyi, ahli di bidang bahasa. Dalam karya fiksinya, sastrawan ini suka mengenalkan kata-kata Indonesia lama yang sudah jarang dipakai. Hal ini membuat karya sastranya unik dan istimewa, selain kualitas tulisannya yang tidak diragukan lagi. Penulisan novelnya didukung dengan riset yang tidak tanggung-tanggung. Seniman ini rajin ke Perpustakaan Nasional untuk membongkar arsip tua dan menelusuri pasar buku tua. Pengarang yang masih menulis karyanya dengan mesin ketik ini juga banyak melahirkan karya berlatar budaya di luar budayanya. Di luar kegiatan penulisan kreatif, ia juga kerap diundang berceramah teologi.

Remy Sylado pernah dan masih mengajar di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan Jakarta, seperti Akademi Sinematografi, Institut Teater dan Film, Sekolah Tinggi Teologi. Dia seorang poliglot, menguasai banyak bahasa. Dalam beberapa kesempatan, dia sering berpakaian serbaputih sebagai ciri khasnya.

Karya[sunting | sunting sumber]

Hidup hanya sekali

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Sebagai aktor
Tahun Judul Peran Keterangan
1986 Tinggal Sesaat Lagi
1987 Akibat Kanker Payudara
1989 Dua dari Tiga Laki-laki
1990 Taksi
1990 Blok M
1991 Pesta
1992 Tutur Tinular IV (Mendung Bergulung di Atas Majapahit) Ramapati
2009 Capres Ir Gondo Sujiwo MS, MM, Mber
2015 Bulan di Atas Kuburan Beni
2016 Senjakala di Manado Opa Pingkan
Sebagai kru
Tahun Judul Peran Keterangan
1973 Pelarian Penata musik
1977 Duo Kribo Penata skrip
1978 Ombaknya Laut Mabuknya Cinta Cerita
1981 Mawar Cinta Berduri Duka Penata musik
2001 Ca Bau Kan Cerita

Televisi[sunting | sunting sumber]

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Nominasi dan penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
1987 Festival Film Indonesia Pemeran Pendukung Pria Terbaik Tinggal Sesaat Lagi Nominasi
1988 Festival Film Indonesia Akibat Kanker Payudara Nominasi
1990 Festival Film Indonesia 2 dari 3 Laki-Laki Nominasi

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Diangkat menjadi film Ca Bau Kan yang disutradarai Nia di Nata dan dirilis tahun 2002.
  2. ^ Kisah Diponegoro di Pembuangan Manado.