Nirwan Dewanto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Nirwan Dewanto
Nirwan Dewanto 001 foto oleh Witjak Widhi Cahya.jpg
Nirwan pada tahun 2011
Lahir28 September 1961 (umur 59)
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
KebangsaanIndonesia
AlmamaterInstitut Teknologi Bandung
PekerjaanPenyair, Aktor, Kurator
Tahun aktif1991-sekarang

Nirwan Dewanto (lahir 28 September 1961) adalah seorang penyair dan aktor berkebangsaan Indonesia. Dia juga dikenal karena perannya sebagai Albertus Soegijapranata dalam film biopik Soegija yang disutradarai Garin Nugroho pada tahun 2012.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Nirwan dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 28 September 1961. Saat masih di SMA dia sudah menulis puisi; karya-karyanya diterbitkan di majalah antara lain Kuncung dan Kartini. Nirwan kuliah di Institut Teknologi Bandung di Bandung, Jawa Barat, dari tahun 1980 sampai 1987. Setelah meraih gelar Sarjana Geologi, kemudian dia berpindah ke Jakarta.[1][2]

Pada tahun 1991 Nirwan menjadi pembicara di Konferensi Budaya Nasional. Dia kemudian lebih dikenal untuk banyak membicarakan soal budaya.[2] Nirwan pernah menjadi satu redaktur majalah sastra Horison periode tahun 1990-an, saat susunan dewan redaksi diketuai oleh sastrawan Goenawan Mohamad. Nirwan menjadi redaktur majalah Kalam saat diluncurkan pada bulan Februari 1994, bersama sastrawan Goenawan Mohamad.[3] Pada tahun 1996 Nirwan menerbitkan koleksi esai yang diberi judul Senjakala Kebudayaan.[1] Dua dekade sejak dikemukakan, kelemahan Kebudayaan Indonesia: Pandangan 1991 dibongkar oleh Putri Karyani, blogger Kompasiana, yang menolak premis pascamodernis Nirwan mengenai posisi sains dalam kebudayaan.[4]

Nirwan Dewanto dalam BWCF 2019

Nirwan menduduki dewan juri pada Penghargaan Kusala Khatulistiwa pertama, pada tahun 2001. Di kemudian hari, Nirwan menyatakan bahwa proses seleksi kurang baik, sampai-sampai dewan juri sering tidak memahami karya yang dinilai dan kadang-kadang menilai karya secara sembarangan.[5] Pada tahun yang sama, dia menghasilkan antologi puisi Buku Cacing.[1]

Nirwan memenangkan Penghargaan Khatulistiwa pada tahun 2008 untuk antologi puisi Jantung Ratu Lebah; penghargaan ini juga termasuk honorarium senilai Rp 100 juta. Penulis cerita pendek Seno Gumira Ajidarma, seorang juri, menyatakan bahwa antologi tersebut merupakan karya monumental.[6] Pada tahun 2010, Nirwan menghasilkan antologi puisi yang berjudul Buli-Buli Lima Kaki. Tahun berikutnya beberapa karyanya ditampilkan bersama musik oleh Dian HP dan istri Nirwan, penyanyi Nya Ina Raseuki; Nirwan juga membaca puisi pada kegiatan tersebut.[7][2]

Pada tahun 2012, Nirwan berperan sebagai Uskup Agung Semarang, Albertus Soegijapranata, dalam film biopik Soegija yang disutradarai Garin Nugroho.[8] Garin menyatakan bahwa dia pilih Nirwan sebab penyair itu mirip Soegijapranata secara fisik, biarpun Nirwan bukan orang Katolik.[9] Sementara, Nirwan menyatakan bahwa dia "dipaksa" untuk main film.[10] Indah Setiawati, yang menulis dalam The Jakarta Post, menyatakan bahwa peran Nirwan cukup bagus, biarpun ia tampak merasa kurang nyaman memerankan perannya dalam beberapa adegan.[8]

Saat ini, ia aktif di Komunitas Salihara, yang didirikannya bersama sastrawan Goenawan Mohammad dan seniman Jakarta lainnya.

Buku[sunting | sunting sumber]

  • Kebudayaan Indonesia: Pandangan (1991)
  • Senjakala Kebudayaan (1996)
  • Buli-Buli Lima Kaki (2010)
  • Satu Setengah Mata-Mata (2016)
  • Buku Merah (2017)

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
2012 Soegija Albertus Soegijapranata Puskat Pictures

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki
Bibliografi