Cinta Pertama, Kedua & Ketiga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Cinta Pertama, Kedua & Ketiga
Poster Cinta Pertama, Kedua & Ketiga.jpg
Poster rilis teatrikal
Nama lain
InggrisFirst, Second & Third Love
Sutradara
Produser
Penulis
Pemeran
Penata musik
SinematograferRoy Lolang
PenyuntingAline Jusria
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
Durasi111 menit
Negara
Bahasa

Cinta Pertama, Kedua & Ketiga (bahasa Inggris: First, Second & Third Love) adalah film drama romantis Indonesia tahun 2021 yang disutradarai dan ditulis oleh Gina S. Noer.[1] Film produksi Kharisma Starvision Plus serta Wahana Kreator Nusantara ini dibintangi oleh Angga Yunanda, Putri Marino, dan Slamet Rahardjo Djarot.[2] Cinta Pertama, Kedua & Ketiga rilis perdana secara Internasional di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2021 sebagai film penutup festival tersebut pada 4 Desember 2021.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Raja (Angga Yunanda) dan Asia (Putri Marino) memiliki tanggung jawab yang sama, merawat kedua orang tua tunggal mereka masing-masing. Jika Raja ingin hidup mandiri seperti kedua saudaranya, Asia memilih untuk mengabdi pada ibunya, yang ia rasa telah mengorbankan segalanya untuknya.

Dewa (Slamet Rahardjo Djarot) dan Linda (Ira Wibowo), ayah Raja dan ibu Asia mulai menyatukan hati. Raja merasa senang, tetapi Asia ragu. Ketika Raja meyakinkan Asia bahwa orang tua mereka cocok satu sama lain, Raja dan Asia perlahan-lahan jatuh cinta.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Penayangan[sunting | sunting sumber]

Cinta Pertama, Kedua & Ketiga rilis perdana secara Internasional di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2021 sebagai film penutup festival tersebut pada 4 Desember 2021. Pada 6 Januari 2022, film ini tayang secara umum di bioskop seluruh Indonesia.

Netflix[sunting | sunting sumber]

Cinta Pertama, Kedua & Ketiga ditayangkan juga di Netflix pada 17 Maret 2022.

Pemasaran[sunting | sunting sumber]

Cinta Pertama, Kedua & Ketiga merupakan salah satu dari 22 penerima bantuan pemerintah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk promosi film sebesar Rp 1,5 miliar dalam lingkup program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19 di Indonesia.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]