Ray Sahetapy

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ray Sahetapy
LahirFerenc Raymon Sahetapy
1 Januari 1957 (umur 65)
Donggala, Sulawesi Tengah, Indonesia
Nama lainRay Sahetapy
AlmamaterInstitut Kesenian Jakarta
PekerjaanAktor
Tahun aktif1980—sekarang
Suami/istri
(m. 1981; c. 2004)
Sri Respatini Kusumastuti
(m. 2004)
Anak4, termasuk Surya Sahetapy
KeluargaMerdianti Octavia (menantu)

Ferenc Raymon Sahetapy, (lahir 1 Januari 1957) lebih dikenal sebagai Ray Sahetapy, adalah seorang aktor Indonesia. Sebagai bintang film, ia adalah salah satu aktor paling populer dan disegani di generasinya, sering memerankan pria kompleks dengan nuansa dan kedalaman karakter. Kariernya membentang lebih dari empat dekade, penampilannya yang mengesankan termasuk yang paling dipuji saat itu, dalam film-film drama keluarga dan drama romantis seperti Ponirah Terpidana (1983), Tatkala Mimpi Berakhir (1987) dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990). Ia telah dinominasikan untuk Piala Citra Festival Film Indonesia tujuh kali, enam di antaranya untuk Aktor Terbaik, dan memegang rekor nominasi terbanyak dalam kategori tersebut tanpa kemenangan.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Masa kecilnya dihabiskan di Panti Asuhan Yatim Warga Indonesia, Surabaya. Ia menikah dengan Dewi Yull pada tanggal 16 Juni 1981, tanpa restu dari orang tua Dewi, karena perbedaan agama.[1] Mereka mempunyai empat orang anak, yakni Giscka Putri Agustina Sahetapy, Rama Putra Sahetapy, Surya Sahetapy, dan Muhammad Raya. Sayangnya, Dewi memilih untuk menolak poligami sehingga memutuskan untuk menggugat cerai Ray. Dewi melakukannya karena Ray hendak menikah lagi dengan Sri Respatini Kusumastuti, seorang janda beranak dua yang merupakan pengusaha kafe dan katering, yang pernah menjadi dosen seni pertunjukan di Institut Kesenian Jakarta. Mereka resmi bercerai pada 24 Agustus 2004.[2] Ray kemudian menikah dengan Sri di bulan Oktober 2004.[3]Ia merupakan pemimpin dari organisasi Perhimpunan Seniman Nusantara.

Karier[sunting | sunting sumber]

Sejak remaja, pria berdarah Maluku ini bercita-cita menjadi aktor. Demi mengejar impiannya, Ray meneruskan kuliah di Institut Kesenian Jakarta pada 1977, seangkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok. Ia lulus pada tahun 1988. Film perdananya berjudul Majalah Gadis yang merupakan arahan dari sutradara Nya' Abbas Akup. Dalam film inilah, ia bertemu dengan Dewi Yull yang merupakan istri pertamanya.

Lewat film Noesa Penida yang tayang pada tahun 1988 ini, Ray dinominasikan sebagai aktor terbaik pada Festival Film Indonesia 1989. Selain itu, ia juga pernah dinominasikan sebanyak tujuh kali dalam ajang yang sama, yakni melalui film Ponirah Terpidana (Festival Film Indonesia 1984), Secangkir Kopi Pahit (Festival Film Indonesia 1985), Kerikil-Kerikil Tajam (Festival Film Indonesia 1985), Opera Jakarta (Festival Film Indonesia 1986), Tatkala Mimpi Berakhir (Festival Film Indonesia 1988), dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (Festival Film Indonesia 1990).

Ketika industri film Indonesia mengalami mati suri, ia tetap eksis di dunia seni peran. Ray membangun sebuah sanggar teater di pinggiran kota dan membentuk komunitas teater di sana. Lewat sanggarnya ini, ia pernah membuat geger lantaran gagasan tentang perlunya mengubah nama Republik Indonesia menjadi Republik Nusantara.

Pada pertengahan 2006, ia kembali aktif di dunia film dengan membintangi Dunia Mereka. Bahkan, kongres PARFI pada tahun yang sama memilih Ray menjadi salah satu ketuanya.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Keterangan
1980 Gadis Jaka
1981 Sejuta Serat Sutera Yanuar
Dukun Ilmu Hitam Panji
Kabut Ungu di Bibir Pantai Yanto
1982 Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi
1983 Ponirah Terpidana Jarkasi
Cinta Semalam Wito
Darah dan Mahkota Ronggeng Rasus
1984 Hati Seorang Wanita Irwan
Pelangi di Balik Awan Rachmat
Kabut Perkawinan Tedo
Kerikil-Kerikil Tajam Ganjar
Tirai Kasih Halim
Secangkir Kopi Pahit Buyung
1985 Sebening Kaca Effendi
Opera Jakarta Joko
Melintas Badai Martin
1986 Cinta yang Terjual Yanto
Secawan Anggur Kebimbangan Prasetyo
Di Balik Dinding Kelabu dr. Herman
Pesona Natalia Eri/Heru Damanik
7 Manusia Harimau Gumara
Tahu Sama Tahu Harry
1987 Tatkala Mimpi Berakhir Prianto
Harga Diri Frans
Mekar Diguncang Prahara Daniel
Luka di Atas Luka Teddy
1988 Noesa Penida Jaya
1989 Kanan Kiri OK Rio
Giliran Saya Mana Dewo
Api Cemburu Johan
Cas Cis Cus: Sonata di Tengah Kota Dedi
Kanan Kiri OK II Rio
1990 Nona Manis Roy
Jangan Bilang Siapa-Siapa Andi
Kanan Kiri OK III Rio
Sejak Cinta Diciptakan Rizal
Curi-Curi Kesempatan Andy
2006 Dunia Mereka Ayah Filly
2007 Terowongan Casablanca
Jakarta Undercover
The Wall Pak Yudo
2008 Mereka Bilang, Saya Monyet! Asmoro
Mengaku Rasul Guru Samir
Anak Ajaib Kepala sekolah
2009 Jagad X Code Bapak Regina
Terowongan Rumah Sakit Ayah Dinar
Rasa
Identitas Dokter kepala rumah sakit
2010 Jinx Adi Pramono
Bahwa Cinta Itu Ada
Akibat Pergaulan Bebas Indra
Demi Dewi Alex
2011 The Raid Tama
Mudik Lebaran Kuncoro
2012 Dilema Gilang
Sang Martir Jerry
Loe Gue End
2013 True Heart Handoko
Air Terjun Pengantin Phuket
Hari Ini Pasti Menang Dimas Bramantyo
Finding Srimulat
Crazy Love Kepala sekolah
Merry Go Round
Make Money Pak Tri
Eyang Kubur Eyang Kubur
2014 Pukulan Maut
Killers Dharma
Sepatu Dahlan Kyai
Runaway Surya Djatmoko
Negeri Tanpa Telinga Piton Wangsa Laba
Haji Backpacker
Mantan Terindah Adi
Salah Bodi
Kukejar Cinta ke Negeri Cina Papa Widya
2015 2014: Siapa di Atas Presiden? Bagas Notolegowo
Erau Kota Raja Pak Camat
Bulan di Atas Kuburan Bapak Parlente
Comic 8: Casino Kings Part 1
2016 Jingga Ireng
I am Hope Dokter
Comic 8: Casino Kings Part 2
Romansa: Gending Cinta di Tanah Turki Ayah Bella dan Tarra
Raksasa dari Jogja Papa Bian
Pacarku Anak Koruptor Marukh Bangetan
Ini Kisah Tiga Dara Krisna
Mimpi Anak Pulau
Spy in Love Ray
Senjakala di Manado Jhonny Lengkong
2017 Gerbang Neraka Prof. Theo Wirawan
Chrisye Ayah Chrisye
2018 Insya Allah Sah 2 Freddy Coughar
Sebelum Iblis Menjemput Lesmana
The Origin of Santet Dhamra
Keira, Kisah Gadis dengan Tujuh Kepribadian Darma
2019 Taufiq, Lelaki yang Menantang Badai Soekarno
Nagabonar Reborn
Darah Daging Polisi bank
2020 Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 Lesmana
100% Halal Kakek Brata Film orisinal Nonton.com
2021 Onrust dr. Vogel Film orisinal Astro
TBA Lokananta Abi
Keterangan
  Belum dirilis
  • TBA : To be announced

Serial web[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Keterangan
2018 Halusinada Musim kedua, episode: Kasih Ibu Vol. 1
2019 Assalamualaikum Calon Imam Husein Lathif Akbar Musim pertama
2021 7 Hari Sebelum 17 Tahun Pak Pri
Sosmed Surya
TBA Kisah 3 Pembunuh Wali kota
Keterangan
  Belum dirilis
  • TBA : To be announced

Televisi[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Keterangan
1997 Nyanyian Seorang Isteri
2006 Impian Cinderella
2006—2007 Bukan Diriku
2008 Elang
2010—2011 Dia Jantung Hatiku
2012 2 Playboy Jempolan FTV
2014 Nyong Mutiara Hitam
Seindah Bunga Teratai
2015 Saya Terima Nikahnya Papi Arifin Komedi situasi
2020 Fatih di Kampung Jawara 4 Raja Ambara
Guest House: Losmen Reborn Pak Tarjo
2022 Guest House: Losmen Reborn Season 2

Penghargaan dan nominasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
1984 Festival Film Indonesia Pemeran Utama Pria Terbaik Ponirah Terpidana Nominasi
1985 Festival Film Indonesia Kerikil-Kerikil Tajam Nominasi
Pemeran Pendukung Pria Terbaik Secangkir Kopi Pahit Nominasi
1986 Festival Film Indonesia Pemeran Utama Pria Terbaik Opera Jakarta Nominasi
1988 Festival Film Indonesia Tatkala Mimpi Berakhir Nominasi
1989 Festival Film Indonesia Noesa Penida Nominasi
1990 Festival Film Indonesia Jangan Bilang Siapa-Siapa Nominasi
2012 Piala Maya Aktor Pendukung Terpilih The Raid Nominasi
2013 Indonesian Movie Actors Awards Pemeran Pendukung Pria Terbaik Menang
2015 Festival Film Bandung Pemeran Pembantu Pria Terpuji Film Bioskop 2014: Siapa di Atas Presiden? Menang

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jejak Kasih Dewi Yull dan Ray Sahetapy Diarsipkan 2009-04-21 di Wayback Machine., diakses 6 Oktober 2007
  2. ^ Dewi Yull dan Ray Sahetapy Resmi Bercerai, diakses 6 Oktober 2007
  3. ^ Ray Sahetapy Menikahkan Anak Tirinya?, diakses 6 Oktober 2007

Pranala luar[sunting | sunting sumber]