Lewat Tengah Malam (film 2007)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Lewat Tengah Malam)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lewat Tengah Malam
POSTER LTM.jpg
SutradaraKoya Pagayo
Produser(Executive Producer) Yoen K, Ody Mulya Hidayat
Penulis skenarioEry Sofid
PemeranJoanna Alexandra
Catherine Wilson
Andhika Pratama
Ichi Nuraini
Krisna Murti Wibowo
Fenita Z. Zawawi
Renny Umari
Penata musikTeguh Pribadi
SinematograferDharma You
PenyuntingAziz Natandra
Perusahaan
produksi
Cinema Factory Production
DistributorMaxima Pictures
I-Media Entertainment
Rapi Films
Tanggal rilis
8 Maret 2007
Durasi90 menit
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia

Lewat Tengah Malam adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2007. Film yang disutradarai oleh Koya Pagayo ini dibintangi oleh Joanna Alexandra, Catherine Wilson, Andhika Pratama, Ichi Nuraini, Krisna Murti Wibowo, Fenita Z. Zawawi dan Renny Umari.

Plot[sunting | sunting sumber]

Alice (Joanna Alexandra) dan ibunya, Tara (Catherine Wilson), pindah ke sebuah apartemen untuk menenangkan diri setelah Tara bercerai dengan ayah Alice, Yuga (Krisna Murti Wibowo), yang dianggap gila saat Yuga dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena merasa dirinya diteror oleh seorang hantu perempuan. Yuga ternyata telah mencabut bola matanya agar terhindar dari kejaran hantu tersebut. Sejak pindah ke apartemen tersebut, Alice selalu merasa bahwa ada hantu yang meneror dirinya. Namun Tara tidak mengindahkan berita tersebut dengan bentakan. Di sekolah, Alice yang seorang penyendiri merasakan bahwa seluruh hantu mulai "tertarik" kepada dirinya. Melvi (Ichi Nuraini), yang menjadi kekasih Ramon (Andhika Pratama), merasakan bahwa Ramon lebih mementingkan sahabatnya, Alice, daripada Melvi sendiri. Ramon dan Alice bertemu di sebuah danau di mana mereka sering menghabiskan waktu bila membolos sekolah seperti saat itu. Ramon adalah pria yang membuat Alice tertarik, apalagi Ramon sekarang memberikan potret Alice yang dalam bentuk sketsa.

Sepulangnya dari sana, Alice kembali ke apartemen, tentu dengan ketegangan yang terjadi antara dirinya dengan Tara. Pada malam hari, Tara melihat seseorang berada di apartemennya, tetapi ternyata tidak ada. Saat Alice berangkat sekolah, Tara mengambil sebuah hasil dokter di mana ia sebenarnya menderita kanker otak dalam stadium menengah. Ia hanya diberikan obat penahan rasa sakit dan setelah itu, ia beresiko melihat halusinasi dan kehilangan ingatan tertentu. Terjadi banyak hal antara Alice, Tara dan Ramon. Ramon mulai diganggu juga oleh hantu, sementara Alice semakin lemah karena ibunya tidak mempercayainya. Tara sendiri berusaha introspeksi atas perilakunya, tetapi diperparah dengan informasi bahwa Yuga menggigit kuping seorang perawat hingga putus di rumah sakit jiwa karena teror yang dialaminya. Di rumah sakit, Yuga mengingat selingkuhannya bernama Erma yang dibunuhnya karena tidak ingin menggugurkan kandungannya setelah dihamili oleh Yuga. Pembunuhan itu ditambah Erma yang ingin meneror Alice dan Tara karena ia menganggap mereka berdua sebagai penganggu hubungan Yuga dan dirinya. Erma-lah yang selama ini menjadi hantu yang meneror Alice dan Tara. Alice kemudian bertemu Ramon di danau, tetapi Melvi mendatangi mereka. Melvi cemburu dan memarahi Ramon hingga ia pingsan. Ramon segera pergi dari tempat itu dan membawa Melvi ke rumah sakit. Alice melihat sebuah buku dari tas Ramon yang terjatuh, lalu ia mengambilnya. Yuga mendapatkan teror lagi dari Erma dan kabur dari rumah sakit. Tara yang meminjamkan kamera videonya kepada rekannya, Anna (Fenita Z. Zawawi), lalu ia menyarankan untuk menonton video Tara yang sepertinya berhubungan dengan rumah tangga Tara.

Malam itu, Tara melihat kamera video tersebut di apartemen, bertepatan dengan Yuga yang kabur dari rumah sakit. Isi dari kamera video itu adalah bahwa Tara membunuh Alice karena Alice lebih membela Yuga daripada dirinya. Tara kesal dan memukul kepala Alice dengan vas bunga hingga Alice meninggal. Di sisi Alice, Alice terbangun dan membaca buku harian Ramon yang menyatakan bahwa Ramon memiliki anugerah, yakni bisa melihat orang mati dan ia bingung kenapa Alice yang seharusnya sudah mati, arwahnya masih ada. Alice dan Tara menangis mengetahui fakta ini. Ternyata Tara yang menderita kanker, "kehilangan" ingatannya atas kematian Alice. Tara pindah ke sebuah apartemen dan menempatkan mayat Alice yang dibawanya ke sebuah kulkas. Setelah itu arwah Alice muncul kembali, pikiran Tara menjadi rancu dan menghilangkan fakta bahwa Alice telah meninggal. Lalu Yuga berhasil menemukan telepon dan menelepon Tara soal Erma dan hal yang ia lakukan. Tara dan Alice bertemu. Tara memeluk mayat Alice dan tidak melihat arwah Alice lagi. Alice kemudian berjalan di koridor apartemen dan bertemu hantu wanita yang tersenyum, mengajaknya untuk ikut pergi ke alam lain.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]