Lewat Tengah Malam (film 2007)
| Lewat Tengah Malam | |
|---|---|
Poster film | |
| Sutradara | Koya Pagayo |
| Produser | Ody Mulya Hidayat
Yoen K. (produser eksekutif) |
| Skenario | Ery Sofid |
| Pemeran | Joanna Alexandra Catherine Wilson Andhika Pratama Ichi Nuraini Krisna Murti Wibowo Fenita Z. Zawawi Renny Umari |
| Penata musik | Teguh Pribadi |
| Sinematografer | Dharma You |
| Penyunting | Aziz Natandra |
Perusahaan produksi | Cinema Factory Production |
| Distributor | Maxima Pictures I-Media Entertainment Rapi Films Falcon Pictures |
Tanggal rilis | 8 Maret 2007 |
| Durasi | 90 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Bahasa Indonesia |
Lewat Tengah Malam adalah film horor Indonesia tahun 2007 yang disutradarai oleh Koya Pagayo berdasarkan skenario yang ditulis oleh Ery Sofid. Film ini dibintangi oleh Joanna Alexandra, Catherine Wilson, Andhika Pratama, Ichi Nuraini, Krisna Murti Wibowo, Fenita Z. Zawawi dan Renny Umari, dengan alur cerita mengenai seorang gadis kesepian bernama Alice yang yakin bahwa dirinya dihantui arwah. Film ini dirilis di bioskop pada 8 Maret 2007.[1]
Plot
[sunting | sunting sumber]Alice dan ibunya, Tara, pindah ke sebuah apartemen untuk menenangkan diri setelah Tara bercerai dengan ayah Alice, Yuga, yang dianggap gila saat Yuga dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena merasa dirinya diteror oleh seorang hantu perempuan. Yuga ternyata telah mencabut bola matanya agar terhindar dari kejaran hantu tersebut. Sejak pindah ke apartemen tersebut, Alice selalu merasa bahwa ada hantu yang meneror dirinya. Namun Tara tidak pernah mengindahkan keluhan tersebut. Di sekolah, Alice yang seorang penyendiri merasakan bahwa seluruh hantu mulai "tertarik" kepada dirinya, seperti hantu siswi SMA bernama Keke Kusuma yang muncul di hadapannya setelah dia melihat berita mengenai kejadian bunuh diri-nya di papan pengumuman sekolah. Melvi, yang menjadi kekasih Ramon, merasakan bahwa Ramon lebih mementingkan sahabatnya, Alice, daripada Melvi sendiri. Setelah bertengkar dengan Melvi di sekolah, Ramon menemui Alice di sebuah danau di mana mereka sering menghabiskan waktu ketika membolos sekolah. Ramon kemudian memberikan sketsa potret Alice kepadanya.
Pada malam hari, Tara melihat seseorang berada di dalam apartemennya, tetapi ternyata tidak menemukan siapapun. Saat Alice hendak berangkat sekolah, Tara menegur Alice dan memaksanya untuk melepas semua gantungan bawang-bawang di kamarnya. Dalam kilas balik, terungkap bahwa Tara menderita tumor otak stadium menengah. Ia hanya diberikan obat penahan rasa sakit yang berisiko menyebabkan halusinasi dan kehilangan ingatan tertentu. Alice, Tara dan Ramon mulai sering diganggu juga oleh hantu, sementara Alice mulai membolos sekolah akibat takut dengan teror hantu yang terus menganggunya. Tara menghukum Alice dengan menguncinya di dalam ruangan penuh barang yang segera disesalinya. Di apartemen mereka, seorang perempuan bernama Yona yang mengaku sebagai tetangga mereka sering tiba-tiba muncul. Suatu hari Tara mengetahui dari satpam apartemen bahwa Jona sebenarnya adalah seorang wanita yang sudah meninggal dunia. Di rumah sakit jiwa, Yuga mencoba memotong kupingnya sendiri karena teror yang dialaminya. Yuga mengingat selingkuhannya bernama Erma yang dibunuhnya karena tidak ingin menggugurkan kandungannya setelah dihamili oleh Yuga. Yuga terpaksa membunuhnya, karena Erma telah mengancam keselamatan Alice dan Tara. Hantu Erma lah yang selama ini terus meneror Yuga selama ini.
Ramon kembali menghampiri Alice yang menyendiri di danau. Melvi mendatangi mereka dan mulai marah kepada Ramon akibat rasa cemburunya kepada Alice. Setelah adu mulut, Melvi tiba-tiba jatuh pingsan, yang kemudian dibawa Ramon ke rumah sakit. Alice melihat sebuah buku dari tas Ramon yang terjatuh, lalu ia mengambilnya. Di kantor tempat kerja Tara, teman kerjanya, Anna, mengembalikan camrecorder yang dipinjamnya dari Tara dan menyampaikan bahwa ia secara tidak sengaja menonton isi rekaman dari kaset video yang di dalamnya yang mengungkap tentang pertengkaran antara Alice dan Tara mengenai perselingkuhan Yuga dan Erma. Malam itu, Alice terbangun dari mimpi buruknya dan membaca buku harian Ramon yang berisi curahan hatinya yang mengatakan bahwa dia bisa melihat arwah Alice dan bertanya-tanya mengapa Alice selama ini selalu merasa bahwa dirinya masih hidup. Di tempat lain, Tara melihat kamera video tersebut di apartemen dan mengingat momen ketika Yuga lari dari rumah sakit dan menelponnya dan memberitahu bahwa dia telah membunuh Erma serta ingin bertemu Alice. Ketika itu, Tara menjawabnya bahwa semua sudah terlambat, karena Alice telah meninggal di tangannya sendiri setelah pertengkaran hebat mereka. Alice berjalan ke dalam ruangan penuh barang dalam apartemennya dan menemukan mayat Alice di dalam sebuah kulkas, dan telah memastikan bahwa dirinya memang telah benar-benar meninggal. Alice kemudian berjalan di koridor apartemen dan saat menengok ke belakang, dia melihat seorang hantu wanita yang sedang tersenyum.
Pemeran
[sunting | sunting sumber]- Joanna Alexandra sebagai Alice
- Catherine Wilson sebagai Tara
- Andhika Pratama sebagai Ramon
- Ichi Nuraini sebagai Melvi
- Krisna Murti Wibowo sebagai Yuga
- Fenita Z. Zawawi sebagai Anna
- Renny Umari sebagai Jona
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "'LEWAT TENGAH MALAM', Arwah Penasaran itu Adalah Diriku". KapanLagi.com. 2007-03-08. Diakses tanggal 2026-02-13.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Lewat Tengah Malam di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- (Indonesia) 'LEWAT TENGAH MALAM', Arwah Penasaran itu Adalah Diriku @ KapanLagi.com
- (Indonesia) 'Lewat Tengah Malam': Hantu Diteror Hantu @ Detik.com
- Film Indonesia tahun 2007
- Film berbahasa Indonesia
- Film horor
- Film supernatural
- Film tentang masa SMA
- Film tentang hantu
- Film tentang dukacita
- Film tentang ibu dan anak perempuan
- Film yang berlatar di sekolah
- Film yang berlatar di apartemen
- Film yang disutradarai Nayato Fio Nuala
- Film Maxima Pictures
- Film yang ditulis Ery Sofid
- Film Rapi
- Film Falcon Pictures