12:00 am

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
12:00 am
Film12am.jpg
SutradaraKoya Pagayo
ProduserChandra Willim
SkenarioEry Sofid
PemeranOlga Lydia
Robertino
Rionaldo Stockhorst
Inong Ayu
Fenita Z. Zawawi
MusikKenz Mocci
SinematografiKoya Pagayo
Dharma You
PenyuntingKoya Pagayo
Aziz Natandra
Elham Cahya
Perusahaan
produksi
Grandiz Media Production
Cinema Factory Production
DistributorKharisma StarVision Plus
Tanggal rilis
2 Juni 2005
Durasi
105 menit
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia

12:00 am adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2005. Film yang disutradarai oleh Koya Pagayo ini dibintangi oleh Olga Lydia, Robertino, Rionaldo Stockhorst, Inong Ayu dan Fenita Z. Zawawi.

Plot[sunting | sunting sumber]

Inez (Olga Lydia) pergi ke kampus dan bertemu dengan kekasihnya, Alvin (Robertino), tetapi Inez sinis dengan hobi fotografi Alvin karena ia merasa perhatian Alvin tercurah penuh dengan kegemarannya itu hingga menomorduakan dirinya. Sepulangnya dari kampus, Alvin bertemu dengan Bayu (Rionaldo Stockhorst) serta kekasihnya, Amel (Fenita Z. Zawawi). Amel masuk ke kampus untuk kuliah, sementara mereka berdua pergi ke rumah tua di tengah hutan untuk sesi fotografi. Malamnya, saat Alvin tiba di studio setelah selesai fotografi, ia melihat foto bayangan wanita hingga ia ditelepon oleh Inez, yang mengajaknya makan malam bersama Bayu dan Amel di kafe, tetapi Inez semakin kesal dengan sifat Alvin yang ingkar janji dan sudah mulai berubah menurut Inez, sehingga Alvin meminta maaf dan mengalah, lalu mereka berempat berfoto bersama. Dalam perjalanan setelah ia mengantar pulang Inez ke kos, Alvin tiba-tiba menabrak seorang wanita di jalan, tetapi ketika ia mengecek keberadaan wanita itu, suasana di jalan sangat sepi dan wanita itu tidak ada.

Keesokan harinya, Alvin bangun dari tidurnya dan memikirkan kejadian semalam hingga ia memberitahu hal itu kepada Bayu di kampus, tetapi Alvin tidak mempercayai dugaan Bayu bahwa wanita itu muncul saat mereka berdua melakukan sesi fotografi semalam. Ketika Inez datang ke kelas Alvin dan mengajaknya menonton film, Alvin menolaknya karena ia menyerahkan hasil fotografinya ke kantor redaksi majalah, membuat Inez marah dan kesal hingga ia meninggalkan Alvin. Ketika Alvin mengejar Inez, ia tidak sengaja menabrak seorang wanita bernama Clara (Inong Ayu), tetapi wanita itu langsung pergi meninggalkan Alvin. Sorenya, ia melakukan pemotretan tempat kejadian perkara terhadap seorang lelaki yang tewas diduga dibunuh oleh istrinya sendiri, tetapi sang istri yang telah ditahan mengaku bahwa ia tidak melakukannya. Seorang kepala redaksi majalah menawarkan untuk bekerja sebagai pemagang di kantornya, tetapi di tempat itu juga, ia kembali bertemu dengan Clara. Di kos saat mandi, Inez bermimpi bahwa ia ditenggelamkan oleh sosok bayangan hitam wanita, sementara Alvin bermimpi bahwa ia diteror oleh sosok itu di studio. Esoknya, Bayu dan Amel memperingatkan Alvin tentang mimpinya semalam, tetapi Alvin tidak mempercayai perkataan mereka berdua karena kelogisannya. Setelah itu, Alvin bertemu dengan Clara dan pertemuan itu menumbuhkan suasana baru hingga Alvin dan Clara menjadi dekat, tetapi Alvin tidak ingin Inez mengetahui hubungan mereka. Di rumah Alvin, ia diteror oleh sosok makhluk gaib dan dan kakinya ditarik hingga kepalanya terbentur ke meja. Saat ia tak sadarkan diri, ia bermimpi bertemu dengan sosok makhluk gaib di studio. Alvin kemudian sadar dan melihat Inez yang merawat Alvin di rumahnya. Ia menceritakan mimpinya kepada Inez hingga ia meminta Alvin untuk berhenti berfotografi ke tempat-tempat angker. Inez bermimpi bahwa ia diganggu oleh sosok makhluk gaib di rumah Alvin. Setelah Inez pulang dari rumah Alvin ke kos, ia dihantui oleh sosok makhluk gaib.

Keesokan harinya di kampus, Inez membaca isi pesan di telepon genggam Alvin, membuatnya curiga meskipun Alvin sudah membantahnya. Malamnya, Alvin bertemu dengan Clara di kafe, tetapi saat Alvin pergi ke toilet, Inez menelepon Alvin dan Clara yang mengangkatnya, membuat Inez semakin kesal hingga ia menceritakan hal itu kepada Amel dan meminta saran dari sahabatnya itu di kampus besoknya. Di studio, Bayu membahas sosok makhluk gaib yang menimpa Alvin, tetapi Alvin masih tidak percaya. Dalam perjalanan pulang, Bayu terkejut melihat sosok makhluk halus di halte hingga ia berlari ketakutan, sementara Alvin terkejut menemukan sosok wanita yang keluar dari karung serta sosok makhluk gaib yang berdiri di sampingnya hingga ia berlari keluar meninggalkan studio. Besoknya di kampus, Clara menemui Alvin dan mengajaknya pergi ke acara teman Clara, tetapi Inez melihat Alvin dan pergi meninggalkannya. Malamnya, Inez kembali dikejar oleh sosok makhluk gaib hingga ia masuk ke kamar kosnya.

Besoknya di studio, Alvin dan Bayu membahas teror makhluk gaib yang menimpa mereka berdua dan setelah itu, Alvin hendak menemui Inez untuk meminta maaf kepadanya, tetapi Inez terlanjur kesal dan ingin menyendiri dulu. Malamnya di klub malam, Alvin mabuk sendirian hingga ia dipukuli oleh sekelompok pemuda. Clara, yang melihat Alvin terkapar, menolongnya dan membawanya ke rumah Clara untuk beristirahat, tetapi Alvin memaksakan dirinya untuk pulang ke rumahnya sendiri. Di kos, Amel tiba-tiba menderita batuk berdarah setelah ia minum air dan kerasukan hingga ia mengiris nadi tangannya sendiri dengan gunting. Inez dan teman-teman kosnya menemukannya dalam keadaan tak sadarkan diri, lalu ia menemukan tulisan berdarah "Aku kembali" di tembok. Di rumah sakit, Bayu dan Alvin menjenguk Amel dan menanyakan kepada Inez kejadian yang dialami oleh Amel. Alvin masih tetap tidak percaya dengan kehadiran makhluk gaib meskipun Bayu sudah memperingatkannya dan Alvin diteror oleh sosok makhluk gaib berkali-kali. Kepala redaksi majalah juga memperingatkannya mengenai tulisan berdarah di tembok kos, sementara Bayu membahas tulisan itu kepada Inez hingga Inez resah. Di toilet rumah sakit, Inez diserang oleh sosok makhluk gaib hingga para suster menolongnya, sementara Bayu berlari ketakutan melihat karung yang bergerak sendiri dan bergegas ke kamar Amel, tetapi saat Bayu beristirahat, ia diserang oleh sosok makhluk gaib dan berhalusinasi melihat Amel kerasukan. Sementara itu, Clara mendatangi rumah Alvin dan menemuinya untuk menyatakan perasaan Clara kepada Alvin, tetapi Alvin menolaknya karena ia masih mencintai Inez, membuat Clara patah hati.

Keesokan harinya di rumah sakit, Amel dan Bayu sama-sama menceritakan kejadian semalam hingga Inez menelepon Bayu dan memperingatkannya untuk segera meninggalkan rumah sakit sembari melihat foto lamanya bersama Clara dan seorang pria bernama Boy. Alvin kemudian menemui Inez di kos, tetapi Alvin melihat foto lamanya bersama Clara meskipun Inez sudah berusaha menyembunyikannya. Alvin merasa bahwa ia sedang bersama Clara saat Inez cemburu padanya, tetapi Inez mengaku bahwa Clara sebenarnya sudah meninggal hingga ia menceritakan kisah lamanya kepada Alvin. Diketahui bahwa Inez, Clara dan Boy adalah sahabat karib, tetapi Inez merasa terganggu dengan hubungan mesra antara Clara dengan Boy hingga Clara melihat Inez nekat berselingkuh dengan Boy di kamar. Clara sangat marah dan meninggalkan Boy, sementara ekspresi Inez saat itu menunjukkan rasa tidak bersalah atas hubungan gelap itu. Besoknya, Inez bertemu dengan Clara dan meminta maaf kepadanya, tetapi Clara menolaknya karena ia mengetahui bahwa Inez tidak beritikad baik ketika hubungan gelap itu terjadi dan permintaan maaf Inez tidak tulus. Clara juga memberitahu Inez bahwa ia hamil anak Boy hingga Boy langsung meninggalkan Clara, membuat Inez terkejut. Clara yang masih marah berniat membunuh Inez dengan gunting, tetapi Inez menghindar dan membunuh Clara serta janin di dalam kandungannya. Sebelum ia meninggal, Clara bersumpah untuk membalas dendam kepada Inez jika Inez memiliki kekasih baru. Inez yang panik dan bingung memasukkan mayat Clara ke dalam karung dan menguburkannya karena ia takut masuk penjara. Setelah Inez mengakui semua perbuatannya, Alvin sangat terkejut dan tidak terima dengan perbuatan Inez hingga Inez meninggalkan Alvin.

Malamnya, Inez pergi ke rumah tua tempat ia membunuh Clara dan mendengar suara wanita menangis hingga ia bertemu dengan arwah Clara dan diserang terus-menerus oleh arwah itu. Alvin mengikuti Inez dan melihatnya diserang hingga Alvin menyerang arwah itu dan membantu Inez keluar dari rumah itu, tetapi arwah Clara memisahkan Inez dari Alvin dan mengurungnya kembali hingga arwah itu bersiap untuk membunuhnya. Alvin yang berada di luar rumah berusaha masuk kembali dengan memecahkan kaca pintu rumah, tetapi arwah Clara mendatangi Alvin dan meminta maaf padanya karena ia memanfaatkan Alvin untuk membalas dendam kepada Inez. Arwah Clara percaya bahwa Alvin adalah orang yang baik dan menyatakan cintanya kepada Alvin hingga arwah itu menghilang. Alvin kemudian masuk ke rumah dan menemukan Inez dalam kondisi memprihatinkan. Keesokan harinya di rumah sakit, Bayu, Amel dan Alvin menjenguk Inez yang masih hidup dengan kondisi tertekan, tetapi setelah mereka bertiga meninggalkan Inez, Inez mengiris nadi tangannya sendiri dengan silet hingga ia tewas.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]