Lalu Gita Ariadi
Lalu Gita Ariadi | |
|---|---|
![]() | |
| Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat | |
| Masa jabatan 20 September 2023 – 24 Juni 2024 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat | |
| Masa jabatan 24 Juni 2024 – 1 Juli 2025 | |
| Gubernur | Zulkieflimansyah Hassanudin Pj Lalu Muhammad Iqbal |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1 Oktober 1965 Puyung, Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia |
| Almamater | Universitas Brawijaya Universitas Gadjah Mada |
| Pekerjaan | Birokrat |
Lalu Gita Ariadi (lahir 1 Oktober 1965) adalah birokrat Indonesia yang menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat sejak 2019. Pada tanggal 19 September 2023 ia diangkat menjadi Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat hingga mengundurkan diri pada 24 Juni 2024 karena akan mencalonkan diri menjadi Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat pada Pemilihan umum Gubernur Nusa Tenggara Barat 2024.[1] Pada saat menjadi Penjabat Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat posisi sekretaris Daerah NTB digantikan sementara oleh Faturahman Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Nusa Tenggara Barat dan Ibnu Salim Inspektur Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah pada saat itu. Ia tidak jadi maju pada Pemilihan umum Gubernur Nusa Tenggara Barat 2024 dan kembali ke jabatan awal menjadi Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat hingga 1 Juli 2025, mengajukan permintaan mutasi kepada Gubernur NTB pada 22 April 2025. Permintaan tersebut ditindaklanjuti dengan surat persetujuan dari Gubernur pada 24 April 2025. Setelahnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan persetujuan alih status kepegawaian pada 1 Juni 2025, yang menjadi dasar bagi Kemendagri dan IPDN dalam memproses aspek teknis perpindahan tugas, termasuk penempatan dan penentuan angka kredit jabatan fungsional.
Lalu Gita dilantik secara resmi pada Selasa, 24 Juni 2025 pukul 16.30 Wita oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen Pol (Purn) Tomsi Tohir, bertempat di Gedung F lantai 3 Kemendagri, Jakarta. Jabatan Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat digantikan oleh Lalu Moh Faozal ( Penjabat )
Pada bulan November dirinya sempat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dari kasus korupsi yang menjerat Wali kota Bima Muhammad Lutfi.
Pendidikan
[sunting | sunting sumber]Lalu Gita Ariadi dilahirkan di Puyung, Jonggat, Lombok Tengah pada 1 Oktober 1965. Ia menamatkan pendidikan di SD Negeri Karang Jangkong (1977), SMP Negeri Mataram (1981), dan SMA Negeri Mataram (1984). Ia meraih gelar Sarjana Administrasi Negara dari Universitas Brawijaya pada 1989. Semasa kuliah, ia pernah menjabat Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya pada 1989 dan pada tahun yang sama ia meraih predikat Mahasiswa Teladan Universitas Brawijaya serta menjadi penerima beasiswa Yayasan Supersemar.[2] Ia meraih gelar Magister Administrasi Publik dari Pascasarjana Universitas Gadjah Mada pada 2001.[3]
Karier
[sunting | sunting sumber]Lalu Gita memulai karier birokrat sebagai Kepala Sub Bagian Pemberitaan Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa pada 1993. Setahun kemudian, ia dimutasi menjadi Kepala Seksi Obyek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa. Pada 1995, ia dipromosikan menjabat Kepala Sub Bagian Penyusunan Program pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dua tahun kemudian, ia diangkat menjadi Kepala Bagian Pengumpulan dan Penyaringan Informasi pada Biro Humas Provinsi NTB.[3]
Pada 2002, Lalu Gita diangkat menjaabat Kepala Sub Dinas Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB. Setahun kemudian, ia dipromosikan menjadi Kepala Bagian Humas pada Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) NTB. Pada 2007, ia diangkat menjadi Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi NTB. Setahun kemudian, ia dilantik menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB.[3]
Pada 2013, Lalu Gita diangkat menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov NTB.[3] Pada 2017, ia diangkat menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB.[4] Pada 2019, ia terpilih sebagai Sekretaris Daerah Provinsi NTB.[5]
Kehidupan pribadi
[sunting | sunting sumber]Lalu Gita Ariadi menikah dengan Lale Prayatni, mantan birokrat yang terakhir menjabat Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Lombok Barat. Lale Prayatni maju sebagai calon bupati Lombok Tengah pada pilkada 2020.[6] Pasangan ini memiliki dua orang anak.[7]
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Tito Ungkap 5 Pj Kepala Daerah Mundur untuk Maju Pilkada 2024 CNN Indonesia
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-09-01. Diakses tanggal 2023-09-01.
- 1 2 3 4 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-09-01. Diakses tanggal 2023-09-01.
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-09-01. Diakses tanggal 2023-09-01.
- ↑ "GUBERNUR LANTIK PEJABAT DEFINITIF SEKDA PROVINSI NTB – Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTB". 19 Des 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-09-01. Diakses tanggal 16 Agu 2024. ;
- ↑ Group, Gatra Media. "Maju Pilkada Lombok Tengah, Istri Sekda NTB Mundur dari ASN | Politik". www.gatra.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-09-01. Diakses tanggal 16 Agu 2024. ; ;
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-09-01. Diakses tanggal 2023-09-01.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Zulkieflimansyah |
Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat 2023–2024 |
Diteruskan oleh: Hassanudin (penjabat) |
| Jabatan pemerintahan | ||
| Didahului oleh: Iswandi (penjabat) |
Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat 2019–2023 |
Diteruskan oleh: Fathurrahman (penjabat) |




