Kabupaten Tangerang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Tangerang
Jawa 1rightarrow blue.svg Banten
Lambang resmi Kabupaten Tangerang
Lambang
Motto: 
Satya Karya Kerta Raharja
Locator kabupaten tangerang.png
Kabupaten Tangerang berlokasi di Jawa
Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang berlokasi di Indonesia
Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang
Koordinat: 6°18′S 106°30′E / 6.3°S 106.5°E / -6.3; 106.5
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
Hari jadi13 Oktober 1632; 388 tahun lalu (1632-10-13)[1]
Ibu kotaTigaraksa
Pemerintahan
 • BupatiAhmed Zaki Iskandar, B.Bus., S.E., M.Si.[2]
 • Wakil BupatiH. Mad Romli, S.H., M.M.[3]
Luas
 • Total1.001,86 km2 (386,82 sq mi)
Populasi
 (2019)[4]
 • Total3.692.693 jiwa
 • Kepadatan3.542,72/km2 (9,175,6/sq mi)
Demografi
 • Suku bangsaBetawi, Banten, Jawa, Batak, Tionghoa, dll.
 • AgamaIslam 93,84%
Kristen Protestan 2,96%
Buddha 1,77%
Katolik 1,27%
Hindu 0,13%
Konghucu 0,02%
Aliran 0,01%[5]
 • BahasaBahasa Indonesia, Bahasa Sunda Banten, Bahasa Betawi, Bahasa Jawa Banten, dsb.
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon021
Plat kendaraanA dan B[a]
Kode Kemendagri36.03 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan29
Jumlah kelurahan28
Jumlah desa246
DAURp. 1.115.364.627.000,-(2013)[7]
Fauna resmiAyam Wareng
Situs webwww.tangerangkab.go.id

Kabupaten Tangerang adalah kabupaten yang berada di wilayah Tatar Pasundan, Provinsi Banten, Indonesia. Kabupaten ini terbagi dua wilayah yang pertama Tangerang bagian barat termasuk dalam polisi daerah Banten Polda Banten sedangkan sebagian Kabupaten Tangerang lainnya termasuk dalam polisi daerah DKI Jakarta Polda Metro Jaya.[b] Ibu kotanya adalah Tigaraksa. Kabupaten ini terletak tepat di sebelah barat DKI Jakarta.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dalam riwayat diceritakan, bahwa saat Kesultanan Banten terdesak oleh Agresi Militer Belanda pada pertengahan abad ke-16, diutuslah tiga maulana yang berpangkat Tumenggung untuk membuat perkampungan pertahanan di wilayah yang berbatasan dengan Batavia. Ketiga Tumenggung itu adalah, Tumenggung Aria Yudhanegara, Aria Wangsakara, dan Aria Jaya Santika. Mereka segera mem­bangun basis pertahanan dan pemerintahan di wilayah yang kini dikenal sebagai kawasan Tigaraksa.[8]

Jika merunut kepada legenda rakyat dapat disimpulkan bahwa cikal-bakal Kabupaten Tangerang adalah Tigaraksa. Nama Tigaraksa itu sendiri berarti Tiang Tiga atau Tilu Tanglu, sebuah pemberian nama sebagai wujud penghormatan kepada tiga Tumenggung yang menjadi tiga pimpinan ketika itu. Seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten membangun tugu prasasti di bagian Barat Sungai Cisadane, saat ini diyakini berada di Kampung Gerendeng. Waktu itu, tugu yang dibangun Pangeran Soegri dinamakan sebagai Tangerang, yang dalam bahasa Sunda berarti tanda. Prasasti yang tertera di tugu tersebut ditulis dalam huruf Arab ”gundul” berbahasa Jawa kuno yang berbunyi ”Bismillah pget Ingkang Gusti/Diningsun juput parenah kala Sabtu/Ping Gangsal Sapar Tahun Wau/Rengsena perang netek Nangaran/Bungas wetan Cipamugas kilen Cidurian/Sakabeh Angraksa Sitingsun Parahyang”. Yang berarti ”Dengan nama Allah Yang Maha Kuasa/Dari Kami mengambil kesempatan pada hari Sabtu/Tanggal 5 Sapar Tahun Wau/Sesudah perang kita memancangkan tugu/untuk mempertahankan batas Timur Cipamungas (Cisadane) dan Barat Cidurian/Semua menjaga tanah kaum Parahyang. Sebutan ”Tangeran” yang berarti ”tanda” itu lama-kelamaan berubah sebutan menjadi Tangerang sebagaimana yang dikenal sekarang ini.

Dikisahkan, bahwa kemudian pemerintahan ”Tiga Maulana”, ”Tiga Pimpinan” atau ”Tilu Tanglu” tersebut tumbang pada tahun 1684, seiring dengan dibuatnya perjanjian antara Pasukan Belanda dengan Kesultanan Banten pada 17 April 1684. Perjanjian tersebut memaksa seluruh wilayah Tangerang masuk ke kekuasaan Penjajah Belanda. Kemudian, Belanda membentuk pemerintahan kabupaten yang lepas dari Kesultanan Banten di bawah pimpinan seorang bupati. Para bupati yang pernah memimpin Kabupaten Tangerang di era pemerintahan Belanda pada periode tahun 1682-1809 adalah Kyai Aria Soetadilaga I-VII.

Setelah keturunan Aria Soetadilaga dinilai tidak mampu lagi memerintah Kabupaten Tangerang, Belanda menghapus pemerintahan ini dan memindahkannya ke Batavia. Kemudian Belanda membuat kebijakan, sebagian tanah di Tangerang dijual kepada orang-orang kaya di Batavia, yang merekrut pemuda-pemuda Indonesia untuk membantu usaha pertahanannya, terutama sejak kekalahan armadanya di dekat Kepulauan Midway dan Kepulauan Solomon. Kemudian pada tanggal 29 April 1943 dibentuklah beberapa organisasi militer, di antaranya yang terpenting ialah Keibodan (barisan bantu polisi) dan Seinendan (barisan pemuda). Disusul pemindahan kedudukan Pemerintahan Jakarta ke Tangerang dipimpin oleh Kentyo M. Atik Soeardi dengan pangkat Tihoo Nito Gyoosieken atas perintah Gubernur Djawa Madoera.

Seiring dengan status daerah Tangerang ditingkatkan menjadi Daerah Kabupaten, maka daerah Kabupaten Jakarta menjadi Daerah Khusus Ibu Kota. Di wilayah Pulau Jawa pengelolaan pemerintahan didasarkan pada Undang-undang nomor 1 tahun 1942 yang dikeluarkan setelah Jepang berkuasa. Undang-undang ini menjadi landasan pelaksanaan tata Negara yang asas pemerintahannya militer. Panglima Tentara Jepang, Letnan Jenderal Hitoshi Imamura, diserahi tugas untuk mem­bentuk pemerintahan militer di Jawa, yang kemudian diangkat sebagai gunseibu. Seiring dengan hal itu, pada bulan Agustus 1942 dikeluarkan Undang-undang nomor 27 dan 28 yang mengakhiri keberadaan gunseibu. Berdasarkan Undang-undang nomor 27, struktur pemerintahan militer di Jawa dan Madura terdiri atas Gunsyreikan (pemerintahan pusat) yang membawahi Syucokan (residen) dan dua Kotico (kepala daerah istimewa). Syucokan membawahi Syico (wali kota) dan Kenco (bupati).

Secara hirarkis, pejabat di bawah Kenco adalah Gunco (wedana), Sonco (camat) dan Kuco (kepala desa). Pada tanggal 8 Desember 1942 bertepatan dengan peringatan Hari Pembangunan Asia Raya, pemerintah Jepang mengganti nama Batavia menjadi Jakarta. Pada akhir 1943, jumlah kabupaten di Jawa Barat mengalami perubahan, dari 18 menjadi 19 kabupaten. Hal ini disebabkan, pemerintah Jepang telah mengubah status Tangerang dari kewedanaan menjadi kabupaten. Perubahan status ini didasarkan pada dua hal:

  1. Kota Jakarta ditetapkan sebagai Tokubetsusi (kotapraja)
  2. Pemerintah Kabupaten Jakarta dinilai tidak efektif membawahi Tangerang yang wilayahnya luas.

Atas dasar hal tersebut, Gunseikanbu mengeluarkan keputusan tanggal 9 November 1943 yang isinya:

"Menoeroet kepoetoesan Gunseikan tanggal 9 boelan 11 hoen syoowa 18 (2603) Osamu Sienaishi 1834 tentang pemindahan Djakarta Ken Yakusyo ke Tangerang, maka diper­makloemkan seperti di bawah ini:

  • Pasal 1: Tangerang Ken Yakusyo bertempat di Kota Tangerang, Tangerang Son, Tangerang Gun, Tangerang Ken.
  • Pasal 2: Nama Djakarta Ken diganti menjadi Tangerang Ken.
  • Atoeran tambahan Oendang-Oendang ini dimulai diberlakukan tanggal 27 boelan 12 tahoen Syouwa 18 (2603). Djakarta, tanggal 27 boelan 12 tahoen Syouwa 18 (2603). Djakarta Syuutyookan."

Sejalan dengan keluarnya surat keputusan tersebut, Atik Soeardi yang menjabat sebagai pembantu Wakil Kepala Gunseibu Jawa Barat, Raden Pandu Suradiningrat, diangkat menjadi Bupati Tangerang (1943-1944). Semasa Bupati Kabupaten Tangerang dijabat, H. Tadjus Sobirin (1983-1988 dan 1988-1993) bersama DPRD Kabupaten Tangerang pada masa itu, menetapkan hari jadi Kabupaten Tangerang tanggal 27 Desember 1943 (Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 1984 tanggal 25 Oktober 1984). Seiring dengan pemekaran wilayah dengan terbentuknya pemerintah Kota Tangerang tanggal 28 Februari 1993 berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1993, maka pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang pindah ke Tigaraksa. Pemindahan ibu kota ke Tigaraksa dinilai strategis, karena menggugah kembali cita-cita dan semangat para pendiri untuk mewujudkan sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang bebas dari belenggu penjajahan (kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan) menuju masyarakat yang mandiri, maju dan sejahtera.[8]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Peta Kabupaten Tangerang

Kabupaten Tangerang merupakan salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Banten yang terletak di bagian Timur Provinsi Banten pada koordinat 106°20'–106°43' Bujur Timur dan 6°00'-6°21' Lintang Selatan dengan luas wilayah 959,61 km2 atau 12,62 % dari seluruh luas wilayah Provinsi Banten.[9]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Tangerang berbatasan dengan:

Utara Laut Jawa
Timur Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara
Selatan Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor
Barat Kabupaten Serang

Topografi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar wilayah Tangerang merupakan dataran rendah. Sungai Cisadane merupakan sungai terpanjang di Tangerang yang mengalir dari selatan dan bermuara di Laut Jawa. Tangerang merupakan wilayah perkembangan dan penyangga ibu kota Jakarta. Secara umum, Kabupaten Tangerang dapat dikelompokkan menjadi 3 wilayah pertumbuhan, yakni:

  • Pusat Pertumbuhan Balaraja dan Tigaraksa, berada di bagian barat, difokuskan sebagai daerah sentra industri, permukiman, dan pusat pemerintahan.
  • Pusat Pertumbuhan Teluknaga, berada di wilayah pesisir, mengedepankan industri pariwisata alam dan bahari, industri maritim, perikanan, pertambakan, dan pelabuhan.
  • Pusat Pertumbuhan Curug, Kelapa Dua, Legok dan Pagedangan, berada di bagian timur dekat perbatasan dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, difokuskan sebagai pusat pemukiman dan kawasan bisnis.

Kabupaten Tangerang secara geografis memiliki topografi yang relatif datar dengan kemiringan tanah rata-rata 0-8% menurun ke utara. Ketinggian wilayah berkisar antara 0-50 m di atas permukaan laut. Daerah utara Kabupaten Tangerang merupakan daerah pantai dan sebagian besar daerah urban, daerah timur adalah daerah rural dan pemukiman, sedangkan daerah barat merupakan daerah industri dan pengembangan perkotaan.[9] Secara garis besar wilayah topografi Kabupaten Tangerang terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu :

  1. Dataran pesisir, terletak di bagian utara dengan ketinggian berkisar antara 0-25 meter di atas permukaan laut wilayahnya meliputi Kecamatan Teluknaga, Mauk, Kemiri, Sukadiri, Kresek, Kronjo, Pasar Kemis, dan Sepatan.
  2. Dataran rendah dari bagian tengah ke arah selatan dengan ketinggian lebih dari 25 meter di atas permukaan laut, Kemiringan tanah rata-rata 0-3 % menurun ke utara. Ketinggian wilayah dataran rendah ini berkisar antara 25 – 85 meter di atas permukaan laut.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan garis lintang, Kabupaten Tangerang berada di wilayah Iklim Tropis dan menurut klasifikasi Iklim Koppen sebagian besar daerah Kabupaten Tangerang berada pada kategori Af yaitu kategori iklim hutan hujan tropis. Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Tangerang biasanya terjadi sejak bulan Desember hingga bulan Maret dengan curah hujan bulanan lebih dari 200 mm per bulannya dan curah hujan cenderung rendah dari bulan Juni sampai bulan September dengan curah hujan bulanan kurang dari 120 mm per bulan. Suhu udara di wilayah Kabupaten Tangerang berkisar antara 26°C–34°C dengan tingkat kelembapan nisbi bervariasi antara 77%–85%.

Data iklim Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31
(88)
31.8
(89.2)
32.6
(90.7)
32
(90)
31.5
(88.7)
30.7
(87.3)
31.8
(89.2)
32.1
(89.8)
33.5
(92.3)
34.6
(94.3)
33.8
(92.8)
32
(90)
32.28
(90.19)
Rata-rata harian °C (°F) 26.7
(80.1)
27
(81)
27.4
(81.3)
27.9
(82.2)
28
(82)
27.6
(81.7)
27.7
(81.9)
27.9
(82.2)
28
(82)
28.2
(82.8)
27.9
(82.2)
27.4
(81.3)
27.64
(81.72)
Rata-rata terendah °C (°F) 23
(73)
23
(73)
23
(73)
23.2
(73.8)
23
(73)
22.5
(72.5)
21.6
(70.9)
21.8
(71.2)
22
(72)
23.6
(74.5)
23
(73)
22.9
(73.2)
22.72
(72.76)
Presipitasi mm (inci) 361.2
(14.22)
304.5
(11.988)
253.7
(9.988)
179.2
(7.055)
150.1
(5.909)
102.7
(4.043)
90.8
(3.575)
82.1
(3.232)
100.3
(3.949)
152.7
(6.012)
195.6
(7.701)
274.1
(10.791)
2.247
(88,463)
Rata-rata hari hujan 23 21 18 14 12 9 8 7 8 12 16 19 167
% kelembapan 85 84 83 82 82 80 79 77 79 81 82 83 81.4
Rata-rata sinar matahari bulanan 143 145 167 196 206 213 237 242 251 258 194 147 2.399
Sumber #1: Climate-Data.org[10]
Sumber #2: Weatherbase & WeatherOnline[11][12]

Lambang Daerah[sunting | sunting sumber]

Lambang daerah berbentuk perisai dengan perincian sebagai berikut.

Bagian Atas[sunting | sunting sumber]

Terdiri dari susunan bata merah dengan lima buah puncak.

  1. Puncak perisai lima buah berlambang Pancasila yang menjadi dasar negara Republik Indonesia.
  2. Susunan bata merupakan lambang benteng pertahanan yang mengingatkan kita kepada kepahlawanan rakyat Kabupaten Tangerang.
  3. Jumlah bata melambangkan tanggal, bulan dan tahun proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu tujuh belas, bulan delapan, tahun empat puluh lima.

Bagian Tengah[sunting | sunting sumber]

Dengan warna hijau, terdiri dari empat batang bambu berbentuk persegi panjang berjumlah empat puluh tiga ruas dengan warna kuning emas. Di dalam persegi panjang tersebut terdapat gambar sebuah topi bambu berwarna kuning emas, seuntai buah padi dengan jumlah butir dua puluh tujuh juga berwarna kuning emas dan seuntai bunga kapas berjumlah dua belas dengan warna putih dan tangkai warna hijau. Jumlah butir padi, bunga kapas dan ruas bambu melambangkan tanggal, bulan dan tahun jadi Pemerintah Kabupaten Tangerang, yaitu:

  1. Dua puluh tujuh butir padi melambangkan tanggal dua puluh tujuh.
  2. Dua belas bunga kapas melambangkan bulan dua belas.
  3. Empat puluh tiga ruas bambu melambangkan tahun empat puluh tiga.
  4. Topi bambu melambangkan hasil kerajinan dan industri Kabupaten Tangerang.

Bagian Bawah[sunting | sunting sumber]

Terdiri dari tiga buah garis putih berombak dan empat buah garis biru berombak.

  1. Garis putih berombak melambangkan bahwa Kabupaten Tangerang dilintasi oleh sungai-sungai besar.
  2. Garis biru berombak melambangkan laut di mana Kabupaten Tangerang merupakan daerah pantai.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil
Bupati
Ket.
1 Atik Soeardi 1943 1944 [8]
2 R. Tumenggung Agus Padmanegara.jpg R. Agus Padmanegara 1944 1945 Menjabat Bupati Garut pada 1948-1949.
3 R. Achjad Penna 1945 1946
4 K.H. Abdulhadi 1946 1946
5 Tadjus Sobirin 1983 1988 [13]
1988 1993
6 Syaifullah AR. 1993 1998 [14]
7 Agus Djunara Mei 1998 Mei 2003 [15]
8 Ismet Iskandar Mei 2003 Mei 2008
Mei 2008 Mei 2013 Rano Karno
9 Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.png Ahmed Zaki Iskandar Mei 2013 Mei 2018 Hermansyah
Mei 2018 Mei 2023 H. Mad Romli Menang atas kotak kosong pada Pemilihan tahun 2018 sekaligus dicalonkan oleh seluruh partai politik di DPRD Kabupaten Tangerang[16]


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Tangerang dalam dua periode terakhir.[17]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo PKB.svg PKB 4 Steady 4
Logo Gerindra.svg Gerindra 5 7
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 7 8
GolkarLogo.png Golkar 7 6
Partai NasDem.svg NasDem 4 2
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 2 6
Logo PPP.svg PPP 6 Steady 6
Logo PAN.svg PAN 4 Steady 4
Logo Hanura.svg Hanura 3 1
Logo of the Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 6 Steady 6
Bulan Bintang.jpg PBB 1 0
Lambang PKPI PKPI 1 0
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 12 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tangerang terdiri dari 29 kecamatan, 28 kelurahan, dan 246 desa dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 2.619.803 jiwa dan luas wilayah 1.011,86 km² dengan kepadatan 2.589 jiwa/km².[18][19]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Tangerang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
36.03.01 Balaraja 1 8 Desa
Kelurahan
36.03.18 Cikupa 2 12 Desa
Kelurahan
36.03.23 Cisauk 1 5 Desa
Kelurahan
36.03.05 Cisoka 10 Desa
36.03.17 Curug 3 4 Desa
Kelurahan
36.03.32 Gunung Kaler 9 Desa
36.03.04 Jambe 10 Desa
36.03.02 Jayanti 8 Desa
36.03.28 Kelapa Dua 5 1 Desa
Kelurahan
36.03.09 Kemiri 7 Desa
36.03.06 Kresek 9 Desa
36.03.07 Kronjo 10 Desa
36.03.14 Kosambi 3 7 Desa
Kelurahan
36.03.20 Legok 1 10 Desa
Kelurahan
36.03.08 Mauk 1 11 Desa
Kelurahan
36.03.33 Mekarbaru 8 Desa
36.03.22 Pagedangan 1 10 Desa
Kelurahan
36.03.15 Pakuhaji 1 13 Desa
Kelurahan
36.03.19 Panongan 1 7 Desa
Kelurahan
36.03.12 Pasar Kemis 4 5 Desa
Kelurahan
36.03.11 Rajeg 1 12 Desa
Kelurahan
36.03.16 Sepatan 1 7 Desa
Kelurahan
36.03.30 Sepatan Timur 8 Desa
36.03.29 Sindang Jaya 7 Desa
36.03.31 Solear 7 Desa
36.03.10 Sukadiri 8 Desa
36.03.27 Sukamulya 8 Desa
36.03.13 Teluknaga 13 Desa
36.03.03 Tigaraksa 2 12 Desa
Kelurahan
TOTAL 28 246

Sistem Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tangerang mempunyai pemerintahan yang sama dengan kabupaten lainnya. Unit pemerintahan di bawah kabupaten adalah kecamatan, masing-masing kecamatan terdiri atas beberapa kelurahan dan desa.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, terhitung sejak Kota Tangerang Selatan memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang, jumlah kecamatan, kelurahan maupun desa di Kabupaten Tangerang tetap yaitu 29 kecamatan, 28 kelurahan, dan 246 desa. Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Tangerang selama periode tahun 2009-2011 cukup berfluktuasi. Meningkat pada tahun 2010 dan menurun cukup signifikan pada tahun 2011.

Bila diperhatikan komposisi pegawai menurut jenis kelamin, jumlah pegawai laki-laki lebih banyak dibandingkan pegawai perempuan. Terakhir pada tahun 2011 proporsi pegawai laki-laki mencapai 53,53 persen.

Komposisi Anggota DPRD Kabupaten Tangerang sedikit mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya, yaitu terdiri dari 9 fraksi dengan anggota sebanyak 50 orang (45 orang laki-laki dan 5 orang perempuan) yang sebagian besar berumur antara 40-49 tahun sebanyak 30 orang (60 persen) dan mayoritas berpendidikan S-1 sebanyak 30 orang (60 persen).

Jumlah anggaran yang dibelanjakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membiayai pembangunan di wilayahnya pada tahun 2011 mencapai 2,027 triliun rupiah, terdiri dari:

  • Belanja pegawai 915 miliar rupiah.
  • Belanja barang dan jasa 499 miliar rupiah.
  • Belanja modal 480 miliar rupiah.
  • Belanja lain-lain 136 miliar.

Total realisasi pendapatan daerah Kabupaten Tangerang pada tahun 2011 mencapai 2,224 triliun rupiah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang 29,9 persen atau tepatnya 665 miliar rupiah.

Sedangkan, dana perimbangan mencapai 1,288 triliun rupiah atau sekitar 57,93 persen yang terdiri dari:

  • Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 720,5 miliar rupiah.
  • Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 51,52 miliar rupiah.
  • Dana bagi hasil pajak/bukan pajak yang mencapai 217 miliar rupiah.
  • Transfer pemerintah pusat lainnya sebesar 299 miliar rupiah.

Dan yang ketiga adalah lain-lain pendapatan daerah yang sah yang menyumbang sebesar 270,6 miliar rupiah atau sekitar 12,17 persen terhadap pendapatan daerah wilayah ini. Sementara itu, belanja daerah dalam APBD Kabupaten Tangerang tahun 2012, direncanakan mencapai 2,4 triliun rupiah atau lebih besar dibandingkan dengan realisasi tahun 2011, sedangkan pendapatan daerah tahun 2012 oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang ditargetkan hanya sebesar 2,2 triliun rupiah.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sekolah Menengah Atas

Nama Sekolah Alamat NPSN
SMK Al Fattah Tigaraksa Tigaraksa 20616075
SMK Nurul Fallah Tigaraksa Tigaraksa
SMK AVICENA RAJEG Rajeg
SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang Balaraja
SMA Negeri 2 Kabupaten Tangerang Mauk
SMA Negeri 3 Kabupaten Tangerang Curug
SMA Negeri 4 Kabupaten Tangerang Cikupa
SMA Negeri 5 Kabupaten Tangerang Kosambi
SMA Negeri 6 Kabupaten Tangerang Tigaraksa
SMA Negeri 7 Kabupaten Tangerang Kresek
SMA Negeri 8 Kabupaten Tangerang Cisoka
SMA Negeri 9 Kabupaten Tangerang Kronjo
SMA Negeri 10 Kabupaten Tangerang Jambe
SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang Sepatan
SMA Negeri 12 Kabupaten Tangerang Teluknaga
SMA Negeri 13 Kabupaten Tangerang Sindang Jaya
SMA Negeri 14 Kabupaten Tangerang Rajeg
SMA Negeri 15 Kabupaten Tangerang Panongan
SMA Negeri 16 Kabupaten Tangerang Jayanti
SMA Negeri 17 Kabupaten Tangerang Legok
SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang Tigaraksa
SMA Negeri 19 Kabupaten Tangerang Balaraja
SMA Negeri 20 Kabupaten Tangerang Pakuhaji
SMA Negeri 21 Kabupaten Tangerang Sukadiri
SMA Negeri 22 Kabupaten Tangerang Pagedangan
SMA Negeri 23 Kabupaten Tangerang Kelapa Dua
SMA Negeri 24 Kabupaten Tangerang Pasarkemis
SMA Negeri 25 Kabupaten Tangerang Sepatan Timur
SMA Negeri 26 Kabupaten Tangerang Kemiri
SMA Negeri 27 Kabupaten Tangerang Solear
SMA Negeri 28 Kabupaten Tangerang Cisauk
SMA Negeri 29 Kabupaten Tangerang Kresek
SMA Negeri 30 Kabupaten Tangerang Sukamulya
SMK Al Hikma Teluknaga Teluknaga
SMK Negeri 1 Kabupaten Tangerang Panongan
SMK Negeri 9 Kabupaten Tangerang Solear

Infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Perumahan
Pusat Perbelanjaan

Plat Kendaraan[sunting | sunting sumber]

(A - V**/W*/X*/Y*/Z*)
B **** J**

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ https://banten.idntimes.com/news/indonesia/candra-irawan-2/berkat-sebuah-manuskrip-hari-jadi-kabupaten-tangerang-diubah
  2. ^ [1]
  3. ^ [2]
  4. ^ "Kabupaten Tangerang Dalam Angka 2019". BPS Kabupaten Tangerang. Diakses tanggal 16 Agustus 2019. 
  5. ^ "Laporan Penduduk Berdasarkan Agama Provinsi Banten Semester I Tahun 2014". Biro Pemerintahan Provinsi Banten. Diakses tanggal 18 Oktober 2018. 
  6. ^ Mutasi plat nomor di 19 kecamatan di Kabupaten Tangerang
  7. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  8. ^ a b c "Sejarah Kabupaten Tangerang". Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Tangerang. Diakses tanggal 4 Maret 2016. 
  9. ^ a b "Profil Kabupaten Tangerang" (PDF). hlm. 1. 
  10. ^ "Tigaraksa, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 11 Agustus 2020. 
  11. ^ "CURUG, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 11 Agustus 2020. 
  12. ^ "Curug AP". WeatherOnline. Diakses tanggal 10 Agustus 2020. 
  13. ^ "Wawancara Tadjus Sobirin: Tadjus, Dangdut, dan Nasi Bungkus". Tempo Interaktif. Tangerang. 26 April 1997. Diakses tanggal 4 Maret 2016. 
  14. ^ "Jadi tempat prostitusi, Desa Dadap batal dibongkar". Republika Online. Tangerang. 28 Mei 1996. Diakses tanggal 4 Maret 2016. 
  15. ^ Pemerintah Kabupaten Tangerang (7 Oktober 2002). Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang (PDF) (Laporan). Pemerintah Kabupaten Tangerang. Diakses tanggal 4 Maret 2016. 
  16. ^ Tribun Jakarta (4 Juli 2018). Berdasar Hasil Rapat Pleno, Zaki-Romli Menang di Pilkada Kabupaten Tangerang (Laporan). Diakses tanggal 9 Desesmber 2019. 
  17. ^ Puskapol UI (11 November 2014). "Hasil Pemilu 2014 Provinsi Banten". Diakses tanggal 13 Maret 2019. 
  18. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  19. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Plat nomor kendaraan A hanya berlaku untuk UPT Bapenda Balaraja dan Samsat Balaraja melayani 19 kecamatan, yaitu Balaraja, Cikupa, Cisoka, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kemiri, Kresek, Kronjo, Mauk, Mekarbaru, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sindangjaya, Solear, Sukadiri, Sukamulya, dan Tigaraksa. Sementara itu, plat nomor kendaraan B masih berlaku untuk UPT Bapenda Kelapa Dua dan Samsat Kelapa Dua melayani 10 kecamatan lainnya, yaitu Cisauk, Curug, Kelapa Dua, Kosambi, Legok, Pagedangan, Pakuhaji, Sepatan, Sepatan Timur, dan Teluk Naga[6]
  2. ^ Wilayah kecamatan yang masuk Polda Banten terdiri atas 19 kecamatan, yaitu Balaraja, Cikupa, Cisoka, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kemiri, Kresek, Kronjo, Mauk, Mekarbaru, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sindangjaya, Solear, Sukadiri, Sukamulya, dan Tigaraksa. Sementara itu, wilayah yang masuk Polda Metro Jaya terdiri dari 10 kecamatan, yaitu Cisauk, Curug, Kelapa Dua, Kosambi, Legok, Pagedangan, Pakuhaji, Sepatan, Sepatan Timur, dan Teluk Naga

Sumber pustaka[sunting | sunting sumber]

  1. Profil Bupati Tangerang 2018 - 2023
  2. Profil Wakil Bupati Tangerang 2018 - 2023
  3. Gubernur Banten Lantik Bupati dan Wakil Bupati Tangerang 2018 - 2023
  4. Terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tangerang
  5. Zaki-Romli Menang di Pilkada Kabupaten Tangerang
  6. Daftar Sekolah di Kabupaten Tangerang
  7. Letak Geografis Kabupaten Tangerang
  8. "Sejarah Kabupaten Tangerang" . Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Tangerang.
  9. Daftar Kecamatan di Kabupaten Tangerang
  10. Pemerintah Kabupaten Tangerang (7 Oktober 2002). Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang (PDF) (Laporan). Pemerintah Kabupaten Tangerang.
  11. "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2019-03-29.
  12. "Kabupaten Tangerang Dalam Angka 2018" . BPS Kabupaten Tangerang. Diakses tanggal 29 Maret 2019.
  13. "Laporan Penduduk Berdasarkan Agama Provinsi Banten Semester I Tahun 2014" . Biro Pemerintahan Provinsi Banten. Diakses tanggal 29 Maret 2019.
  14. "Wawancara Tadjus Sobirin: Tadjus, Dangdut, dan Nasi Bungkus" . Tempo Interaktif. Tangerang. 26 April 1997. Diakses tanggal 4 Maret 2016.
  15. "Jadi tempat prostitusi, Desa Dadap batal dibongkar" . Republika Online. Tangerang. 28 Mei 1996. Diakses tanggal 4 Maret 2016.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]