Teluknaga, Tangerang
Teluknaga | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Peta lokasi Kecamatan Teluknaga | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Banten | ||||
| Kabupaten | Tangerang | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 138,330 jiwa (Sensus 2.010)[1] jiwa | ||||
| Kode pos | 15511–15519[2] | ||||
| Kode Kemendagri | 36.03.13 | ||||
| Kode BPS | 3603200 | ||||
| Luas | 53,30 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 13 desa | ||||
| |||||
Teluknaga adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia. Kecamatan ini berada di pesisir utara Tangerang dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Sebagian kawasan pengembangan PIK 2 berada di wilayah kecamatan ini (khususnya koridor Teluknaga–Tanjung Pasir).[3]
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Nama Teluknaga kerap dikaitkan dengan tradisi lisan setempat tentang “naga penjaga teluk”, serta rupa garis pantai dan muara sungai yang dianggap menyerupai naga. Dalam sumber-sumber etnohistoris, Teluknaga juga disebut sebagai salah satu pesisir tua di muara Sungai Cisadane yang sejak lama dihuni masyarakat pesisir dan komunitas peranakan Tionghoa (Cina Benteng).[4]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Kawasan Teluknaga merupakan jalur niaga pesisir antara Batavia—Banten sejak masa pra-kolonial. Sejumlah kajian populer dan akademik menyebut gelombang kedatangan orang Tionghoa ke muara Cisadane terjadi sejak abad ke-15; tradisi lokal menuturkan pendaratan rombongan pelaut Tiongkok di “Teluk Naga”.[4][5] Pada masa VOC dan Hindia Belanda, komunitas Cina Benteng berkembang di pesisir Tangerang—termasuk Teluknaga—dengan mata pencaharian utama perikanan, tambak, dan perdagangan hasil laut.[6]
Geografi
[sunting | sunting sumber]Teluknaga adalah wilayah dataran rendah pesisir dengan luas 53,30 km² dan 13 desa/kelurahan.[7] Batas-batas wilayah:
- Utara – Laut Jawa
- Timur – Kecamatan Kosambi
- Selatan – Kecamatan Neglasari (Kota Tangerang)
- Barat – Kecamatan Pakuhaji dan Kecamatan Sepatan Timur[8]
Pembagian administratif
[sunting | sunting sumber]Kependudukan
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan Sensus 2010, jumlah penduduk Teluknaga 138.330 jiwa.[1] Komposisi penduduknya multietnis (Betawi pesisir, Sunda-Banten, Jawa, dan Tionghoa Benteng), dengan konsentrasi permukiman padat di koridor Teluknaga–Kampung Melayu–Tanjung Pasir.
Budaya
[sunting | sunting sumber]Teluknaga termasuk salah satu kantong budaya Cina Benteng di pesisir Tangerang. Tradisi Peh Cun (festival perahu naga & bacang) yang masyhur di Sungai Cisadane juga diikuti warga Teluknaga; seni gambang kromong, tarian cokek, barongsai, serta busana kebaya encim masih dijumpai pada hajatan dan perayaan komunitas.[9] Sejumlah rumah tua peranakan, bengkel perahu, dan kelenteng/vihara lokal menjadi jejak akulturasi Tionghoa–Betawi pesisir.
Tempat ibadat/warisan budaya lokal
[sunting | sunting sumber]Ekonomi
[sunting | sunting sumber]Perekonomian Teluknaga bertumpu pada perikanan tangkap, tambak (udang–bandeng), perdagangan hasil laut, jasa, serta UMKM. Perkembangan kawasan PIK 2 di Teluknaga–Kosambi memunculkan simpul baru pariwisata, hunian, dan perdagangan yang terhubung ke Jakarta melalui akses jalan baru dan layanan bus antarkota.[13]
Objek wisata
[sunting | sunting sumber]- Pantai Tanjung Pasir – akses kapal ke pulau-pulau Kepulauan Seribu (terdekat Pulau Untung Jawa).
- Kawasan wisata & kuliner PIK 2 (pantai buatan, galeri, dan ruang publik pesisir).[3]
- Aneka pemancingan dan lanskap tambak tradisional.
Transportasi
[sunting | sunting sumber]- Transjakarta T31 (PIK 2 – Blok M), melayani koridor PIK 2 (Shelter Shibuya) yang berbatasan langsung dengan Teluknaga, beroperasi harian 05.00–22.00 WIB.[14]
- Angkutan umum lokal Teluknaga–Kalideres dan layanan ojek/taksi daring di koridor PIK 2–Teluknaga–Tanjung Pasir.
Tokoh terkenal
[sunting | sunting sumber]Berikut tokoh-tokoh yang terkait erat dengan komunitas Cina Benteng Tangerang (beberapa di antaranya bertalian genealogis dan historis dengan pesisir Teluknaga), serta satu tokoh pribumi setempat:
- Tan Eng Goan – Mayor Cina pertama Batavia (1802–1872).[15]
- Oey Khe Tay – Kapitein der Chinezen Tangerang (1872–1897).[16]
- Oey Giok Koen – Kapitein der Chinezen Tangerang & Meester Cornelis (†1912).[17]
- Oey Djie San – Kapitein der Chinezen Tangerang; Landheer Karawaci (†1925).[18]
- Tan Tiang Po – Luitenant der Chinezen; dermawan & pemilik domain Batoe-Tjepper (Batuceper).[19]
- Tan Liok Tiauw – saudagar–industrialis; pengelola pabrik genteng di Tangerang awal abad-20.[20]
- Mona Lohanda – sejarawan arsip VOC/Batavia; putri Tangerang (1947–2021).[21]
- Udaya Halim – wirausahawan; pendiri & pelestari Benteng Heritage Museum.[22]
- Zamzam Manohara, S.STP – (pribumi) Camat Teluknaga 2023–2025; kemudian Sekretaris Bapenda Kabupaten Tangerang.[23]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Badan Pusat Statistik, Sensus Penduduk 2010 – Kabupaten Tangerang
- ↑ Kode Pos Indonesia
- 1 2 Pantai Indah Kapuk Dua, Wikipedia bahasa Indonesia (akses 2025).
- 1 2 Himpunan Mahasiswa Sejarah FIB Undip, “Cina Benteng: Jejak Sejarah dan Harmoni Budaya di Kota Tangerang” (akses 2025).
- ↑ Historia.id, “Kaum Papa Tionghoa dari Benteng Tangerang” (2024).
- ↑ Tionghoa Benteng, Wikipedia bahasa Indonesia (akses 2025).
- ↑ BPS Kabupaten Tangerang, Kecamatan Teluknaga Dalam Angka 2023, tabel 1.1.1.
- ↑ Teluknaga, Tangerang, Wikipedia bahasa Indonesia (akses 2025).
- ↑ Benteng people, Wikipedia (akses 2025).
- ↑ Sangha Theravāda Indonesia, “Vihara Tri Dharma Guna – Teluknaga”.
- ↑ Listing “Vihara Hok Tek Bio”, Instagram/FB lokasi (akses 2025).
- ↑ tangerangonline.id, “Klenteng Kong Tek Bio Berawal dari Para Pedagang Tionghoa” (2016).
- ↑ Tempo, “Akses baru dari Teluknaga ke PIK 2 disiapkan” (Jan 2024).
- ↑ Transjakarta – Peta & daftar rute resmi: T31 PIK 2–Blok M (akses 2025).
- ↑ Tan Eng Goan, Wikipedia (akses 2025).
- ↑ Oey Khe Tay, Wikipedia (akses 2025).
- ↑ Oey Giok Koen, Wikipedia (akses 2025).
- ↑ Oey Djie San, Wikipedia (akses 2025).
- ↑ Tan Tiang Po, Wikipedia (akses 2025).
- ↑ Tan Liok Tiauw, Wikipedia (akses 2025).
- ↑ Mona Lohanda, Wikipedia; Archipel (2021).
- ↑ Benteng Heritage Museum, Wikipedia (akses 2025).
- ↑ Portal resmi Teluknaga/Tangerang Kab.; unggahan resmi pemda & berita lokal (2024–2025).
