Sepatan Timur, Tangerang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sepatan Timur
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
KabupatenTangerang
Pemerintahan
 • Camat-
Populasi
 • Total- jiwa
Kode Kemendagri36.03.30 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan7 desa

Sepatan Timur adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia.

Kecamatan ini merupakan pemekaran dari Kecamatan Sepatan.

Wilayahnya yang berdekatan dengan Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta dan Provinsi DKI Jakarta membuat masyarakat yang menetap di Sepatan Timur bekerja di luar daerahnya.

Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Pakuhaji dan Kecamatan Sukadiri. Sebelah timur berbatasan dengan Kota Tangerang.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Pakuhaji
Timur Kecamatan Teluknaga dan Kecamatan Neglasari
Selatan Kecamatan Periuk
Barat Kecamatan Sepatan

Daftar Desa[sunting | sunting sumber]

  1. Desa Sangiang
  2. Desa Tanah Merah
  3. Desa Lebak Wangi
  4. Desa Jatimulya
  5. Desa Kedaung Barat
  6. Desa Gempolsari
  7. Desa Kampung Kelor
  8. Desa Pondok Kelor

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Sepatan Timur berasal dari penduduk asli dan penduduk pendatang dengan keanekaragaman profesi dan strata ekonomi menengah ke bawah, tinggal di lokasi perumahan dan pedesaan. Namun masyarakat yang ekonominya relatif rendah tinggal di perkampungan dengan sebagian besar mata pencahariannya adalah buruh dan petani.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Daftar sekolah yang berada di wilayah Sepatan Timur:

  1. SMA Negeri 25 Kab.Tangerang
  2. SMA Mulia Budi
  3. SMA Global Tangerang
  4. SMA Bina Putra
  5. SMA Cemerlang
  6. SMP Negeri 3 Sepatan timur
  7. SMP Negeri 2 Sepatan timur
  8. SMP Negeri 1 Sepatan timur
  9. SMP Bina Putra
  10. TK Islam Mutiara Angkasa
  11. MI Ibnu Abbas
  12. MI Nurul Iman

Peristiwa[sunting | sunting sumber]

Sepatan Timur terkenal dengan berita terjadinya kasus perbudakan di Desa Lebak Wangi. Pelakunya adalah Yuki Irawan bersama beberapa mandornya, karena mereka menyekap 34 korban yang masih muda.