Cengkareng, Jakarta Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 6°09′01″S 106°43′37″E / 6.150396°S 106.726967°E / -6.150396; 106.726967

Cengkareng
Jakarta Cengkareng.PNG

Peta lokasi Kecamatan Cengkareng
Rumah tuan tanah Cengkareng yang dibangun tahun 1760 (foto diambil tahun 1920-1935)
Negara Indonesia
ProvinsiJakarta
KotaJakarta Barat
Luas26,54 Edit the value on Wikidata
Jumlah penduduk601.156 jiwa (2020)
Kepadatan22.651 jiwa/km²
Desa/kelurahan6

Cengkareng (sebelumnya bernama Tjenkarang) adalah kecamatan yang terletak di Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia.[1][2] Secara administratif daerah seluas 26,54 km² ini dibagi menjadi 6 kelurahan. Meski secara geografis tidak ditempati oleh Bandara Internasional Soekarno-Hatta, terdapat miskonsepsi bahwa bandara ini terletak berada di Cengkareng karena letaknya yang bersebelahan dan menjadi transit menuju kecamatan Benda, Kota Tangerang (tempat bandara yang sebenarnya).

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Penjaringan
Timur Kecamatan Grogol Petamburan dan Kecamatan Kebon Jeruk
Selatan Kecamatan Kembangan
Barat Kecamatan Kalideres dan Kecamatan Cipondoh

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cengkareng terbagi dalam 6 kelurahan sebagai berikut:

  1. Kelurahan Cengkareng Barat, dengan kode pos 11730
  2. Kelurahan Cengkareng Timur, dengan kode pos 11730
  3. Kelurahan Duri Kosambi, dengan kode pos 11750
  4. Kelurahan Kapuk, dengan kode pos 11720
  5. Kelurahan Kedaung Kali Angke, dengan kode pos 11710
  6. Kelurahan Rawa Buaya, dengan kode pos 11740

Demografi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2016, Kecamatan ini dihuni oleh 498.130 penduduk yang terbagi dari 262.093 laki-laki dan 252.323 perempuan dengan seks rasio 103,87 dan 160.746 kepala keluarga. Dan di tahun 2020, penduduk kecamatan ini menjadi 601.156 jiwa, dimana laki-laki sebanyak 306.214 jiwa dan perempuan sebanyak 294.942 jiwa.[3]

Kota Jakarta Barat, termasuk di kecamatan Cengkareng, warga berasal dari beragam Suku, Agama, Ras dan Adat istiadat (SARA). Berdasarkan data Sensus penduduk 2010, warga Jakarta Barat berasal dari beragam suku dan agama. Didominasi oleh suku Jawa, Betawi dan Sunda, serta banyak juga berasal dari keturunan Tionghoa, Batak (kebanyakan Batak Toba), dan Minangkabau, serta suku lainnya.[4]

Kemudian dalam hal keagamaan, penduduk kecamatan ini juga cukup beragam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kota Jakarta Barat tahun 2020 mencatat jumlah pemeluk agama, dimana Islam sebanyak 80,36%, kemudian Kristen 13,97% (Protestan 9,92% dan Katolik 4,05%), Budha 5,57%, Hindu 0,08% dan lainnya 0,02%.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  2. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  3. ^ a b "Kota Administrasi Jakarta Barat Dalam Angka 2020". Badan Pusat Statistik Indonesia. 2020. Diakses tanggal 5 Oktober 2020. 
  4. ^ "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 5 Oktober 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Catatan: Jika sewaktu-waktu pranala berikut mati, harap dihapus saja.