Persija Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Persija Jakarta
Persija Jakarta logo.png
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta
JulukanMacan Kemayoran
(Kemayoran Tigers)
Berdiri28 November 1928 (1928-11-28) (93 tahun lalu) sebagai VIJ Jacatra
StadionJakarta International Stadium
(Kapasitas: 82.000)
PemilikPT. Persija Jaya Jakarta
PresidenIndonesia Mohammad Prapanca
Manajer + PelatihJerman Thomas Doll
LigaLiga 1
2021-2022Peringkat 8
Situs webSitus web resmi klub
Kelompok suporterThe Jakmania
Kostum Kandang
Kostum Tandang
Kostum Ketiga
Soccerball current event.svg Musim ini

Lambang Persija Jakarta.svg Persija Jakarta

Football pictogram.svg
Tim utama
Football pictogram.svg
Tim Academy
Football pictogram.svg
Tim wanita
Football pictogram.svg
Tim junior
Simple Game.svg
Tim Esports
Football pictogram.svg
Tim satelit

Persija singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta (dahulu dikenal juga dengan nama Persija Pusat) adalah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat ini berlaga di Liga 1. Persija merupakan salah satu klub sepakbola paling sukses di sejarah sepakbola Indonesia dengan torehan 2 kali juara liga domestik dan 9 kali juara turnamen perserikatan hingga sejauh ini.

Persija didirikan pada 28 November 1928, tepat sebulan setelah Sumpah Pemuda, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930.

Sejarah

Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra).[1] Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Saat masih bernama VIJ, markas Persija berada di Stadion VIJ. Sejumlah nama ikut membesarkan klub ibu kota ini. Diantaranya tercatat dalam sejarah Persija Jakarta nama M.H. Thamrin, yang diakui sebagai pahlawan nasional. Selain itu ada juga nama Habib Kwitang, yang tercatat ikut membesarkan Persija.

Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indische Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija "baru" itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.

Stadion

Stadion VIJ

Lahir di Tanah Abang oleh Soeri dan Allie, Persija yang dulu bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) pertama kali menggunakan lapangan di daerah Petojo. Lapangan Petojo di Pulo Piun, Laan Trivelli itu bisa dibilang menjadi lapangan pertama Persija. Nama lama Persija, yakni VIJ sudah 23 tahun menggunakan lapangan tersebut untuk kepentingan kompetisi internal hingga pertandingan berskala nasional.

Stadion IKADA

Stadion Ikatan Atletik Djakarta (IKADA) adalah stadion kedua Persija yang dulunya adalah lapangan tim nasional Indonesia. PSMS Medan adalah salah satu klub yang pernah merasakan atmosfer stadion ini kala bertanding dengan Persija pada tahun 1945. Di Stadion IKADA, Persija pernah merasakan gelar juara pada tahun 1954. Para pemain legendaris Persija layaknya, Tan Liong Houw, Tjoa Wim Pie, Kwiee Kiat Sek, Van der Vin, Thio Him Tjiang, Chris Ong, Djamiat Dalhar hingga Soetjipto Soentoro pernah merasakan berlatih dan bertanding di stadion ini.

Stadion Menteng

Tak berselang lama Persija mendapatkan stadionnya sendiri di kawasan Menteng pemberian Presiden RI Soekarno pada tahun 1961. Dahulu stadion itu bernama stadion VIOS, pemilik klub Hindia Belanda bernama VIOS (Voorwaarts Is Ons Streven), Stadion VIOS dibangun pada tahun 1921. Setelah Persija resmi merumput di VIOS Batavia, mereka mengganti namanya menjadi stadion Persija atau Menteng. Saat bermarkas di Menteng, 4 kali Macan Kemayoran sukses meraih gelar juara Perserikatan di 1964, 1973, 1975 dan terakhir di 1979. Sayang, kemesraan Menteng dan Persija berakhir pada 26 Juli 2006. Stadion yang penuh kenangan itu harus roboh setelah Gubernur DKI kala itu, Sutiyoso mengingstruksikan untuk menggusur stadion tersebut dan berubah menjadi Taman Menteng.

Stadion Lebak Bulus

Selanjutnya Persija juga pernah bermarkas di Stadion Sanggrahan Pelita Jaya atau dikenal sebagai stadion Lebak Bulus setelah berganti nama. Di sini Persija lebih dikenal dengan barisan Jakmanianya yang mampu menggetarkan nyali lawan saat pertandingan digelar. Salah satunya, terjadi pada tahun 2005, saat itu digelar pertandingan Copa Indonesia yang menemukan duel sarat gengsi antara Persija dan Persib Bandung. Lebak Bulus yang hanya muat menampung 12.500 penonton itu diisi oleh lebih dari sekitar 25.000 Jak Mania. Kesempatan Persija untuk kembali bermain di Lebak Bulus pun harus sirna seiring keputusan mantan Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, untuk menjadikan stadion Lebak Bulus sebagai Stasiun MRT Lebak Bulus. Pada tahun 2015, stadion Lebak Bulus akhirnya harus rata dengan tanah. Setelah angkat kaki dari Lebak Bulus.

Stadion Gelora Bung Karno

Persija diketahui pindah ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. SUGBK sendiri punya kenangan manis bagi Persija di tahun 2001 maupun 2018. Karena di stadion itu Persija memastikan gelar juara. Terutama di 2018 beberapa kali Persija menggunakan SUGBK, mereka sulit dihentikan. Bahkan saat bermain di kompetisi Asia, ribuan Jakmania hadir membuat lawan menjadi ciut. Sebelum menetap di SUGBK, Persija menggunakan stadion yang lebih kecil di sekitar Jakarta sebagai kandang mereka. Untuk Liga 1 2017 dan Liga 1 2018, Persija harus pindah-pindah stadion dan menggunakan Stadion Patriot Chandrabhaga, Stadion Wibawa Mukti, Stadion Pakansari, Stadion PTIK, ketika SUGBK menjalani renovasi untuk Asian Games 2018.

Stadion Madya

Di tahun 2019, Persija juga sempat menggunakan Stadion Madya, Senayan. Saat itu stadion itu menjadi saksi Persija menang atas Kalteng Putra dengan skor 3-0.

Stadion Internasional Jakarta

Kini Persija menyambut stadion lainnya yang saat ini sudah hampir jadi. Stadion yang dimaksud adalah Jakarta International Stadium (JIS), di Taman BMW yang stadion ini dibangun pada 2019 dengan dimulainya Kick Off pembangunan JIS oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada 14 Maret 2019 di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Stadion ini akan menampung kurang lebih 82.000 penonton, memiliki 3 tingkatan tribun. Selain itu terdapat tribun VIP, dan tribun khusus untuk disabilitas. Stadion ini diperkirakan dibuka pada tahun 2022.

Prestasi

Kompetisi Domestik

Liga

Piala Nasional

  • Piala Presiden Soeharto
    • Runner-Up (3): 1972, 1974, 1976
  • Piala Fatahillah
    • Juara (1): 1978
  • Bang Ali Cup
    • Juara (1): 1977
  • Piala Indonesia

Turnamen Nasional

Internasional

Rekor musim ke musim

Musim Liga Piala Indonesia Topskor tim
Komp. Main M S K GM GK Poin Pos Nama Gol
2008-2009 ISL 34 15 8 11 61 48 53 7 Perempat Final IndonesiaBambang Pamungkas 19
2009-2010 ISL 34 14 10 10 41 36 52 5 Perempat Final IndonesiaBambang Pamungkas 14
2010-2011 ISL 28 15 7 6 52 28 52 3 Nigeria Greg Nwokolo 13
2011-12 ISL 34 14 10 10 53 36 52 5 Putaran Kedua Indonesia Bambang
Paraguay Pedro
16
2013 ISL 34 12 6 16 46 45 42 11 Kamerun Emmanuel Kenmogne 14
2014 ISL 20 9 7 4 27 15 34 5 (b) Indonesia Ramdani Lestaluhu 8
2015 QNB League
2016 ISC A 34 8 11 15 25 42 35 14 Kamerun Emmanuel Kenmogne 6
2017 Liga 1 34 17 10 7 48 24 61 4 Brasil Bruno Lopes 10
2018 Liga 1 34 18 8 8 53 36 62 1 Runner-Up Kroasia Marko Simic 18
2019 Liga 1 34 11 11 12 43 42 44 10 Kroasia Marko Simic 28
2020 Liga 1 [a] 2 1 1 0 5 4 4 9 Dibatalkan Indonesia Evan Dimas 2
2021-22 Liga 1 34 11 12 11 43 40 45 8 Kroasia Marko Simic 14
2022-23 Liga 1 TBA Jerman Hanno Behrens 2
Catatan
  1. ^ Liga dihentikan karena pandemi Covid-19 di Indonesia

Rekor kontinental

Musim Kompetisi Babak Klub Kandang Tandang Agregat
2001-2002 Liga Champions Asia Ronde pertama Jepang Kashima Antlers
4–1
2018 AFC Cup Grup H Malaysia Johor Darul Ta'zim 4–0 3–0 1st
Singapura Tampines Rovers 4–1 2–4
Vietnam Sông Lam Nghệ An 1–0 0–0
Zona Semi-final Singapura Home United 1–3 3–2 3–6
2019 Liga Champions AFC Pendahuluan 1 Singapura Home United
1–3
Pendahuluan 2 Australia Newcastle Jets
3–1 (p.w.)
AFC Cup Grup G Vietnam Becamex Bình Dương 0–0 3–1 3rd
Myanmar Shan United 6–1 1–3
Filipina Ceres Negros 2–3 1–0

Pemain

Skuat saat ini

Ismed Sofyan adalah pemain dengan masa kerja terlama di Persija Jakarta. Dia memulai kariernya di Persija pada 2002 dan tidak pernah bergabung dengan klub lain sejak saat itu hingga sekarang.[2]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
2 DF Indonesia IDN Ilham Rio Fahmi
4 DF Indonesia IDN Ryuji Utomo
5 DF Indonesia IDN Otávio Dutra
6 DF Indonesia IDN Tony Sucipto
7 DF Indonesia IDN Rezaldi Hehanusa
8 MF Indonesia IDN Syahrian Abimanyu
9 FW Bahrain BHR Abdulla Yusuf Helal
10 MF Jerman GER Hanno Behrens
11 DF Indonesia IDN Firza Andika
14 DF Indonesia IDN Ismed Sofyan
15 MF Indonesia IDN Raka Cahyana
17 DF Ceko CZE Ondrej Kudela
18 MF Indonesia IDN Alfriyanto Nico
19 MF Indonesia IDN Hanif Sjahbandi
22 GK Indonesia IDN Risky Sudirman
23 DF Indonesia IDN Hansamu Yama Pranata
24 DF Indonesia IDN Resky Fandy
25 MF Indonesia IDN Riko Simanjuntak
No. Pos. Negara Pemain
26 GK Indonesia IDN Andritany Ardhiyasa (Kapten)
27 FW Ceko CZE Michael Krmencik
29 MF Indonesia IDN Radzky Syahwal Ginting
31 GK Indonesia IDN Adre Greovani
40 DF Indonesia IDN Al Hamra Hehanusa
41 DF Indonesia IDN Muhammad Ferrari
46 FW Indonesia IDN Osvaldo Haay
56 DF Indonesia IDN Maman Abdurrahman
57 MF Indonesia IDN Ginanjar Wahyu Ramadhani
58 DF Indonesia IDN Frengky Missa
69 DF Indonesia IDN Rangga Widiansyah
77 MF Indonesia IDN Dony Tri Pamungkas
80 MF Indonesia IDN Braif Fatari
88 GK Indonesia IDN Cahya Supriadi
89 FW Indonesia IDN Taufik Hidayat
98 FW Indonesia IDN Ricky Cawor
  • Catatan: Kebijakan klub mencantumkan suporter sebagai nomor pemain #12.
  • Catatan: Daftar Pemain diatas diambil dari website Liga Indonesia

Pemain dipinjamkan

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
13 DF Indonesia IDN Barnabas Sobor

Transfer

2022 - 2023

Tata Kelola

Direksi

Posisi Nama
Direktur Utama Indonesia Ambono Januarianto
Direktur Keuangan Indonesia Kokoh Alfiat
Direktur Marketing Bisnis Indonesia Andika Suksmana
Direktur Komersial Indonesia Ivi Sumarna
Direktur Pengembangan Sepakbola Indonesia Ferry Paulus
Direktur Teknik Akademi Persija Indonesia Sudirman

Official

Posisi Nama
Presiden Klub Indonesia Mohammad Prapanca
Wakil Presiden Klub Indonesia Ganesha Putra
Pembina/Penasihat Klub Indonesia
Sekretaris Tim Indonesia Muhammad Araaf Sidik
Manajer + Pelatih Kepala Jerman Thomas Doll
Asisten Manajer Indonesia Vava Hernandia
Asisten Pelatih Italia Pasquale Rocco
Pelatih Fisik Siprus Paul Keenan
Indonesia Ilham Ralibi
Pelatih Kiper Ceko Jan Klima
Penerjemah Indonesia Sopian Hadi
Pelatih Individual Development Indonesia Ferdiansyah
Pelatih Movement Indonesia Jeremiah
Opposition / Player Scouting Indonesia Petrick Sinuraya
Dokter Tim Indonesia dr. Donny Kurniawan, Sp.KO (K)
Fisioterapis Indonesia M. Yanizar Lubis
Sports Nutritionist Indonesia Emilia E. Achmadi, M.Sc., Ph.D
Masseur Indonesia Sutisna
Indonesia Aditya Ahmad
Kitman Indonesia Abdul Rahman Saleh
Indonesia Candra Darmawan
Video Analyst Indonesia Uzzy Assidra
Statiscian Indonesia Dani Budi Rayoga
Media Manager Indonesia Yudistira Achmad Nugroho
Media Officers Indonesia M. Nadhil
Photographer Indonesia Khairul Imam

2022–2023

Pelatih

Tahun Nama
1962–1966 Indonesia Endang Witarsa
1972–1975 Indonesia Sinyo Aliandoe
1977–1979 Polandia Marek Janota
1985 Indonesia Yuswardi
1985–1995 Indonesia Sugih Hendarto
1994–1999 Indonesia Risdianto
1999-2000 Bulgaria Ivan Venkov Kolev
2000 Indonesia Andi Lala
2000–2003 Indonesia Sofyan Hadi
2003 Indonesia Herry Kiswanto
2003–2004 Bulgaria Atanas Giorgiev
2004–2005 Argentina Carlos Garcia Cambon
2005–2006 Moldova Arcan Iurie
2006–2007 Indonesia Rahmad Darmawan
2007–2008 Moldova Serghei Dubrovin
2008–2009 Indonesia Danurwindo
2009–2010 Indonesia Benny Dollo
2010–2011 Indonesia Rahmad Darmawan
2011–2013 Indonesia Iwan Setiawan
2013–2014 Indonesia Benny Dollo
2015 Indonesia Rahmad Darmawan
2015 Indonesia Bambang Nurdiansyah
2016 Brasil Paulo Camargo
2016 Indonesia Muhammad Zein Al Hadad
2017–2018 Brasil Stefano Cugurra Teco
2019 Bulgaria Ivan Venkov Kolev
2019 Spanyol Julio Bañuelos
2019 Brasil Edson Tavares
2020 Brasil Sergio Farias
2021 Indonesia Sudirman
2021 Italia Angelo Alessio
2022 Indonesia Sudirman
2022– Jerman Thomas Doll

Apparel

Period Kit Provider
1985-1996 Jerman Adidas
1998-2000 Inggris Reebok
2000-2003 Amerika Serikat Nike
2004-2007 Indonesia Specs
2007-2009 Italia Diadora
2009-2017 Indonesia League
2017-2019 Indonesia Specs
2020- Indonesia Juara

Pendukung

Pendukung Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno.

Persija Fans Club atau sekarang dikenal dengan nama The Jakmania ialah kelompok supporter terbesar & fanatik dari Persija Jakarta. Anggota Jakmania terdiri dari pemuda-pemudi Betawi khususnya dan warga Jakarta umumnya.[butuh rujukan]

Jakmania berdiri sejak era Ligina IV tepatnya pada tanggal 19 Desember 1997. Ide berdirinya The Jakmania pertama kali dicetuskan oleh manajer Persija waktu itu Diza Rasyid Ali.[butuh rujukan] Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang kemudian diangkat sebagai pembina Persija Jakarta.[butuh rujukan]

Peringkat Klub

Per 10 April 2022.[3]
Rank Poin Perubahan
Indonesia AFC FIFA
5 86 896 1360 120 Penurunan

1375

Rivalitas

Persija Jakarta mempunyai rivalitas dengan klub-klub besar lainnya di Indonesia seperti PSM Makassar yang dikenal dengan Rivalitas Jakarta-Makassar, PSMS Medan dan Persebaya Surabaya yang sudah bersaing dengan Persija sejak era Perserikatan. Selain tim-tim tersebut Persija juga mempunyai rivalitas dengan Persib Bandung dalam pertandingan yang bertajuk Derbi Indonesia (juga disebut El Clássico) yang mulai muncul pada tahun 2000an dan juga rivalitas dalam Derbi Jabodetabek dengan Persita Tangerang dan Persikabo 1973.

Referensi

Pranala luar