Indomie

Halaman yang dilindungi semi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Indomie
Indomie Mi goreng (03-07-2021).jpg
Indomie Mi goreng di salah satu supermarket di Filipina
Jenis produkMi instan
PemilikJangkar Jati Group (1972-1992)
Salim Group (Indofood) (1984-sekarang)
ProdusenIndofood CBP
Negara Indonesia
Diluncurkan1972
Pemilik sebelumnyaPT Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd. (1972-1994)
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (1994-2009)
JargonIndomie Seleraku
Situs webwww.indomie.co.id

Indomie adalah merek mi instan yang diproduksi oleh Indofood CBP, anak perusahaan Indofood di Indonesia.[1] Indofood sendiri merupakan produsen mi instan terbesar di dunia, dengan 16 pabrik, 15 miliar paket Indomie diproduksi setiap tahun. Indomie juga diekspor ke lebih dari 60 negara di dunia. Pasar ekspor utama Indofood termasuk Timor Leste, Australia, Papua Nugini, Arab Saudi, Taiwan, dan negara-negara lain di Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia.[2] Di luar pabrik utamanya di Indonesia, Indomie telah diproduksi di Nigeria sejak 1995 di mana produk tersebut merupakan merek yang populer. Indofood memiliki pabrik pembuatan mi instan terbesar di Afrika.

Sekardus Indomie Mi goreng yang bersisi 30 bungkus mi (masing-masing 85 gram), versi luar negeri/ekspor. Di Indonesia sendiri 1 kardus Indomie berisi 40 bungkus

Sejarah

Merek Indomie pertama kali dirintis oleh Djajadi Djaja (lewat PT Djangkar Djati, bersama Wahyu Tjuandi, Ulong Senjaya, dan Pandi Kusuma).[3] Selanjutnya, Djangkar Djati akan berubah nama menjadi PT Wicaksana Overseas International Tbk, salah satu distributor produk-produk consumer goods terbesar di Indonesia).[4] Pada April 1970, sebagai anak usaha dari Djangkar Djati, Djajadi mendirikan PT Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd dan memperkenalkan ke publik merek baru: Indomie (gabungan dari kata Indonesia dan Mie) pada tahun 1972.[5] Indomie merupakan produk mi instan kedua yang muncul di Indonesia, setelah Supermi yang dirintis oleh Sjarif Adil Sagala dan Eka Widjaja Moeis. Produk awalnya hanya rasa kaldu ayam dan udang, dan hingga awal 1980-an, Supermi dan Indomie menjadi duopoli di pasar. Selain memasarkan produknya dalam negeri, pada 1982-1983 Sanmaru juga mulai melakukan ekspor ke negara tetangga, seperti Brunei, Malaysia dan Singapura serta ke Eropa, Australia dan Amerika Serikat.[6] Pabriknya ada di Ancol, Jakarta Utara.[7]

Pada tahun 1982, barulah kerajaan bisnis Salim Group memasuki bisnis mi instan dengan memperkenalkan merek lain bernama Sarimi. Awalnya, mengingat pada saat itu posisi Salim yang kuat (bahkan memonopoli) perdagangan terigu dengan Bogasari, Salim menginginkan merek Indomie yang populer itu agar berpindah kepadanya. Selain itu, pada saat itu Indonesia sedang mengalami swasembada padi sehingga pabrik Sarimi menjadi kelebihan operasional. Diharapkan, jika Indomie mau bekerja sama dengan Sarimi, maka Salim Group tidak perlu merugi. Namun, Djajadi menolak keinginan itu. Respon Salim adalah membesarkan produk Sarimi-nya dengan agresif dengan banyak iklan dan promosi, sehingga bisa meraih pasar 40% dalam waktu cepat. Melihat "keperkasaan" Salim Group itu, Djajadi pun melunak dengan tawaran baru dari Salim. Pada 1984, keduanya sepakat untuk membentuk perusahaan patungan bernama PT Indofood Interna Corporation. Di sini, Djajadi (dan rekan-rekannya) mendapat 57,5% dan Salim 42,5%. Lalu, pada 30 Agustus 1986, saham PT Sanmaru yang memproduksi Indomie diambil alih oleh PT Indofood Interna (serta selanjutnya juga diakuisisi PT Super Mi Indonesia dari pemegang saham lain). Pada saat itu, PT Sanmaru sudah punya dua produk yang populer: selain Indomie, sejak 1983[8] ada Chiki, sebuah makanan ringan yang populer di kalangan anak-anak. Untuk Indomie sendiri, saat itu sudah memiliki beberapa varian, seperti kari ayam (1980), sop sapi, dan mi goreng (1982).[9][10] Menjelang tahun 1986, Indomie sudah memiliki 4 pabrik, yaitu di Jakarta (Ancol), Medan, Surabaya dan Palembang,[11] dengan karyawan pada tahun 1990 mencapai 2.900 orang.[12]

Entah bagaimana, kemudian saham Djajadi (dan rekan-rekan) di PT Indofood Interna seluruhnya menjadi kekuasaan Salim. Menurut Anthony Salim, saham itu bisa menjadi milik mereka karena Djajadi (dan rekan-rekannya) sibuk berkonflik sehingga Salim dapat mencari untung di saat itu. Memang, pada saat itu salah satu partner Djajadi di PT Wicaksana, Pandi Kusuma justru memilih menjadi partner Salim. Namun, ada juga rumor bahwa Salim "memaksa" Djajadi untuk menyerahkan sahamnya, misalnya dengan menghentikan suplai terigu ke pabrik PT Sanmaru. Selain itu, pada 1993 Salim memutuskan tidak lagi memakai perusahaan Djajadi, PT Wicaksana sebagai distributor, melainkan kini memakai anak usahanya bernama Indomarco Adi Prima. Walaupun demikian, pihak Salim membantah rumor bahwa Djajadi dan Salim memliki hubungan yang tidak baik dan rumor-rumor negatif tersebut.[13] Pasca 1992, Djajadi sudah tidak lagi memiliki saham di pabrik Indomie setelah melepas saham miliknya yang tersisa ke Salim.[14] Pada 1994, PT Indofood Interna dan PT Sanmaru digabung dalam perusahaan baru: PT Indofood Sukses Makmur Tbk (kemudian sejak 2009, produksinya dialihkan ke anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk). Di bawah kekuasaan Indofood inilah, Indomie makin meluas dan memproduksi banyak sekali varian, dari varian biasa, varian daerah, varian khusus (seperti mi keriting dan mi siram), dan lain-lain. Indomie pun menjadi nomor 1 di Indonesia. Kemudian, di bawah Salim pula Indomie berhasil berkembang menjadi merek internasional, seperti ke Nigeria dan Arab Saudi.[15][16] Di Nigeria, Indomie mulai diperkenalkan sejak tahun 1988 dan mulai diproduksi tahun 1995 melalui Dufil Prima Foods.[17][18] Sedangkan di Arab Saudi, Indomie pertama kali diperkenalkan pada 1986 dan pabriknya dibuka pada 1992, dengan diproduksi oleh Pinehill Arabia Group Ltd.[19][20]

Pasca kejatuhan Orde Baru, Djajadi tampaknya berusaha mengambil peluang dengan kondisi masyarakat yang tidak menyukai kroni Soeharto. Pada 17 Desember 1998 ia menggugat Indofood ke pengadilan, karena ia merasa telah dipaksa menjual sahamnya dan mereknya di PT Indofood Interna dengan harga rendah. Djajadi juga menuduh Salim telah memanipulasi kepemilikan saham agar sahamnya semakin mengecil.[21] Menuntut ganti rugi Rp 620 miliar, Djajadi kalah sampai banding di Mahkamah Agung.[22][10][9] Kalah dari Salim, Djajadi lebih memilih untuk melanjutkan bisnis pabrik mi instan baru yang sudah dirintisnya sejak Mei 1993, di bawah PT Jakarana Tama yang memproduksi mi Gaga dan dulu pernah mengedarkan produk bermerek Michiyo.[23][24] Di bawah Salim Group, sejak 1984 sampai sekarang, Indomie tetap sukses dan dikenal luas masyarakat Indonesia maupun luar negeri.

Jenis-jenis Indomie

Isi dari satu bungkus mi goreng rendang

Saat ini, Indomie memiliki banyak pilihan rasa yang tersedia di seluruh Indonesia. Selain itu, juga terdapat beberapa pilihan rasa Indomie yang tersedia di wilayah tertentu.

Indomie Goreng

Indomie rasa Mi Goreng Iga penyet yang telah dimasak, disajikan dengan telur mata sapi dan sayuran.

Indomie Goreng pertama kali diproduksi pada tahun 1982. Saat ini, Indomie Goreng tersedia dalam berbagai pilihan rasa: Mi Goreng Spesial (juga tersedia dengan pelengkap bawang goreng dan saus cabai), Mi Goreng Pedas, Mi Goreng Rasa Cabe Ijo, Mi Goreng Rasa Iga Penyet, Mi Goreng Rasa Sambal Matah, Mi Goreng Rasa Sambal Rica-Rica, dan Mi Goreng Kriuuk.. Pedas.[25] Juga pernah tersedia pilihan rasa Mi Goreng Rasa Sate yang saat ini hanya tersedia untuk pasar ekspor (Taiwan dan Australia). Selain itu juga tersedia Indomie Goreng JUMBO dalam pilihan rasa Mi Goreng Spesial dengan pelengkap bawang goreng dan saus cabai dalam ukuran 129 gram, dan Mi Goreng Rasa Ayam Panggang dengan pelengkap sayuran kering dan saus cabai dalam ukuran 127 gram.[26]

Indomie Kuah

Sebungkus Indomie kuah Soto Mie tersaji dengan telur

Indomie Kuah pertama kali diproduksi pada tahun 1972. Saat ini, Indomie Kuah tersedia dalam berbagai pilihan rasa: Rasa Ayam Bawang, Rasa Ayam Spesial, Rasa Kaldu Ayam, Rasa Kari Ayam (juga tersedia dengan pelengkap bawang goreng), Rasa Soto Mie, dan Rasa Soto Spesial (Ekstra Koya Gurih). Selain itu juga tersedia Rasa Kaldu Udang yang hanya tersedia di wilayah provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.[27]

Indomie Kuliner Indonesia

Indomie Kuliner Indonesia pertama kali diproduksi pada tahun 2002.[28] Saat ini, Indomie Kuliner Indonesia tersedia dalam berbagai pilihan rasa: Mi Goreng Aceh (Khas Aceh), Mi Goreng Rasa Ayam Pop (Khas Sumatra Barat), Mi Goreng Rasa Rendang (Khas Sumatra Barat), Rasa Soto Banjar Limau Kuit (Khas Kalimantan Selatan), Rasa Soto Lamongan (Khas Jawa Timur), dan Rasa Soto Padang (Khas Sumatra Barat) yang tersedia di seluruh Indonesia. Selain itu juga tersedia Mi Goreng Rasa Cakalang (Khas Sulawesi Utara), Rasa Cakalang (Khas Sulawesi Utara), Rasa Coto Makassar (Khas Sulawesi Selatan), Rasa Empal Gentong (Khas Jawa Barat), Rasa Mi Celor (Khas Sumatra Selatan), Rasa Mi Kocok Bandung (Khas Jawa Barat), Rasa Soto Banjar (Khas Kalimantan Selatan), dan Rasa Soto Medan (Khas Sumatra Utara) yang hanya tersedia di wilayah provinsi masing-masing.[29]

Indomie Hype Abis

Indomie Hype Abis tersedia dalam pilihan rasa: Mi Goreng Rasa Ayam Geprek (diproduksi sejak tahun 2019), Mi Kuah Rasa Seblak Hot Jeletot (diproduksi sejak tahun 2020), Mieghetti Rasa Bolognese (diproduksi sejak tahun 2021), dan Mi Goreng Rasa Kebab Rendang (diproduksi sejak tahun 2022).[30]

Indomie Premium Collection

Indomie Premium Collection atau yang dikenal dengan nama Indomie Keriting pertama kali diproduksi pada tahun 1992. Saat ini, Indomie Premium Collection tersedia dalam berbagai pilihan rasa: Mi Keriting Goreng Spesial, Mi Keriting Rasa Ayam Panggang dan Mi Keriting Goreng Rasa Telur Asin (Salted Egg), serta varian Real Meat Mi Keriting Ayam Jamur (Mushroom Chicken) dan Mi Keriting Ayam Lada (Pepper Chicken).[31]

Kontroversi

Pengawet terlarang

Pihak berwenang Taiwan pada tanggal 7 Oktober 2010 mengumumkan bahwa Indomie yang dijual di sana mengandung dua bahan pengawet yang terlarang, yaitu natrium benzoat dan metil p-hidroksibenzoat. Dua unsur itu hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik. Sehingga dilakukan penarikan semua produk mi instan "Indomie" dari pasaran Taiwan. Selain di Taiwan, dua jaringan supermarket terkemuka di Hong Kong untuk sementara waktu juga tidak menjual mi instan Indomie. Menurut harian Hong Kong The Standard, dalam pemberitaan Senin, 11 Oktober 2010, dua supermarket terkemuka di Hong Kong, Park n' Shop dan Wellcome, menarik semua produk Indomie dari rak-rak mereka. Selain itu, Pusat Keselamatan Makanan di Hong Kong juga melakukan pengujian atas Indomie dan akan menindaklanjutinya dengan pihak importir dan dealer. Selain di Taiwan, larangan juga berlaku di Kanada dan Eropa. Menurut The Standard, bila bahan-bahan dikonsumsi, konsumen berisiko muntah-muntah. Selain itu, bila dikonsumsi secara rutin atau dalam jumlah yang substansial, konsumen akan menderita asidosis metabolik, atau terlalu banyak asam di dalam tubuh.

Sebaliknya, importir Indomie di Hong Kong, Fok Hing (HK) Trading, menyatakan bahwa mi instan itu tetap aman dikonsumsi dan memenuhi standar di Hong Kong dan Organisasi Kesehatan Dunia. Hal tersebut berdasarkan hasil pengujian kualitas pada Juni lalu, yang tidak menemukan adanya bahan berbahaya.[32] Sedangkan menurut Indofood, produk Indomie dengan kandungan metil p-hidroksibenzoat bukan untuk dipasarkan di Taiwan. Indomie di Taiwan sudah disesuaikan dengan regulasi yang ada di Taiwan yang tidak memakai pengawet tersebut. Indofood dalam situs resminya pada Senin (11/10/2010) menyatakan bahwa yang diberitakan media di Taiwan itu adalah produk mi instan dari Indofood, yang sebenarnya bukan untuk dipasarkan di Taiwan.[33] Mi instan yang dianggap berbahaya di Taiwan itu sebenarnya ditujukan untuk pasar Indonesia, bukan pasar Taiwan.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih dalam tanggapannya menyatakan Indomie masih aman untuk dimakan tetapi tetap menyarankan masyarakat untuk mengurangi konsumsi mi instan.[34] Akibat dari isu ini, harga saham Indofood CBP sebagai produsen Indomie sempat anjlok.[35]

Alat transaksi

Indomie digunakan sebagai alat transaksi untuk prostitusi di Ghana.[36][37] Kejadian ini mengakibatkan melonjaknya kehamilan remaja di negara tersebut.[38]

Budaya populer

Iklan Indomie di Ghana

Indomie tak hanya menjadi sekadar makanan, melainkan juga menjelma ikon budaya populer khususnya di Indonesia. Dalam media sosial, misalnya Indomie diidentikkan sebagai "makanan anak kost".[39] Banyak hal-hal (bahkan yang mungkin hanya dianggap "picisan") mengenai mie instan ini yang populer dan mudah menjadi viral di media sosial Indonesia, misalnya ketika ada kabar bahwa orang-orang asing mencicipi Indomie dan ketagihan,[40] kabar ketika seorang peracik rasa-rasa dari Indomie, Nunuk Nuraini meninggal pada 27 Januari 2021,[41] adanya rumor (kemudian diketahui hanya lelucon) Indomie rasa boba,[42] donat Indomie,[43] dan ketika ada berbagai rasa baru.[44]

Tampak bahwa pihak Indofood tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Misalnya, Indomie telah mengeluarkan varian "hype abis" dengan rasa-rasa populer, seperti ayam geprek, seblak, Chitato dan spageti bolognese yang banyak pemasarannya dimulai dari e-commerce dan sering kali sudah viral dulu di media sosial sebelum dipasarkan.[45][46][47][48]

Pada 6 Desember 2018 lalu, Indomie secara resmi berkolaborasi dengan Goods Dept meluncurkan beberapa jenis barang fesyen, di antaranya kemeja, kaos, tas, dan topi yang memiliki corak bernuansa Indomie.[49] Selain itu, desainer Jonathan “Jonas” Gustana mengkreasikan sepatu kustomisasi bertema Indomie dari Nike seri Air Jordan 1 Mid. Sepatu ini kemudian menjadi perbincangan yang cukup signifikan di media sosial dan berhasil terjual habis hanya dalam waktu dua hari sejak pertama kali diumumkan pada 16 Juni 2019.[50]

Sebuah akun Twitter bernama Agama Indomie muncul pada tahun 2015 dan aktif mengirim cuitan beragam kreasi Indomie dengan gaya bahasa agamawi. Akun ini mendapatkan puluhan ribu pengikut.[51]

Trivia

  • Tahun 2005, Indomie memecahkan rekor dunia dalam Guinness Book of World Records untuk kategori "Paket Terbesar Mi Instan" dengan menciptakan paket dengan ukuran 3,4m x 2,355 m x 0,47 m, dengan berat bersih 664,938 kilogram, di mana berat ini adalah 8.000 kali berat standar sebuah paket mi instan. Paket tersebut dibuat dengan bahan yang sama seperti sebuah bungkus mi instan dan disertifikasi layak untuk konsumsi manusia. Pemecahan rekor ini merupakan simbolisasi dari posisi Indomie yang merupakan pemimpin pasar mi instan.[52]
  • Pada tanggal 13 Desember 2009, Indomie disebut oleh Roger Ebert, kritikus film populer dari Amerika Serikat untuk majalah Chicago Sun-Times, sebagai salah satu kado Natal pilihan di urutan #1.[53]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Noodles in Indonesia". euromonitor.com. March 2014. 
  2. ^ http://djpen.kemendag.go.id/app_frontend/admin/docs/publication/5361548127292.pdf.
  3. ^ Informasi, Volume 14,Masalah 167-172
  4. ^ Riwayat Singkat Perusahaan
  5. ^ Begini Kemasan dan Iklan Jadul Indomie Tahun 1970-an, Penasaran?
  6. ^ Indonesia News and Views, Volume 3
  7. ^ Dun's Asia/Pacific Key Business Enterprises, Volume 2
  8. ^ Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 5,Masalah 35-40
  9. ^ a b Berkat Om Liem, Kita Semua jadi Pelahap Indomie
  10. ^ a b Tempo, Volume 27,Masalah 17-22
  11. ^ Dharmasena, Volume 148
  12. ^ Major Companies of The Far East and Australasia 1990/91: Volume 1: South ...
  13. ^ Liem Sioe Liong's Salim Group: The Business Pillar of Suharto's Indonesia
  14. ^ Company Profile Jakarana Tama
  15. ^ Mergent International Manual, Volume 2
  16. ^ Jurus Grup Salim Bikin Indomie Jadi Raja Mi Instan Dunia
  17. ^ "Dufil Prima Foods". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-12-19. Diakses tanggal 2013-05-04. 
  18. ^ Indonesia Legendary-Instant Food Indomie Shines in Nigeria
  19. ^ Indomie Jadi Makanan Paling Favorit di Seluruh Generasi di Arab Saudi
  20. ^ Afiliasi Grup Salim dan Royalti Indomie
  21. ^ Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 10,Masalah 37-45
  22. ^ Tentang Tiga Mi Instan
  23. ^ Eksekutif, Masalah 208-210
  24. ^ Informasi, Volume 15,Masalah 179-182
  25. ^ "Indomie Goreng". Indomie.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 2021-02-22. 
  26. ^ "Indomie Jumbo". Indomie.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-11-25. Diakses tanggal 2021-02-22. 
  27. ^ "Indomie Kuah". Indomie.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-02. Diakses tanggal 2021-02-22. 
  28. ^ Iklan cetak Indomie Selera Indonesia tahun 2002
  29. ^ "Indomie Kuliner Indonesia". Indomie.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-02. Diakses tanggal 2021-02-22. 
  30. ^ "Indomie Hype Abis". Indomie.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-10. Diakses tanggal 2021-02-22. 
  31. ^ "Indomie Keriting". Indomie.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-11-17. Diakses tanggal 2021-02-22. 
  32. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-10-14. Diakses tanggal 2010-10-12. 
  33. ^ http://www.detiknews.com/read/2010/10/11/105745/1460954/10/indofood-tanggapi-penarikan-indomie-di-taiwan?991101605
  34. ^ "detikNews – Berita hari ini di Indonesia dan Internasional". detiknews.com. Diakses tanggal 31 Maret 2017. 
  35. ^ http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2010/10/11/278/381168/indomie-ditarik-saham-indf-icbp-menurun[pranala nonaktif permanen] drastis
  36. ^ Sandi, Ferry. "Indomie Dipakai Bayar Transaksi Seks di Ghana, Ini Kisahnya!". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2021-01-10. 
  37. ^ Zulkodri, M. "Bukan Soal Makanan, Kata Indomie Dijadikan Kode Transaksi Prostitusi di Negara Ini". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2021-01-10. 
  38. ^ "Indomie Disebut Terkait dengan Meningkatnya Kehamilan Remaja di Ghana, Ini Sebabnya". KOMPAS.tv. Diakses tanggal 2021-01-10. 
  39. ^ Nunuk Nuraini, sosok dibalik bumbu Indomie yang lezat, meninggal dunia
  40. ^ https://www.dream.co.id/culinary/heboh-komentar-lucu-orang-asing-saat-ketagihan-indomie--1704286.html
  41. ^ Profil Nunuk "Indomie" Nuraini yang Meninggal Dunia pada 27 Januari
  42. ^ Viral Indomie Goreng Rasa Boba Milk Tea, Netizen: Ini April Mop Ya?
  43. ^ Indomie Goreng Donat Viral Bisa Kamu Bikin Sendiri, Ini Resepnya!
  44. ^ Netizen antusias nih kalau beneran ada rasa baru yang nendang banget.
  45. ^ Hypeabis, Indomie Ayam Geprek Dijual Serentak di 3 E-Commerce Ini!
  46. ^ "Indomie Hype Abis Seblak Hot Jeletot yang Rasa Pedasnya Meledak di Lidah. Berani Coba?". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-12-12. Diakses tanggal 2021-02-19. 
  47. ^ Usai Chitato Rasa Indomie Viral, Kini Hadir Indomie Goreng Rasa Chitato
  48. ^ Viral Bungkus Indomie Rasa Spageti Bolognese, Apa Tanggapan Indofood?
  49. ^ Times, I. D. N.; Indomie. "Baju Keren Hasil Kolab Goods Dept dan Indomie, Seperti Apa Ya?". IDN Times. Diakses tanggal 2019-06-28. 
  50. ^ Azanella, Luthfia Ayu. Galih, Bayu, ed. "Dibanderol Rp 3,3 Juta, Air Jordan "Custom" Tema Indomie Ludes". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-06-28. 
  51. ^ "'Agama Indomie' Capai 10,6 Ribu Followers". TIMES Indonesia. 2018-06-30. Diakses tanggal 2019-06-28. [pranala nonaktif permanen]
  52. ^ Indofood Mencetak Rekor Dunia
  53. ^ (Inggris) "The Twelve Gifts of Christmas" Diarsipkan 2013-02-07 di Wayback Machine. – Jurnal Roger Ebert, diakses 14 Desember 2009.

Pranala luar