Etilena oksida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Etilena oksida
Ethylene oxide.svg
Ethylene-oxide-from-xtal-3D-balls.png
Nama
Nama IUPAC
oksirana [1]
Nama lain
epoksietana, etilena oksida, dimetilena oksida, oksasiklopropana
Penanda
3D model (JSmol)
Singkatan EO, EtO
ChEBI
ChemSpider
ECHA InfoCard 100.000.773
Nomor EC 200-849-9
KEGG
MeSH Ethylene+Oxide
Nomor RTECS KX2450000
UNII
Sifat
C2H4O
Massa molar 44.05 g mol−1
Penampilan gas tak berwarna
Densitas 0.882 g/mL, 7.360 lbs/gallon
Titik lebur −1.113 °C (−1.971 °F; −840 K)
Titik didih 107 °C (225 °F; 380 K)
miscible
Termokimia
Entropi molar standar (So) 243 J mol−1 K−1
Entalpi pembentukan standarfHo) −52.6 kJ mol−1
Bahaya
Bahaya utama karsinogen
Titik nyala −20 °C (−4 °F; 253 K)
Ambang ledakan 3 to 100%
Senyawa terkait
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
YaY verify (what is YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Etilena oksida, juga dikenal oksirana adalah senyawa organik dengan rumus molekul C2H4O. Senyawa ini berjenis eter siklik. Etilena oksida berbentuk gas tak berwarna mudah terbakar pada suhu ruangan dan berbau manis. Senyawa ini merupakan epoksida paling sederhana: cincin tiga-anggota dengan 1 oksigen dan 2 karbon. Karena struktur molekulnya ini, etilena oksida banyak dipakai pada reaksi adisi, seperti polimerisasi. Etilena oksida berisomer dengan asetaldehida dan vinil alkohol.

Etilen oksida pertama kali disintesis oleh Wurtz tahun 1859 dan kemudian dikenal dengan proses klorohidrin. Produksi pertama etilen oksida secara komersial dimulai tahun 1914 hingga sekarang. Tahun 1931, Lefort mengembangkan proses oksidasi langsung yang menggeser keberadaan proses klorohidin hingga sekarang.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]