Perak, Malaysia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Perak
Negara bagian
Perak Darul Ridzuan
ڨيرق دار الرّضوان
Bendera Perak
Bendera
Lambang Perak
Lambang
Lagu: Allah Lanjutkan Usia Sultan
   Perak di    Malaysia
   Perak di    Malaysia
Koordinat: 4°45′LU 101°0′BT / 4,75°LU 101°BT / 4.750; 101.000
Ibu kota Ipoh
Ibu kota kerajaan Kuala Kangsar
Pemerintahan
 • Sultan Nazrin Shah
 • Menteri Besar Zambry Abdul Kadir (BN)
Luas[1]
 • Total 21.035 km2 (8,122 sq mi)
Populasi (2010)[2]
 • Total 2.258.428
 • Kepadatan Bad rounding here110/km2 (Bad rounding here280/sq mi)
Indeks Pembangunan Manusia
 • HDI (2010) 0,719 (tinggi) (ke-8)
Kode pos 30xxx sampai 36xxx
39xxx
Kode telefon 05
Plat kendaraan A
Pangkor treaty 1874
Berfederasi dalam FMS 1895
Pendudukan Jepang 1942
Aksesi ke Federasi Malaya 1948
Situs web www.perak.gov.my

Perak Darul Ridzuan (Jawi: ڨيرق) adalah negara bagian di Malaysia dan yang terbesar keempat. Nama Perak kemungkinan berasal dari warna perak timah, sumber daya alam Perak dahulu kala.

Ibukota Perak terletak di Ipoh sedangkan ibukota kerajaannya berada di Kuala Kangsar. Kota-kota penting lainnya termasuk Taiping dan Teluk Intan (dahulu bernama Teluk Anson). Pulau Pangkor adalah sebuah pulau kecil di lepas pantai yang menyediakan aktivitas seperti snorkeling.

Nama[sunting | sunting sumber]

Nama resmi adalah Perak Darul Ridzuan. Perak berarti silver dalam bahasa Inggris, nama ini diasosiasikan dengan keberadaan tambah timah yang berwarna perak. Di tahun 1890an, perak kaya akan kegiatan penambangan timah terbesar di dunia sebagai salah satu bahan perhiasan Kerajaan Inggris kala itu. Ada pula yang menyebutkan bahwa nama Perak berasal dari warna ikan di air jernih yang berkilau seperti warna perak. Darul Ridzuan adalah nama kehormatan dalam bahasa Arab yang berarti "Tanah" atau "Tempat Tinggal" yang penuh berkah.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Ada legenda yang mengatakan kerajaan Hindu Melayu menyebutkan Gangga Negara di barat laut Perak. Penemuan arkeologis mengindikasikan keberadaan negeri Perak sudah ada semenjak era pra-sejarah.

Sejarah modern menyebutkan Perak bermula dari kejatuhan Sultan Malaka. Raja Muzaffar Shah (putra sulung Raja terakhir Sultan Malaka, Sultan Mahmud Shah), melarikan diri dari penaklukan Portugis di tahun 1511 dan mendirikan sisa kerajaanya di area sungai Perak di tahun 1528. Menjadi daerah yang kaya akan penambangan timah, kekuasaanya terancam dari serbuan dari luar.

Daerah[sunting | sunting sumber]

Perak mempunyai daerah. Mereka adalah:

  1. Hulu Perak
  2. Kerian
  3. Larut, Matang, dan Selama
  4. Hilir Perak
  5. Kinta
  6. Perak Tengah
  7. Batang Padang
  8. Manjung
  9. Kuala Kangsar

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Laporan Kiraan Permulaan 2010". Jabatan Perangkaan Malaysia. hlm. 27. Diakses tanggal 2011-01-24. 
  2. ^ "Laporan Kiraan Permulaan 2010". Jabatan Perangkaan Malaysia. hlm. iv. Diakses tanggal 2011-01-24. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]