Pembagian administratif Malaysia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pembagian administratif Malaysia
Coat of arms of Malaysia.svg
Tingkat I

NegeriWilayah persekutuan

Tingkat II

Daerah
Jajahan (Kelantan)
Bahagian (Sabah & Sarawak)

Tingkat III
(Pemerintah lokal)

Dewan BandarayaMajlis BandarayaMajlis perbandaranMajlis Daerah

Tingkat IV

Mukim
Daerah penggawa (Kelantan)
Presint (Putrajaya)
Daerah (Sabah & Sarawak)

Tingkat V

KampungSeksyen

sunting

Pembagian administratif Malaysia terdiri dari lima tingkatan.

Sistem pembagian administratif wilayah di Malaysia merupakan warisan dari pemerintah koloni Inggris yang telah memerintah Tanah Melayu selama lebih 2 abad. Jadi tidak heran jika kebanyakan undang-undang dan peraturan yang ada di Malaysia saat ini sama persis dengan undang-undang yang ada di Inggris. Tetapi, dalam perjalanan waktu, ciri-ciri unik yang mencerminkan sosio-budaya setempat mulai mempengaruhi perjalanan sistem administratif di Malaysia.

Pada tahun 1801 Sebuah badan yang diberi nama Majlis Penilai (Council of Assessors) telah didirikan di Pulau Pinang. Majlis ini diberi peranan merancang dan melaksanakan pembangunan wilayah kota Georgetown di Pulau Pinang. Hal ini seterusnya membawa dampak kepada didirikanya wilayah-wilayah administratif dan pemerintahan lokal (bahasa Melayu: Pihak berkuasa tempatan.) Pemerintah-pemerintah lokal tersebut kemudian dibentuk di negeri Melaka, diikuti dengan negeri-negeri Melayu yang lainnya sehingga ke Sarawak dan Borneo Utara.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah tingkatan pembagian administratif di Malaysia

Tingkat I[sunting | sunting sumber]

Kerajaan negeri dan wilayah persekutuan berada di peringkat pertama sistem administratif di Malaysia

Pemimpin[sunting | sunting sumber]

Pemimpin tiap-tiap negeri di Malaysia mempunyai perbedaan dalam hal penyebutan gelar.

Sedangkan kepala pemerintahanya disebut Menteri Besar yang dipilih dari partai pemenang pemilu tingkat negeri.

  • Raja, hanya kerajaan negeri Perlis yang dipimpin oleh seorang raja dan kepala pemerintahanya adalah Menteri Besar yang dipilih dari partai pemenang pemilu tingkat negeri.
  • Yang Dipertuan Besar, hanya pemimpin kerajaan Negeri Sembilan yang memakai gelar Yang Dipertuan Besar. Sedangkan kepala pemerintahanya adalah Menteri Besar yang dipilih dari partai pemenang pemilu tingkat negeri.
  • Yang Dipertuan Negeri, gelar Yang Dipertuan Negeri atau Gubernur hanya dipakai oleh pemimpin kerajaan negeri Melaka, Pulau Pinang, Sabah dan Sarawak. Dan kepala pemerintahanya disebut Ketua Menteri yang dipilih dari partai pemenang pemilu tingkat negeri.

Tingkat II dan III[sunting | sunting sumber]

Status "Daerah" atau distrik hanyalah berfungsi sebagai lembaga pertanahan yang mengurusi bidang pertanahan karena faktanya yang mempunyai kekuasaan untuk menjalankan roda pemerintahan di tingkatan ini ada pada lembaga Pemerintah lokal (bahasa Melayu: Pihak Berkuasa Tempatan) atau Local government bukanya "Daerah".

Pemerintah lokal (bahasa Melayu: Pihak berkuasa tempatan) yang secara hirarki merupakan administratif tingkat ke III di Malaysia adalah lembaga pemerintahan lokal yang biasanya asalnya merupakan Daerah atau Mukim atau beberapa Mukim yang karena berkembangnya wilayah tersebut sehingga perlu membentuk lembaga pemerintahan lokal yang baru.

Ada 3 jenis Pemerintahan lokal di Malaysia.[1]

  • Dewan/Majlis Bandaraya
  • Majlis Perbandaran
  • Majlis Daerah

Pemimpin[sunting | sunting sumber]

  • Daerah dipimpin oleh seorang "Pegawai daerah" dan seorang wakil sultan yang disebut "Pembesar daerah".
  • Majlis/Dewan Bandaraya dipimpin oleh seorang "Datuk bandar" (bahasa Indonesia: Walikota)
  • Majlis perbandaran dan Majlis daerah dipimpin oleh seorang dengan sebutan "Yang di Pertua".

Tingkat IV[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa penyebutan untuk wilayah administrasi tingkat IV yaitu.

Tingkat V[sunting | sunting sumber]

Peringkat V adalah Kampung dan Seksyen.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Country profile Malaysia. KBRI Kuala Lumpur. 25 Februari 2017. Diakses tanggal 27/06/2019

(Melayu) Geopopulation Marketing Data of Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam & Indonesia. Wow Eight. 17 Nov 2014. Diakses tanggal 26/07/2019. 

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Perbedaan pihak berkuasa tempatan. Website resmi Kementerian Perumahan dan Kerajaan Tempatan Malaysia. Diakses tanggal 27/06/2019