Masak habang
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023) |
| Bumbu masak habang | |
|---|---|
Ayam dengan saus sambal habang | |
| Tempat asal | Indonesia |
| Daerah | Kalimantan Selatan |
| Dibuat oleh | Suku Banjar |
Bumbu masak Habang (Banjar: [masak habang] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) adalah bumbu dasar khas kuliner suku Banjar di Kalimantan Selatan. Kata habang dalam bahasa Banjar berarti "merah", merujuk pada warna bumbu ini. Warna merah bumbu masak habang berasal dari penggunaan cabai merah yang dikeringkan sebagai bahan utama. Meskipun berwarna merah pekat, bumbu ini umumnya tidak terlalu pedas karena dalam proses pembuatannya ditambahkan gula merah sehingga menghasilkan cita rasa manis. Bumbu masak habang digunakan dalam berbagai hidangan Banjar, seperti ayam masak habang, telur masak habang, dan ikan gabus habang.[1]
Variasi Masakan dan Bahan
[sunting | sunting sumber]Berbagai macam masakan dapat dipadukan dengan bumbu masak habang, antara lain yang paling umum adalah hintalu (telur) masak habang, ikan haruan (gabus) masak habang, ayam masak habang, nasi kuning banjar, mie bancir, atau dapat pula disajikan sebagai pendamping makanan sebagai saus sambal habang. Bahan-bahan utama dari bumbu masak habang adalah cabai merah kering yang telah dibuang bijinya, bawang putih, gula merah, garam, terasi bakar, dan kayu manis.[2] Diluar bahan utama tersebut, resep bumbu masak habang dapat dikreasikan sesuai selera.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ http://beyoung.co.id/culinary/566/nasi-kuning-masak-habang-khas-banjar Diarsipkan 2018-02-02 di Wayback Machine.. Diakses tanggal 1 Februari 2018.
- ↑ https://cookpad.com/id/resep/182785-masak-habang-haruan-telur-resep-warisan-mama Diarsipkan 2022-07-02 di Wayback Machine.. Diakses tanggal 1 Februari 2018.
- ↑ https://cookpad.com/id/cari/masak%20habang?page=3 Diarsipkan 2022-07-10 di Wayback Machine.. Diakses tanggal 1 Februari 2018.

